zmedia

Khutbah Jumat tentang Zakat Harta dan Pertanian

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah naskah khutbah jumat tentang zakat harta dan pertanian berdasarkan QS Al Baqarah 267. Semoga bermanfaat!

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الزَّكَاةَ طُهْرَةً لِلنُّفُوسِ وَمَنْمَاةً لِلأَمْوَالِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، القَائِلُ: “تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ”. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Imam Ibnu Jarir At-Tabari di dalam Jamiul Bayan menulis satu riwayat dari sahabat Bara bin Azib Radhiyallahu Anhu yang berkata:

“Kaum Anshar, apabila panen kurma sudah tiba, mereka mengeluarkan dari kebun-kebun mereka tandan-tandan kurma muda, lalu mereka menggantungkannya pada seutas tali di antara dua tiang di Masjid Rasulullah ﷺ. Sehingga, orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin bisa dan boleh memakannya.”

“Namun, ada seseorang di antara mereka yang sengaja mengambil kurma yang sudah kering dan buruk, lalu memasukkannya bersama tandan kurma tersebut, dengan mengira bahwa hal itu diperbolehkan.”

Karena inilah kemudian turun firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا

Wahai orang-orang yang beriman!

Kalimat seperti ini adalah panggilan khusus dari Allah, yang juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang dari Allah, serta supaya orang yang membacanya bersiap-siap untuk menerima suatu perintah atau larangan.

Firman Allah ta’ala:

أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

Maksudnya – kata Ibnu Jarir At-Tabari, “Bersedekahlah dan tunaikankan zakat dari harta kalian (emas, perak atau uang) yang berkualitas bagus, yang kalian peroleh melalui perdagangan atau usaha kalian.”

Firman Allah ta’ala:

وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ

Maksudnya – kata sahabat Ubaidah Radhiyallahu Anhu, “Dari biji-bijian, buah-buahan, dan segala sesuatu yang wajib dikenai zakat.”

Firman Allah ta’ala:

وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ

dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya

Maksudnya, “Kalian jangan sengaja melakukannya, dan jangan pula kalian memilihnya secara sadar,” (Ibnu Jarir At-Tabari, di dalam Jamiul Bayan).

Firman Allah ta’ala:

وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ

Maksudnya, “Jika kalian diberi sesuatu yang di dalamnya terdapat keburukan, kalian pun tidak akan mau mengambil sesuatu yang buruk tadi,” (Ibnu Jarir At Tabari, di dalam Jamiul Bayan).

Firman Allah ta’ala:

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” maksudnya:

Allah ‘Azza wa Jalla Maha Kaya dari sedekah kita dan dari selainnya. Allah memerintahkan kita untuk bersedekah dan mewajibkan zakat pada harta kita sebagai bentuk rahmat dari Allah kepada kita, agar dengan zakat itu Allah mencukupi orang-orang yang menjadi tanggungan kita (mustahik),

Dan juga dengan zakat itu Allah menguatkan yang lemah (duafa) di antara kita, dan melimpahkan pahala yang besar bagi kita di akhirat, bukan karena Allah membutuhkan uang atau harta kalian, (Ibnu Jarir At Tabari, di dalam Jamiul Bayan).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah dan tunaikanlah zakat dari harta yang baik dan halal hasil usaha kalian (emas, perak, uang, peternakan, barang temuan, dan komoditas perdagangan), serta dari hasil pertanian. Jangan sengaja memilih yang buruk untuk disedekahkan, padahal kalian sendiri tidak mau menerimanya kecuali dengan terpaksa. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan harta kalian. Dia mensyariatkan zakat sebagai bentuk rahmat, untuk membantu yang lemah dan memberi kalian pahala besar di akhirat, (QS Al Baqarah: 267).

Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi ketika menyimpulkan pelajaran dari ayat ini berkata:

1 – Wajibnya zakat pada harta benda mati berupa emas, perak, dan mata uang yang menempati kedudukan keduanya; juga wajibnya zakat pada harta benda hidup berupa unta, sapi, dan kambing, karena semuanya termasuk dalam firman-Nya: “Apa yang kamu usahakan,” dan ini dengan syarat telah mencapai satu tahun hijriah (haul) dan mencapai batas minimum (nisab). 2 – Wajibnya zakat pada hasil pertanian: biji-bijian dan buah-buahan, yaitu pada apa yang telah mencapai nisab, demikian pula pada barang tambang karena tercakup dalam lafaz “yang keluar dari bumi.”

3 – Buruknya berinfak dari sesuatu yang berkualitas rendah dan meninggalkan yang berkualitas baik.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

 الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: “إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا”. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ .اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَمْوَالَنَا طُهْرَةً لَنَا وَسَبَبًا لِنَيْلِ رِضَاكَ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَنَا، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلِ الصَّبْرَ وَالسَّكِينَةَ عَلَى إِخْوَانِنَا الْمَنْكُوبِينَ فِي آتْشِيه وَسُومَطْرَة، اللَّهُمَّ اجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَارْحَمْ مَوْتَاهُمْ، وَاشْفِ جَرْحَاهُمْ، وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِمَّا فَقَدُوا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Demikian khutbah Jumat singkat tentang zakat harta dan pertanian berdasarkan QS Al Baqarah 267. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 29 Maret 2026

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)

Post a Comment for "Khutbah Jumat tentang Zakat Harta dan Pertanian"