zmedia

KHUTBAH IDUL ADHA 1447 H: Meluruskan Fondasi, Menyelamatkan Umat

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah khutbah idul adha berjudul meluruskan fondasi, menyelamatkan umat. Salat Iduladha adalah momen "panen" jamaah, di mana seluruh lapisan masyarakat berkumpul, bahkan mereka yang jarang ke masjid sekalipun. Menyampaikan materi yang mendasar (ushul) dengan nada yang tegas namun merangkul adalah pilihan yang sangat tepat.

KHUTBAH PERTAMA

اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أَكْبَرُ (3×) وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدًا سَعِيْدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ وَعْدًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Shalat Iduladha yang Dirahmati Allah, Hari ini, gema takbir membahana memuji kebesaran Allah ta’ala. Hari ini adalah hari kemenangan, hari berkurban, dan hari di mana kita berkumpul bersama dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Di tengah kebahagiaan ini, mari kita merenungkan kembali pondasi-pondasi dasar agama kita yang seringkali terlalaikan oleh kesibukan duniawi.

Jangan Tinggalkan Salat

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah, salat adalah tiang agama dan pembeda antara seorang muslim dengan kekafiran. Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Wahai para ayah, Anda adalah pemimpin keluarga. Jangan hanya tahu mencari nafkah, tetapi ketahuilah bahwa Anda bertanggung jawab menggandeng tangan anak-istri Anda menuju surga. Ketuk kamar anak-anak Anda ketika subuh hari, bawalah anak laki-laki Anda ke masjid!

Wahai para ibu, jadikanlah rumah Anda madrasah yang penuh dengan lantunan ayat suci dan tegaknya salat. Jadilah teladan yang pertama kali membentangkan sajadah ketika azan berkumandang.

Wahai anak-anak muda, masa muda kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Jangan gadaikan salat kalian demi game, nongkrong, atau pekerjaan. Sukses sejatimu dimulai dari atas sajadah.

Ingatlah ancaman Allah bagi orang yang meremehkan dan meninggalkan salat:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan/lembah Ghay di neraka.” (QS. Maryam: 59)

Tunaikan Zakat Harta (Zakat Maal)

Maasyiral muslimin, rahimakumullah, banyak di antara kita yang mengira zakat itu hanya zakat fitrah di bulan Ramadan. Padahal ada Zakat Maal (harta) yang wajib dikeluarkan setahun sekali jika sudah mencapai nisab (batas minimum harta) dan haul (satu tahun kepemilikan). Rasulullah ﷺ bersabda mengenai nisab ini:

لَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ خَمْسِ أَوَاقٍ مِنَ الْوَرِقِ صَدَقَةٌ

Tidak ada zakat pada perak yang kurang dari 5 awaq (5 uqiyah), (Sunan An Nasai: 2473). Lima awaq ini setara dengan 200 dirham atau 595 gram perak (atau sekitar Rp24 juta untuk zakat uang/tabungan per 24 Mei 2026). Maka saya wasiatkan kepada seluruh jamaah yang hadir, apabila dalam setahun hijriah ini tabungan, simpanan, emas, atau aset perdagangan Anda nilainya tidak pernah kurang dari nisab (setara 595 gram perak atau sekitar 24 juta rupiah saat ini) dan belum pernah dizakati, maka ketahuilah ada 2,5% hak fakir miskin di dalam harta Anda. Keluarkan zakatnya! Jangan biarkan harta haram menghancurkan harta halal Anda.

Ancaman bagi yang enggan berzakat sangatlah ngeri:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ . يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Tubah: 34-35)

Perintah Berkurban Bagi yang Mampu

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah, Iduladha diidentikkan dengan ibadah kurban (udhiyah). Allah ﷺ berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah, (QS. Al-Kautsar: 2). Saya wasiatkan, belilah hewan kurban jika Anda mampu. Kurban itu bukan bagi yang "kaya raya", tapi bagi yang "mampu". Seringkali kita mampu membeli gadget mahal, motor baru, tapi giliran kurban kita merasa miskin.

Rasulullah ﷺ memberi ancaman keras bagi orang yang punya kelapangan harta tapi pelit untuk berkurban:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) namun ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami, (Sunan Ibnu Majah: 3123). Di dalam Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (Ensiklopedia Fikih Kuwait), dijelaskan bahwa menurut Mazhab Imam Abu Hanifah (Hanafiyah), ibadah kurban hukumnya wajib/sunah muakadah bagi setiap muslim yang mukim dan mampu. Definisi "mampu" menurut mazhab ini adalah orang yang memiliki harta lebih dari kebutuhan pokoknya yang nilainya mencapai nisab perak, yaitu 200 dirham (Fluktuatif di kisaran Rp24 juta). Jadi, jika Anda punya sisa harta/tabungan bersih senilai itu, Anda sudah dianggap mampu berkurban menurut Mazhab Hanafi!

Jangan Melakukan Kesyirikan

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah, jagalah kemurnian tauhid kita. Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni jika pelakunya mati sebelum bertobat. Allah ﷺ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar, (QS. An-Nisa: 48). Saya wasiatkan seluruh jamaah untuk menghindari kesyirikan dalam berbagai modelnya di dunia modern ini. Mulai dari syirik klasik seperti percaya dukun, memakai jimat, menganggap keramat benda-benda pusaka, mendatangi peramal nasib, hingga syirik modern dalam bentuk menghamba pada materi, jabatan, serta menggantungkan harapan hidup sepenuhnya kepada manusia dan makhluk, hingga melupakan Allah yang Maha Mengatur Takdir. Bersihkan hati kita hanya untuk Allah!

Jangan Mendekati Zina

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah, kemaksiatan yang sedang menghancurkan moral generasi kita adalah perzinaan. Allah ﷺ menutup celah ini dengan sangat rapat melalui firman-Nya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk, (QS. Al-Isra: 32). Wahai para ayah, jaga anak perempuan Anda! Perhatikan dengan siapa dia pergi, bagaimana pakaiannya saat keluar rumah. Anda akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah atas kehormatan putri-putri Anda. Wahai para Ibu, dekati anak-anak Anda. jadilah tempat curhat yang nyaman bagi mereka agar mereka tidak mencari pelampiasan kasih sayang yang salah di luar sana yang berujung pada pergaulan bebas. Wahai pemuda-pemudi, pacaran, khalwat (berduaan), ikhtilath (bercampur baur tanpa batas), dan saling mengirim video/foto tidak senonoh adalah pintu masuk zina. Jaga kehormatan kalian, tundukkan pandangan kalian, sibukkan diri dengan hal-hal sebelum pernikahan yang halal menjemput kalian.

Jauhi Judi Online, Riba, dan Pinjol

Ma;asyiral muslimin, rahimakumullah, hari ini, masyarakat kita sedang dijajah oleh penyakit mental dan ekonomi baru yang sangat merusak: Judi Online dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal berbasis Riba. Allah ta’ala melarang keras judi dan khamar dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan, (QS. Al-Maidah: 90)

Dan mengenai Riba, Allah mengumumkan perang kepada pelakunya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu, (QS. Al-Baqarah: 278-279). Saya wasiatkan dengan sangat tegas, demi menyelamatkan dunia dan akhirat Anda, demi keutuhan rumah tangga Anda, BERHENTILAH dari judi online! Tidak ada orang kaya karena judi, yang ada adalah hancurnya masa depan, perceraian, dan bunuh diri. JAUHILAH Pinjol serta Riba! Hiduplah secara qanaah, syukuri apa yang ada. Lebih baik makan nasi seadanya daripada makan mewah tapi hasil berutang dengan cara riba yang mengundang murka Allah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اللهُ أَكْبَرُ (7×) وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Marilah kita tutup rangkaian ibadah shalat Id ini dengan menundukkan kepala, merendahkan hati, memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah ta'ala. Semoga segala wasiat kebaikan tadi menancap di dalam dada kita dan mampu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

(Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa).

اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

(Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin. Hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik. Hancurkanlah musuh-musuh-Mu yang memusuhi agama ini).

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا زَوْجَاتِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ بَارِّيْنَ، هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ، وَقِنَا وَإِيَّاهُمْ عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

(Ya Allah, perbaikilah istri-istri dan keturunan kami. Jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh, berbakti, dan mendapat petunjuk. Anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata).

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا فِيْ إِنْدُوْنِيْسِيَا، اِجْعَلْهُمْ حُكَّامًا عَادِلِيْنَ، صَالِحِيْنَ، مُتَّقِيْنَ، يَخَافُوْنَكَ وَيَرْحَمُوْنَ شَعْبَهُمْ. وَأَصْلِحْ رَعِيَّتَهَا، وَاجْعَلْ شَعْبَ إِنْدُوْنِيْسِيَا شَعْبًا صَالِحًا، مُتَّقِيًا، مُتَآخِيًا.

(Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kami di Indonesia, jadikan mereka pemimpin yang adil, saleh, bertakwa, takut kepada-Mu dan sayang kepada rakyatnya. Perbaikilah pula rakyatnya, jadikan rakyat Indonesia rakyat yang saleh, bertakwa, dan saling bersaudara).

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا بَلْدَةً طَيِّبَةً وَرَبٌّ غَفُوْرٌ، آمِنَةً، مُطْمَئِنَّةً، سَخَاءً، رَخَاءً، مَحْفُوْظَةً مِنَ الْفِتَنِ وَالْكُوَارِثِ وَالْأَوْبِئَةِ.

(Ya Allah, jadikanlah negara kami Indonesia negara yang baik yang penuh ampunan-Mu, aman, tenteram, makmur, murah rezeki, serta terjaga dari fitnah, bencana, dan wabah).

اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ غَزَّةَ وَفِلَسْطِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمُ النَّصْرَ وَالْمَعُوْنَةَ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيْزُ.

(Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami yang berjuang dan tertindas di Gaza dan Palestina. Teguhkanlah kaki mereka, sembuhkan yang sakit, terimalah syuhada mereka, dan turunkanlah kemenangan serta pertolongan-Mu kepada mereka, Wahai Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa).

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Demikian khutbah idul adha 1447 tentang Meluruskan Fondasi, Menyelamatkan Umat. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 24 Mei 2026

Irfan Nugroho (Hanya tukang ngarit. Biasa saja)

Post a Comment for "KHUTBAH IDUL ADHA 1447 H: Meluruskan Fondasi, Menyelamatkan Umat"