Pembaca rahimakumullah, bergembiralah di hari raya, karena di antara sunah ketika idul fitri adalah bergembira di hari raya. Berikut adalah khutbah idul fitri 1447 tentang hal tersebut, sebagai kabar gembira untuk masyarakat yang melakukan ketaatan selama Ramadan, juga semoga memotivasi masyarakat yang belum taat di bulan Ramadan. Semoga bermanfaat!
KHUTBAH 1Di antara sunah ketika idul fitri adalah bergembira di hari raya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu:
يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
Wahai Abu Bakar! Sungguh, setiap kaum memiliki hari raya. Dan ini adalah hari raya kita, (Sahih Bukhari: 952).
Para ulama ketika menyimpulkan hadis itu berkata:
إِظْهَارُ السُّرُورِ فِي الْعِيدِ مِنْ شِعَارِ الدِّينِ
Menampakkan kegembiraan di hari raya adalah termasuk syiar agama Islam, (Al Khattabi, A’lamul Hadis: 1/595. Fathul Bari: 8/426).Bergembira atas Nikmat Persatuan
Oleh karena itu, bergembiralah di hari raya ini, salah satunya karena Allah menyatukan hati kaum muslimin untuk berkumpul, berjamaah, di tempat yang penuh berkah ini. Allah ta’ala berfirman:وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Taatilah Allah dan RasulNya. Jangan berbantah-bantahan. Jangan berdebat tanpa ilmu; karena perdebatan justru membuat kalian jadi penakut dan kehilangan wibawa. Bersabarlah kalian! Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar, (QS Al Anfal: 46).
اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ.Bergembira atas Nikmat Puasa Selama Satu Bulan Ramadan
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah! Bergembiralah di hari raya, apabila Anda berhasil puasa selama satu bulan Ramadan (full), atau apabila Anda tidak bisa puasa full satu bulan Ramadan, itu karena Anda memiliki alasan syar’i seperti haid atau menstruasi.Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang puasa selama satu bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, dosanya yang lalu-lalu telah diampuni oleh Allah ta’ala, (Sahih Bukhari: 2014).
Bergembiralah, karena dosa Anda diampuni; dosa Anda diampuni; dosa Anda diampuni.
Maka siapa saja yang tidak berpuasa secara penuh di bulan Ramadan tanpa alasan syar’i, bergembiralah karena Allah Maha Menerima Taubat jika hambaNya bertaubat; jika hambaNya bertaubat; jika hambaNya bertaubat.
اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ.Bergembira atas Nikmat Melihat Wajah Allah di Surga
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah! Bergembiralah di hari raya, karena orang yang berpuasa full di bulan Ramadan, dia akan bertemu dengan Allah di dalam Surga, dan itulah nikmat tertinggi penduduk surga. Allah ta’ala berfirman:وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Wajah orang beriman (dan di antara bukti iman adalah menjalankan ibadah puasa secara full di bulan Ramadan) pada hari itu berseri-seri, memandang kepada Tuhannya, (QS Al Qiyamah: 22-23).
Imam Muslim meriwayatkan dari Syuhaib bin Sinan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ
Tidak ada nikmat yang lebih dicintai oleh penduduk surga melebihi nikmat berupa melihat Rabb mereka, Allah ‘Azza wa Jalla, (Sahih Muslim: 181).
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan; satu ketika dia berbuka dan dua, ketika dia berjumpa dengan Tuhannya di surga – dia bergembira karena dulu telah berpuasa, (Sahih Bukhari: 1904).
اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ.Bergembira atas Nikmat Ibadah di Bulan Ramadan
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah! Kabar gembira untuk Anda yang mendirikan salat wajib lima waktu; juga yang mendirikan salat tarawih selama Ramadan; juga yang berzikir, membaca Quran, dan menjalankan ibadah-ibadah lainnya selama Ramadan, Allah mengampuni dosa-dosa Anda yang telah lalu.Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang beribadah selama bulan Ramadan, karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, (Sahih Muslim: 759).
Bergembiralah dengan salat Anda. Bergembiralah dengan bacaan Quran Anda. Bergembiralah dengan zikir dan ibadah Anda selama bulan Ramadan.
Lalu untuk yang tidak salat wajib di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, bergembiralah bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat, jika hambaNya bertaubat dari dosa tersebut.
اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ.Bergembira atas Nikmat Sucinya Jiwa dan Harta
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah! Bergembiralah Anda yang telah menunaikan zakat fitri, karena ia adalah penyuci bagi orang yang berpuasa.Imam Abu Dawud meriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhua yang berkata:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan/perbuatan yang sia-sia dan perkataan/perbuatan yang mesum selama dia berpuasa, (Sunan Abu Dawud: 1609).
Juga, bergembiralah Anda yang telah menunaikan zakat harta, karena ia adalah penyuci harta simpanan kita, juga penyuci diri kita dari sifat kikir, bakhil, atau pelit. Allah ta’ala berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا
Ambillah zakat harta mereka sebagai penyuci dari dosa-dosa mereka, juga sebagai sebab bertambahnya keberkahan pada hartanya, meningkatkan akhlak baik mereka, juga sebagai sebab bertambahnya amal saleh dan pahala mereka di dunia dan akhirat, (QS At-Taubah: 103).
Bergembiralah karena telah menunaikan zakat harta tahun ini. Dan bergembiralah dengan azab yang sedih untuk siapa saja yang sudah wajib zakat harta tetapi sengaja tidak menunaikannya. Allah ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Dan orang-orang yang menimbun emas, perak atau harta lainnya, serta tidak mengeluarkan zakat yang wajib di jalan Allah, maka berilah mereka kabar gembira dengan azab yang pedih, (QS At-Taubah: 34).
Post a Comment for "Khutbah Idul Fitri 1447: Bergembiralah di Hari Raya"