Pembaca rahimakumullah, berikut adalah pelajaran tentang husnuzan atau berbaik sangka yang kami ringkas dari Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!
التَّرْغِيبُ فِي حُسْنِ الظَّنِّ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِANJURAN BERBAIK SANGKA DARI AL QURAN
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا- Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman: “Mengapa ketika kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri?” (QS. An-Nur: 12)
- Dan Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
ANJURAN BERBAIK SANGKA DARI SUNAH
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ؛ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَجَسَّسُوا، وَلَا تَحَسَّسُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا إِخْوَانًا- Dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian memata-matai, jangan mencari-cari kesalahan, jangan saling membenci, dan jadilah kalian bersaudara,” (Sahih Bukhari: 543. Lafaz ini milik beliau. Sahih Muslim:2563 dari Hadis Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu).
ANJURAN BERBAIK SANGKA DARI PARA SALAF
قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ سَمِعَ مِنْ أَخِيهِ كَلِمَةً أَنْ يَظُنَّ بِهَا سُوءًا، وَهُوَ يَجِدُ لَهَا فِي شَيْءٍ مِنَ الْخَيْرِ مَصْدَرًا- Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidak halal bagi seorang muslim yang mendengar suatu ucapan dari saudaranya lalu berprasangka buruk terhadap ucapan itu, padahal ia masih menemukan kemungkinan makna yang baik,” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar secara Muallaq di dalam At Tamhid: 18/20).
- Aktsam bin Shaifi berkata: “Barang siapa berbaik sangka, maka ia dirinya akan tenang,” (At-Tadzkirah li bni Hamdun: 7/138).
MAKNA HUSNUZAN SECARA ISTILAH
الحَذَرُ لُغَةً: تَغْلِيبُ جَانِبِ الْخَيْرِ عَلَى جَانِبِ الشَّرِّ، وَتَجَنُّبُ الْمُسَارَعَةِ بِالِاتِّهَامِ دُونَ بُرْهَانٍSecara bahasa: mendahulukan sisi kebaikan daripada sisi keburukan, serta menghindari sikap tergesa-gesa dalam menuduh tanpa bukti, (Akhlak Al Quran li Asy-Syurbazi: 4/42).
فَوَائِدُ حُسْنِ الظَّنِّBUAH AKHLAK BERBAIK SANGKA
حُسْنُ الظَّنِّ عَلَامَةٌ عَلَى كَمَالِ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِ الْمُتَحَلِّي بِهِ- Berbaik sangka adalah tanda sempurnanya iman dalam hati orang yang memilikinya.
- Di dalamnya terdapat penutupan pintu fitnah dan keburukan bagi setan yang terkutuk.
- Merupakan salah satu jalan untuk menambah keakraban dan kasih sayang di antara anggota masyarakat muslim.
- Benteng kokoh yang melindungi masyarakat dari tersebarnya perbuatan keji dan kerusakan moral.
- Menjadi bukti sehatnya hati, bersihnya jiwa, dan sucinya ruh.
- Berbaik sangka termasuk sebab ketenangan pikiran dan ketenteraman jiwa.
GAMBARAN AKHLAK HUSNUZAN
حُسْنُ الظَّنِّ بِاللَّهِ- Berbaik sangka kepada Allah.
- Berbaik sangka antara pemimpin dan bawahan.
- Berbaik sangka kepada saudara dan sahabat.
- Berbaik sangka kepada para salaf dan ulama.
- Berbaik sangka antara suami dan istri.
PENGHALANG MERAIH AKHLAK HUSNUZAN
فُشُوُّ سُوءِ الظَّنِّ وَانْتِشَارُ الشُّكُوكِ بَيْنَ أَفْرَادِ الْمُجْتَمَعِ- Merebaknya prasangka buruk dan tersebarnya keraguan di tengah masyarakat.
- Pendidikan yang membiasakan buruk sangka kepada manusia dan lebih mengedepankan tuduhan daripada prasangka baik.
- Ketidaktahuan terhadap hukum-hukum agama yang lurus serta menjauhi ajarannya yang menyerukan berbaik sangka.
- Tidak mengetahui manfaat berbaik sangka dan pengaruh baiknya.
- Berteman dengan orang-orang jahat.
- Hasad, dengki, dan iri hati.
SARANA MELATIH AKHLAK HUSNUZAN
دُعَاءُ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَالِابْتِهَالُ إِلَيْهِ حَتَّى يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ- Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya agar Dia menganugerahkan hati yang bersih.
- Meneladani Rasulullah ﷺ, para sahabat beliau yang mulia, dan para salaf umat yang saleh.
- Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak sejak usia dini agar terbiasa berbaik sangka.
- Seseorang menempatkan dirinya pada posisi orang lain. Ini adalah terapi rabbani dan obat Qurani yang Allah tunjukkan kepada orang-orang beriman dan Dia ajarkan kepada mereka.
- Berusaha menambah keimanan dengan melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan.
- Membawa ucapan kepada makna yang paling baik.
- Seorang mukmin hendaknya mencari alasan yang baik bagi saudara-saudaranya sesama mukmin.
- Menetapkan hukum berdasarkan yang tampak.
- Seorang hamba hendaknya menghadirkan dalam pikirannya berbagai kerusakan yang muncul akibat prasangka buruk.
Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi.
لَيْسَ مَعْنَى الدَّعْوَةِ إِلَى حُسْنِ الظَّنِّ أَنْ يَغْفُلَ الْمُسْلِمُ عَنْ حِيَلِ أَعْدَائِهِ وَمَكْرِهِمْ وَسُوءِ سَعْيِهِمْ، بَلْ عَلَيْهِ أَنْ يَكُونَ يَقِظًا حَذِرًا؛ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْBukan makna ajakan untuk berbaik sangka itu bahwa seorang muslim lalai terhadap tipu daya musuh-musuhnya, makar mereka, dan buruknya usaha mereka. Akan tetapi, ia harus tetap waspada dan berhati-hati. Allah Ta‘ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kalian.” (QS. An-Nisa’: 71)
Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: HUSNUZAN ATAU BERBAIK SANGKA"