zmedia

Khutbah Jumat: Menguatkan, Menjaga Persaudaraan

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah khutbah Jumat tentang menguatkan dan menjaga persaudaraan Islam. Semoga bermanfaat!

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، رَغْمَ أَنْفِ مَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ قَالَ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ تَنْزِيلِهِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, Islam hadir sebagai pengikat hati yang paling kuat. Allah ta'ala telah menetapkan sebuah hubungan sakral di antara umat Islam, yakni hubungan persaudaraan. Allah berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةࣱ فَأَصۡلِحُوا۟ بَیۡنَ أَخَوَیۡكُمۡۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Aisarut Tafasir menjelaskan bahwa ayat ini menetapkan batasan persaudaraan yang eksklusif bagi kaum mukmin dalam ikatan agama Islam. Persaudaraan ini bukan sekadar status, melainkan sebuah tanggung jawab. Jika terjadi perselisihan atau pertikaian di antara sesama muslim, maka wajib bagi kita untuk melakukan ishlah (pendamaian).

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Syaikh Al-Jazairi menegaskan bahwa kita dilarang keras meremehkan perpecahan. Beliau mengingatkan agar kita berupaya menambal setiap keretakan dan memperbaiki setiap kerusakan hubungan di antara individu umat Islam. Jangan sampai kita bersikap abai atau lalai dalam mendamaikan pihak yang bertikai, karena sikap abai tersebut bisa berujung pada pertumpahan darah, runtuhnya bangunan keimanan, dan terpecah belahnya umat menjadi golongan-golongan yang saling memusuhi.

Maka, melalui ayat ini, kita dapat memetik pelajaran penting:
  1. Wajib bersegera melakukan ishlah: Setiap kali terjadi perselisihan atau keretakan di antara sesama muslim, wajib bagi kita untuk segera menjadi penengah yang mendamaikan.
  2. Sikap tegas terhadap kedzaliman: Wajib bagi kaum muslimin untuk bekerja sama dalam mendisiplinkan atau menegur kelompok yang berbuat zalim dan melampaui batas, hingga mereka kembali kepada kebenaran.
  3. Keadilan: Wajib bagi kita untuk memutuskan segala perkara dengan adil, baik itu terkait urusan sesama muslim maupun dengan pihak lainnya.
  4. Perwujudan Persaudaraan: Persaudaraan Islam bukanlah sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan nyata melalui ucapan yang baik dan perbuatan yang saling menguatkan.
Mari kita bertakwa kepada Allah dalam menjaga persaudaraan ini. Janganlah kita biarkan perbedaan pendapat memutus tali silaturahim, karena sesungguhnya rahmat Allah hanya akan turun kepada umat yang bersatu, saling menyayangi, dan saling menjaga kehormatan satu sama lain.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Marilah kita menutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah, memohon agar Dia mempersatukan hati-hati kita dan menjauhkan kita dari segala fitnah perpecahan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا إِخْوَةً مُتَحَابِّينَ فِيكَ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى، وَاكْفِنَا شَرَّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Post a Comment for "Khutbah Jumat: Menguatkan, Menjaga Persaudaraan"