zmedia

SEBAB-SEBAB KEBERKAHAN DI DALAM RUMAH

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan dan ringkasan dari artikel Syaikh Ramadan Shaleh Al Ajrimi tentang sebab rumah menjadi berkah. Semoga bermanfaat!

أَسْبَابُ الْبَرَكَةِ فِي الْبُيُوتِ

SEBAB-SEBAB KEBERKAHAN DI DALAM RUMAH

Rumah merupakan nikmat dan rahmat yang besar dari Allah ﷻ sebagai tempat tinggal dan ketenangan. Namun, kenyataan di banyak rumah kaum muslimin saat ini justru kehilangan ketenangan dan keberkahan. Walaupun kelimpahan nikmat materi di zaman ini jauh melebihi masa lalu, keberkahan justru terasa sangat sedikit (rezeki terasa kurang, kesehatan menurun, dan waktu terasa sempit).

Berkah adalah tetap, bertambah, dan berlanjutnya kebaikan pada sesuatu. "Sedikit yang diberkahi lebih baik daripada banyak yang dicabut keberkahannya." Oleh karena itu, setiap muslim perlu mengupayakan sebab-sebab hadirnya keberkahan di dalam rumahnya.

تَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

BERTAKWA KEPADA ALLAH AZA WA JALLA

Sebab utama keberkahan adalah mendirikan rumah tangga di atas landasan takwa: menjalankan kewajiban, meninggalkan larangan, serta mencari rezeki yang halal.

Allah ta'ala berfirman:

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, (QS. Al-A'raf: 96)

ذِكْرُ اللَّهِ عِنْدَ دُخُولِ الْمَنْزِلِ

MENGINGAT ALLAH SAAT MASUK RUMAH

Menyebut nama Allah saat masuk rumah dan saat makan akan mengusir setan sehingga ia tidak bisa menginap maupun ikut makan. Tolok ukur kemuliaan rumah di hadapan Allah bukanlah kemewahan tampilan luar, melainkan zikir kepada Allah di dalamnya.

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ، وَلَا عَشَاءَ لَكُمْ هَا هُنَا

Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu dia mengingat Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata (kepada teman-temannya): 'Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam bagi kalian di sini...'" (HR. Muslim: 2018)

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Perumpamaan rumah yang disebutkan nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebutkan nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati, (HR. Muslim: 779)

إِفْشَاءُ السَّلَامِ عَلَى الْأَهْلِ

MENEBARKAN SALAM KEPADA KELUARGA

Rumah dan anggota keluarga sendiri adalah pihak yang paling berhak untuk mendapat ucapan salam. Mengucapkan salam secara sempurna (Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh) membawa keberkahan dan rahmat bagi penghuni rumah.

Allah ta'ala berfirman:

 ﴿ فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ﴾

Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuni) dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik, (QS. An-Nur: 61)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا بُنَيَّ، إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ؛ يَكُنْ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ

Wahai anakku, jika engkau masuk menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam; niscaya hal itu akan menjadi keberkahan bagimu dan bagi penghuni rumahmu." (HR. At-Tirmidzi: 2698)

تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ فِي الْبُيُوتِ

MEMBACA AL-QUR'AN DI DALAM RUMAH

Membaca dan merenungkan Al-Qur'an mendatangkan malaikat, mengusir setan, serta melapangkan rezeki dan kebaikan rumah. Khususnya membaca Surah Al-Baqarah yang mengandung keberkahan luar biasa.

Allah ta'ala berfirman:

 ﴿ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ ﴾

Dan ini (Al-Qur'an) adalah Kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, (QS. Al-An'am: 92)

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 اقْرَؤُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Bacalah surah Al-Baqarah, karena mengambilnya (mempelajari dan membacanya) adalah keberkahan, meninggalkannya adalah kerugian, dan tukang sihir tidak akan sanggup menembusnya, (HR. Muslim: 804)

صَلَاةُ النَّافِلَةِ فِي الْبُيُوتِ

SHALAT SUNNAH DI DALAM RUMAH

Disunnahkan melaksanakan shalat-shalat sunnah (nafilah) di dalam rumah agar rumah tidak seperti kuburan dan mendapat bagian kebaikan dari Allah.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ

Shalatlah kalian wahai manusia di rumah-rumah kalian, karena seutama-utama shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat fardhu, (HR. Bukhari: 731, Muslim: 781)

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan." (HR. Muslim: 777)

الدُّعَاءُ بِالْبَرَكَةِ

BERDOA MEMOHON KEBERKAHAN

Para Nabi (seperti Nabi Nuh, Isa, dan Muhammad ﷺ) selalu memohon keberkahan rumah, rezeki, dan keturunan. Memohon keberkahan sangat krusial, sebab harta atau anak yang banyak tanpa berkah tidak akan membawa manfaat.

Allah ta'ala berfirman (mengenai doa Nabi Nuh 'alaihissalam):

 ﴿ وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ ﴾

Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat, (QS. Al-Mu'minun: 29)

Imam An-Nasa'i meriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ berdoa setelah wudhu:

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي، وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي

Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, dan berkahilah rezekiku, (HR. An-Nasa'i dalam Al-Sunan Al-Kubra: 9829)

تَجَنُّبُ أَسْبَابِ عَدَمِ دُخُولِ الْمَلَائِكَةِ

MENJAUHI HAL-HAL YANG MENCEGAH MASUKNYA MALAIKAT

Malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar/foto bernyawa (seperti pajangan tokoh/pemain) atau anjing.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa), (HR. Bukhari: 3225, Muslim: 2106).

Imam Bukhari meriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Malaikat Jibril 'alaihissalam berkata kepada Rasulullah ﷺ:

إِنَّا لَا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ

Sesungguhnya kami (malaikat) tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing maupun gambar, (HR. Bukhari: 5960).

اتِّبَاعُ السُّنَّةِ فِي آدَابِ الطَّعَامِ

MENGIKUTI SUNNAH DALAM ADAB MAKAN

Membaca basmalah sebelum makan dan berkumpul saat makan bersama keluarga merupakan faktor utama turunnya keberkahan pada makanan, sehingga makanan yang sedikit dapat mencukupi orang banyak.

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari sahabat Wahsyi bin Harb radhiyallahu 'anhu bahwa para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tetapi tidak kenyang?"

Beliau bersabda:

 فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ

Maka berkumpullah kalian atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah, niscaya diberkahi bagi kalian pada makanan tersebut, (HR. Abu Daud: 3764, Ibnu Majah: 3286)

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلَاثَةِ، وَطَعَامُ الثَّلَاثَةِ كَافِي الْأَرْبَعَةِ

Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang, (HR. Bukhari: 5392, Muslim: 2058)

PENUTUP

Kita memohon kepada Allah agar memberkahi makanan, rezeki, serta harta kita semua, dan menjadikan kita senantiasa membawa keberkahan di mana pun berada.

نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ أَنْ يُبَارِكَ لَنَا أَجْمَعِينَ فِي أَقْوَاتِنَا وَأَرْزَاقِنَا وَأَمْوَالِنَا، وَأَنْ يَجْعَلَنَا مُبَارَكِينَ أَيْنَمَا كُنَّا.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Post a Comment for "SEBAB-SEBAB KEBERKAHAN DI DALAM RUMAH"