zmedia

MAUSUATUL AKHLAK: TAWADUD (MENCINTAI)

Pembaca rahimakumullah, di antara akhlak mulia adalah akhlak tawadud atau yang secara harfiah bermakna mencintai. Apa dalil mencintai di dalam Quran dan Sunah? Apa makna tawadud secara istilah dan bagaimana meraih akhlak tersebut? Berikut adalah terjemahan dari ringkasan Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!

التَّرْغِيبُ فِي التَّوَدُّدِ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

ANJURAN RAMAH DAN SALING MENCINTAI MENURUT AL-QURAN

Allah Ta'ala berfirman:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, (QS. Al-Fath: 29).

Allah Ta'ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, (QS. At-Taubah: 71).

Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

Katakanlah (wahai Muhammad): Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan, (QS. Asy-Syura: 23)

Dan Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka), (QS. Maryam: 96)

التَّرْغِيبُ فِي التَّوَدُّدِ مِنَ السُّنَّةِ النَّبَوِيَّةِ

ANJURAN RAMAH DAN SALING MENCINTAI MENURUT SUNNAH NABI

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahukan kepadanya bahwa ia mencintainya, (HR. Abu Dawud: 5124, At-Tirmidzi: 2392)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang apabila kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian, (HR. Muslim: 54)

Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah bagaikan satu tubuh; apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam, (HR. Muslim: 2586)

التَّرْغِيبُ فِي التَّوَدُّدِ مِنْ أَقْوَالِ السَّلَفِ وَالْعُلَمَاءِ

ANJURAN RAMAH DAN SALING MENCINTAI DARI PERKATAAN SALAF DAN ULAMA

Al-Hasan pernah ditanya tentang akhlak yang baik, lalu ia menjawab:

الْكَرَمُ، وَالْبَذْلَةُ، وَالتَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ

(Yaitu) kedermawanan, pengorbanan/kesederhanaan, dan bersikap ramah (menjalin kasih sayang) kepada manusia."

Dari Maimun bin Mihran, ia berkata:

الْمُرُوءَةُ: طَلَاقَةُ الْوَجْهِ، وَالتَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ، وَقَضَاءُ الْحَوَائِجِ

Muru'ah (kewibawaan/kehormatan diri) itu adalah: wajah yang berseri-seri, bersikap ramah kepada manusia, dan membantu memenuhi kebutuhan orang lain.

مَعْنَى التَّوَدُّدِ لُغَةً وَاصْطِلَاحًا

DEFINISI AT-TAWADDUD SECARA BAHASA DAN ISTILAH

At-Tawaddud secara bahasa berarti:

الْحُبُّ

Rasa cinta.

At-Tawaddud secara istilah:

التَّوَدُّدُ: الْإِتْيَانُ بِالْأَحْوَالِ الَّتِي يَوَدُّكَ النَّاسُ وَيُحِبُّونَكَ مِنْ أَجْلِهَا

At-Tawaddud adalah melakukan hal-hal yang membuat manusia menyukai dan mencintaimu karenanya.

فَوَائِدُ التَّوَدُّدِ

FAIDAH AT-TAWADDUD

التَّوَدُّدُ طَرِيقٌ مُوَصِّلٌ لِلْحُبِّ وَالْأُلْفَةِ

1 – Bersikap ramah merupakan jalan yang mengantarkan pada rasa cinta dan keakraban.

التَّوَدُّدُ وَتَقْوِيَةُ الْعَلَاقَاتِ بَيْنَ النَّاسِ أَسَاسٌ لِبِنَاءِ مُجْتَمَعٍ قَوِيٍّ

Bersikap ramah dan memperkuat hubungan antarmanusia merupakan fondasi untuk membangun masyarakat yang kuat.

التَّوَدُّدُ يَعْكِسُ الْجَمَالَ الرُّوحِيَّ

3 – Bersikap ramah mencerminkan keindahan rohani.

التَّوَدُّدُ لِلنَّاسِ، وَكَسْبُ مَحَبَّتِهِمْ وَثِقَتِهِمْ مَدْعَاةٌ لِتَقَبُّلِ مَا يُطْرَحُ عَلَيْهِمْ مِنْ أَفْكَارٍ، أَوْ مَا يَدْعُونَ إِلَيْهِ

4 – Bersikap ramah kepada manusia serta meraih kecintaan dan kepercayaan mereka menjadi pendorong diterimanya ide-ide yang disampaikan kepada mereka atau ajaran yang diserukan kepada mereka.

التَّوَدُّدُ وَالتَّحَبُّبُ إِلَى الْخَلْقِ وَسِيلَةٌ لِكَسْبِ قُلُوبِهِمْ

5 – Bersikap ramah dan menunjukkan kasih sayang kepada makhluk merupakan sarana untuk memikat hati mereka.

مِنْ فَوَائِدِ التَّوَدُّدِ التَّرَاحُمُ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ

6 – Di antara manfaat bersikap ramah adalah tumbuhnya sikap saling menyayangi di antara sesama muslim.

التَّوَدُّدُ سَبِيلٌ إِلَى زَوَالِ الْخُصُومَاتِ وَالْأَحْقَادِ

7 – Bersikap ramah merupakan jalan menuju sirnanya permusuhan dan rasa kedengkian.

أَقْسَامُ التَّوَدُّدِ

JENIS AT-TAWADDUD

تَوَدُّدٌ مَحْمُودٌ: وَهُوَ مَا كَانَ نَاشِئًا عَنْ مَحَبَّةٍ مُعْتَدِلَةٍ لِأَهْلِ الْخَيْرِ وَالصَّلَاحِ، وَقَدْ يُحْمَدُ التَّوَدُّدُ إِلَى بَعْضِ أَهْلِ التَّخْلِيطِ وَالتُّهْمَةِ وَالْفِسْقِ؛ بِغَرَضِ صَلَاحِ الدِّينِ وَالدُّنْيَا، وَهَذَا غَيْرُ الْمُدَاهَنَةِ الْمَذْمُومَةِ الْمُحَرَّمَةِ، وَهِيَ: بَذْلُ الدِّينِ لِصَلَاحِ الدُّنْيَا.

1 – At-Tawaddud yang terpuji: Yaitu yang timbul dari rasa cinta yang proporsional kepada orang-orang baik dan saleh. Kadang kala, sikap ramah juga dipuji jika ditunjukkan kepada sebagian pelaku penyimpangan, orang yang tertuduh, dan pelaku kefasikan dengan tujuan perbaikan agama dan dunia; hal ini berbeda dari mudahanah (mencari muka/kompromi kebatilan) yang tercela dan diharamkan, yaitu: mengorbankan agama demi kepentingan dunia.

تَوَدُّدٌ مَذْمُومٌ: وَهُوَ تَوَدُّدُ أَهْلِ النِّفَاقِ، يَلْقَوْنَ مَنْ مَعَهُ حَظٌّ مِنَ الدُّنْيَا فِي مَالٍ أَوْ جَاهٍ بِالتَّمَلُّقِ وَالتَّوَدُّدِ وَالْخُضُوعِ وَالذِّلَّةِ، وَإِنْ كَانَ أَفْجَرَ الْخَلْقِ، وَيَلْقَوْنَ مَنْ لَا حَظَّ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا بِالشِّدَّةِ وَالْغِلْظَةِ وَسُوءِ الْخُلُقِ، وَيَزْدَرُونَهُ وَيُكَافِحُونَهُ بِكُلِّ مَكْرُوهٍ، وَإِنْ كَانَ أَتْقَى النَّاسِ

2 – At-Tawaddud yang tercela: Yaitu keramahan orang-orang munafik. Mereka menemui orang yang memiliki keberuntungan dunia berupa harta atau kedudukan dengan cara menjilat, beramah-tamah, tunduk, dan merendahkan diri, meskipun orang tersebut adalah manusia yang paling jahat. Sebaliknya, mereka menemui orang yang tidak memiliki keberuntungan dunia dengan sikap keras, kasar, dan akhlak yang buruk, serta meremehkannya dan menghadapinya dengan segala hal yang dibenci, meskipun orang tersebut adalah manusia yang paling bertakwa.

صُوَرُ التَّوَدُّدِ

BENTUK-BENTUK AT-TAWADDUD

إِحْسَانُ الْعِشْرَةِ

1 – Berbuat baik dalam pergaulan.

حُسْنُ التَّعَامُلِ بِطَيِّبِ الْكَلَامِ، وَبَسْطِ الْوَجْهِ

2 – Berinteraksi dengan baik melalui perkataan yang santun dan wajah yang berseri-seri.

صِلَةُ النَّاسِ بِمَا فِي يَدَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا، وَبَذْلُ الصَّدَقَاتِ وَالْهَدَايَا

3 – Menyambung hubungan dengan manusia menggunakan harta dunia yang dimilikinya, serta memberikan sedekah dan hadiah.

التَّجَاوُزُ عَمَّا يَكُونُ مِنَ الْمُتَوَدَّدِ إِلَيْهِ

4 – Memaafkan/memaklumi kesalahan yang timbul dari orang yang diajak beramah-tamah.

حُسْنُ الِاسْتِمَاعِ، وَالْإِقْبَالُ عَلَى الْمُتَكَلِّمِ، الْمُثَابَرَةُ عَلَى قَضَاءِ حَوَائِجِ النَّاسِ، وَالصَّبْرُ عَلَى جَفَائِهِمْ

5 – Mendengarkan dengan baik dan menyimak pembicara, tekun dalam membantu memenuhi kebutuhan manusia, serta sabar atas sikap dingin/sikap kasar mereka.

التَّغَافُلُ عَمَّا يَكُونُ مِنَ الْإِخْوَانِ

6 – Pura-pura tidak tahu (memaklumi/mengabaikan) kekhilafan yang dilakukan saudara/teman.

الْمُشَارَكَةُ فِي الْأَفْرَاحِ وَالْأَحْزَانِ

7 – Saling berbagi dan terlibat dalam suasana suka maupun duka.

الْوَسَائِلُ الْمُعِينَةُ عَلَى اكْتِسَابِ التَّوَدُّدِ

SARANA MELATIH AKHLAK TAWADUD

حُسْنُ الْخُلُقِ مَعَ الْبَشَرِ

1 – Berakhlak mulia kepada sesama manusia.

التَّغَافُلُ عَنِ الزَّلَّاتِ

2 – Mengabaikan/memaklumi kekeliruan orang lain.

الْبَشَاشَةُ وَطَلَاقَةُ الْوَجْهِ

3 – Murah senyum dan wajah yang berseri-seri.

الرِّفْقُ وَلِينُ الْجَانِبِ

4 – Bersikap lemah lembut dan keluwesan sikap.

التَّوَاضُعُ، وَخَفْضُ الْجَنَاحِ

5 – Rendah hati dan bersikap lemah lembut/pengasih.

عَدَمُ إِكْثَارِ الْمُؤُونَاتِ وَالتَّثْقِيلِ عَلَيْهِمْ

6 – Tidak merepotkan dan tidak memberikan beban berat kepada orang lain.

تَفْرِيجُ كُرَبِ الْإِخْوَانِ

7 – Meringankan kesusahan/kesulitan saudara-saudara sesama.

مَوَانِعُ اكْتِسَابِ التَّوَدُّدِ

PENGHALANG MENDAPAT AKHLAK TAWADUD

الْكِبْرُ وَالْخُيَلَاءُ

1 – Kesombongan dan keangkuhan.

الْعُبُوسُ فِي وُجُوهِ النَّاسِ

2 – Wajah bermuka masam di hadapan orang lain.

الْغِلْظَةُ فِي الْكَلَامِ

3 – Perkataan yang kasar.

الشُّحُّ وَالْبُخْلُ

4 – Kikir dan bakhil.

غِلْظَةُ الطَّبْعِ

5 – Watak yang keras/kaku.

الْجَفَاءُ وَتَرْكُ التَّوَاصُلِ بَيْنَ النَّاسِ

6 – Sikap dingin/acuh dan memutuskan tali silaturahmi antarmanusia.

الْخُصُومَاتُ وَالنِّزَاعَاتُ

7 – Pertengkaran dan perselisihan.

الطَّمَعُ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ

8 – Serakah terhadap apa yang dimiliki orang lain.

إِيذَاءُ النَّاسِ

9 – Menyakiti orang lain.

الْاِنْتِصَافُ مِنَ النَّاسِ

10 – Menuntut hak secara berlebihan/selalu ingin membalas kesalahan orang lain.

سُوءُ الْقَصْدِ

11 – Niat yang buruk.

Demikian, semoga bermanfaat!

Karangasem, 26 Oktober 2026

Irfan Nugroho (Bakal calon kepala desa Karangasem Bulu Sukoharjo)

Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: TAWADUD (MENCINTAI)"