zmedia

Ulul Azmi dan Keutamaan Mereka - Syarah Bidayah fi Akidah 12 Ep. 1

Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah dan cukuplah Dia bagi kita. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Amma ba'du.

Kita masih melanjutkan penjelasan kitab Al-Bidayah fi al-Aqidah.

BAB KEEMPAT: IMAN KEPADA PARA RASUL

MATAN KITAB:

الضَّابِطُ الرَّابِعُ: الْإِيمَانُ بِتَفَاضُلِ الرُّسُلِ، وَأَنَّ أَفْضَلَهُمْ أُولُو الْعَزْمِ، وَسَيِّدُهُمْ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Kaidah Keempat: Beriman bahwa para Rasul itu memiliki tingkatan keutamaan di antara mereka, dan yang paling utama adalah Ulul Azmi, dan pemimpin mereka adalah Muhammad . Penjelasan:

Para ulama telah bersepakat bahwa para Nabi dan Rasul memiliki tingkatan keutamaan di antara mereka. Allah Tabaraka wa Ta'ala telah berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain." (QS. Al-Baqarah: 253) Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla melebihkan sebagian Rasul atas sebagian yang lain. Dan Rasul yang paling utama adalah Ulul Azmi. Rasul Ulul Azmi itu ada lima, yaitu: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad ﷺ. Allah Ta'ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا

"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu sendiri (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (QS. Al-Ahzab: 7)

KEUTAMAAN NABI MUHAMMAD ﷺ

Merekalah para Rasul Ulul Azmi yang Allah Azza wa Jalla ambil dari mereka perjanjian yang teguh. Dan pemimpin mereka adalah Muhammad ﷺ. Di antara keutamaan Nabi ﷺ adalah apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الغَنَائِمُ وَلَمْ تَحُلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

"Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: Aku ditolong dengan rasa takut (yang menghinggapi musuh) sebulan perjalanan, dijadikan bagiku bumi sebagai tempat sujud (masjid) dan suci, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat maka hendaklah ia shalat, dihalalkan bagiku harta rampasan perang (ghanimah) yang tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, aku diberikan syafaat, dan dahulu Nabi diutus kepada kaumnya secara khusus sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia secara umum." (Sahih Bukhari: 335) Begitu pula yang menunjukkan bahwa yang paling utama adalah Muhammad ﷺ adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

"Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat lalu aku meminta untuk dibukakan. Penjaga surga bertanya: 'Siapa engkau?' Aku menjawab: 'Muhammad'. Ia berkata: 'Hanya karenamu aku diperintahkan, aku tidak membukanya untuk seorang pun sebelummu'." (Sahih Muslim: 197) Termasuk yang menjadikan Nabi ﷺ sebagai yang utama adalah apa yang diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَنَا أَوَّلُ النَّاسِ يَشْفَعُ فِي الْجَنَّةِ، وَأَنَا أَكْثَرُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَعًا

"Aku adalah orang pertama yang memberi syafaat di surga, dan aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya." (Sahih Muslim: 196) Juga yang menunjukkan hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَنَا أَكْثَرُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

"Aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat, dan aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga." (Sahih Muslim: 196) Muslim juga meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَنَا أَوَّلُ شَفِيعٍ فِي الْجَنَّةِ، لَمْ يُصَدَّقْ نَبِيٌّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ مَا صُدِّقْتُ، وَإِنَّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيًّا مَا يُصَدِّقُهُ مِنْ أُمَّتِهِ إِلَّا رَجُلٌ وَاحِدٌ

"Aku adalah pemberi syafaat pertama di surga. Tidak ada seorang Nabi pun dari para Nabi yang dibenarkan (oleh pengikut sebanyak) apa yang aku dibenarkan. Sungguh di antara para Nabi ada yang tidak dibenarkan oleh umatnya kecuali oleh satu orang laki-laki saja." (Sahih Muslim: 196)

Hadis ini menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman bersama Nabi ﷺ dari umatnya lebih banyak daripada mereka yang beriman bersama para Rasul dan Nabi terdahulu.

Dan yang menunjukkan pula bahwa Nabi ﷺ adalah Rasul yang paling utama adalah apa yang diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ، وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

"Aku adalah pemimpin anak cucu Adam pada hari kiamat, orang pertama yang kuburnya terbuka (dibangkitkan), pemberi syafaat pertama, dan orang pertama yang dikabulkan syafaatnya." (Sahih Muslim: 2278). Tebusan baginya ayah dan ibuku, ﷺ.

KEUTAMAAN IBRAHIM 'ALAIHISSALAM

1 – Nabi Ibrahim adalah Khalilurrahman Beliau termasuk Ulul Azmi dari kalangan Rasul. Beliau adalah Khalilurrahman (kekasih Allah). Tidak ada yang menyamai beliau dalam gelar al-Khullah (kekasih yang sangat dicintai) kecuali Muhammad ﷺ. Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." (QS. An-Nisa: 125) 2 – Nabi Ibrahim Imam Bagi Manusia, Kecuali Bagi Orang Zalim Kedua, Allah telah menjadikannya pemimpin (imam) bagi manusia agar mereka mengikutinya dan mendapat petunjuk dengan bimbingannya. Allah berfirman:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim"." (QS. Al-Baqarah: 124) 3 – Nabi Ibrahim Membangun Baitul Haram Ketiga, Allah Azza wa Jalla menjalankan proses pembangunan Baitul Haram melalui tangannya dan anaknya, Ismail. Allah Ta'ala berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"." (QS. Al-Baqarah: 127) 4 – Maqam Ibrahim Tempat Salat

Demikian pula di antara keutamaan Ibrahim 'alaihissalam adalah Allah Azza wa Jalla memerintahkan untuk menjadikan makamnya (Maqam Ibrahim) sebagai tempat shalat. Yaitu batu tempat beliau berdiri saat membangun Ka'bah, sehingga kedua telapak kaki beliau yang mulia berbekas pada batu tersebut. Allah berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud"." (QS. Al-Baqarah: 125) 5 – Semua Nabi Setelahnya Keturunan Nabi Ibrahim

Dan di antara keutamaan Nabi Allah Ibrahim 'alaihissalam adalah Allah membatasi kenabian dan kitab-kitab setelahnya hanya pada keturunannya. Maka tidak ada seorang Nabi maupun Rasul pun yang datang setelah Ibrahim 'alaihissalam melainkan berasal dari keturunannya. Allah Ta'ala berfirman:

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Al-Ankabut: 27) 6 – Nabi Ibrahim Orang Pertama Berpakaian di Padang Mahsyar Di antara keutamaan Ibrahim 'alaihissalam juga adalah apa yang telah tetap dalam Ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim), bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا

"Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (di padang Mahsyar) dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum dikhitan."

Kemudian beliau membaca ayat:

كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

"Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya." (QS. Al-Anbiya: 104)

Lalu Nabi ﷺ bersabda:

وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ

"Dan orang pertama yang akan diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim 'alaihissalam." (Sahih Bukhari: 3349 dan Muslim No. 2860) 7 – Ibrahim adalah Sidiq dan Nabi

Sungguh Allah telah mengumpulkan bagi beliau dua kedudukan agung dalam Kitab-Nya, di mana Allah berfirman:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

"Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan (shiddiq) lagi seorang Nabi." (QS. Maryam: 41) Allah mengumpulkan baginya antara sifat shiddiqiyah (kebenaran yang sempurna) dan kenabian, 'alaihis shalatu was salam.

KEUTAMAAN NABI NUH 'ALAIHISSALAM

1 – Nabi Nuh Melakukan Jihad yang Agung

Kita berpindah kepada Nabi Allah Nuh 'alaihissalam. Beliau telah berjihad mendakwahi kaumnya dengan jihad yang agung. Allah Azza wa Jalla mengaruniakan kesabaran kepada beliau dalam menghadapi mereka, di mana beliau terus-menerus mendakwahi mereka malam dan siang, secara rahasia maupun terang-terangan. Allah Ta'ala berfirman:

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا  فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا  وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا  ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا  ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا  فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

"Nuh berkata: 'Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu tidak menambah kepada mereka selain lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (ingkar) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka secara terbuka (terang-terangan), kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka secara terbuka dan dengan diam-diam kepada mereka, maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun'." (QS. Nuh: 5-10) 2 – Nabi Nuh Dikaruniai Umur Panjang

Dan Nuh 'alaihissalam telah dipanjangkan umurnya oleh Allah Azza wa Jalla. Dikatakan bahwa beliau diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, ada yang mengatakan 400 tahun, dan ada pula pendapat lain. Kemudian beliau tinggal di tengah mereka selama 1000 tahun kurang 50 tahun (950 tahun) untuk mendakwahi mereka kepada Allah. Ketika Allah menenggelamkan negeri tersebut, beliau masih hidup beberapa waktu lagi setelah air bah (topan). Maka ini semua adalah umur Nuh 'alaihissalam, oleh karena itu beliau dijadikan perumpamaan dalam hal panjangnya usia. Allah Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Ankabut: 14)

KEUTAMAAN NABI MUSA 'ALAIHISSALAM

1 – Nabi Musa Kalimullah Adapun Nabi Allah Musa 'alaihissalam, beliau adalah Kalimullah (orang yang diajak bicara langsung oleh Allah) Tabaraka wa Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

"Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." (QS. An-Nisa: 164)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيَقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau'. Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: 'Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman'." (QS. Al-A'raf: 143) 2 – Nabi Musa Memiliki 9 Mukjizat

Di antara keutamaan beliau 'alaihissalatu was salam adalah Allah Azza wa Jalla memberikannya sembilan mukjizat. Allah Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyalah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya: 'Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir'." (QS. Al-Isra: 101) a – Mukjizat Tangan

Allah Ta'ala berfirman tentang sebagian mukjizatnya:

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعَ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

"Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih (cemerlang) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dibawa) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik." (QS. An-Naml: 12)

Ini adalah mukjizat tangan, beliau memasukkan tangannya ke dalam saku bajunya, lalu ketika dikeluarkan, tangan itu keluar dalam keadaan putih bercahaya seperti rembulan, kemudian beliau memasukkannya kembali dan ia keluar normal seperti sedia kala.

b – Mukjizat Tongkat

Adapun mukjizat Musa 'alaihissalam yang paling terkenal adalah mukjizat tongkat. Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَىٰ  قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَىٰ  قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَىٰ  فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ  قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَىٰ

"Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? Berkata Musa: 'Ini adalah tongkatku, aku berpegang padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya'. Allah berfirman: 'Lemparkanlah ia, hai Musa!' Lalu dilemparkannya tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. Allah berfirman: 'Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula'." (QS. Thaha: 17-21) Ketika beliau melemparkan tongkat tersebut, ia berubah menjadi ular yang sangat besar. Dikatakan bahwa ular tersebut meletakkan rahang bawahnya di bawah gunung dan rahang atasnya di atas gunung, lalu menelan bebatuan. Itu adalah ular yang sangat besar yang belum pernah terlihat tandingannya.

KEUTAMAAN NABI ISA 'ALAIHISSALAM

1 – Nabi Isa Lahir Tanpa Ayah

Adapun Nabi Allah Isa 'alaihissalam, beliau dikhususkan di antara seluruh makhluk karena dilahirkan dari seorang ibu tanpa ayah. Di mana Allah mengutus Jibril 'alaihissalam lalu ia meniupkan roh pada leher baju Maryam 'alaihissalam, sehingga ia mengandung Isa.

2 – Nabi Isa Berbicara ketika Bayi

Di antara keutamaan beliau adalah beliau berbicara saat masih di dalam buaian (bayi). Beliau mengucapkan perkataan yang membuat orang-orang fasih dan ahli retorika tak berdaya. Allah Ta'ala berfirman:

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا  قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا  وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا  وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا  وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

"Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: 'Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?' Berkata Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali'." (QS. Maryam: 29-33)

Post a Comment for "Ulul Azmi dan Keutamaan Mereka - Syarah Bidayah fi Akidah 12 Ep. 1"