zmedia

MAUSUATUL AKHLAK: HUSNUL JIWAR


Husnul Jiwar merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan masyarakat Islam yang harmonis dan penuh kasih sayang. Sebagai ringkasan yang disarikan dari kitab Mausu'ah Al-Akhlaq karya Ad-Dorar As-Saniyyah, pembahasan ini menguraikan secara sistematis landasan syariat, baik dari Al-Qur'an, As-Sunnah, maupun keteladanan para Salafus Shalih, mengenai pentingnya menjaga hubungan baik dalam pergaulan dan hidup bertetangga. Mulai dari batasan hukum, keutamaan meraih keridaan Allah, tingkatan ketahanan akhlak, hingga sarana praktis dalam menundukkan ego diri, panduan ini hadir untuk menuntun setiap muslim agar mampu memancarkan kedamaian dan kedewasaan sikap di tengah lingkungan sosialnya.

حُسْنُ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ مِنَ القُرْآنِ

ANJURAN BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA DARI AL-QUR'AN

قالَ تَعَالَى: فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ

1. Allah Ta'ala berfirman: "Rujukilah mereka dengan cara yang patut atau lepaskanlah mereka dengan cara yang patut pula." (QS. Al-Baqarah: 231)

وَقَالَ تَعَالَى: وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

2. Dan Allah Ta'ala berfirman: "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (QS. An-Nisa: 86)

وَقَالَ تَعَالَى: فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

3. Dan Allah Ta meletakkan/berfirman: "Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ma'idah: 13)

قالَ تَعَالَى: وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

4. Allah Ta'ala berfirman: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh." (QS. An-Nisa: 36)

التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ مِنَ السَّنَّةِ

ANJURAN BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA DARI SUNNAH

عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَعَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ))

1. Dari Ibn Umar dan Aisyah radhiyallahu 'anhuma, keduanya berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jibril senantiasa berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, hingga aku mengira bahwa ia akan memberinya hak waris." (HR. Bukhari no. 6015 dan Muslim no. 2625)

وَعَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ))

2. Dari Abu Shuraih Al-Khuzai radhiyallahu 'anhu: Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya." (HR. Muslim no. 48)

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((خَيْرُ الجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ))

3. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap tetangganya." (HR. Tirmidzi no. 1944, dan Ahmad no. 6566)

التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ مِنْ أَقْوَالِ السَّلَفِ

ANJURAN BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA DARI PERKATAAN SALAF

عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: (مَكْتُوبٌ فِي الحِكْمَةِ: بُنَيَّ، لِتَكُنْ كَلِمَتُكَ طَيِّبَةً، وَلْيَكُنْ وَجْهُكَ بَسِيطًا، تَكُنْ أَحَبَّ إِلَى النَّاسِ مِمَّنْ يُعْطِيهِمُ العَطَاءَ)

Dari Hisham bin Urwah, dari ayahnya, ia berkata: (Tertulis dalam hikmah: "Wahai anakku, hendaklah perkataanmu baik dan wajahmu berseri-seri, niscaya engkau akan lebih dicintai manusia daripada orang yang memberi mereka pemberian.") (Lihat: Al-Zuhd wa Al-Raqaiq karya Ibn Al-Mubarak no. 1058)

عَنِ الحَسَنِ قَالَ: (لَيْسَ حُسْنُ الجِوَارِ كَفَّ الأَذَى، حُسْنُ الجِوَارِ الصَّبْرُ عَلَى الأَذَى)

2. Dari Al-Hasan, ia berkata: (Bukanlah bertetangga yang baik itu sekadar menahan diri dari mengganggu, melainkan bertetangga yang baik adalah bersabar atas gangguan tetangga.) (Lihat: Al-Adab Al-Syar'iyyah wa Al-Minah Al-Mar'iyyah karya Ibn Muflih 2/14)

مَعْنَى حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

MAKNA BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

الحُسْنُ : ضِدُّ القُبْحِ وَهُوَ عِبَارَةٌ عَنْ كُلِّ مُسْتَحْسَنٍ مَرْغُوبٍ

Kebaikan (Al-Husn): Lawan dari keburukan, yaitu ungkapan untuk segala sesuatu yang dianggap baik dan disukai. (Lihat: Maqayis Al-Lughah karya Ibn Faris 2/57, Taj Al-Arus karya Al-Zabidi 34/418)

وَالعِشْرَةُ: هِيَ المُدَاخَلَةُ وَالمُخَالَطَةُ وَالمُصَاحَبَةُ وَالمَعَايَشَةُ وَالمُعَامَلَةُ

Pergaulan (Al-'Isyrah): Yaitu pembauran, percampuran, persahabatan, hidup bersama, dan bermuamalah. (Lihat: Al-Mishbah Al-Munir karya Al-Fayyumi 2/411)

وَالجِوَارُ: الإِقَامَةُ قَرِيبًا مِنَ الشَّيْءِ

Bertetangga (Al-Jiwar): Tinggal berdekatan dengan sesuatu. (Lihat: https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/الجوار/)

حُكْمُ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

HUKUM BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

يَدُورُ الحُكْمُ فِي حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ بَيْنَ الوُجُوبِ وَالاِسْتِحْبَابِ، فَإِذَا كَانَ حُسْنُ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ بِكَفِّ الأَذَى فَهُوَ وَاجِبٌ، فَلَا يَحِلُّ إِيصَالُ الأَذَى إِلَى مُسْلِمٍ بِوَجْهٍ مِنَ الوُجُوهِ مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ بِغَيْرِ حَقٍّ ، وَ(الأَذَى بِغَيْرِ حَقٍّ مُحَرَّمٌ لِكُلِّ أَحَدٍ، وَلَكِنْ فِي حَقِّ الجَارِ هُوَ أَشَدُّ تَحْرِيمًا) . وَإِذَا كَانَ حُسْنُ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ بِبَذْلِ النَّدَى وَإِسْدَاءِ المَعْرُوفِ فَهُوَ مُسْتَحَبٌّ

Hukum berperilaku baik dalam pergaulan dan bertetangga berkisar antara wajib dan sunnah. Apabila bentuk kebaikan dalam pergaulan dan bertetangga itu berupa menahan diri dari menyakiti/mengganggu, maka hukumnya adalah wajib; tidak halal menyakiti seorang muslim dengan cara apa pun, baik berupa perkataan maupun perbuatan tanpa hak. ("Menyakiti tanpa hak adalah haram bagi siapa saja, tetapi terhadap hak tetangga tingkat keharamannya lebih diharamkan/keras"). Dan jika bentuk kebaikan dalam pergaulan dan bertetangga itu berupa kedermawanan dan mengulurkan kebaikan, maka hukumnya adalah sunnah.

فَوَائِدُ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

MANFAAT BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

سَبَبٌ لِمَحَبَّةِ اللَّهِ تَعَالَى

1. Menjadi sebab datangnya kecintaan Allah Ta'ala.

سَبَبٌ لِمَحَبَّةِ النَّاسِ وَوُدِّهِمْ

2. Menjadi sebab kecintaan dan kasih sayang sesama manusia.

سَبَبٌ لِلْفَوْزِ بِالجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ

3. Menjadi sebab meraih kemenangan berupa surga dan selamat dari neraka.

عَلَامَةٌ عَلَى كَمَالِ الإِيمَانِ وَحُسْنِ الإِسْلَامِ

4. Tanda sempurnanya iman dan baiknya keislaman seseorang.

تَحْصِيلُ مَعِيَّةِ اللَّهِ تَعَالَى، وَنَيْلُ رَحْمَتِهِ

5. Mendapatkan kebersamaan (pertolongan) Allah Ta'ala dan meraih rahmat-Nya.

شُيُوعُ الوُدِّ وَالأُلْفَةِ وَالمَحَبَّةِ

6. Tersebarnya rasa kasih sayang, keakraban, dan kecintaan.

تَمَاسُكُ الأُمَّةِ وَتَرَابُطُ أَبْنَائِهَا

7. Kuatnya keterikatan umat dan saling terhubungnya anggota masyarakatnya.

السَّعَادَةُ وَرَاحَةُ البَالِ

8. Meraih kebahagiaan dan ketenangan jiwa.

دَرَجَاتُ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

TINGKATAN-TINGKATAN BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

حُسْنُ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ عَلَى ثَلَاثِ دَرَجَاتٍ

Berperilaku baik dalam pergaulan dan bertetangga terdiri dari tiga tingkatan:

الأُولَى: كَفُّ الأَذَى، فَلَا يُؤْذِي جَلِيسًا وَلَا جَارًا وَلَا أَحَدًا بِقَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ نَظْرَةٍ

Pertama: Menahan gangguan, yaitu tidak menyakiti teman duduk, tetangga, maupun siapa pun melalui perkataan, perbuatan, ataupun pandangan mata.

الثَّانِيَةُ: تَحَمُّلُ الأَذَى، فَيَتَحَمَّلُ أَذَى مَنْ يُخَالِطُهُمْ

2. Kedua: Menanggung gangguan, yaitu bersabar dan menahan diri terhadap gangguan dari orang-orang yang ia gauli.

الثَّالِثَةُ: بَذْلُ النَّدَى، أَيْ: المَعْرُوفِ، سَوَاءٌ كَانَ بِالنَّفْسِ أَوْ المَالِ أَوْ الجَاهِ

3. Ketiga: Berbuat kedermawanan, yaitu kebaikan, baik dengan jiwa, harta, maupun kedudukan.

صُوَرُ وَمَظَاهِرُ صِفَاتِ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

BENTUK DAN MANIFESTASI SIFAT-SIFAT PERGAULAN DAN BERTETANGGA YANG BAIK

مُوَافَقَةُ الزَّوْجَيْنِ كُلٍّ مِنْهُمَا لِلآخَرِ

1. Saling kesesuaian dan kesepahaman antara suami istri satu sama lain.

عَدَمُ اسْتِقْبَالِ المَرْءِ بِعُيُوبِهِ

2. Tidak mengonfrontasi seseorang secara langsung dengan aib-aibnya.

كَفُّ الأَذَى عَنِ الجَارِ

3. Menahan diri dari mengganggu tetangga.

المُوَاسَاةُ، وَالعِيَادَةُ، وَالزِّيَارَةُ، وَالتَّهْنِئَةُ فِي الفَرَحِ، وَالهَدِيَّةُ

4. Saling menghibur, menjenguk yang sakit, bersilaturahmi, memberi ucapan selamat saat bahagia, dan saling memberi hadiah.

غَضُّ البَصَرِ عَنْ حَرِيمِ الجَارِ

5. Menjaga (menundukkan) pandangan dari keharaman/keluarga tetangga.

احْتِمَالُ الأَذَى مِنَ الجَارِ وَالصَّاحِبِ

6. Memaklumi dan bersabar atas gangguan dari tetangga dan sahabat.

شُكْرُ المَعْرُوفِ، وَمُقَابَلَةُ الإِسَاءَةِ بِحِلْمٍ وَإِحْسَانٍ

7. Mensyukuri kebaikan, serta membalas keburukan dengan kelapangan dada dan perbuatan baik.

مُعَاشَرَةُ مَنْ دُونَهُ بِالشَّفَقَةِ، وَمَنْ فَوْقَهُ بِالإِجْلَالِ، وَمَنْ هُوَ مِثْلُهُ بِالإِيثَارِ

8. Bergaul dengan orang yang di bawahnya dengan rasa kasih sayang, kepada yang di atasnya dengan rasa hormat, dan kepada yang setara dengan mendahulukan kepentingan mereka (i'tsar).

سَتْرُ العُيُوبِ

9. Menutupi aib-aib sesama.

مَوَانِعُ اكْتِسَابِ صِفَاتِ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

PENGHAMBAT DALAM MEMILIKI SIFAT BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

ضَعْفُ الإِيمَانِ

1. Lemahnya iman.

الجَهْلُ بِمَا يَتَرَتَّبُ عَلَى إِحْسَانِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

2. Tidak mengetahui (kebodohan tentang) keutamaan yang dihasilkan dari pergaulan dan bertetangga yang baik.

خِسَّةُ الهِمَّةِ

3. Rendahnya cita-cita/keinginan jiwa.

عَدَمُ الاِقْتِدَاءِ بِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ

4. Tidak meneladani Rasulullah .

الجَهْلُ بِسِيَرِ السَّلَفِ الصَّالِحِ

5. Kurangnya pengetahuan tentang riwayat hidup (sirah) para Salafus Shalih.

الأَثَرَةُ وَتَقْدِيمُ حَظِّ النَّفْسِ

6. Egoisme dan lebih mendahulukan kepentingannya sendiri.

الكِبْرُ

7. Kesombongan.

تَرْبِيَةُ الطِّفْلِ عَلَى إِسَاءَةِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

8. Mendidik anak dalam pergaulan dan bertetangga yang buruk.

الصُّحْبَةُ السَّيِّئَةُ

9. Teman bergaul yang buruk.

الوَسَائِلُ المُعِينَةُ عَلَى اكْتِسَابِ صِفَاتِ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

SARANA YANG MEMBANTU MEMILIKI SIFAT BERPERILAKU BAIK DALAM PERGAULAN DAN TETANGGA

تَوْثِيقُ أَوَاصِرِ الأُخُوَّةِ

1. Menguatkan ikatan tali persaudaraan.

سَلَامَةُ المُعْتَقَدِ

2. Lurusnya akidah/keyakinan.

كِثْرَةُ الدُّعَاءِ

3. Memperbanyak doa.

جِهَادُ النَّفْسِ عَلَى التَّحَلِّي بِمَكَارِمِ الأَخْلَاقِ

4. Bersungguh-sungguh melatih diri (mujahadatun nafs) untuk berakhlak mulia.

عُلُوُّ الهِمَّةِ

5. Memiliki cita-cita dan semangat yang tinggi.

الخَوْفُ مِنْ سُوءِ العَاقِبَةِ

6. Takut akan akibat yang buruk di akhirat.

الاِقْتِدَاءُ بِرَسُولِ اللَّهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

7. Meneladani Rasulullah 'alaihis shalatu was salam.

النَّظَرُ فِي سِيَرِ السَّلَفِ الصَّالِحِ

8. Mempelajari dan merenungkan riwayat hidup Salafus Shalih.

العِلْمُ بِمَا فِي حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ مِنَ المَنَافِعِ وَالأُجُورِ

9. Memahami manfaat dan pahala besar yang ada dalam pergaulan dan bertetangga yang baik.

العِلْمُ بِالآثَارِ المُتَرَتِّبَةِ عَلَى تَرْكِ حُسْنِ العِشْرَةِ وَالجِوَارِ

10. Memahami dampak buruk yang ditimbulkan akibat meninggalkan pergaulan dan bertetangga yang baik.

Secara keseluruhan, menjaga kedamaian dalam bertetangga dan bermasyarakat bukanlah sekadar tuntutan norma sosial, melainkan cerminan langsung dari kesempurnaan iman dan keutamaan akidah seorang muslim. Melalui pemahaman terhadap bahasan Mausu'ah Al-Akhlaq ini, kita diajarkan bahwa tingkat kebaikan terendah dimulai dari menahan diri agar tidak menyakiti orang lain, hingga mencapai tingkatan tertinggi yaitu berbuat baik secara aktif dan bersabar atas ketidaknyamanan yang muncul. Dengan terus meneladani Rasulullah , mengikis sifat egois, serta memohon pertolongan Allah, ketaatan dalam berakhlak ini diharapkan mampu melahirkan kebahagiaan, kedamaian jiwa, dan keharmonisan umat yang kokoh.

Karangasem, 20 Juli 2026

Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ At-Taqwa, PP Irmas Bani Saimo, dan Sekertaris LAZ Al Qoyyim)

Post a Comment for " MAUSUATUL AKHLAK: HUSNUL JIWAR"