Thomas Alva Edison sering kali menjadi contoh nyata ketika muncul pertanyaan mengenai bagaimana nasib amal baik seseorang yang telah menerangi dunia, tetapi tidak memiliki iman kepada Allah.
Sebagai penemu bola lampu yang memberikan manfaat luar biasa bagi peradaban manusia, figur ini sering memicu diskusi teologis tentang kaitan antara kemanusiaan dan spiritualitas.
Dalam pandangan Islam, setiap perbuatan baik memang memiliki nilai, namun terdapat syarat-syarat khusus yang ditetapkan dalam syariat agar sebuah amal dapat diakui sebagai pahala yang kekal di kehidupan mendatang.
Berikut adalah fatwa dari Syabakah Islamiyah Qatar yang diketuai oleh Syaikh Abdullah Al Faqih tentang amal baik non-muslim di akhirat dalam teologi Islam.
Pertanyaan:Jika seorang non-Muslim melakukan amal kebaikan, apakah Allah akan memberinya pahala di akhirat?
Jawaban:Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam; shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
Orang-orang kafir (non-Muslim) yang melakukan amal baik dan berdonasi untuk amal seperti membangun rumah sakit, pusat layanan kesehatan, dan sebagainya, tidak mendapatkan pahala dari Allah atas amal tersebut karena perbuatan itu tidak diniatkan demi Allah. Selain itu, iman atau kepercayaan kepada Allah adalah prinsip dasar diterimanya amal baik oleh Allah, dan orang-orang kafir tidak memiliki elemen penting ini. Allah berfirman:
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا
"Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan." (QS. Al-Furqan: 23)
Dia juga berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ . أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Hud: 15-16)
Orang-orang kafir yang melakukan amal kebaikan bukan karena Allah, hanya mendapatkan rasa terima kasih dan pujian dari sesama manusia di dunia ini, dan tidak mendapatkan apa-apa di akhirat. Allah berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ
"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian sedikit pun di akhirat," (QS. Asy-Syura: 20). Wallahua’lam
Fatwa No: 84139
Meneladani kontribusi besar para penemu dalam hal kemanusiaan tentu sangat dianjurkan, tetapi memahami amal baik non-Muslim melalui kacamata wahyu akan memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai pentingnya niat dan iman.
Sebagaimana dijelaskan dalam fatwa di atas, Allah telah menetapkan bahwa dunia adalah tempat bagi mereka untuk mendapatkan balasan berupa pujian dan kemasyhuran atas jasanya.
Bagi umat Muslim, hal ini menjadi pengingat berharga agar setiap langkah kebaikan selalu disandarkan pada keikhlasan kepada Sang Pencipta, sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya berhenti di dunia, melainkan terus mengalir hingga ke akhirat nanti.
Post a Comment for "Thomas Alva Edison dan Balasan Amal Baik Non-Muslim di Akhirat"