zmedia

Syarah Hadis Larangan Menuntut Ilmu untuk Dipuji: Ancaman Bagi Niat yang Keliru


Menuntut ilmu agama merupakan salah satu ibadah paling mulia yang memiliki kedudukan agung dalam Islam, baik untuk tegaknya urusan agama maupun dunia. Namun, kemuliaan ini bisa berubah menjadi petaka kekal jika tidak dibersihkan dari penyakit-penyakit hati, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Hadis Larangan Menuntut Ilmu untuk Dipuji. Hadis hasan ini memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang belajar demi tujuan pamer, berdebat kusir, atau sekadar mencari popularitas. Artikel ini akan mengupas tuntas teks hadis, penjelasan kosakata (syarh al-kalimat), makna global, hingga intisari pelajaran berharga yang disarikan dari pustaka Ad-Durar As-Saniyah.

MATAN HADIS

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Hudzaifah bin al-Yaman Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah bersabda:

لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِتَصْرِفُوا وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ. رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ.

"Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakan diri di hadapan para ulama, atau untuk berdebat kusir dengan orang-orang bodoh, atau untuk memalingkan pandangan manusia kepada kalian. Barang siapa yang melakukan hal itu, maka ia berada di neraka." (Sahih Ibnu Majah: 210)

PENJELASAN KALIMAT

Penjelasan kalimat (لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ) atau yang artinya (Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakan diri di hadapan para ulama) maksudnya adalah:

 هَذَا نَهْيٌ عَنْ طَلَبِ الْعِلْمِ وَتَعَلُّمِهِ مِنْ أَجْلِ الْمُفَاخَرَةِ وَالْمُبَاهَاةِ أَمَامَ الْعُلَمَاءِ، وَهَذَا عَكْسُ الْمَطْلُوبِ مِنَ الْمَرْءِ بِأَنْ يَعْرِفَ لِلْعُلَمَاءِ حَقَّهُمْ وَتَقْدِيرَهُمْ وَاحْتِرَامَهُمْ

Ini merupakan larangan dari menuntut ilmu dan mempelajarinya demi tujuan bermegah-megahan serta menyombongkan diri di hadapan para ulama. Perbuatan ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dituntut dari seorang muslim, yang mana seharusnya ia mengetahui hak para ulama, menghargai, serta menghormati mereka.

Syarah kalimat (أَوْ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ) atau yang artinya (Atau untuk berdebat kusir dengan orang-orang bodoh) maksudnya adalah:

 أَيْ لِتُخَاطِبُوا وَتُجَادِلُوا بِهِ السُّفَهَاءَ

Yaitu sengaja menggunakan ilmu tersebut untuk mendebat, mendominasi, dan bersilat lidah dengan orang-orang yang bodoh atau dangkal pemikirannya.

Syarah kalimat (أَوْ لِتَصْرِفُوا وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ) atau yang artinya (Atau untuk memalingkan pandangan manusia kepada kalian) maksudnya adalah:

 أَيْ لِتَلْفِتُوا إِلَيْكُمْ أَنْظَارَ النَّاسِ؛ لِيُشَارَ إِلَيْكُمْ وَيُنْظَرَ إِلَيْكُمْ مِنْ أَجْلِ الْمِرَاءِ وَالتَّعَاظُمِ

Yaitu sengaja menarik perhatian dan pandangan orang-orang ke arah kalian; agar diri kalian ditunjuk, dipuji, dan dipandang hebat demi kepuasan berdebat serta kesombongan diri.

Syarah kalimat (فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ) atau yang artinya (Barang siapa yang melakukan hal itu, maka ia berada di neraka) maksudnya adalah:

 أَيْ فَجَزَاؤُهُ أَنَّهُ فِي النَّارِ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يُخْلِصْ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ خَالِصًا لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَىٰ، وَهَذَا مِنَ ُالوعِيدِ الشَّدِيدِ لِمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ.

Yaitu balasannya kelak adalah dicampakkan ke dalam neraka; karena ia tidak ikhlas dalam menuntut ilmu dan tidak menjadikannya murni karena mengharap wajah Allah Ta'ala. Kalimat ini mengandung ancaman yang sangat keras bagi siapa saja yang melakukannya.

NIAT YANG BENAR DALAM MENUNTUT ILMU

Sebagai seorang penuntut ilmu, motivasi utama yang harus tertanam kuat di dalam hati adalah untuk mengangkat kebodohan dari dalam diri sendiri terlebih dahulu, kemudian bertekad mengajarkannya kepada orang lain serta berdakwah di jalan Allah. Rasulullah bersabda dalam Shahihain:

إنَّما الأعمالُ بالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya."

Pentingnya menjaga niat ini juga ditegaskan dalam riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, di mana Nabi bersabda:

مَن تعلَّمَ علْمًا ممَّا يُبْتَغى به وجْهُ اللهِ، لا يتعلَّمُه إلَّا لِيُصيبَ به عرَضًا مِن الدُّنيا، لم يجِدْ عَرْفَ الجنَّةِ يومَ القيامةِ

"Barang siapa yang mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mengharap wajah Allah, tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan secuil kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat."

Hal ini menunjukkan betapa fatalnya dampak dari hilangnya keikhlasan.

PELAJARAN DARI HADIS

Melalui tinjauan ilmiah pustaka Mausuatul Haditsiyah Ad-Durar As-Saniyah, terdapat beberapa pelajaran penting yang wajib kita renungkan:

  1. Kewajiban Ikhlas Karena Allah: Hadis ini memuat dorongan yang sangat kuat untuk senantiasa mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah Ta'ala di dalam menuntut ilmu agama.
  2. Bahaya Sifat Pamer dan Sombong: Penegasan bahwa sikap saling memamerkan kepintaran, menyombongkan diri, serta bangga akan ilmu di tempat yang tidak semestinya merupakan salah satu sebab utama yang menjerumuskan seseorang ke dalam neraka, wal'iyadzu billah.
  3. Ilmu Bukan Alat Popularitas: Ancaman keras bagi orang-orang yang menjadikan ilmu syar'i sebagai jembatan untuk mencari panggung, mendulang pujian manusia, atau mengeruk keuntungan duniawi semata.
  4. Menghormati Kedudukan Ulama: Larangan menempatkan diri sejajar atau bahkan merasa lebih tinggi dari para ulama lewat jalur pembuktian ilmu yang didasari nafsu kesombongan.

Kesimpulannya, paparan Syarah Hadis Larangan Menuntut Ilmu untuk Dipuji bertindak sebagai alarm pengingat bagi setiap muslim agar senantiasa memeriksa kondisi hatinya. Penjelasan komprehensif dari Ad-Durar As-Saniyah membukakan mata kita bahwa ilmu yang tidak dibersihkan dari riya, sum'ah, dan ambisi duniawi justru akan menjadi bumerang yang menyeret pemiliknya ke dalam siksa neraka. Semoga Allah menjaga kelurusan niat kita dan menganugerahkan ilmu yang bermanfaat serta membuahkan ketakwaan yang nyata.

Karangasem, 16 Juli 2026

Irfan Nugroho (Guru dan Filantropis)

Post a Comment for "Syarah Hadis Larangan Menuntut Ilmu untuk Dipuji: Ancaman Bagi Niat yang Keliru"