zmedia

7 Amal yang Mendatangkan Selawat dari Malaikat

Pembaca rahimakumullah, ada tujuh amal yang mendatangkan selawat dari malaikat? Sebelu masuk lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan selawat dari malaikat?

Pembaca rahimakumullah, tentu kita pernah mendengar ayat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ

Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi ﷺ, (QS Al Ahzab: 56).

Selawat dari Allah, kata Syaikh Abdullah Al-Faqih, adalah:

فَإِنَّ الصَّلَاةَ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ثَنَاؤُهُ عَلَى الْمُصَلَّى عَلَيْهِ فِي الْمَلَإِ الْأَعْلَى، أَيْ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ

Selawat dari Allah azza wa jalla adalah pujian Allah kepada orang yang berselawat kepada Nabi ﷺ di al-mala’ al-a‘lā (majlis tertinggi), yaitu di sisi para malaikat yang dekat (kepada-Nya).

Kemudian, selawat dari malaikat, kata beliau, adalah:

وَصَلَاةُ الْمَلَائِكَةِ الدُّعَاءُ لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَرَكَةِ، كَمَا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: يُبَرِّكُونَ، أَيْ يَدْعُونَ بِالْبَرَكَةِ.

Selawat dari malaikat adalah doa bagi orang yang berselawat kepada Nabi ﷺ, dengan doa keberkahan, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, “(yubarrikūn) yaitu mereka berdoa memohon keberkahan.”

Ibnu Jarir At-Tabari menambahkan:

ويستغفرون

Mereka memohonkan ampunan.

Lalu, apa saja amalan yang bisa membuat kita mendapat selawat dari Malaikat?

الْوُقُوفُ فِي الصَّفِّ الْأَوَّلِ أَثْنَاءَ الصَّلَاةِ

1 – Berdiri di saf pertama saat salat

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Al Bara bin Azib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ

Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat untuk orang yang berdiri salat di barisan pertama, (Sunan Ibnu Majah: 997).

Penjelasan:

Tertulis di dalam Mausuatu Ahadisin Nabawiyah:

وَالصَّلَاةُ مِنَ اللهِ تَعَالَى ثَنَاؤُهُ عَلَى الْعَبْدِ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ، وَالصَّلَاةُ مِنَ الْمَلَائِكَةِ بِمَعْنَى الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ.

Selawat dari Allah Ta‘ālā adalah pujian-Nya kepada hamba di hadapan para malaikat, sedangkan selawat dari para malaikat bermakna doa dan permohonan ampunan.

الْجُلُوسُ فِي الْمَسْجِدِ بَعْدَ الِانْتِهَاءِ مِنَ الصَّلَاةِ

2 – Duduk di masjid setelah selesai salat

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Para malaikat berselawat untuk salah seorang dari kalian selama dia berada di tempat salatnya, selama dia belum berhadas, dengan mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah dosanya. Ya Allah, rahmatilah dia,” (Sahih Bukhari: 659).

PENJELASAN

Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:

فَيُخْبِرُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ الْكِرَامَ تَسْتَغْفِرُ لِلْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ مَا دَامَ فِي مَكَانِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، أَوِ الْمَكَانِ الْمُعَدِّ لِلصَّلَاةِ، فَيَدْخُلُ فِي هَذَا الْمَعْنَى الْمُصَلُّونَ، وَالْمُنْتَظِرُونَ لِلصَّلَاةِ.

Maka Nabi ﷺ mengabarkan bahwa para malaikat yang mulia memohonkan ampunan bagi seorang hamba mukmin selama ia berada di tempatnya yang ia gunakan untuk salat, atau di tempat yang disiapkan untuk salat. Maka masuk dalam makna ini orang-orang yang sedang salat maupun yang menunggu salat.

Apa perbedaan antara magfirah (ampunan) dan rahmat?

الْفَرْقُ بَيْنَ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ: أَنَّ الْمَغْفِرَةَ سَتْرُ الذُّنُوبِ وَالتَّجَاوُزُ عَنْهَا، وَالرَّحْمَةَ إِفَاضَةُ الْإِحْسَانِ إِلَيْهِ.

Perbedaan antara maghfirah dan rahmah adalah: maghfirah berarti menutupi dosa dan melewatinya (tidak menghukum karenanya), sedangkan rahmah berarti melimpahkan kebaikan kepadanya, (Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah).

Catatan makna:
  • المغفرة → berasal dari akar kata غفر yang berarti menutup. Dalam konteks syar‘i, maksudnya Allah menutup dosa hamba dan tidak menghukumnya.
  • الرحمة → kasih sayang Allah yang diwujudkan dengan pemberian nikmat, kebaikan, dan karunia.
زِيَارَةُ الْمَرِيضِ

3 – Menjenguk orang sakit

Ketiga, amal yang mendatangkan selawat dari malaikat adalah menjenguk orang sakit. Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

Tidaklah seorang laki-laki menjenguk orang sakit pada waktu sore, melainkan keluar bersamanya 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan untuknya hingga pagi, dan baginya “kharif” di surga. Dan barangsiapa menjenguknya pada waktu pagi, maka keluar bersamanya 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan untuknya hingga sore, dan baginya “kharif” di surga, (Sunan Abu Dawud: 3098).

PENJELASAN

Yang dimaksud dengan “memohonkan ampunan” adalah:

يَطْلُبُونَ مِنَ اللهِ الْمَغْفِرَةَ لَهُ اللَّيْلَ كُلَّهُ.

Mereka memohon kepada Allah ampunan untuknya sepanjang malam.

Yang dimaksud dengan “kharif” adalah:

وَالْخَرِيفُ هُوَ بُسْتَانٌ فِيهِ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ.

Dan al-kharīf adalah kebun yang terdapat di dalamnya buah-buahan surga.

الدُّعَاءُ لِأَخِيكَ بِظَهْرِ الْغَيْبِ

4 – Mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya

Amal yang mendatangkan selawat dari malaikat adalah mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya. Imam Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Ummu Darda Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ يُؤَمِّنُ عَلَى دُعَائِهِ كُلَّمَا دَعَا لَهُ بِخَيْرٍ قَالَ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلِهِ

Doa seseorang untuk kebaikan saudaranya akan diijabahi jika dipanjatkan tanpa sepengetahuan saudaranya tadi. Maka di atas kepala orang tadi ada malaikat yang mengaminkan doanya setiap kali dia mendoakan kebaikan untuknya dengan ucapan, “Aamiin. Dan doa yang serupa untukmu,” (Sunan Ibnu Majah: 2895). PENJELASAN:

Tertulis di Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:

الْمَلَكُ يُؤَمِّنُ عَلَى الدُّعَاءِ، وَيَدْعُو لِلدَّاعِي بِمِثْلِ مَا دَعَا لِأَخِيهِ؛ فَيَنْبَغِي لِلْعَبْدِ أَنْ يُكْثِرَ مِنْ دُعَائِهِ لِأَخِيهِ؛ فَهُوَ عَمَلٌ صَالِحٌ يُؤْجَرُ عَلَيْهِ.

Malaikat mengaminkan doa, dan mendoakan bagi orang yang berdoa dengan doa yang sama sebagaimana ia mendoakan saudaranya. Maka sepatutnya seorang hamba memperbanyak doa untuk saudaranya, karena itu adalah amal shalih yang ia akan diberi pahala atasnya.

تَعْلِيمُ النَّاسِ الْخَيْرَ

5 – Mengajarkan kebaikan kepada manusia

Amal yang mendatangkan selawat dari malaikat yang kelima adalah mengajarkan kebaikan kepada manusia. Imam At-Tirmizi meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Abu Umamah Al Bahili Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

ذُكِرَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ؛ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ، وَالْآخَرُ عَالِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

Disebutkan kepada Rasulullah ﷺ tentang dua orang laki-laki; salah satunya adalah seorang ahli ibadah dan yang lainnya adalah seorang yang berilmu (alim). Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

"Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian."

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ.

"Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semut di dalam lubangnya dan bahkan ikan (di lautan), benar-benar berselawat (mendoakan kebaikan) untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia," (Jami At-Tirmizi: 2685).

PENJELASAN

Yang dimaksud “malaikat” di situ adalah malaikat yang memikul Arsy. Sedangkan yang dimaksud dengan “penduduk langit” adalah para malaikat selain yang memikul Arsy. Yang dimaksud “penduduk bumi” adalah manusia, jin, dan hewan.

Yang dimaksud dengan “Selawat” di sini adalah:

يَدْعون بالخيرِ

Mereka mendoakan kebaikan.

Yang dimaksud dengan “mengaji manusia dengan kebaikan” adalah:

نَشْرِهِ لِلْعِلْمِ بَيْنَ النَّاسِ، وَالْمُرَادُ بِالْخَيْرِ هُنَا: هُوَ عِلْمُ الدِّينِ الَّذِي هُوَ أَنْفَعُ لَهُمْ وَمَا بِهِ النَّجَاةُ.

Menyebarkan ilmu di tengah manusia, dan yang dimaksud dengan al-khayr (kebaikan) di sini adalah ilmu agama yang paling bermanfaat bagi mereka dan yang dengannya terdapat keselamatan.

تَنَاوُلُ السَّحُورِ

6 – Makan sahur

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang daif tetapi esensinya sahih dari Abu Said Al Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat untuk orang-orang yang sahur, (Musnad Ahmad: 10646).

PENJELASAN

Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah tentang makna sahur. Sahur adalah:

هُوَ الطَّعَامُ الَّذِي يُؤْكَلُ فِي وَقْتِ السَّحَرِ، وَهُوَ قُبَيْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ الصَّادِقِ،

Ia adalah makanan yang dimakan pada waktu sahur, yaitu menjelang terbit fajar shadiq.

وَيَحْصُلُ السُّحُورُ بِأَقَلِّ شَيْءٍ مِنَ الطَّعَامِ أَوِ الشَّرَابِ، وَلَوْ كَانَتْ شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ.

Sudah termasuk sahur dengan makanan atau minuman meskipun jumlahnya sedikit (asal di waktu-waktu tersebut), sekalipun hanya dengan seteguk air.

Di dalamnya terdapat perintah sebagai bimbingan tentang pentingnya makan sahur di bulan Ramadhan, dan juga bagi orang yang ingin berpuasa sunnah dengan maksud untuk menguatkan diri dalam berpuasa.

النَّوْمُ عَلَى طَهَارَةٍ

7 – Tidur dalam keadaan suci/berwudu

Imam Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam Sahih Ibnu Hibban dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Barangsiapa bermalam dalam keadaan suci, maka di dalam syi‘ār-nya (yakni pakaian yang menempel pada tubuhnya) ada seorang malaikat. Maka ia tidak bangun melainkan malaikat itu berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia bermalam dalam keadaan suci,’ (Sahih Ibnu Hibban: 1051).

PENJELASAN

Apa makna bersuci di sini? Syaikh Abdullah Al-Faqih berkata:

وَالطَّهَارَةُ عِنْدَ النَّوْمِ هُنَا تَشْمَلُ الْوُضُوءَ، وَطَهَارَةَ الْبَدَنِ مِنَ النَّجَاسَاتِ، بَلْ قَدْ تَشْمَلُ أَيْضًا طَهَارَةَ الْبَاطِنِ بِالتَّوْبَةِ إِلَى اللهِ تَعَالَى.

Dan kesucian ketika hendak tidur di sini mencakup wudhu, kesucian badan dari najis, bahkan bisa juga mencakup kesucian batin dengan bertaubat kepada Allah Ta‘ālā. Wallahua’lam

Demikian, tujuh amal yang mendatangkan selawat dari malaikat. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 15 Maret 2026

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com)

Post a Comment for "7 Amal yang Mendatangkan Selawat dari Malaikat"