QS AL BAQARAH 267-269
Allah ta’ala berfirman di QS Al Baqarah 267-269:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji, (QS Al Baqarah: 267).
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Syaitan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengatahui, (QS Al Baqarah: 268).
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran, (QS Baqarah: 269).PENJELASAN KALIMAT
Berikut adalah penjelasan atas beberapa kalimat atau frasa penting dari ayat-ayat di atas menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi rahimahullah:1 – Firman Allah (مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ) atau yang artinya, "Dari hasil usaha kalian yang baik-baik," maksudnya adalah:
مِنْ جَيِّدِ أَمْوَالِكُمْ وَأَصْلَحِهَا
yaitu dari harta kalian yang bagus dan yang paling shalih (berkualitas).
2 – Firman Allah (وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ) atau yang artinya, "Dan dari apa yang Kami keluarkan untuk kalian dari bumi," maksudnya adalah:
مِنَ الْحُبُوبِ وَأَنْوَاعِ الثِّمَارِ
yaitu berupa biji-bijian dan berbagai macam buah-buahan.
3 – Firman Allah (وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ) atau yang artinya, "Dan janganlah kalian memilih yang buruk," maksudnya adalah:
لَا تَقْصِدُوا الرَّدِيءَ تُنْفِقُونَ مِنْهُ
janganlah kalian sengaja memilih yang kualitasnya rendah untuk kalian infakkan.
4 – Firman Allah (إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ) atau yang artinya, "Kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya," maksudnya adalah:
إِلَّا أَنْ تَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ عَنِ النَّظَرِ فِي رَدَاءَتِهِ فَتَأْخُذُونَهُ بِتَسَاهُلٍ مِنْكُمْ وَتَسَامُحٍ
kecuali jika kalian memejamkan mata (pura-pura tidak tahu) dari melihat keburukannya, lalu kalian mengambilnya karena sikap memaklumi dan toleransi dari kalian.
5 – Firman Allah (حَمِيدٌ) atau yang artinya, "Maha Terpuji," maksudnya adalah:
مَحْمُودٌ فِي الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ فِي الْأُولَى وَالْأُخْرَى لِمَا أَفَاضَ وَيُفِيضُ مِنَ النِّعَمِ عَلَى خَلْقِهِ
Yang dipuji di bumi dan di langit, di dunia dan di akhirat, atas segala nikmat yang telah dan senantiasa Dia curahkan kepada makhluk-Nya.
6 – Firman Allah (يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ) atau yang artinya, "(Setan) menjanjikan kemiskinan kepadamu," maksudnya adalah:
يُخَوِّفُكُمْ مِنَ الْفَقْرِ لِيَمْنَعَكُمْ مِنَ الْإِنْفَاقِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
ia menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan agar kalian terhalang dari berinfak di jalan Allah.
7 – Firman Allah (وَيأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ) atau yang artinya, "Dan menyuruh kalian berbuat keji," maksudnya adalah:
يَدْعُوكُمْ إِلَى ارْتِكاَبِ الْفَوَاحِشِ وَمِنْهَا الْبُخْلُ وَالشُّحُّ
ia mengajak kalian untuk melakukan kekejian, di antaranya adalah sifat kikir dan pelit.
8 – Firman Allah (الْحِكْمَةُ) atau yang artinya, "Al-Hikmah," maksudnya adalah:
فَهْمُ أَسْرَارِ الشَّرْعِ، وَحِفْظُ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
Memahami rahasia-rahasia syariat, serta menjaga (menghafal dan mengamalkan) Al-Qur'an dan As-Sunnah.
9 – Firman Allah (أُولُو الْأَلْبَابِ) atau yang artinya, "Ulul Albab," maksudnya adalah:
أَصْحَابُ الْعُقُولِ الرَّاجِحَةِ الْمُفَكِّرَةِ فِيمَا يَنْفَعُ أَصْحَابَهَا
orang-orang yang memiliki akal yang cerdas dan matang, yang senantiasa memikirkan hal-hal yang bermanfaat bagi pemiliknya.TAFSIR GLOBAL
Pembaca rahimakumullah, QS Al Baqarah 267-269 memiliki makna yang mendalam. Berikut adalah tafsir global terhadap ketiga ayat tersebut menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi rahimahullah: Setelah Allah ta'ala memotivasi hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berinfak di jalan-Nya pada ayat sebelumnya (QS Al Baqarah: 266), di sini Allah menyeru mereka dengan gelar keimanan (Ya ayyuhalladzina amanu) dan memerintahkan mereka untuk mengeluarkan zakat harta mereka dari hasil usaha yang baik. Allah Ta'ala berfirman:يٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu."
Maksudnya adalah biji-bijian dan buah-buahan, sebagaimana hasil usaha mereka juga mencakup dua jenis mata uang (emas dan perak) serta hewan ternak seperti unta, sapi, dan kambing. Dia juga melarang mereka bersedekah dengan harta yang buruk kualitasnya, maka Allah berfirman:
وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ
"Dan janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya."
Maksudnya, tidak pantas bagi kalian menginfakkan sesuatu yang buruk, padahal jika kalian sendiri yang diberi barang-barang tersebut sebagai hak kalian, kalian tidak akan mau menerimanya kecuali dengan cara memicingkan mata dan terpaksa dalam menerimanya. Hal ini merupakan bentuk pendidikan dan pembinaan dari Allah bagi mereka.
Di akhir, Allah memberitahukan bahwa Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya maupun infak mereka. Dia tidak memerintahkan zakat dan sedekah karena butuh, melainkan memerintahkannya demi kesempurnaan dan kebahagiaan mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Terpuji atas segala nikmat-Nya kepada seluruh makhluk. Inilah makna ayat [267]. Adapun ayat [268], Allah Ta'ala memperingatkan hamba-hamba-Nya dari setan dan bisikan-bisikannya. Dia mengabarkan bahwa setan menjanjikan kemiskinan kepada mereka, yakni menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan agar mereka tidak berzakat dan bersedekah, serta menyuruh mereka berbuat keji sehingga mereka menghabiskan harta dalam keburukan dan kerusakan namun kikir dalam kebaikan dan maslahat umum.Sedangkan Allah Ta'ala, melalui perintah-Nya untuk berinfak, justru menjanjikan ampunan atas dosa-dosa mereka karena sedekah itu menghapus kesalahan, serta menjanjikan karunia dari-Nya berupa rezeki yang luas dan baik. Dia Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui terhadap makhluk-Nya.
Maka penuhilah seruan Allah Ta'ala ini, wahai orang-orang beriman; dan berpalinglah dari seruan setan karena ia adalah musuh kalian yang hanya menjanjikan keburukan, dan hanya menyuruh kepada kejahatan dan kebatilan. Itulah yang terkandung dalam ayat kedua (QS Al Baqarah 268).
Adapun ayat ketiga [269], sesungguhnya Allah Ta'ala memotivasi untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang mendorong pada amal saleh. Hal itu tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah, baik dalam hal menghafal, memahami, maupun mendalami fikih keduanya. Allah Ta'ala berfirman:يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ
Dia memberikan Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki.
Yaitu di antara mereka yang mencarinya dan berusaha mendapatkannya dengan penuh harap serta memohon kepada Allah agar diajarkan.
Di akhir, Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang dianugerahi hikmah, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Maka hendaknya orang yang berakal mencari hikmah sebelum mencari dunia. Ini adalah sebuah pengingat:
وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُوا الْأَلْبَابِ
"Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang memiliki akal sehat."PELAJARAN DARI QS AL BAQARAH 267-269
Berikut adalah beberapa poin pelajaran yang bisa diambil dari QS Al Baqarah 267-269 menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi di dalam Aisarut Tafasir: وُجُوبُ الزَّكَاةِ فِي الْمَالِ الصَّامِتِ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ وَمَا يَقُومُ مَقَامَهُمَا مِنَ الْعُمَلِ وَفِي النَّاطِقِ مِنَ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ إِذِ الْكُلُّ دَاخِلٌ فِي قَوْلِهِ: ﴿مَا كَسَبْتُمْ﴾ وَهَذَا بِشَرْطِ الْحَوْلِ وَبُلُوغِ النِّصَابِ. 1 – Wajibnya zakat pada harta benda mati berupa emas, perak, dan mata uang yang menempati kedudukan keduanya, serta pada harta benda hidup berupa unta, sapi, dan kambing, karena semuanya termasuk dalam firman-Nya: "Apa yang kamu usahakan," dan ini dengan syarat telah mencapai satu tahun hijriah (haul) dan mencapai batas minimum (nisab).وُجُوبُ الزَّكَاةِ فِي الْحَرْثِ: الْحُبُوبِ وَالثِّمَارِ وَذَلِكَ فِيمَا بَلَغَ نِصَابًا، وَكَذَا فِي الْمَعَادِنِ إِذْ يَشْمَلُهَا لَفْظُ الْخَارِجِ مِنَ الْأَرْضِ.
2 – Wajibnya zakat pada hasil pertanian: biji-bijian dan buah-buahan, yaitu pada apa yang telah mencapai nisab, demikian pula pada barang tambang karena tercakup dalam lafaz "yang keluar dari bumi."قُبْحُ الْإِنْفَاقِ مِنَ الرَّدِيءِ وَتَرْكِ الْجَيِّدِ.
3 – Buruknya berinfak dari sesuatu yang berkualitas rendah dan meninggalkan yang berkualitas baik.
التَّحْذِيرُ مِنَ الشَّيْطَانِ وَوُجُوبُ مُجَاهَدَتِهِ بِالْإِعْرَاضِ عَنْ وَسَاوِسِهِ وَمُخَالَفَةِ أَوَامِرِهِ.
4 – Peringatan dari setan dan wajibnya memeranginya dengan cara berpaling dari bisikan-bisikannya serta menyelisihi perintah-perintahnya.
إِجَابَةُ نِدَاءِ اللَّهِ وَالْعَمَلُ بِإِرْشَادِهِ.
5 – Memenuhi seruan Allah dan beramal sesuai dengan petunjuk-Nya.
فَضْلُ الْعِلْمِ عَلَى الْمَالِ.
6 – Keutamaan ilmu di atas harta. Wallahua’lam
Demikianlah akhir penjelasan, tafsir, dan pelajaran dari QS Al Baqarah 267-269 yang kami ambil dari Aisarut Tafasir karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 27 Maret 2026
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)
Post a Comment for "Aisarut Tafasir QS Al Baqarah 267-269: Perintah Zakat Harta dan Pertanian"