Pembaca rahimakumullah, Al Jud atau dermawan adalah satu dari sekian akhlak mulia di dalam Islam. Kita sudah lama memahami ketika disebut kata “dermawan,” tetapi bagaimana kita menjelaskan kepada anak-anak kita apa arti dermawan, bagaimana melatihnya, dan apa saja penghalang akhlak tersebut? Berikut adalah terjemahan dan ringkasan dari Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah tentang Al Jud atau dermawan. Semoga bermanfaat!
التَّرْغِيبُ فِي الْجُودِ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِDALIL AL JUD DARI QURAN
Allah ta’ala berfrman:مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," (QS. Al-Baqarah: 261).
Allah ta’ala juga berfirman:
وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Dan perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat," (QS. Al-Baqarah: 265).
Allah ta’ala berfirman:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Orang-orang yang menginfakkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati," (QS. Al-Baqarah: 274).
التَّرْغِيبُ فِي الْجُودِ مِنَ السُّنَّةِ النَّبَوِيَّةِDALIL AL JUD DARI SUNAH NABAWIYAH
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ؛ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ
"Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu; yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada keluargamu," (Sahih Muslim: 995).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
"Tidak ada satu hari pun di mana hamba-hamba Allah memasuki waktu pagi kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya,'" (Sahih Bukhari: 1442. Sahih Muslim: 1010).
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan saat Jibril menemui beliau. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk tadarus (mempelajari) Al-Qur'an bersamanya. Sungguh, Rasulullah ﷺ jauh lebih dermawan dalam melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus (dengan lembut dan cepat)," (Sahih Bukhari: 6, dan redaksi ini milik beliau. Sahih Muslim: 2308).
التَّرْغِيبُ فِي الْجُودِ مِنْ أَقْوَالِ السَّلَفِ وَالْعُلَمَاءِANJURAN AKHLAK AL JUD DARI PARA SALAF
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berkata:الْجُودُ حَارِسُ الْأَعْرَاضِ
"Kedermawanan adalah penjaga kehormatan," (Az-Zamakhsyari, di dalam Rabī’ al-Abrār: 4/ 357).
Al-Hasan (Al-Bashri) ditanya tentang akhlak yang baik, lalu beliau menjawab:
الْكَرَمُ، وَالْبَذْلَةُ، وَالِاحْتِمَالُ
"Kemuliaan hati, suka memberi, dan kesabaran dalam menanggung beban," (Al-Barjalani, di dalam Al-Karam wa al-Jūd wa Sakhā’ al-Nufūs: 55).
As-Subki, di dalam Ṭabaqāt al-Syāfi’iyyah al-Kubrā (2/ 191) berkata:
كَانَ الْبُوشَنْجِيُّ جَوَادًا سَخِيًّا، وَكَانَ يُقَدِّمُ لِسَنَانِيرِهِ مِنْ كُلِّ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ، وَبَاتَ لَيْلَةً ثُمَّ ذَكَرَ السَّنَانِيرَ بَعْدَ فَرَاغِ طَعَامِهِ، فَطَبَخَ فِي اللَّيْلِ مِنْ ذَلِكَ الطَّعَامِ وَأَطْعَمَهُمْ
Al-Busyanji adalah seorang yang sangat dermawan dan murah hati. Beliau selalu menyuguhkan untuk kucing-kucingnya bagian dari setiap makanan yang ia makan. Suatu malam, ia teringat pada kucing-kucingnya setelah ia selesai makan, maka ia pun memasak makanan tersebut di tengah malam dan memberi mereka makan.
Al-Busyanji atau Ali bin Ahmad bin Sahl al-Busyanji (Afghanistan) adalah seorang ulama besar, ahli zuhud, dan tokoh sufi yang wafat pada tahun 348 Hijriah.
مَعْنَى الْجُودِ لُغَةً وَاصْطِلَاحًاDEFINISI AL JUD (DERMAWAN)
Al-Jud secara bahasa:التَّسَمُّحُ بِالشَّيْءِ، وَكَثْرَةُ الْعَطَاءِ
Kemudahan dalam memberikan sesuatu, dan banyaknya pemberian.
الْجُودُ اصْطِلَاحًا:
Al-Jud secara istilahAl-Karmani berkata:
الْجُودُ: إِعْطَاءُ مَا يَنْبَغِي لِمَنْ يَنْبَغِي
Al-Jud adalah memberikan apa yang semestinya (bermanfaat) kepada orang yang semestinya (berhak menerima), (Az-Zabidi, di dalam Tāj al-‘Arūs: 7/ 527).
Dan dikatakan pula:
صِفَةٌ تَحْمِلُ صَاحِبَهَا عَلَى بَذْلِ مَا يَنْبَغِي مِنَ الْخَيْرِ لِغَيْرِ عِوَضٍ
Sebuah sifat yang mendorong pemiliknya untuk mencurahkan kebaikan yang semestinya tanpa mengharapkan imbalan, (Ibrahim Mustafa dkk., di dalam Al-Mu’jam al-Wasīṭ: 146).
حُكْمُ الْكَرَمِ وَالْجُودِHUKUM AL JUD
Ibnu Hazm berkata:بَذْلُ الْوَاجِبَاتِ فَرْضٌ، وَبَذْلُ مَا فَضَلَ عَنِ الْقُوتِ جُودٌ، وَالْإِيثَارُ عَلَى النَّفْسِ مِنَ الْقُوتِ بِمَا لَا تَهْلِكُ عَلَى عَدَمِهِ فَضْلٌ... وَإِعْطَاءُ النَّاسِ حُقُوقَهُمْ مِمَّا عِنْدَكَ لَيْسَ جُودًا وَلَكِنَّهُ حَقٌّ
"Memberikan yang wajib hukumnya fardu, memberikan sesuatu yang lebih dari kebutuhan pokok adalah kedermawanan (jud), dan mengutamakan orang lain (itsar) atas diri sendiri dalam hal kebutuhan pokok, selama hal itu tidak menyebabkan kebinasaan (pada diri sendiri) karena ketiadaannya, adalah suatu keutamaan (fadhl). Adapun memberikan hak orang lain yang ada padamu bukan termasuk Al Jud (dermawan), tetapi kewajiban," (Ibnu Hazm al-Andalusi, di dalam Al-Akhlāq wa al-Siyar fī Mudāwāt al-Nufūs: 79-80).
Beliau juga berkata:
مَا بَذَلْتَ مِنْ قُوتِكَ لِمَنْ هُوَ أَمَسُّ حَاجَةً مِنْكَ فَهُوَ فَضْلٌ وَإِيثَارٌ، وَهُوَ خَيْرٌ مِنَ الْجُودِ، وَمَا مُنِعَ مِنْ هَذَا فَهُوَ لَا حَمْدٌ وَلَا ذَمٌّ، وَهُوَ انْتِصَافٌ
"Apa yang engkau berikan dari kebutuhan pokokmu kepada orang yang lebih mendesak kebutuhannya daripadamu, maka itu adalah keutamaan dan itsar, dan itu lebih baik daripada Al Jud (Dermawan) yang biasa. Adapun menahan hal tersebut (tidak memberikan itsar namun tetap memenuhi kewajiban), maka dia tidak dipuji juga tidak dicela, dan itu adalah sikap pertengahan (adil)," (Ibnu Hazm al-Andalusi, di dalam Al-Akhlāq wa al-Siyar fī Mudāwāt al-Nufūs: 79).
حُكْمُ الْكَرَمِ وَالْجُودِHUKUM AL JUD ATAU DERMAWAN
Ibnu Hazm berkata:بَذْلُ الْوَاجِبَاتِ فَرْضٌ، وَبَذْلُ مَا فَضَلَ عَنِ الْقُوتِ جُودٌ، وَالْإِيثَارُ عَلَى النَّفْسِ مِنَ الْقُوتِ بِمَا لَا تَهْلِكُ عَلَى عَدَمِهِ فَضْلٌ... وَإِعْطَاءُ النَّاسِ حُقُوقَهُمْ مِمَّا عِنْدَكَ لَيْسَ جُودًا وَلَكِنَّه حَقٌّ
"Menunaikan kewajiban adalah fardu (wajib), memberikan kelebihan dari kebutuhan pokok adalah kedermawanan (jud), dan mengutamakan orang lain (itsar) atas diri sendiri dalam hal kebutuhan pokok, selama hal itu tidak menyebabkan kebinasaan diri, adalah suatu keutamaan (fadhl)... Adapun memberikan hak-hak orang lain yang ada padamu bukanlah kedermawanan, melainkan sebuah kewajiban," (Ibnu Hazm al-Andalusi, di dalam Al-Akhlāq wa al-Siyar fī Mudāwāt al-Nufūs: Halaman 79–80).
Beliau juga berkata:
مَا بَذَلْتَ مِنْ قُوتِكَ لِمَنْ هُوَ أَمَسُّ حَاجَةً مِنْكَ فَهُوَ فَضْلٌ وَإِيثَارٌ، وَهُوَ خَيْرٌ مِنَ الْجُودِ، وَمَا مُنِعَ مِنْ هَذَا فَهُوَ لَا حَمْدٌ وَلَا ذَمٌّ، وَهُوَ انْتِصَافٌ
"Apa yang engkau berikan dari kebutuhan pokokmu kepada orang yang lebih mendesak kebutuhannya daripadamu, maka itu adalah keutamaan dan itsar, dan itu lebih baik daripada kedermawanan biasa. Adapun menahan hal tersebut (tidak memberikan itsar namun tetap memenuhi kewajiban), maka tidak ada pujian maupun celaan baginya, dan itu adalah sikap pertengahan (adil)," (Ibnu Hazm al-Andalusi, di dalam Al-Akhlāq wa al-Siyar fī Mudāwāt al-Nufūs: Halaman 79).
فَوَائِدُ الْكَرَمِ وَالْجُودِFAIDAH AL JUD
Berikut adalah beberapa faidah jika seseorang mengamalkan akhlak Al Jud atau Dermawan:الْكَرَمُ وَالْجُودُ وَالْعَطَاءُ مِنْ كَمَالِ الْإِيمَانِ وَحُسْنِ الْإِسْلَامِ
1 – Kemuliaan, kedermawanan, dan sifat suka memberi adalah bagian dari kesempurnaan iman dan baiknya keislaman seseorang.
دَلِيلُ حُسْنِ الظَّنِّ بِاللَّهِ تَعَالَى
2 – Merupakan bukti husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah Ta'ala.
الْكَرَامَةُ فِي الدُّنْيَا، وَرَفْعُ الذِّكْرِ فِي الْآخِرَةِ
3 – Memperoleh kehormatan di dunia dan tingginya sebutan (kedudukan) di akhirat.
الْمُتَّصِفُ بِهَذِهِ الصِّفَاتِ مَحْبُوبٌ مِنَ الْخَالِقِ الْكَرِيمِ، وَقَرِيبٌ مِنَ الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ
4 – Orang yang memiliki sifat-sifat ini dicintai oleh Sang Pencipta Yang Maha Pemurah, dan dekat dengan seluruh makhluk.
الْمُتَّصِفُ بِهَذِهِ الصِّفَاتِ قَلِيلُ الْأَعْدَاءِ وَالْخُصُومِ
5 – Orang yang memiliki sifat-sifat ini akan memiliki sedikit musuh dan lawan.
هَذِهِ الصِّفَاتُ تُثْمِرُ حُسْنَ ثَنَاءِ النَّاسِ عَلَيْهِ
6 – Sifat-sifat ini membuahkan pujian yang baik dari orang-orang kepadanya.
هَذِهِ الصِّفَاتُ تَبْعَثُ عَلَى التَّكَافُلِ الِاجْتِمَاعِيِّ وَالتَّوَادِّ بَيْنَ النَّاسِ
7 – Sifat-sifat ini mendorong terwujudnya solidaritas sosial dan kasih sayang di antara sesama manusia.
هَذِهِ الصِّفَاتُ تَزِيدُ الْبَرَكَةَ فِي الرِّزْقِ وَالْعُمُرِ
8 – Sifat-sifat ini menambah keberkahan dalam rezeki dan usia.
صُوَرُ وَمَظَاهِرُ صِفَاتِ الْجُودِGAMBARAN AKHLAK AL JUD
Berikut adalah gambaran dari penerapa akhlak Al Jud di kehidupan sehari-hari:الْعَطَاءُ مِنَ الْمَالِ
1 – Memberi dalam bentuk harta benda.
وَمِنْهَا الْعَطَاءُ مِنَ الْعِلْمِ وَالْمَعْرِفَةِ
2 – Di antaranya adalah memberi dalam bentuk ilmu dan pengetahuan.
وَمِنْهَا عَطَاءُ النَّصِيحَةِ
3 – Di antaranya adalah pemberian berupa nasihat.
وَمِنْهَا الْعَطَاءُ مِنَ النَّفْسِ
4 – Di antaranya adalah pengorbanan jiwa (waktu dan perhatian).
وَمِنْهَا الْعَطَاءُ مِنْ طَاقَاتِ الْجَسَدِ وَقُوَاهُ
5 – Di antaranya adalah memberi melalui tenaga dan kekuatan fisik.
إِكْرَامُ الضُّيُوفِ وَالْجِيرَانِ وَالْأَصْدِقَاءِ وَنَحْوِهِمْ
6 – Memuliakan tamu, tetangga, teman, dan sesamanya.
إِكْرَامُ الْأَهْلِ
7 – Memuliakan keluarga.
الْكَرَمُ وَالسَّخَاءُ مَعَ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ
8 – Kemuliaan hati dan kemurahan hati kepada fakir miskin.
إِكْرَامُ الْيَتِيمِ
9 – Memuliakan anak yatim.
مَوَانِعُ اكْتِسَابِ صِفَاتِ الْجُودِPENGHALANGAKHLAK AL JUD
Berikut adalah beberapa penghalag bagi seseorang untuk memliki akhlak Al Jud:حُبُّ الْمَالِ وَالتَّعَلُّقُ بِهِ يَمْنَعُ الْإِنْسَانَ مِنْ بَذْلِهِ بِأَيِّ صُوَرِهِ، وَيُورِثُهُ صِفَةَ الْبُخْلِ
1 – Cinta terhadap harta dan keterikatan padanya menghalangi manusia untuk menyedekahkannya dalam bentuk apa pun, serta mewariskan sifat kikir.
ظَنُّ الْإِنْسَانِ أَنَّ الْبُخْلَ بِالْمَالِ وَالِامْتِنَاعَ عَنِ الْبَذْلِ وَالسَّخَاءِ نَوْعٌ مِنَ الذَّكَاءِ وَالْفِطْنَةِ وَالتَّدْبِيرِ لِأُمُورِ الدُّنْيَا
2 – Persangkaan manusia bahwa kikir terhadap harta dan enggan memberi atau berderma merupakan bagian dari kecerdasan, kecerdikan, dan pengaturan urusan dunia yang baik.
ضَعْفُ حُسْنِ ظَنِّهِ بِاللَّهِ مَعَ الْخَوْفِ مِنَ الْمُسْتَقْبَلِ
3 – Lemahnya prasangka baik kepada Allah disertai rasa takut akan masa depan.
خَوْفُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَبْنَائِهِ وَحُبُّهُ لَهُمْ؛ فَالْأَبْنَاءُ مَبْخَلَةٌ مَجْبَنَةٌ
4 – Rasa khawatir seseorang terhadap anak-anaknya dan kecintaan kepada mereka; karena anak-anak seringkali menjadi sebab munculnya sifat kikir dan penakut.
عَدَمُ اسْتِشْعَارِ مَا يَنْتَظِرُ الْبَخِيلَ مِنَ الْعُقُوبَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
5 – Kurangnya kesadaran akan azab yang menanti orang yang kikir di hari kiamat.
الْغَفْلَةُ عَنِ الْأُجُورِ الْمُتَرَتِّبَةِ عَلَى الْإِنْفَاقِ وَمَا يَتَرَتَّبُ عَلَى الْكَرَمِ وَالسَّخَاءِ مِنْ آثَارٍ حَسَنَةٍ
6 – Lalai terhadap pahala-pahala yang didapat dari berinfak serta dampak-dampak positif yang dihasilkan dari kemuliaan dan kedermawanan.
طُولُ الْأَمَلِ، وَالتَّشَبُّثُ بِالْحَيَاةِ
7 – Panjang angan-angan dan terlalu terikat (ambisius) pada kehidupan dunia.
الْوَسَائِلُ الْمُعِينَةُ عَلَى اكْتِسَابِ صِفَاتِ الْجُودِCARA MELATIH AKHLAK AL JUD
Biasakan hal-hal berikut untuk bisa memiliki akhlak Al Jud:الْعِلْمُ بِمَا يَتَرَتَّبُ عَلَى الْكَرَمِ وَالْجُودِ وَالسَّخَاءِ مِنْ مَنَافِعَ دُنْيَوِيَّةٍ وَأُخْرَوِيَّةٍ
1 – Mengetahui manfaat-manfaat dunia maupun akhirat yang dihasilkan dari sifat mulia, kedermawanan, dan kemurahan hati.
مُعَالَجَةُ أَدْوَاءِ النَّفْسِ كَالْبُخْلِ وَالْحِرْصِ وَالطَّمَعِ
2 – Mengobati penyakit-penyakit jiwa seperti kikir, rakus (terhadap harta), dan tamak.
قِصَرُ الْأَمَلِ
3 – Memperpendek angan-angan (menyadari fana-nya dunia).
حُسْنُ الظَّنِّ بِاللَّهِ. قَالَ الْحَسَنُ: مَنْ أَيْقَنَ بِالْخَلَفِ جَادَ بِالْعَطِيَّةِ
4 – Berprasangka baik kepada Allah. Al-Hasan (Al-Bashri) berkata: "Barangsiapa yang meyakini adanya balasan (ganti dari Allah), niscaya ia akan ringan dalam memberi."
الِاسْتِعَانَةُ بِاللَّهِ وَالتَّوَكُّلُ عَلَيْهِ، وَكَثْرَةُ الدُّعَاءِ
5 – Memohon pertolongan kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, dan memperbanyak doa.
النَّظَرُ فِي سِيرَةِ النَّبيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّالِحِينَ
6 – Meneladani sirah (sejarah hidup) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang saleh.
التَّعَبُّدُ لِلَّهِ بِمُقْتَضَى أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ: الْجُودِ وَالْكَرَمِ وَالْعَطَاءِ
7 – Beribadah kepada Allah sesuai dengan konsekuensi nama-nama dan sifat-sifat-Nya: Maha Dermawan, Maha Mulia, dan Maha Memberi.
Demikianlah akhir dari penjelasan tentang akhlak Al Jud atau dermawan yang kami ringkas lalu kami terjemahkan dari Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 1 April 2026
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)
Post a Comment for "Mausuatul Akhlak: Al Jud atau Dermawan"