zmedia

15 Golongan yang Dilaknat di dalam Quran

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah artikel tentang15 golongan yang dilaknat di dalam Quran. Semoga kita bisa menghindari sifat 15 golongan tersebut.

الْمَلْعُونُونَ فِي الْقُرْآنِ

Orang-orang yang Dilaknat dalam Al-Qur'an

Wahai orang-orang beriman hamba Allah, pembicaraan kita hari ini adalah tentang tema yang sangat serius yang telah dibicarakan oleh Al-Qur'an Al-Karim dan Sunnah Nabawiyah yang sahih. Banyak orang yang terjerumus ke dalamnya, dan penjelasan mengenainya datang sebagai peringatan dan perhatian bagi manusia agar menjauhinya. Karena dampaknya sangat buruk, serta pengaruhnya banyak bagi individu maupun masyarakat di dunia dan akhirat; tema tersebut adalah: Laknat dan Orang-orang yang Dilaknat.

Tema ini disebutkan di lebih dari empat puluh satu (41) tempat dalam Al-Qur'an Al-Karim sebagai bentuk peringatan, pengingkaran, larangan, serta mengabarkan tentang siapa saja yang berhak mendapatkannya. Selain itu, terdapat lebih dari tiga puluh (30) hadis dalam Sunah Nabawiyah mengenai hal ini, yang menunjukkan betapa bahayanya perkara tersebut.

Laknat artinya adalah

الطَّرْدُ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ، وَالْإِبْعَادُ عَنْهَا

Pengusiran dari rahmat Allah dan dijauhkan darinya.

Padahal rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu. Maka apabila manusia telah dijauhkan dari rahmat Allah, sungguh ia telah binasa di dunia dan di akhirat.

Pentingnya membahas tema ini muncul karena banyaknya sifat dan perbuatan yang tersebar saat ini, yang mana pelakunya terancam laknat dan pengusiran dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka, manusia harus mengenali siapa saja makhluk-makhluk yang terlaknat itu beserta sifat-sifatnya agar tidak terjerumus ke dalamnya, dan supaya mereka waspada untuk tidak mendekatinya. Juga karena maraknya praktik melaknat di lisan banyak orang saat ini, hingga hal itu menjadi kebiasaan yang mengalir di lidah mereka, baik saat bercanda maupun serius. Bahkan keadaannya sampai pada titik di mana salam atau tegur sapa sebagian mereka kepada yang lain adalah berupa laknat.

Selain itu, hal ini juga karena dampak buruknya bagi individu dan masyarakat. Dampak-dampak ini ada yang bersifat duniawi; karena sesungguhnya barangsiapa yang telah diusir dari rahmat Allah, maka tidak dapat diharapkan kebaikan darinya di dunia, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Adapun di akhirat, sesungguhnya orang yang dilaknat telah berputus asa dari rahmat Allah dan menjadi penghuni neraka, kita berlindung kepada Allah dari hal itu.

Dan juga, sesungguhnya mereka yang membiasakan laknat pada lisan mereka, dengan perbuatan ini mereka telah mengeluarkan lisan tersebut dari keutamaan yang agung, yaitu kesempurnaan iman dan istikamahnya lisan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ الْبَذِيءِ

"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka melaknat, bukan orang yang suka berkata keji, dan bukan pula orang yang berkata kotor."

Dan disebutkan dalam hadis lain:

لَا يَكُونُ اللَّعَّانُونَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak pula pemberi syafaat pada hari kiamat."

Karena alasan-alasan ini dan alasan lainnya, maka harus bagi kita untuk menyebutkan apa yang telah disebutkan oleh Al-Qur'an, baik berupa perbuatan, sifat, orang-orang, maupun perkara-perkara yang layak mendapatkan laknat. Al-Qur'an telah menegaskan pelaknatan atas hal-hal tersebut sebagai bentuk peringatan darinya.

Berikut adalah golongan-golongan yang dilaknat di dalam Al-Qur'an beserta penjelasan tafsirnya:

إِبْلِيسُ الشَّيْطَانُ الرَّجِيمُ

1 - Iblis, Setan yang Terkutuk

Maka yang pertama kali dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an adalah Iblis. Sebab pelaknatannya adalah karena ia enggan untuk bersujud kepada Adam dan menyombongkan diri, serta termasuk golongan orang-orang kafir. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ﴾

Allah berfirman: 'Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' (QS. Sad: 75) Penjelasan Tafsir: Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini merupakan kecaman langsung dari Allah atas kesombongan Iblis. Ungkapan:

خَلَقْتُ بِيَدَيَّ

"yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku" menunjukkan kemuliaan khusus Nabi Adam Nabi. Keengganan Iblis bersujud bersumber dari sifat hasad (dengki) dan takabur karena ia merasa unsurnya (api) lebih mulia daripada tanah.

Dan Allah berfirman di dalam ayat yang lain:

﴿قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ * وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ﴾

Allah berfirman: 'Maka keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat,' (QS. Al-Hijr: 34-35) Penjelasan Tafsir: Menurut Tafsir Al-Jalalain, kata rajim berarti yang diusir atau dilempari batu. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa kata

إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

"sampai hari kiamat"

bukan berarti laknat itu berhenti setelah kiamat, melainkan penegasan bahwa di dunia ia dilaknat oleh seluruh makhluk, dan setelah hari kiamat laknat tersebut akan berubah wujud menjadi siksaan fisik yang abadi di dalam neraka.

كُفَّارُ الْيَهُودِ

2 – Orang-orang Kafir dari Kalangan Yahudi

Mereka adalah golongan yang paling banyak mendapatkan bagian laknat di dalam kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal itu disebabkan oleh banyaknya perbuatan buruk mereka, seperti kesombongan mereka dari menerima kebenaran. Allah berfirman:

﴿وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ﴾

Dan mereka berkata: 'Hati kami tertutup'. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 88) Penjelasan Tafsir: Dalam Tafsir At-Thabari, kaum Yahudi berdalih secara sarkas bahwa hati mereka sudah penuh dengan ilmu (ghulf) atau tertutup dari dakwah Nabi Muhammad. Allah membantah kepalsuan alasan tersebut dan menegaskan bahwa ketidakmampuan mereka menerima kebenaran bukanlah cacat bawaan hati mereka, melainkan akibat langsung dari laknat Allah atas kekafiran yang mereka pilih sendiri.

Serta pendustaan dan kekafiran mereka terhadap kitab-kitab suci, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ﴾

Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu, (QS. Al-Baqarah: 89) Penjelasan Tafsir: Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebelum diutusnya Rasulullah, kaum Yahudi sering mengancam kaum musyrik Madinah bahwa mereka akan memenangi peperangan bersama nabi akhir zaman yang sifat-sifatnya tertulis di Taurat. Namun, ketika Nabi Muhammad benar-benar datang membawa kebenaran yang mereka kenali itu, mereka justru mengingkarinya karena rasa dengki (karena Nabi bukan dari bangsa Yahudi). Atas dasar keras kepala inilah laknat Allah turun. الْكَافِرُونَ عُمُومًا

3 – Orang-orang Kafir secara Umum

Mereka itu terlaknat berdasarkan dalil tegas (nas) Al-Qur'an Al-Karim. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا﴾

Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), (QS. Al-Ahzab: 64) Penjelasan Tafsir: Menurut Tafsir Al-Wajiz (Syekh Wahbah az-Zuhaili), ayat ini merupakan ketetapan umum bagi siapa saja yang menutup diri dari hidayah Allah (kafir) hingga akhir hayatnya. Laknat di sini bermakna pemutusan total dari rahmat Allah di dunia dalam bentuk petunjuk, serta di akhirat dikunci rapat di dalam neraka Sa'ir yang apinya terus berkobar. الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ

4 – Orang-orang Munafik Laki-laki dan Perempuan

Mereka ini adalah kawan karib orang-orang kafir dalam hal mendapatkan laknat; sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ﴾

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab yang kekal, (QS. At-Taubah: 68) Penjelasan Tafsir: Di dalam Tafsir As-Sa'di, disatukannya penyebutan kaum munafik dan kafir menunjukkan bahwa mereka setara dalam mendapatkan balasan makro. Kalimat:

هِيَ حَسْبُهُمْ

“cukuplah neraka bagi mereka,”

mengindikasikan bahwa siksaan tersebut sudah sangat adil dan setimpal dengan tipu daya yang mereka lakukan di dunia. Sifat munafik dilaknat keras karena mereka merusak Islam dari dalam.

مَنْ آذَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

5 – Orang yang Menyakiti Allah dan Rasul-Nya

Perbuatan menyakiti Allah dan utusan-Nya mendatangkan kebencian yang besar, sebagaimana Dia Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا﴾

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka, (QS. Al-Ahzab: 57) Penjelasan Tafsir: Imam Al-Qurthubi memaparkan dalam tafsirnya bahwa:

يُؤْذُونَ اللَّهَ

"menyakiti Allah"

maksudnya adalah melakukan perbuatan yang dimurkai-Nya seperti menuduh Allah punya anak atau menyekutukan-Nya, sebab Allah mustahil tertimpa bahaya fisik. Sedangkan "menyakiti Rasul" mencakup mendustakan, mencaci, menghina fisik, atau menentang syariatnya. Balasannya adalah kehinaan mutlak di dua alam.

قَاتِلُ النَّفْسِ الْمُؤْمِنَةِ عَمْدًا وَعُدْوَانًا

6 – Pembunuh Jiwa Seorang Mukmin secara Sengaja dan Aniaya

Termasuk dalam golongan orang yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak bertobat darinya adalah pembunuh yang menghilangkan nyawa orang beriman tanpa hak. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّله عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا﴾

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya, (QS. An-Nisa': 93). Penjelasan Tafsir: Tafsir Ibnu Katsir mencatat ayat ini sebagai salah satu ancaman paling keras dalam Al-Qur'an bagi satu jenis dosa setelah syirik. Di dalamnya terkumpul lima bentuk hukuman: Neraka Jahannam, kekal di dalamnya (bagi yang menghalalkan pembunuhan tersebut/jika mati tanpa tobat nasuha), kemurkaan Allah, laknat (jauh dari rahmat), dan azab yang besar. ٧. مَنْ يَقْذِفُ وَيَطْعَنُ فِي أَعْرَاضِ الْمُؤْمِنَاتِ

7 – Orang yang Menhuduh Zina dan Mencela Kehormatan Wanita Mukminah

Yaitu mereka yang menuduh wanita-wanita saleh yang baik-baik lagi bersih dari pikiran jahat dengan tuduhan palsu. Allah Subhanahu berfirman:

﴿إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ﴾

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah (tidak berpikir untuk berbuat zina) lagi beriman (dengan tuduhan zina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,” (QS. An-Nur: 23) Penjelasan Tafsir: Merujuk pada Asbabun Nuzul yang dijelaskan oleh At-Thabari, ayat ini turun berkaitan dengan fitnah keji yang menimpa Ummul Mukminin Aisyah (Haditsul Ifki). Kata al-ghafilat berarti wanita yang lugu atau bersih hatinya, yang bahkan tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk melakukan perbuatan zina. Menuduh mereka tanpa empat saksi sah mengundang laknat dunia (berupa hukuman cambuk/had) dan akhirat. قَاطِعُ الرَّحِمِ الْمُفْسِدُ فِي الْأَرْضِ

8 – Orang yang Memutuskan Tali Silaturahmi dan Berbuat Kerusakan

Mereka yang merusak tatanan sosial dan memutus hubungan kekeluargaan di muka bumi diancam dengan kebutaan hati. Allah Subhanahu berfirman:

﴿فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ﴾

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka, (QS. Muhammad: 22-23) Penjelasan Tafsir: Syeikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa berpaling dari syariat berbanding lurus dengan timbulnya kekacauan sosial dan rusaknya hubungan kekerabatan. Sebagai hukumannya, Allah mencabut fungsi utama panca indra spiritual mereka; telinga mereka menjadi "tuli" dari mendengarkan kebenaran yang bermanfaat, dan mata mereka "buta" dari melihat tanda-tanda hidayah. مَنْ يَرْتَدُّ عَنِ الْإِسْلَامِ وَيَمُتْ عَلَى كُفْرِهِ

9 – Orang yang Murtad dari Islam dan Mati dalam Kekafiran

Orang yang berpaling dari cahaya iman dan menetap dalam kekafirannya hingga ajal menjemput. Allah Ta'ala berfirman:

﴿أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ﴾

Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya, (QS. Ali 'Imran: 87) Penjelasan Tafsir: Berdasarkan Tafsir Al-Jalalain, laknat yang bertubi-tubi dari tiga pihak (Allah, malaikat, manusia) ditimpakan kepada orang murtad karena mereka telah mengetahui kebenaran Islam namun dengan sengaja membuangnya demi kesesatan. Seluruh makhluk mengutuk mereka karena mereka telah mengkhianati fitrah penciptaan yang paling agung. الظَّالِمُونَ

10 – Orang-orang Zalim

Yaitu orang-orang yang menganiaya orang lain karena kekuatan, kekuasaan, dan kelaliman mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ﴾

Ingatlah, laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, (QS. Hud: 18) Penjelasan Tafsir: Ibnu Katsir mengutip bahwa pada hari kiamat, akan ada malaikat yang menyeru di hadapan seluruh khalayak makhluk dengan kalimat dalam ayat ini. "Zalim" di sini mencakup kezaliman terbesar (yaitu syirik dan membuat kedustaan atas nama Allah) serta kezaliman horizontal berupa merampas hak-hak sesama manusia tanpa belas kasihan. نَاقِضُ الْعَهْدِ

11 – Orang yang Merusak Janji

Termasuk yang mendapatkan laknat adalah mereka yang melanggar perjanjian setia, berbuat kerusakan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambung. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿ وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙ أُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ ﴾

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi. Orang-orang itulah yang memperoleh laknat dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam), (QS. Ar-Ra'd: 25) Penjelasan Tafsir: Kaum mufasir (Tafsir At-Thabari) menggarisbawahi bahwa "janji" di sini mencakup janji primordial manusia kepada Allah untuk bertauhid, serta segala sumpah dan janji yang disepakati antarmanusia. Orang yang merusaknya setelah dikuatkan dinilai telah merobek sendi-sendi kepercayaan masyarakat, sehingga kelayakan mereka adalah mendapatkan suu'ud dar (tempat kembali yang paling mengerikan). قَوْمُ عَادٍ

12 – Kaum 'Ad

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga telah menegaskan pelaknatan terhadap kaum-kaum tertentu secara spesifik di dalam Al-Qur'an karena kekafiran, pendustaan, dan kerusakan yang mereka perbuat. Allah Subhanahu berfirman:

﴿وَأُتْبِعُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا إِنَّ عَادًا كَفَرُوا رَبَّهُمْ أَلَا بُعْدًا لِعَادٍ قَوْمِ هُودٍ﴾

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu, (QS. Hud: 60). Penjelasan Tafsir: Menurut Tafsir Al-Qurthubi, arti dari kata utbi'u (diikuti/ditempelkan) menunjukkan bahwa laknat telah menjadi "pakaian" atau bayangan yang tidak pernah lepas dari sejarah eksistensi Kaum 'Ad. Di dunia mereka dihancurkan oleh angin badai yang dingin, nama mereka dikenang buruk, dan di hari kiamat mereka diseret ke dalam siksaan terjauh (bu'dan berarti kebinasaan yang menjauhkan dari segala macam kebaikan). فِرْعَوْنُ وَمَلَأُهُ

13 – Firaun dan Para Pemuka Kaumnya

Mereka dilaknat Allah secara khusus karena kekafiran, kezaliman, serta sikap melampaui batas yang keterlaluan. Allah berfirman:

﴿وَأُتْبِعُوا فِي هَذِهِ لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ بِئْسَ الرِّفْدُ الْمَرْفُودُ﴾

“Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.” (QS. Hud: 99) Penjelasan Tafsir: Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kata:

الرِّفْدُ الْمَرْفُودُ

ar-rifdul marfud secara bahasa berarti sandaran atau hadiah yang diberikan.

Namun, dalam konteks ayat ini, kalimat tersebut bermakna ironi (sarkasme ilahi); bahwa "hadiah" timbal-balik yang diberikan Firaun kepada pengikutnya, dan yang diberikan Allah kepada mereka semua, adalah kombinasi laknat berlapis yang merupakan seburuk-buruk pemberian.

الْمُرْجِفُونَ فِي الْأَرْضِ

14 – Orang-orang yang Menebar Berita Bohong/Provokator

Yaitu mereka yang menyebarkan kekejian dan berita-berita palsu dengan tujuan mengguncang keamanan dan stabilitas di dalam masyarakat mereka. Allah Subhanahu berfirman:

لَّئِن لَّمْ يَنتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, (QS Al Ahzab: 60).

﴿مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا﴾

“Dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehabis-habisnya.” (QS. Al-Ahzab: 61) Penjelasan Tafsir: Menurut Tafsir Fi Zilalil Qur'an (Sayyid Quthb), al-murjifun adalah orang-orang yang suka melempar isu negatif atau hoaks di tengah masyarakat muslim untuk memperlemah mental dan memecah belah persatuan. Hukum syariat bagi provokator jenis ini sangat berat demi menjaga stabilitas negara; jika mereka tertangkap dan terbukti tidak mau berhenti, mereka kehilangan jaminan keamanan jiwa. الزَّوْجُ الْكَاذِبُ فِي الْمُلَاعَنَةِ

15 – Suami yang Berdusta dalam Sumpah Lian

Yaitu suami yang berbohong ketika menuduh istrinya berbuat zina tanpa adanya bukti nyata. Allah Subhanahu berfirman:

﴿وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ﴾

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta, (QS. An-Nur: 7) Penjelasan Tafsir: Di dalam Tafsir Al-Wajiz, proses li'an (sumpah saling melaknat) diatur agar suami yang tidak memiliki 4 saksi mata terhindar dari hukuman qadzaf (tuduhan zina balik). Namun, sumpah kelima ini memiliki konsekuensi teologis yang mengerikan. Jika sang suami ternyata berbohong hanya demi menjatuhkan reputasi istrinya, maka ia secara sukarela mengundang laknat Allah untuk mengunci mati pintu hatinya dari rahmat-Nya.

شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

16 – Pohon Zaqqum (Sebagai catatan tambahan dari teks, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga melaknat perkara selain manusia, yaitu tumbuhan di neraka melalui firman-Nya:)

﴿وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ﴾

“Dan (begitu pula) pohon yang terkutuk dalam Al-Qur'an.” (QS. Al-Isra': 60) Penjelasan Tafsir: Kaum mufasir (Tafsir At-Thabari dan Ibnu Katsir) menjelaskan bahwa penyebutan "pohon yang dikutuk" sempat menjadi bahan ejekan kaum kafir Quraisy (seperti Abu Jahal) yang secara logis menolak adanya pohon yang bisa tumbuh di dalam kobaran api neraka. Allah menegaskan pohon Zaqqum ini terlaknat dalam artian ia tumbuh di dasar neraka sebagai media untuk menyiksa dan mengutuk lambung orang-orang kafir yang memakannya.

Itulah lima belas golongan plus satu yang telah Allah laknat di dalam Al-Qur'an Al-Karim dengan jenis laknat yang paling keras, sebagai bentuk peringatan terhadap perbuatan mereka dan perhatian agar seorang muslim tidak terjerumus ke dalam perilaku mereka. Maka hendaknya kita waspada terhadap perbuatan-perbuatan tersebut demi menjauhkan diri dari laknat dan pengusiran dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Aku menyampaikan apa yang kalian dengar ini dan aku memohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan untuk kalian, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Post a Comment for "15 Golongan yang Dilaknat di dalam Quran"