Pembaca rahimakumullah, jangan berdusta atas nama Nabi ﷺ. Berikut adalah faidah dan penjelasan hadis tersebut berdasarkan kitab Al Arbain Al Qishar min Ahadisin Nabiyil Muhtar karya Syaikh Abu Abdillah Laits Al Hayali. Semoga bermanfaat!
MATAN HADIS JANGAN BERDUSTA ATAS NAMA NABI ﷺ
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ
مَنْ يَكْذِبْ عَلَيَّ يَلِجِ النَّارَ
Dari Ali radhiyallahu 'anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah
ﷺ bersabda, "Jangan berdusta atas
namaku, karena sesungguhnya barang siapa yang berdusta atas namaku, maka ia
akan masuk ke dalam neraka, (Sahih Bukhari: 106. Sahih Muslim: 1, Jami
At-Tirmidzi: 2660, Sunan Ibn Majah: 31, Musnad Ahmad: 584).
فَوَائِدُ الْحَدِيثِ
وَتَبْيَانُ غَرِيبِ أَلْفَاظِهِ
FAIDAH HADIS & PENJELASAN KATA-KATA ASING
تَعْظِيمُ تَحْرِيمِ
الْكَذِبِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَأَنَّهُ فَاحِشَةٌ عَظِيمَةٌ وَمُوبِقَةٌ كَبِيرَةٌ.
1 – Besarnya keharaman berdusta atas nama Rasulullah ﷺ, dan bahwa perbuatan tersebut merupakan
kekejian yang sangat besar serta dosa besar yang membinasakan.
فَلِهَذَا مَنْ نَشَرَ
الْحَدِيثَ قَبْلَ أَنْ يَتَأَكَّدَ مِنْ صِحَّتِهِ فَهُوَ فِي خَطَرٍ عَظِيمٍ، وَكَمْ
مِنْ أَحَادِيثَ مُنْكَرَةٍ وَمَوْضُوعَةٍ تُنْشَرُ بَيْنَ النَّاسِ وَهِيَ لَا أَصْلَ
لَهَا، فَلْيَعْلَمْ مَنْ يَنْشُرُهَا أَنَّهُ بِمَنْزِلَةِ مَنْ كَذَبَ عَلَى رَسُولِ
اللَّهِ ﷺ.
2 – Oleh karena itu, barang siapa yang menyebarkan hadits
sebelum memastikan kesahihannya, maka ia berada dalam bahaya yang besar. Betapa
banyak hadits-hadits munkar dan palsu (maudhu') yang disebarkan di tengah
masyarakat padahal tidak ada asal-usulnya, maka hendaklah orang yang
menyebarkannya mengetahui bahwa posisinya sama seperti orang yang berdusta atas
nama Rasulullah ﷺ.
مَنْ كَذَبَ عَلَى
رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَمْدًا فِي حَدِيثٍ وَاحِدٍ فَسَقَ وَرُدَّتْ رِوَايَتُهُ كُلُّهَا
وَبَطَلَ الِاحْتِجَاجُ بِجَمِيعِهَا.
3 – Barang siapa yang berdusta atas nama Rasulullah ﷺ secara sengaja walau dalam satu hadits saja,
maka ia telah menjadi fasik, seluruh riwayatnya ditolak, dan gugur (tidak sah)
berhujah dengan seluruh riwayat yang dibawanya, (Syarh Shahih Muslim karya
An-Nawawi).
وَنَرَى بَعْضَ الْمَشَايِخِ
يَذْكُرُونَ الْأَحَادِيثَ الْمُنْكَرَةَ وَالْمَوْضُوعَةَ، وَهَذَا مِنَ الْكَذِبِ
عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يَقُلْ هَذَا الْحَدِيثَ.
4 – Kita melihat sebagian syekh/pengajar menyebutkan
hadits-hadits munkar dan palsu, padahal ini termasuk bentuk kedustaan atas nama
Rasulullah ﷺ; karena beliau tidak
pernah mengucapkan hadits tersebut.
وَقَدِ اغْتَرَّ
قَوْمٌ مِنَ الْجُهَّالِ فَوَضَعُوا أَحَادِيثَ فِي التَّرْغِيبِ وَالتَّرْهِيبِ وَقَالُوا:
نَحْنُ لَمْ نَكْذِبْ عَلَيْهِ بَلْ فَعَلْنَا ذَلِكَ لِتَأْيِيدِ شَرِيعَتِهِ،
5 – Sungguh telah terperdaya
sekelompok orang-orang bodoh, lalu mereka memalsukan hadits-hadits dalam bab
at-targhib (anjuran kebaikan) dan at-tarhib (ancaman keburukan), seraya
berkata: "Kami tidak berdusta atas (kerugian) beliau, melainkan kami
melakukan hal tersebut untuk menguatkan syariat-Nya."
وَمَا دَرَوْا أَنَّ
تَقْوِيلَهُ ﷺ مَا لَمْ يَقُلْ يَقْتَضِي الْكَذِبَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى، لِأَنَّهُ
إِثْبَاتُ حُكْمٍ مِنَ الْأَحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ سَوَاءٌ كَانَ فِي الْإِيجَابِ
أَوْ النَّدْبِ، وَكَذَا مُقَابِلُهُمَا وَهُوَ الْحَرَامُ وَالْمَكْرُوهُ.
Padahal mereka tidak menyadari
bahwa mengatasnamakan ucapan yang tidak dikatakan oleh Rasulullah ﷺ konsekuensinya adalah berdusta atas nama
Allah Ta'ala; karena hal tersebut merupakan penetapan suatu hukum dari
hukum-hukum syariat, baik itu berupa kewajiban (wajib) maupun anjuran (sunnah),
begitu pula lawan dari keduanya yaitu haram dan makruh, (Fathul Bari Syarh
Shahih al-Bukhari karya Ibn Hajar al-Asqalani).
Demikian matan, penjelasan dan
penjelasan hadis jangan berdusta atas nama Nabi ﷺ
dari kitab Al Arbain Al Qishar min Ahadisin Nabiyil Muhtar karya Syaikh Abu
Abdillah Laits Al Hayali. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 5 Agustus 2026
Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ
At-Taqwa, RQ Irmas Bani Saimo, serta Sekertaris LAZ Al Qoyyim)
Post a Comment for "Jangan Berdusta Atas Nama Nabi ﷺ"