zmedia

Satu Malam di Rumah Sa’ad bin Muadz

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah transkrip dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali tentang satu malam di rumah Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu Anhu. Semoga bermanfaat!

لَيْلَةٌ فِي بَيْتِ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Malam di Rumah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu

Semoga Allah Yang Maha Pengasih meridai mereka semua. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

اهْتَزَّ عَرْشُ الرَّحْمَنِ لِمَوْتِ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ

"Arsy Allah Yang Maha Pengasih bergetar karena kematian Sa'ad bin Mu'adz." (Sahih Bukhari: 3803. Sahih Muslim: 2466)

Bergetarnya Arsy Yang Maha Pengasih itu adalah karena gembira dengan kedatangan ruh Sa'ad bin Mu'adz. Al-Hafiz (Ibnu Hajar) berkata dalam kitab Al-Fath:

وَالِاهْتِزَازُ عَلَى حَقِيقَتِهِ، أَيْ بِمَا يَلِيقُ بِجَلَالِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَظَمَتِهِ

"Bergetarnya (Arsy) tersebut adalah secara hakiki, yaitu dengan cara yang layak bagi keagungan Allah Azza wa Jalla dan kebesaran-Nya."

Siapakah Sa'ad bin Mu'adz? Sa'ad bin Mu'adz adalah pemimpin suku Aus dari kaum Ansar. Beliau masuk Islam di tangan Mush'ab bin Umair sebelum peristiwa Hijrah. Sa'ad bin Mu'adz adalah seorang laki-laki yang masuk Islam pada usia 31 tahun dan wafat sebagai syahid pada usia 37 tahun. Hanya enam tahun saja (masa Islamnya), namun mampu membuatnya meraih derajat yang agung ini. Apa yang telah ia lakukan?

صِدْقٌ وَإِخْلَاصٌ و جِهَادٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kejujuran, keikhlasan, dan jihad bersama Rasulullah ﷺ .

Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah orang yang mengucapkan perkataannya yang masyhur ketika Nabi ﷺ  duduk bermusyawarah dengan para sahabat dan penduduk Madinah untuk berangkat menuju Perang Badar.

Hal ini dikarenakan penduduk Madinah (Ansar) membaiat Nabi ﷺ  untuk membela beliau selama beliau berada di dalam Madinah, namun jika beliau keluar dari Madinah, mereka tidak memiliki kewajiban (awal) menghadapi orang Arab.

Tiba-tiba Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu membuka kesepakatan tersebut dan memberikan ketaatan mutlak kepada Nabi ﷺ  serta berjihad bersama beliau di seluruh penjuru bumi, tidak terbatas hanya di Madinah saja. Beliau berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ، لَا نَقُولُ لَكَ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِمُوسَى

Wahai Rasulullah, kami tidak akan berkata kepadamu sebagaimana Bani Israil berkata kepada Musa:

فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

...Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja, (QS. Al-Ma'idah: 24)

وَلَكِنْ نَقُولُ: اذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا مَعَكُمَا مُقَاتِلُونَ

"Akan tetapi kami katakan: Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, sesungguhnya kami ikut berperang bersama kalian berdua."

يَا رَسُولَ اللهِ، لَوْ خُضْتَ هَذَا الْبَحْرَ لَخُضْنَاهُ مَعَكَ

"Wahai Rasulullah, seandainya engkau mengarungi lautan ini, niscaya kami akan ikut mengarunginya bersamamu."

يَا رَسُولَ اللهِ، لَوْ سِرْتَ إِلَى بَرْكِ الْغِمَادِ لَسِرْنَا مَعَكَ، أَيْ إِلَى أَقْصَى الدُّنْيَا

"Wahai Rasulullah, seandainya engkau berjalan menuju Birkul Ghamad (tempat yang sangat jauh), niscaya kami akan ikut berjalan bersamamu, yaitu hingga ke ujung dunia."

Maka Rasulullah ﷺ  merasa gembira. Kemudian Sa'ad berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ، خُذْ مِنْ أَمْوَالِنَا مَا شِئْتَ وَدَعْ مِنْهَا مَا شِئْتَ، فَوَاللهِ لَمَا أَخَذْتَ مِنْ أَمْوَالِنَا أَحَبُّ إِلَيْنَا مِمَّا تَرَكْتَ

"Wahai Rasulullah, ambillah dari harta-harta kami apa yang engkau kehendaki, dan tinggalkanlah apa yang engkau kehendaki. Demi Allah, apa yang engkau ambil dari harta kami lebih kami cintai daripada apa yang engkau tinggalkan."

Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah orang yang berjihad bersama Nabi ﷺ  di Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq, kemudian beliau wafat sebagai syahid radhiyallahu 'anhu.

الدُّرُوسُ وَالْعِبَرُ مِنَ الْمَوْقِفِ

Pelajaran dan Hikmah dari Sikap Ini

الثَّبَاتُ عَلَى الْمَبْدَأِ

Teguh di Atas Prinsip

Kita mengambil pelajaran dari sikap ini tentang keteguhan dalam memegang prinsip.

الْبَذْلُ وَالْعَطَاءُ لِهَذَا الدِّينِ

Pengorbanan dan Pemberian untuk Agama Ini

Kesediaan untuk mendermakan apa yang dimiliki demi kepentingan dakwah.

أَنْ تُجَاهِدَ نَفْسَكَ فِي سَبِيلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Hendaknya engkau berjihad melawan nafsumu di jalan Allah Azza wa Jalla

Dan hendaknya kita mengorbankan segala sesuatu yang paling berharga dan bernilai demi menolong agama ini.

Dan ketahuilah, bahwasanya Allah mencatat untuk kita sikap-sikap ini, dan bahwasanya para malaikat menuliskan untuk kita perkara-perkara ini yang akan memutihkan wajah kita di hadapan Allah Tabaraka wa Ta'ala.

اهْتَزَّ عَرْشُ الرَّحْمَنِ لِمَوْتِ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ

Arsy Allah Yang Maha Pengasih bergetar karena kematian Sa'ad bin Mu'adz, (Sahih  Bukhari: 3803. Sahih Muslim: 2466)

Kita ingin agar rumah-rumah kita bergetar dengan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan dengan menolong agama ini.

Sampai jumpa, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Post a Comment for "Satu Malam di Rumah Sa’ad bin Muadz"