zmedia

MAUSUATUL AKHLAK: AL HILMU (SANTUN)

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah ringkasan dan terjemahan dari Mausuatul Akhlak Al Hilmu (Santun). Ini adalah materi pembelajaran yang saya pakai di RQ Irmas Bani Saimo Suro Karyo. Semoga bermanfaat!

التَّرْغِيبُ فِي الْحِلْمِ مِنَ الْقُرْآنِ

ANJURAN AKHLAK SANTUN DARI AL-QUR'AN

Allah Ta'ālā berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa; yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan, (QS. Āli 'Imrān: 133–134).

Dan Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh, (QS. Al-A'rāf: 199).

Dan firman Allah Ta'ālā:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang setia, (QS. Fushshilat: 34).

التَّرْغِيبُ فِي الْحِلْمِ مِنَ السُّنَّةِ

ANJURAN AKHLAK SANTUN DARI SUNNAH

Nabi ﷺ bersabda kepada Asyajj 'Abdul Qais:

إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ: الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah: yaitu kesantunan [hilm] dan ketenangan/tidak tergesa-gesa (anat), (Sahih Muslim: 18).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Orang yang kuat itu bukanlah orang yang jago gulat, melainkan orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah, (Sahih Bukhari: 6114. Sahih Muslim: 2609).

التَّرْغِيبُ فِي الْحِلْمِ مِنْ أَقْوَالِ السَّلَفِ

ANJURAN AKHLAK SANTUN DARI PERKATAAN ULAMA & SALAF

Umar radhiyallāhu 'anhu berkata:

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ، وَتَعَلَّمُوا لِلْعِلْمِ السَّكِينَةَ وَالْحِلْمَ

Pelajarilah ilmu, dan pelajarilah untuk ilmu itu ketenangan dan kesantunan, (Az Zuhdu: 275).

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَزَيِّنُوهُ بِالْوَقَارِ وَالْحِلْمِ

Tuntutlah ilmu dan hiasilah ilmu itu dengan kewibawaan dan kesantunan, (Ihya Ulumuddin: 3/178).

Ibnu Taimiyyah berkata:

وَكَمَالُ الشَّجَاعَةِ هُوَ الْحِلْمُ

Dan kesempurnaan keberanian itu adalah kesantunan [hilm], (Majmu Fatawa: 15/432).

مَعْنَى الْحِلْمِ

DEFINISI AL HILMU

Al Hilmu secara bahasa:

الْأَنَاةُ وَتَرْكُ الْعَجَلَةِ، وَهُوَ خِلَافُ الطَّيْشِ

Ketenangan dan meninggalkan sikap tergesa-gesa, serta merupakan kebalikan dari sikap طيش (thaysh / طيش: emosional/ceroboh/ringan akal).

Al Hilmu secara istilah:

ضَبْطُ النَّفْسِ وَالطَّبْعِ عَنْ هَيَجَانِ الْغَضَبِ

Menahan diri dan karakter dari gejolak amarah.

فَوَائِدُ الْحِلْمِ

FAIDAH AKHLAK AL HILMU

يَكْسِبُ الْمَرْءُ مَحَبَّةَ اللَّهِ وَرِضْوَانَهُ

1 – Seseorang akan memperoleh kecintaan Allah dan keridaan-Nya.

يَعْمَلُ عَلَى تَآلُفِ الْقُلُوبِ وَنَشْرِ الْمَحَبَّةِ بَيْنَ النَّاسِ

2 – Berperan dalam menyatukan hati dan menyebarkan kasih sayang di antara sesama manusia.

يُزِيلُ الْبَغْضَاءَ بَيْنَ النَّاسِ، وَيَمْنَعُ الْحَسَدَ

3 – Menghilangkan kebencian di antara manusia dan mencegah kedengkian.

الْحَلِيمُ عَظِيمُ الشَّأْنِ، رَفِيعُ الْمَكَانِ، مَحْمُودُ الْأَمْرِ، مَرْضِيُّ الْفِعْلِ

4 – Orang yang santun (halīm) akan agung kedudukannya, tinggi posisinya, terpuji urusannya, dan terpandang/disukai perbuatannya.

يُؤَدِّي الْحِلْمُ إِلَى عَوَاقِبَ مَحْمُودَةٍ

5 – Santun akan mengantarkan pada hasil/dampak akhir yang terpuji.

مَوَانِعُ اكْتِسَابِ صِفَاتِ الْحِلْمِ

PENGHALANG MERAIH AKHLAK SANTUN

دُنُوُّ الْهِمَّةِ

1 – Rendahnya cita-cita/keinginan jiwa

شِدَّةُ الْغَضَبِ وَعَدَمُ التَّحَكُّمِ فِيهِ

2 – Sangat meluapnya amarah dan tidak adanya kemampuan untuk mengendalikannya.

عَدَمُ التَّحَلِّي بِصِفَةِ كَظْمِ الْغَيْظِ

3 – Tidak menghiasi diri dengan sifat menahan amarah (kadzhmul-ghayzh).

سُوءُ التَّرْبِيَةِ

4 – Pola pengasuhan/pendidikan yang buruk (sū'ut-tarbiyah).

عَدَمُ النَّظَرِ فِي الْعَوَاقِبِ

5 – Tidak mempertimbangkan dampak/akibat jangka panjang.

الْكِبْرُ

6 – Sombong (al-kibr).

الْوَسَائِلُ الْمُعِينَةُ عَلَى اكْتِسَابِ صِفَاتِ الْحِلْمِ

SARANA YANG MEMBANTU MEMPEROLEH AKHLAK SANTUN

تَذَكُّرُ كَثْرَةِ حِلْمِ اللَّهِ عَلَى الْعَبْدِ؛

1 – Mengingat betapa banyaknya kesantunan (hilm) dan kelapangan Allah terhadap hamba-Nya.

تَذَكُّرُ مَا أَعَدَّهُ اللَّهُ تَعَالَى لِلْمُتَخَلِّقِينَ بِالْأَخْلَاقِ الْفَاضِلَةِ

2 – Mengingat apa yang telah disediakan oleh Allah Ta'ālā bagi orang-orang yang berakhlak mulia.

التَّرَفُّعُ عَنِ الْمُعَامَلَةِ السَّيِّئَةِ بِالْمِثْلِ

3 – Menjaga gengsi/martabat diri dengan tidak membalas perlakuan buruk dengan keburukan yang serupa.

التَّفَضُّلُ عَلَى الْمُسِيءِ

4 – Berbuat kebaikan/kemurahan hati kepada orang yang berbuat jahat.

الاسْتِحْيَاءُ مِنْ جَزَاءِ الْجَوَابِ

5 – Merasa malu untuk memberikan balasan/jawaban yang setimpal atas celaan orang lain.

Demikianlah ringkasan dan terjemahan dari akhlak Al Hilmu (Santun) dari kitab Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat.

Karangasem, 14 Oktober 2026

Irfan Nugroho (In sya Allah kepala desa Karangasem. Aamiin)

Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: AL HILMU (SANTUN)"