Pembaca rahimakumullah, salat sunah menutupi kekurangan saat salat wajib. Ya, demikian kata Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam kitabnya Tariqus Salihin ila Rabbil ‘Alamin. Apa dalilnya? Bagaimana maksudnya? Teruskan membaca!
Pembaca rahimakumullah, ada kalanya kita salat lima waktu tetapi tidak khusyuk, tidak melakukan beberapa sunah di dalamnya. Nah, kekurangan-kekurangan seperti ini bisa ditambal dengan melakukan salat sunah.
Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah berkata:
التَّطَوُّعُ يَجْبُرُ لَكَ الْفَرِيضَةَ
Salat Sunah Menutupi Kekurangan saat Salat Wajibرَوَى التِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dan menghasankannya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab (dihitung) pada hari kiamat adalah salatnya.[1] Jika salatnya baik,[2] maka sungguh dia telah beruntung dan selamat.[3] Jika salatnya rusak,[4] maka sungguh dia telah merugi dan gagal.[5]فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ:
Jika ada kekurangan[6] pada salat wajibnya, maka Rabb 'azza wa jalla berfirman:[7]انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ
Lihatlah,[8] apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah[9] yang dapat menyempurnakan kekurangan pada amalan wajibnya?'ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ
Kemudian seluruh amalannya akan diperlakukan seperti itu,[10] (Sunan At-Tirmizi: 413).ANALOGI SEDERHANA:
Bayangkan Anda memiliki tugas sekolah yang harus dikumpulkan dengan nilai sempurna (ibadah wajib). Namun, karena satu dan lain hal, tugas Anda tidak terlalu sempurna. Kemudian, guru Anda (analogi untuk Allah ta’ala) melihat bahwa Anda telah mengerjakan tugas-tugas tambahan (ibadah sunnah) dengan baik. Guru Anda kemudian menggunakan "poin" dari tugas tambahan Anda untuk menutupi kekurangan pada tugas wajib Anda, sehingga nilai akhir Anda menjadi lebih baik atau bahkan sempurna.POIN PENTING UNTUK DIPAHAMI:
Keutamaan Ibadah Wajib: Hadis ini tidak mengecilkan pentingnya ibadah wajib. Ibadah wajib tetap menjadi fondasi utama dan yang pertama kali dihisab. Fungsi Ibadah Sunnah: Ibadah sunnah memiliki fungsi yang sangat penting, salah satunya adalah untuk menutupi kekurangan dalam ibadah wajib. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita tidak hanya fokus pada yang wajib, tetapi juga memperbanyak amalan sunnah. Rahmat Allah ta’ala: Mekanisme ini adalah wujud rahmat dan kasih sayang Allah ta’ala kepada hamba-Nya. Allah Maha Mengetahui keterbatasan dan kekurangan manusia dalam beribadah. Bukan Pengganti: Amalan sunnah tidak bisa menggantikan kewajiban yang ditinggalkan dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Ini berlaku untuk kekurangan dalam pelaksanaan, bukan untuk kewajiban yang diabaikan sama sekali. مَا يُسْتَفَادُ مِنَ الْحَدِيثِ:PELAJARAN DARI HADIS
١- اَلْحَثُّ عَلَى إِتْقَانِ الْفَرَائِضِ، وَالْاهْتِمَامِ بِمُصَحَّحَاتِهَا، وَتَرْكِ مُفْسِدَاتِهَا.1 – Anjuran untuk menyempurnakan ibadah-ibadah wajib, memperhatikan hal-hal yang membenarkannya, dan meninggalkan hal-hal yang merusaknya.
٢- اَلْحَثُّ عَلَى إِكْثَارِ النَّوَافِلِ؛ لِتَكُونَ جَابِرَةً لِلْخَلَلِ الْفَرَائِضِ الَّذِي لَا يَخْلُو مِنْهَا إِلَّا الْفَذُّ النَّادِرُ.
2 – Anjuran untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah; agar menjadi penambal kekurangan dalam ibadah-ibadah wajib yang tidak luput darinya kecuali orang yang sangat jarang.
٣- اَللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَتَكَلَّمُ كَلَامًا حَقِيقِيًّا يَلِيقُ بِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.
3 – Allah 'azza wa jalla berbicara dengan perkataan yang hakiki yang layak bagi-Nya, Maha Suci dan Maha Tinggi Dia.
٤- عِظَمُ شَأْنِ الصَّلَاةِ؛ لِأَنَّهَا أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
4 – Agungnya kedudukan shalat; karena ia adalah amalan pertama yang akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat. Wallahua’lam
Demikian, penjelasan salah satu hadis di dalam kitab Tariqus Salihin ila Rabbil ‘alamin karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali tentang salat sunah menutupi kekurangan saat salat wajib. Semoga bermanfaat.
Sukoharjo, 15 April 2025
Irfan Nugroho (Semoga Allah karuniakan kepadanya anak-anak yang saleh dan salehah. Aamiin)PENJELASAN
[1] “Salatnya” di sini maksudnya:الصَّلاةُ المفروضةُ
Salat wajib lima waktu.
[2] “Jika salatnya baik” di sini maksudnya:كَانَتْ كَامِلَةً وَجَاءَتْ عَلَى وَجْهِ التَّمَامِ وَالْقَبُولِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
Jika ia (salat) dilakukan secara sempurna dan datang dalam keadaan sempurna dan diterima di sisi Allah 'azza wa jalla.
[3] “Beruntung dan selamat” di sini maksudnya:فَازَ وَبَلَغَ الْأَجْرَ وَالثَّوَابَ
Maka dia beruntung dan meraih pahala dan ganjaran.
[4] “Rusak” di sini maksudnya:كَانَتْ نَاقِصَةً وَعَلَى غَيْرِ الْوَجْهِ الْمَقْبُولِ
Ia (amalan) ناقص (kurang) dan tidak dalam keadaan yang diterima.
[5] “Merugi dan gagal” di sini maksudnya:وَذَلِكَ بِمَا سَيَقَعُ عَلَيْهِ مِنْ جَزَاءٍ وَعُقُوبَةٍ
Dan itu disebabkan oleh balasan dan hukuman yang akan menimpanya.
[6] “Kekurangan” di sini maksudnya:فَإِنْ كَانَتِ الْفَرِيضَةُ غَيْرَ كَامِلَةٍ وَبِهَا نَقْصٌ
Maka jika ibadah wajib itu tidak sempurna dan ada kekurangan padanya.
[7] Allah berfirman kepada siapa di sini hadis ini?لملائكتِه
Kepada para malaikat.
[8] Allah menyuruh para malaikat untuk melihat ke apa?فِي صَحِيفَتِهِ
Dalam catatan amal hamba tersebut.
[9] “Tathawwu atau amalan sunah” di sini maksudnya:صلاةُ نافلةٍ
Salat sunah.
[10] “Diperlakukan seperti itu” maksudnya gimana?ثُمَّ يُحَاسَبُ فِيمَا بَقِيَ لَهُ مِنْ أَعْمَالٍ بِأَنْ يُؤْخَذَ مِنَ التَّطَوُّعِ لِيُكَمَّلَ بِهِ الْفَرِيضَةُ
Kemudian ia akan dihisab atas sisa amalannya dengan diambil dari amalan sunnahnya untuk menyempurnakan amalan wajibnya.
Post a Comment for "Tariqus Salihin 15: Salat Sunah Menutupi Kekurangan saat Salat Wajib"