zmedia

MAUSUATUL AKHLAK: HUSNUZAN ATAU BERBAIK SANGKA

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah pelajaran tentang husnuzan atau berbaik sangka yang kami ringkas dari Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!

التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ الظَّنِّ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

ANJURAN BERBAIK SANGKA DARI AL QURAN

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا
  1. Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman: “Mengapa ketika kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri?” (QS. An-Nur: 12)
وَقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
  1. Dan Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ الظَّنِّ مِنَ السُّنَّةِ النَّبَوِيَّةِ

ANJURAN BERBAIK SANGKA DARI SUNAH

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ؛ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَجَسَّسُوا، وَلَا تَحَسَّسُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا إِخْوَانًا
  1. Dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian memata-matai, jangan mencari-cari kesalahan, jangan saling membenci, dan jadilah kalian bersaudara,” (Sahih Bukhari: 543. Lafaz ini milik beliau. Sahih Muslim:2563 dari Hadis Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu).
التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ الظَّنِّ مِنْ أَقْوَالِ السَّلَفِ

ANJURAN BERBAIK SANGKA DARI PARA SALAF

قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ سَمِعَ مِنْ أَخِيهِ كَلِمَةً أَنْ يَظُنَّ بِهَا سُوءًا، وَهُوَ يَجِدُ لَهَا فِي شَيْءٍ مِنَ الْخَيْرِ مَصْدَرًا
  1. Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidak halal bagi seorang muslim yang mendengar suatu ucapan dari saudaranya lalu berprasangka buruk terhadap ucapan itu, padahal ia masih menemukan kemungkinan makna yang baik,” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar secara Muallaq di dalam At Tamhid: 18/20).
وَقَالَ أَكْثَمُ بْنُ صَيْفِيٍّ: مَنْ أَحْسَنَ الظَّنَّ أَرَاحَ نَفْسَهُ
  1. Aktsam bin Shaifi berkata: “Barang siapa berbaik sangka, maka ia dirinya akan tenang,” (At-Tadzkirah li bni Hamdun: 7/138).
مَعْنَى حُسْنِ الظَّنِّ اصْطِلَاحًا

MAKNA HUSNUZAN SECARA ISTILAH

الحَذَرُ لُغَةً: تَغْلِيبُ جَانِبِ الْخَيْرِ عَلَى جَانِبِ الشَّرِّ، وَتَجَنُّبُ الْمُسَارَعَةِ بِالِاتِّهَامِ دُونَ بُرْهَانٍ

Secara bahasa: mendahulukan sisi kebaikan daripada sisi keburukan, serta menghindari sikap tergesa-gesa dalam menuduh tanpa bukti, (Akhlak Al Quran li Asy-Syurbazi: 4/42).

فَوَائِدُ حُسْنِ الظَّنِّ

BUAH AKHLAK BERBAIK SANGKA

حُسْنُ الظَّنِّ عَلَامَةٌ عَلَى كَمَالِ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِ الْمُتَحَلِّي بِهِ
  1. Berbaik sangka adalah tanda sempurnanya iman dalam hati orang yang memilikinya.
فِيهِ إِغْلَاقُ بَابِ الْفِتْنَةِ وَالشَّرِّ عَلَى الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
  1. Di dalamnya terdapat penutupan pintu fitnah dan keburukan bagi setan yang terkutuk.
طَرِيقٌ مِنْ طُرُقِ زِيَادَةِ الْأُلْفَةِ وَالْمَحَبَّةِ بَيْنَ أَفْرَادِ الْمُجْتَمَعِ الْمُسْلِمِ
  1. Merupakan salah satu jalan untuk menambah keakraban dan kasih sayang di antara anggota masyarakat muslim.
حِصْنٌ مَنِيعٌ يَحْمِي الْمُجْتَمَعَ مِنْ إِشَاعَةِ الْفَاحِشَةِ وَانْتِشَارِ الرَّذِيلَةِ
  1. Benteng kokoh yang melindungi masyarakat dari tersebarnya perbuatan keji dan kerusakan moral.
دَلِيلٌ عَلَى سَلَامَةِ الْقَلْبِ وَطَهَارَةِ النَّفْسِ وَزَكَاءِ الرُّوحِ
  1. Menjadi bukti sehatnya hati, bersihnya jiwa, dan sucinya ruh.
حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ أَسْبَابِ رَاحَةِ الْبَالِ وَاطْمِئْنَانِ النَّفْسِ
  1. Berbaik sangka termasuk sebab ketenangan pikiran dan ketenteraman jiwa.
صُوَرُ وَمَظَاهِرُ صِفَاتِ حُسْنِ الظَّنِّ

GAMBARAN AKHLAK HUSNUZAN

حُسْنُ الظَّنِّ بِاللَّهِ
  1. Berbaik sangka kepada Allah.
حُسْنُ الظَّنِّ بَيْنَ الرُّؤَسَاءِ وَالْمَرْؤُوسِينَ
  1. Berbaik sangka antara pemimpin dan bawahan.
حُسْنُ الظَّنِّ بِالْإِخْوَانِ وَالْأَصْدِقَاءِ
  1. Berbaik sangka kepada saudara dan sahabat.
حُسْنُ الظَّنِّ بِالسَّلَفِ وَأَهْلِ الْعِلْمِ
  1. Berbaik sangka kepada para salaf dan ulama.
حُسْنُ الظَّنِّ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ
  1. Berbaik sangka antara suami dan istri.
مَوَانِعُ اكْتِسَابِ صِفَاتِ حُسْنِ الظَّنِّ

PENGHALANG MERAIH AKHLAK HUSNUZAN

فُشُوُّ سُوءِ الظَّنِّ وَانْتِشَارُ الشُّكُوكِ بَيْنَ أَفْرَادِ الْمُجْتَمَعِ
  1. Merebaknya prasangka buruk dan tersebarnya keraguan di tengah masyarakat.
التَّرْبِيَةُ عَلَى إِسَاءَةِ الظَّنِّ بِالنَّاسِ وَتَغْلِيبُ جَانِبِ التُّهْمَةِ عَلَى السَّلَامَةِ
  1. Pendidikan yang membiasakan buruk sangka kepada manusia dan lebih mengedepankan tuduhan daripada prasangka baik.
الْجَهْلُ بِأَحْكَامِ الدِّينِ الْحَنِيفِ وَالِابْتِعَادُ عَنْ تَعَالِيمِهِ الدَّاعِيَةِ إِلَى حُسْنِ الظَّنِّ
  1. Ketidaktahuan terhadap hukum-hukum agama yang lurus serta menjauhi ajarannya yang menyerukan berbaik sangka.
الْجَهْلُ بِفَوَائِدِ حُسْنِ الظَّنِّ وَآثَارِهِ الطَّيِّبَةِ
  1. Tidak mengetahui manfaat berbaik sangka dan pengaruh baiknya.
مُصَاحَبَةُ الْأَشْرَارِ
  1. Berteman dengan orang-orang jahat.
الْحَسَدُ وَالْغِلُّ وَالْحِقْدُ
  1. Hasad, dengki, dan iri hati.
الْوَسَائِلُ الْمُعِينَةُ عَلَى اكْتِسَابِ صِفَاتِ حُسْنِ الظَّنِّ

SARANA MELATIH AKHLAK HUSNUZAN

دُعَاءُ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَالِابْتِهَالُ إِلَيْهِ حَتَّى يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
  1. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya agar Dia menganugerahkan hati yang bersih.
الِاقْتِدَاءُ بِالرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَحَابَتِهِ الْكِرَامِ وَسَلَفِ الْأُمَّةِ الصَّالِحِ
  1. Meneladani Rasulullah ﷺ, para sahabat beliau yang mulia, dan para salaf umat yang saleh.
التَّرْبِيَةُ الْحَسَنَةُ لِلْأَبْنَاءِ مُنْذُ نُعُومَةِ أَظْفَارِهِمْ عَلَى حُسْنِ الظَّنِّ
  1. Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak sejak usia dini agar terbiasa berbaik sangka.
أَنْ يُنْزِلَ الْمَرْءُ نَفْسَهُ مَنْزِلَةَ غَيْرِهِ، وَهُوَ عِلَاجٌ رَبَّانِيٌّ وَدَوَاءٌ قُرْآنِيٌّ، أَرْشَدَ اللَّهُ إِلَيْهِ الْمُؤْمِنِينَ وَعَلَّمَهُمْ إِيَّاهُ
  1. Seseorang menempatkan dirinya pada posisi orang lain. Ini adalah terapi rabbani dan obat Qurani yang Allah tunjukkan kepada orang-orang beriman dan Dia ajarkan kepada mereka.
الْعَمَلُ عَلَى زِيَادَةِ الْإِيمَانِ بِفِعْلِ الْخَيْرَاتِ وَالطَّاعَاتِ
  1. Berusaha menambah keimanan dengan melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan.
حَمْلُ الْكَلَامِ عَلَى أَحْسَنِ مَحَامِلِهِ
  1. Membawa ucapan kepada makna yang paling baik.
أَنْ يَلْتَمِسَ الْمُؤْمِنُ الْأَعْذَارَ لِلْمُؤْمِنِينَ
  1. Seorang mukmin hendaknya mencari alasan yang baik bagi saudara-saudaranya sesama mukmin.
إِجْرَاءُ الْأَحْكَامِ عَلَى الظَّاهِرِ
  1. Menetapkan hukum berdasarkan yang tampak.
أَنْ يَسْتَحْضِرَ الْعَبْدُ الْآفَاتِ الَّتِي تَنْتُجُ عَنْ سُوءِ الظَّنِّ
  1. Seorang hamba hendaknya menghadirkan dalam pikirannya berbagai kerusakan yang muncul akibat prasangka buruk.
أَخْطَاءٌ شَائِعَةٌ

Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi.

لَيْسَ مَعْنَى الدَّعْوَةِ إِلَى حُسْنِ الظَّنِّ أَنْ يَغْفُلَ الْمُسْلِمُ عَنْ حِيَلِ أَعْدَائِهِ وَمَكْرِهِمْ وَسُوءِ سَعْيِهِمْ، بَلْ عَلَيْهِ أَنْ يَكُونَ يَقِظًا حَذِرًا؛ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ

Bukan makna ajakan untuk berbaik sangka itu bahwa seorang muslim lalai terhadap tipu daya musuh-musuhnya, makar mereka, dan buruknya usaha mereka. Akan tetapi, ia harus tetap waspada dan berhati-hati. Allah Ta‘ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kalian.” (QS. An-Nisa’: 71)

Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: HUSNUZAN ATAU BERBAIK SANGKA"