zmedia

Hadis Muslim yang Bergaul dengan Manusia – Penjelasan dan Pelajaran

Pembaca rahimakumullah, muslim yang bergaul dengan manusia lalu bersabar dengan gangguan dari mereka adalah lebih baik daripada muslim yang tidak bergaul dengan manusia karena tidak sabar dengan gangguan mereka. Bagaimana penjelasan dan hikmah dari hadis ini? Teruskan membaca!

MATAN HADIS

Pembaca rahimakumullah, Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ إِذَا كَانَ مُخَالِطًا النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنْ الْمُسْلِمِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

Seorang muslim, jika dia bergaul dengan manusia, dan dia sabar terhadap gangguan mereka, adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka, (Jami At-Tirmizi: 2057).

PENJELASAN HADIS

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah penjelasan dari beberapa kata atau frasa yang terdapat di dalam hadis muslim yang begaul dengan manusia ini:

1 – Sabda Nabi (المسلِمُ إذا كان مُخالِطًا النَّاسَ) atau yang artinya, “Seorang muslim, jika dia bergaul dengan manusia,” maksudnya adalah:

مَوْجُودًا بَيْنَهُمْ وَيَتَعامَلُ مَعَهُمْ وَيُؤَثِّرُ فِيهِمْ وَيَتَأَثَّرُ بِهِمُ التَّأَثُّرَ الحَسَنَ

1) Hadir di tengah mereka, 2) berinteraksi dengan mereka, 3) memberi pengaruh kepada mereka, dan 4) menerima pengaruh baik dari mereka.

2 – Sabda Nabi (ويَصبِرُ على أذاهم) atau yang artinya, “Dan dia sabar terhadap gangguan mereka,” maksudnya adalah:

وَيَصْبِرُ عَلَى ما يُصِيبُهُ مِنْهُمْ مِنْ مَكْرُوهٍ وَأَذًى، وَيُقابِلُ السَّيِّئَةَ بِالحَسَنَةِ، وَيَعْفُو وَيَصْفَحُ

Dan dia bersabar atas apa yang menimpanya dari orang lain, berupa hal yang tidak menyenangkan dan gangguan, serta dia membalas keburukan dengan kebaikan, memaafkan dan berlapang dada.

3 – Sabda Nabi (خيرٌ) atau yang artinya, “Lebih baik,” maksudnya adalah:

أَفْضَلُ حالًا وَأَكْثَرُ ثَوابًا وَأَعْظَمُ أَجْرًا

Lebih baik keadaannya, lebih banyak pahalanya, dan lebih besar ganjarannya.

4 – Sabda Nabi (مِن المسلِمِ الَّذي لا يُخالِطُ النَّاسَ ولا يَصبِرُ على أذاهم) atau yang artinya, “daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka,” maksudnya adalah:

مِنَ المُسْلِمِ الَّذِي اعْتَزَلَ النَّاسَ وَبَعُدَ عَنْهُمْ فَلَمْ يُسَاكِنْهُمْ وَلَمْ يُعاشِرْهُمْ وَلَمْ يُعامِلْهُمْ

(Lebih utama) daripada seorang muslim yang 1) mengasingkan diri dari manusia, 2) menjauh dari mereka, 3) tidak tinggal bersama mereka, 4) tidak bergaul dengan mereka, dan 5) tidak berinteraksi dengan mereka.

Mengapa?

وَذَلِكَ لِأَنَّ الَّذِي يُخالِطُ النَّاسَ وَيَتَعامَلُ مَعَهُمْ يَجِدُ مِنَ البَلاءِ وَالأَذى ما لا يَجِدُهُ المُعْتَزِلُ، فَإِنْ صَبَرَ عَلَى ذَلِكَ كانَ لَهُ عَظِيمُ الأَجْرِ وَالثَّوابِ

Hal itu karena orang yang bergaul dengan manusia dan berinteraksi dengan mereka akan menemukan berbagai ujian dan gangguan yang tidak dialami oleh orang yang mengasingkan diri. Jika dia bersabar atas hal itu, maka dia akan memperoleh pahala dan ganjaran yang besar.

PELAJARAN DARI HADIS MUSLIM YANG BERGAUL DENGAN MANUSIA

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini di antaranya:

فَضْلُ مُخالَطَةِ النَّاسِ وَمُعامَلَتِهِمْ عَلَى اعْتِزالِهِمْ وَالبُعْدِ عَنْهُمْ

1 – Keutamaan bergaul dengan manusia atau bermuamalat dengan mereka atau Khultah, daripada menyendiri dari mereka atau menjauh dari mereka atau Uzlah.

لَمَّا كانَتْ مُخالَطَةُ النَّاسِ سَبيلًا إِلى نَشْرِ الأَخلاقِ الحَسَنَةِ وَالفَضائِلِ وَأَخْذِ الأُسْوَةِ، جَعَلَ النَّبِيُّ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الخَيْرِيَّةَ لِمَنْ يُخالِطُ النَّاسَ عَلَى الَّذِي يَعْتَزِلُهُمْ.

2 – Ketika pergaulan dengan manusia menjadi jalan untuk:

a. menyebarkan akhlak yang baik,

b. menyebarkan berbagai keutamaan, serta

c. mengambil sisi positif dari orang lain,

maka Nabi ﷺ menjadikan orang yang bergaul dengan manusia lebih utama daripada orang yang mengasingkan diri dari mereka.

أَنَّ الخُلْطَةَ إِذَا كانَ يَتَرَتَّبُ عَلَيْهَا خَيْرٌ فَهِيَ أَفْضَلُ مِنَ العُزْلَةِ

3 – Bahwa pergaulan, jika mendatangkan kebaikan, maka ia lebih utama daripada menyendiri.

فَضْلُ الاِخْتِلَاطِ بِالنَّاسِ ما لَمْ يُؤَدِّ إِلَى ارْتِكَابِ مُحَرَّمٍ، خَاصَّةً إِذَا كانَ نَفْعُهُ مُتَعَدِّيًا، أَمَّا إِذَا كانَ نَفْعُهُ قَاصِرًا عَلَى نَفْسِهِ فَقَدْ تُفَضَّلُ لَهُ العُزْلَةُ

4 – Keutamaan bergaul dengan manusia selama tidak mengantarkan kepada perbuatan haram, khususnya bila manfaatnya meluas. Adapun jika manfaatnya terbatas hanya untuk dirinya sendiri, maka menyendiri bisa lebih utama baginya.

تَفَاضُلُ النَّاسِ فِي الإِيمَانِ

5 – Manusia berbeda-beda tingkatannya dalam iman.

أَنَّ الإِنْسَانَ إِذَا خَافَ عَلَى دِينِهِ بِكَثْرَةِ الشُّرُورِ وَانْتِشَارِ الفِتَنِ وَضَعُفَ عَنِ الإِنْكَارِ فالعُزْلَةُ فِي حَقِّهِ أَفْضَلُ، وَهَذَا هُوَ المُؤْمِنُ الضَّعِيفُ وَفِيهِ خَيْرٌ

6 – Bahwa seseorang jika khawatir terhadap agamanya karena banyaknya keburukan dan meluasnya fitnah, serta ia lemah untuk mengingkari, maka menyendiri lebih utama baginya. Inilah yang disebut mukmin yang lemah, namun tetap ada kebaikan padanya.

حَثَّ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَلَى الاِخْتِلَاطِ بِالنَّاسِ، لِمَعْرِفَةِ أَحْوَالِهِمْ، وَمُعَالَجَةِ أُمُورِهِمْ

7 – Nabi ﷺ menganjurkan bergaul dengan manusia, untuk mengetahui keadaan mereka dan menangani urusan mereka.

الصَّبْرُ عَلَى أَذَى النَّاسِ فِي سَبِيلِ الدَّعْوَةِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Bersabar atas gangguan manusia dalam rangka berdakwah kepada Allah ﷻ. Wallahua’lam

Demikian penjelasan dan pelajaran dari hadis muslim yang bergaul dengan manusia dan bersabar terhadap gangguan mereka adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap gangguan dari mereka. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 2 Desember 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube Mukminun TV)

Post a Comment for "Hadis Muslim yang Bergaul dengan Manusia – Penjelasan dan Pelajaran"