zmedia

Tafsir Al Araf 12 Aisarut Tafasir: Bahaya Kesombongan dan Logika Rusak Iblis

 


Akar dari segala kemaksiatan dan pembangkangan makhluk di alam semesta sering kali bersumber dari penyakit hati yang paling berbahaya, yaitu kesombongan. Melalui kajian Tafsir Al Araf 12 Aisarut Tafasir, kita akan melihat bagaimana Iblis menolak perintah langsung dari Allah SWT hanya karena merasa memiliki asal-usul yang lebih mulia. Artikel singkat ini merangkum teks ayat, penjelasan makna global, hingga pelajaran penting yang disarikan dari kitab Aisarut Tafasir karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.

QS AL ARAF 12 & ARTINYA

Allah ta’ala berfirman:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ ﴿١٢﴾

"Dia (Allah) berfirman, 'Apakah yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?' (Iblis) menjawab, 'Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah'."

MAKNA AYAT MENURUT SYAIKH ABU BAKAR AL-JAZAIRI

Firman Allah Ta'ala: ﴿مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ﴾

Maksudnya adalah: Hal apa yang membuatmu sampai tidak mau bersujud ketika Aku telah memerintahkanmu?

Maka Iblis pun menjawab dengan penuh keangkuhan: ﴿أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ﴾

Maksudnya adalah: Aku ini jauh lebih mulia daripada dia (Adam), maka bagaimana mungkin aku bersujud kepadanya?

Namun, pembelaan dan analogi (qiyas) yang digunakan oleh Iblis ini sama sekali tidak benar dan termasuk ke dalam qiyas yang rusak karena dua alasan utama:

  1. Keliru Secara Hakikat Materi: Api tidaklah lebih mulia daripada tanah. Faktanya, tanah jauh lebih banyak membawa manfaat dan sangat minim dampak buruknya. Sementara api, sifat dasarnya dipenuhi dengan kerusakan (dharar), dan manfaat kecil yang ada padanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan daya rusaknya.
  2. Melanggar Hak Ketaatan Ilahi: Dzat yang memerintahkan untuk bersujud adalah Allah, Sang Penguasa alam semesta yang wajib ditaati secara mutlak. Ketaatan kepada perintah-Nya harus tetap ditunaikan, tanpa memandang apakah pihak yang diperintahkan untuk dihormati itu posisinya lebih utama (fadhil) atau justru lebih rendah (mafdhul).

PELAJARAN DARI AYAT

Di antara pelajaran dari ayat ini di antaranya:

١- خَطَرُ الْكِبْرِ عَلَى الْإِنْسَانِ.

Bahaya laten dari sifat sombong (kibar) bagi kehidupan seorang manusia.

٢- ضَرَرُ الْقِيَاسِ الْفَاسِدِ.

Besarnya dampak buruk dan kerusakan yang ditimbulkan akibat menggunakan analogi atau logika yang rusak (al-qiyas al-fasid) dalam urusan agama.

Kesimpulannya, ringkasan Tafsir Al Araf 12 Aisarut Tafasir ini memberikan pelajaran berharga bahwa mendahulukan logika pribadi yang cacat di atas perintah tegas dari Allah adalah pintu gerbang menuju kesesatan. Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi mengingatkan kita untuk menjauhi sifat tinggi hati yang menolak kebenaran. Semoga ulasan dari kitab Aisarut Tafasir ini menjauhkan diri kita dari perangai buruk Iblis dan menuntun kita menjadi hamba yang selalu berserah diri pada hukum Allah.

Karangasem, 16 Juli 2026

Irfan Nugroho (Guru & Filantropis)

Post a Comment for "Tafsir Al Araf 12 Aisarut Tafasir: Bahaya Kesombongan dan Logika Rusak Iblis"