Pembaca rahimakumullah, berikut adalah ringkasan dari seab sebab diangkatnya musibah yang ditulis oleh Syaikh Ramadan Saleh Al Ujraimi. Semoga bermanfaat!
Wahai kaum muslimin, hamba-hamba Allah; sesungguhnya
Allah Ta'ala menjadikan dunia ini sebagai negeri ujian dan cobaan. Apa yang ada
di dalamnya berupa kebaikan dan keburukan, kemudahan dan kesulitan, kegembiraan
dan kesedihan, kelapangan dan kesempitan, tidak lain hanyalah murni bentuk
pembersihan dan ujian dari Allah Ta'ala untuk hamba-hamba-Nya.
Dan di antara karunia Allah
Ta'ala serta rahmat-Nya kepada para hamba-Nya adalah Dia memudahkan bagi mereka
ibadah-ibadah dan sebab-sebab yang dapat mengangkat/menghilangkan bala tersebut
sebelum terjadi maupun setelah terjadinya.
Lalu apa saja sebab sebab
diangkatnya musibah?
الدُّعَاءُ وَالتَّضَرُّعُ
إِلَى اللهِ تَعَالَى
BERDOA & MERENDAHKAN DIRI KEPADA ALLAH
Allah ta’ala berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ
عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku
mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, (QS.
Al-Baqarah: 186).
Syaikh berkata:
الِابْتِلَاءَاتُ
إِذَا نَزَلَتْ فَلَا يَرْفَعُهَا إِلَّا الَّذِي أَنْزَلَهَا
Apabila ujian dan musibah itu
turun, maka tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Zat yang menurunkannya.
Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari
Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda:
إِنَّ الدُّعَاءَ
يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ
Sesungguhnya doa itu bermanfaat
terhadap apa yang telah turun dan apa yang belum turun, maka wajib atas kalian
wahai hamba-hamba Allah untuk berdoa, (Jami At-Tirmizi: 3548).
Syaikh berkata:
الدُّعَاءُ سِلَاحٌ
عَظِيمٌ يَدْفَعُ الْبَلَاءَ وَيَرْفَعُهُ، وَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُكْثِرَ
مِنَ الدُّعَاءِ فِي الرَّخَاءِ وَالشِّدَّةِ
Doa merupakan senjata yang sangat
agung untuk menolak dan mengangkat bala, dan sepatutnya bagi seorang muslim
untuk memperbanyak doa di masa lapang maupun masa sempit.
قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
الْكَرِيمِ
MEMBACA AL QURAN AL KARIM
Allah ta’ala berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ
الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi
penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, (QS. Al-Isra: 82).
Syaikh berkata:
كِتَابُ اللهِ شِفَاءٌ
لِجَمِيعِ الْأَدْوَاءِ وَالْأَمْرَاضِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ
Kitab Allah merupakan penawar/obat bagi segala penyakit, baik
penyakit lahir maupun batin.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Mas’ud bin Amru
Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ
مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Barang siapa yang membaca dua ayat dari akhir surah
Al-Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya, (Sahih
Bukhari: 5009).
Syaikh berkata:
قِرَاءَةُ هَاتَيْنِ
الْآيَتَيْنِ تَكْفِي الْإِنْسَانَ مِنَ الشَّرُورِ وَالْآفَاتِ وَالشَّيَاطِينِ فِي
لَيْلَتِهِ
Membaca kedua ayat ini mencukupi
manusia dari keburukan, bahaya, dan gangguan setan pada malam harinya.
الْمُحَافَظَةُ عَلَى
الصَّلَاةِ
MENJAGA SALAT
Allah ta’ala
berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلَاةِ
Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, (QS.
Al-Baqarah: 45)
Syaikh berkata:
الصَّلَاةُ فِيهَا
رَاحَةٌ لِلنَّفْسِ وَقُرَّةُ عَيْنٍ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ فَزِعَ إِلَى الصَّلَاةِ
Dalam salat terdapat ketenangan jiwa dan penyejuk mata, dan
dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila ditimpa suatu
urusan/kesulitan, beliau bergegas mengerjakan salat.
Imam Ahmad
meriwayatkan dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda:
يا ابْنَ آدَمَ،
ارْكَعْ لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Wahai anak Adam, rukuklah (salatlah) untuk-Ku empat rakaat
di awal siang, niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu di akhirnya, (Musnad
Ahmad: 17390).
Syaikh berkata:
الْمُحَافَظَةُ عَلَى
صَلَاةِ أَوَّلِ النَّهَارِ سَبَبٌ لِحِفْظِ اللهِ لِلْعَبْدِ وَكِفَايَتِهِ سَائِرَ
يَوْمِهِ
Menjaga salat di awal siang/pagi
hari merupakan sebab perlindungan Allah bagi hamba dan kecukupan baginya
sepanjang harinya.
قِيَامُ اللَّيْلِ
SALAT MALAM / QIYAMUL LAIL
Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Bilal Radhiyallahu Anhu
bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ
اللَّيْلِ؛ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ
قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ
لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ
Hendaklah kalian melakukan salat malam, karena itu adalah
kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada
Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pengusir penyakit
dari tubuh, (Jami At-Tirmidzi: 3549).
Syaikh berkata:
قِيَامُ اللَّيْلِ
لَهُ أَثَرٌ عَظِيمٌ فِي حِفْظِ الْبَدَنِ مِنَ الْأَمْرَاضِ وَتَكْفِيرِ الذُّنُوبِ
وَالْمَثُوبَةِ عِنْدَ اللهِ
Salat malam memiliki pengaruh
yang sangat besar dalam menjaga tubuh dari berbagai penyakit, menghapus
dosa-dosa, serta memberikan pahala di sisi Allah.
التَّوْبَةُ إِلَى
اللهِ تَعَالَى وَكَثْرَةُ الِاسْتِغْفَارِ
TOBAT KEPADA ALLAH TA'ALA DAN MEMPERBANYAK ISTIGFAR
Allah ta’ala berfirman:
وَمَا كَانَ اللهُ
لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di
antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka
meminta ampun, (QS. Al-Anfal: 33).
Syaikh berkata:
الِاسْتِغْفَارُ
أَمَانٌ عَظِيمٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ وَبَلَائِهِ بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
Istigfar merupakan pengaman yang agung dari azab Allah dan
musibah-Nya setelah wafatnya Nabi ﷺ.
Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas
Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ
جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ
مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barang siapa yang senantiasa
beristigfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap
kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah
yang tidak disangka-sangka, (Sunan Abu Dawud: 1518).
Syaikh berkata:
الْمُدَاوَمَةُ عَلَى
الِاسْتِغْفَارِ تَفْتَحُ أَبْوَابَ الرِّزْقِ وَتَفْرِيجِ الْكُرُوبِ وَالْهُمُومِ
Membiasakan dan merutinkan istigfar dapat membuka
pintu-pintu rezeki serta melapangkan berbagai kesusahan dan kesedihan.
كَثْرَةُ الصَّلَاةِ
وَالسَّلَامِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
MEMPERBANYAK SELAWAT DAN SALAM KEPADA NABI ﷺ
Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab
Radhiyallahu Anhu yang bertanya kepada Nabi ﷺ:
أَجْعَلُ لَكَ صَلاَتِي
كُلَّهَا
Wahai Rasulullah! Apakah saya
harus menjadikan seluruh selawatku untuk Anda semuanya?
Beliau ﷺ
bersabda:
إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ
وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ
Jika demikian, maka tercukupilah seluruh
keinginan/kesedihanmu dan diampuni dosa-dosamu, (Jami At-Tirmizi: 2457).
Syaikh berkata:
الإِكْثَارُ مِنَ
الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَبٌ لاِنْشِرَاحِ
الصَّدْرِ وَغُفْرَانِ الذَّنْبِ وَتَفْرِيجِ الْكَرْبِ
Memperbanyak selawat atas Nabi ﷺ menjadi sebab kelapangan dada,
ampunan dosa, dan terurainya kesusahan.
صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ
PERBUATAN-PERBUATAN KEBAIKAN
Imam Al Hakim meriwayatkan di dalam Al Mustadrak dari Anas
bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda:
الْمَعْرُوفُ إِلَى
النَّاسِ يَقِي صَاحِبَهَا مَصَارِعَ السُّوءِ ، وَالآفَاتِ ، وَالْهِلَكَاتِ ، وَأَهْلُ
الْمَعْرُوفِ فِي الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمَعْرُوفِ فِي الآخِرَةِ
Berbuat baik kepada manusia akan
melindungi pelakunya dari tempat-tempat keburukan (suul khatimah),
penyakit/malapetaka, dan kehancuran. Dan orang-orang yang berbuat baik di
dunia, merekalah orang-orang yang mendapat kebaikan di akhirat, (Al Mustadrak:
392).
Syaikh berkata:
الإِحْسَانُ إِلَى
الْعِبَادِ بِكُلا صُوَرِهِ مِنْ قَرْضٍ، أَوْ صَدَقَةٍ، أَوْ قَضَاءِ حَاجَةٍ، يَدْفَعُ
اللهُ بِهِ الْبَلَاءَ وَالْمَهَالِكَ.
Berbuat baik kepada sesama hamba
dalam segala bentuknya, baik pinjaman yang baik, sedekah, maupun menolong
kebutuhan orang lain, menjadi sebab Allah menolak bala dan kehancuran.
صَدَقَةُ السِّرِّ
SEDEKAH SEMBUNYI-SEMBUNYI
Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari
إِنَّ الصَّدَقَةَ
لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
Sungguh, sedekah itu benar-benar
memadamkan murka Rabb (Tuhan) dan menolak kematian yang buruk, (Jami
At-Tirmizi: 664).
Syaikh berkata:
لِلصَّدَقَةِ تَأْثِيرٌ
عَجِيبٌ فِي دَفْعِ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ، وَفِيهَا مَنَافِعُ عَقَاقِيرَ وَأَدْوِيَةٍ
تُنْجِي مِنَ الْأَمْرَاضِ وَالْمَصَائِبِ
Sedekah memiliki pengaruh yang
sangat menakjubkan dalam menolak berbagai jenis bala, serta padanya terdapat
manfaat obat-obatan yang menyelamatkan dari berbagai penyakit dan musibah.
Demikian, semoga bermanfaat!
Karangasem, 24 Oktober 2026
Irfan Nugroho (Bakal calon kepala
desa Karangasem, kec. Bulu, kab. Sukoharjo)
Post a Comment for "SEBAB DIANGKATNYA MUSIBAH"