1 – QS AL AN’AM: 162-163
Allah ta’ala berfirman memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ:قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS Al An’am: 162).
لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah), (QS Al-An’am: 163).
PENJELASANSyaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata:
ونسكي: ذبحي تقرباً إلى الله تعالى
Nusuk adalah menyembelih hewan kurban dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di berkata:
ذَبْحِي، وَذَلِكَ لِشَرَفِ هَاتَيْنِ الْعِبَادَتَيْنِ وَفَضْلِهِمَا، وَدَلَالَتِهِمَا عَلَى مَحَبَّةِ اللَّهِ تَعَالَى، وَإِخْلَاصِ الدِّينِ لَهُ، وَالتَّقَرُّبِ إِلَيْهِ بِالْقَلْبِ وَاللِّسَانِ، وَالْجَوَارِحِ، وَبِالذَّبْحِ الَّذِي هُوَ بَذْلُ مَا تُحِبُّهُ النَّفْسُ مِنَ الْمَالِ، لِمَا هُوَ أَحَبُّ إِلَيْهَا وَهُوَ اللَّهُ تَعَالَى. وَمَنْ أَخْلَصَ فِي صَلَاتِهِ وَنُسُكِهِ، اسْتَلْزَمَ ذَلِكَ إِخْلَاصَهُ لِلَّهِ فِي سَائِرِ أَعْمَالِهِ.
“(Salat dan) sembelihanku, hal itu karena mulianya dua ibadah ini dan keutamaannya, serta karena keduanya menunjukkan cinta kepada Allah Ta‘ala, mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya, dan mendekat kepada-Nya dengan hati, lisan, anggota tubuh, serta dengan sembelihan yang merupakan pengorbanan dari harta yang dicintai jiwa, demi sesuatu yang lebih dicintai darinya, yaitu Allah Ta‘ala. Barangsiapa yang ikhlas dalam salat dan ibadah sembelihannya, maka hal itu menuntut keikhlasannya kepada Allah dalam seluruh amal perbuatannya.”2 – QS AL HAJJ: 28
Allah ta’ala berfirman:لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir, (QS Al Hajj: 28).
PENJELASAN:Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata:
فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ: هِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ.
“Fi Ayyāmin Ma‘lūmāt”: yaitu hari-hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ: أَيْ الْإِبِلُ وَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ، إِذْ لَا يَصِحُّ الْهَدْيُ إِلَّا مِنْهَا.
“Bahīmah al-An‘ām”: yaitu unta, sapi, dan kambing, karena tidak sah hewan hadyu (sembelihan ibadah haji/kurban) kecuali dari jenis-jenis tersebut.
الْبَائِسُ الْفَقِيرُ: أَيْ الشَّدِيدُ الْفَقْرِ.
“Al-Bā’is al-Faqīr”: yaitu orang yang sangat miskin, dalam keadaan fakir yang amat berat.
جَوَازُ الْأَكْلِ مِنَ الْهَدْيِ وَمِنْ ذَبَائِحِ التَّطَوُّعِ بَلِ اسْتِحْبَابُهُ.
Boleh makan dari hewan hadyu (sembelihan haji) dan dari sembelihan sunnah (kurban atau ibadah sukarela), bahkan dianjurkan untuk melakukannya.3 – QS AL HAJJ: 34
Allah ta’ala berfirman:وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (QS Al Hajj: 34).
PENJELASANSyaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata:
مَنْسَكًا: أَيْ ذَبَائِحُ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ يَتَقَرَّبُونَ بِهَا إِلَى اللَّهِ تَعَالَى، وَمَكَانُ الذَّبْحِ يُقَالُ لَهُ مَنْسَكٌ.
“Mansakan”: yaitu sembelihan dari hewan ternak (bahīmah al-an‘ām) yang mereka jadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta‘ala. Tempat penyembelihan itu sendiri juga disebut mansak.
Tentang firman Allah “Dan bagi setiap umat telah Kami tetapkan tempat ibadah (mansak),” maksudnya adalah:
أَيْ وَلِكُلِّ أُمَّةٍ مِنَ الْأُمَمِ السَّابِقَةِ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ جَعَلْنَا لَهُمْ مَكَانَ نُسُكٍ يَتَعَبَّدُونَنَا فِيهِ، وَمَنْسَكًا أَيْ ذَبْحَ قُرْبَانٍ لِيَتَقَرَّبُوا بِهِ إِلَيْنَا.
Maksudnya: bagi setiap umat terdahulu dari kalangan orang beriman dan muslim, Allah telah menetapkan bagi mereka tempat ibadah untuk beribadah kepada-Nya, dan juga ibadah sembelihan kurban sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Tentang firman Allah, “Dan agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak,” maksudnya:
أَيْ شَرَعْنَا لَهُمْ عِبَادَةَ ذَبْحِ الْقُرْبَانِ لِحِكْمَةٍ: وَهُوَ أَنْ يَذْكُرُوا اسْمَنَا عَلَى ذَبْحِ مَا يَذْبَحُونَ وَنَحْرِ مَا يَنْحَرُونَ، بِأَنْ يَقُولُوا: بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Maksudnya: Allah mensyariatkan bagi mereka ibadah menyembelih kurban dengan hikmah, yaitu agar mereka menyebut nama-Nya ketika menyembelih apa yang mereka sembelih dan ketika menyembelih dengan cara nahr, dengan mengucapkan: Bismillāh, Allāhu Akbar.
PELAJARAN DARI AYAT INI:Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi juga berkata:
ذَبْحُ الْقُرْبَانِ مَشْرُوعٌ فِي سَائِرِ الْأَدْيَانِ الْإِلَهِيَّةِ، وَهُوَ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، إِذْ وَحْدَةُ التَّشْرِيعِ تَدُلُّ عَلَى وَحْدَةِ الْمُشَرِّعِ.
1 – Penyembelihan kurban disyariatkan dalam seluruh agama samawi, dan hal itu menjadi bukti bahwa tiada Tuhan selain Allah, karena kesatuan syariat menunjukkan kesatuan Sang Pembuat Syariat.4 – QS AL HAJJ: 36
Allah ta’ala berfirman:وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur, (QS Al Hajj: 36).
PELAJARAN DARI AYAT INI:Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi berkata:
وَسِرُّ مَشْرُوعِيَّةِ ذَبْحِ الْقُرْبَانِ هُوَ أَنْ يُذْكَرَ اللَّهُ تَعَالَى، وَلِذَا وَجَبَ ذِكْرُ اسْمِ اللَّهِ عِنْدَ ذَبْحِ مَا يُذْبَحُ وَنَحْرِ مَا يُنْحَرُ بِاللَّفْظِ: بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
1 – Rahasia disyariatkannya penyembelihan kurban adalah agar nama Allah Ta‘ala disebut. Oleh karena itu wajib menyebut nama Allah ketika menyembelih apa yang disembelih dan ketika menyembelih dengan cara nahr, dengan lafaz: Bismillāh, Allāhu Akbar.
وُجُوبُ ذِكْرِ اسْمِ اللَّهِ عَلَى بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ.
2 – Wajib menyebut nama Allah atas hewan ternak (bahīmah al-an‘ām).
بَيَانُ كَيْفِيَّةِ نَحْرِ الْبُدْنِ، وَحُرْمَةُ الْأَخْذِ مِنْهَا قَبْلَ مَوْتِهَا وَخُرُوجِ رُوحِهَا.
3 – Penjelasan tentang tata cara menyembelih unta kurban (budn), serta larangan mengambil (bagian darinya) sebelum hewan itu benar-benar mati dan ruhnya keluar.
النَّدْبُ إِلَى الْأَكْلِ مِنَ الْهَدَايَا، وَوُجُوبُ إِطْعَامِ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ مِنْهَا.
4 – Dianjurkan untuk makan dari hewan hadyu, dan wajib memberi makan fakir miskin serta orang-orang yang membutuhkan darinya.
وُجُوبُ شُكْرِ اللَّهِ عَلَى كُلِّ إِنْعَامٍ.
5 – Wajib bersyukur kepada Allah atas setiap nikmat.
مَشْرُوعِيَّةُ التَّكْبِيرِ عِنْدَ أَدَاءِ الْمَنَاسِكِ كَرَمْيِ الْجِمَارِ وَذَبْحِ مَا يُذْبَحُ، وَبَعْدَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ.
6 – Disyariatkan bertakbir ketika melaksanakan manasik, seperti melempar jumrah dan menyembelih hewan kurban, serta setelah salat lima waktu pada hari-hari tasyriq.5 – QS AS-SAFFAT: 102-107
Allah ta’ala berfirman:فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡیَ قَالَ یَـٰبُنَیَّ إِنِّیۤ أَرَىٰ فِی ٱلۡمَنَامِ أَنِّیۤ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ یَـٰۤأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِیۤ إِن شَاۤءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِینَ ١٠٢
102: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama Ibrahim, (Ibrahim) berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” Ia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.”
فَلَمَّاۤ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِینِ ١٠٣
103: Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya,
وَنَـٰدَیۡنَـٰهُ أَن یَـٰۤإِبۡرَ ٰهِیمُ ١٠٤
104: Kami panggillah dia: “Wahai Ibrahim,
قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡیَاۤۚ إِنَّا كَذَ ٰلِكَ نَجۡزِی ٱلۡمُحۡسِنِینَ ١٠٥
105: Sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَـٰۤؤُا۟ ٱلۡمُبِینُ ١٠٦
106: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَیۡنَـٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِیمࣲ ١
107: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Post a Comment for "Ayat-ayat Quran tentang Udhiyah"