Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan dari Tariqus Salihin bab keutamaan puasa, karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Semoga bermanfaat!
فَضْلُ الصِّيَامِ
Keutamaan Puasa١ - فِي الْجَنَّةِ لِلصَّائِمِينَ:
1 - Di surga bagi orang-orang yang berpuasa:فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ.
Dalam Shahihain (Bukhari-Muslim) dari Sahl radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Dikatakan: 'Mana orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup sehingga tidak ada lagi seorang pun yang masuk melaluinya." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1896) dan Muslim (1152)].
رَوَى ابْنُ خُزَيْمَةَ وَصَحَّحَهُ الْأَلْبَانِيُّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لِلصَّائِمِينَ فِي الْجَنَّةِ بَابٌ يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ، مَنْ دَخَلَ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا.
Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan oleh Al-Albani dari Sahl bin Sa'd, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagi orang-orang yang berpuasa, di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Jika orang terakhir dari mereka telah masuk, pintu itu ditutup. Barangsiapa yang masuk maka ia akan minum, dan barangsiapa yang minum maka ia tidak akan haus selamanya." [Shahih: diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1785) dan dishahihkan Al-Albani dalam At-Targhib wat-Tarhib (979)].
٢ - رَائِحَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ:
2 - Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi:فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.
Dalam Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; apabila ia berbuka ia bergembira, dan apabila ia berjumpa dengan Rabb-nya ia bergembira karena puasanya." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1904) dan Muslim (1151)].
رَوَى التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ صَحِيحٌ عَنِ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا، وَمِنْهَا: وَآْمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ، فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ فِي عِصَابَةٍ مَعَهُ صُرَّةٌ فِيهَا مِسْكٌ، فَكُلُّهُمْ يَعْجَبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيحُهَا، وَإِنَّ رِيحَ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata Hasan Shahih dari Al-Harits Al-Asy'ari bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima kalimat untuk diamalkan dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya pula, di antaranya: 'Dan aku memerintahkan kalian untuk berpuasa, karena perumpamaan hal itu seperti seseorang yang berada dalam kelompok dan ia membawa kantong berisi minyak kasturi, yang mana mereka semua kagum dengan aromanya. Dan sesungguhnya aroma orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi'." [Hasan Shahih: diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2863)].
٣ - الصَّوْمُ وِقَايَةٌ مِنَ النَّارِ:
3 - Puasa adalah pelindung dari neraka:رَوَى أَحْمَدُ وَحَسَّنَهُ الْأَلْبَانِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصِّيَامُ جُنَّةٌ وَحِصْنٌ حَصِينٌ مِنَ النَّارِ.
Diriwayatkan oleh Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Puasa adalah perisai dan benteng yang kokoh dari api neraka." [Hasan: diriwayatkan oleh Ahmad (8972) dan dihasankan Al-Albani dalam Shahihul Jami' (3880)].
رَوَى التِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ حَصِينَةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menghasankannya dari Ka'b bin 'Ujrah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa adalah perisai yang kokoh, dan sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api." [Hasan: diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (614)].
فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا.
Dalam Shahihain dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2840) dan Muslim (1153)].
فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ
Dalam Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa adalah perisai, maka janganlah ia berucap kotor dan jangan bertindak bodoh." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1894) dan Muslim (1151)].
٤ - الصَّائِمُ يَفْرَحُ بِثَوَابِ صَوْمِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ:
4 - Orang yang berpuasa bergembira dengan pahala puasanya pada hari kiamat:فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا، إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.
Dalam Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; apabila ia berbuka ia bergembira, dan apabila ia berjumpa dengan Rabb-nya ia bergembira karena puasanya." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1904) dan Muslim (1151)].
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَإِذَا لَقِيَ اللَّهَ فَجَزَاهُ فَرِحَ.
Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id radhiyallahu 'anhuma, keduanya berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Dan apabila ia berjumpa dengan Allah lalu Allah memberinya balasan (pahala), maka ia pun bergembira." [Shahih: diriwayatkan oleh Muslim (1151)].
٥ - الصِّيَامُ يَشْفَعُ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ:
5 - Puasa memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat:رَوَى أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ الْأَلْبَانِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ.
Diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dari Abdullah bin 'Amr bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: 'Wahai Rabb-ku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya'. Dan Al-Qur'an berkata: 'Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya'. Beliau bersabda: 'Maka keduanya pun memberi syafaat'." [Shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (6589) dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahihul Jami' (3882)].
قَالَ الْمُنَاوِيُّ: وَهَذَا الْقَوْلُ يَحْتَمِلُ أَنَّهُ حَقِيقَةٌ بِأَنْ يُجَسِّدَ اللَّهُ ثَوَابَهُمَا وَيَخْلُقَ اللَّهُ فِيهِ النُّطْقَ، «وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ».
Al-Munawi berkata: "Pernyataan ini mengandung kemungkinan bahwa hal itu terjadi secara nyata, di mana Allah mewujudkan pahala keduanya (menjadi sosok) dan Allah menciptakan kemampuan berbicara padanya, 'Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu'."
٦ - ثَوَابُ الصَّوْمِ لَا يَعْلَمُهُ إِلَّا اللَّهُ:
6 - Pahala puasa tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah:رَوَى مُسْلِمُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ حَسَنَةٍ عَمِلَهَا ابْنُ آدَمَ إِلَّا كُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ؛ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي.
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada satu kebaikan pun yang diamalkan anak Adam kecuali ditulis baginya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat; Allah 'Azza wa Jalla berfirman: 'Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku." [Shahih: diriwayatkan oleh Muslim (2215)].
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ خُزَيْمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَيَدَعُ لَذَّتَهُ مِنْ أَجْلِي، وَيَدَعُ زَوْجَتَهُ مِنْ أَجْلِي.
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Dan ia meninggalkan kelezatannya demi Aku, serta meninggalkan istrinya demi Aku." [Shahih: diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1780) dan dishahihkan Al-Albani dalam At-Targhib wat-Tarhib (978)].
٧ - مَنْ خُتِمَ لَهُ بِصِيَامٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ:
7 - Barangsiapa yang akhir hayatnya ditutup dengan puasa, maka ia masuk surga:رَوَى أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ الْأَلْبَانِيُّ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: أَسْنَدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى صَدْرِي فَقَالَ: مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ -قَالَ حَسَنٌ: ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ- خُتِمَ لَهُ بِهَا، دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ، خُتِمَ لَهُ بِهَا، دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ، خُتِمَ لَهُ بِهَا، دَخَلَ الْجَنَّةَ.
Diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dari Hudzaifah, ia berkata: Aku menyandarkan Nabi ﷺ ke dadaku, lalu beliau bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: Laa ilaha illallah —Hasan berkata: dengan mengharap wajah Allah— lalu hayatnya ditutup dengan kalimat itu, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa satu hari dengan mengharap wajah Allah, lalu hayatnya ditutup dengan amal itu, maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah dengan suatu sedekah dengan mengharap wajah Allah, lalu hayatnya ditutup dengan amal itu, maka ia masuk surga." [Shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (2283) dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahihul Jami' (6224)].
فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَقَالَ: أَيُّكُمْ يَحْفَظُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْفِتْنَةِ؟ قُلْتُ: أَنَا كَمَا قَالَهُ، قَالَ: إِنَّكَ عَلَيْهِ أَوْ عَلَيْهَا لَجَرِيءٌ، قُلْتُ: فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ، تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ وَالنَّهْيُ، قَالَ: لَيْسَ هَذَا أُرِيدُ، وَلَكِنِ الْفِتْنَةُ الَّتِي تَمُوجُ كَمَا يَمُوجُ الْبَحْرُ، قَالَ: لَيْسَ عَلَيْكَ مِنْهَا بَأْسٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، إِنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا، قَالَ: أَيُكْسَرُ أَمْ يُفْتَحُ، قَالَ: يُكْسَرُ قَالَ: إِذًا لَا يُغْلَقُ أَبَدًا، قُلْنَا: أَكَانَ عُمَرُ يَعْلَمُ الْبَابَ؟ قَالَ: نَعَمْ كَمَا أَنَّ دُونَ الْغَدِ اللَّيْلَةَ، إِنِّي حَدَّثْتُهُ بِحَدِيثٍ لَيْسَ بِالْأَغَالِيطِ، فَهِبْنَا أَنْ نَسْأَلَ حُذَيْفَةَ، فَأَمَرْنَا مَسْرُوقًا فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: الْعُمُرُ.
Dalam Shahihain dari Hudzaifah, ia berkata: Kami sedang duduk bersama Umar radhiyallahu 'anhu, lalu ia bertanya: "Siapa di antara kalian yang menghafal sabda Rasulullah ﷺ tentang fitnah?" Aku menjawab: "Aku (hafal) sebagaimana beliau menyabdakannya." Umar berkata: "Engkau sungguh berani atasnya." Aku berkata: "Fitnah (ujian) seseorang pada keluarga, harta, anak, dan tetangganya, dapat dihapuskan oleh shalat, puasa, sedekah, serta amar makruf nahi mungkar." Umar berkata: "Bukan ini yang aku maksud, tetapi fitnah yang bergejolak seperti bergejolaknya lautan." Hudzaifah berkata: "Engkau tidak apa-apa darinya wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya antara engkau dan fitnah itu ada pintu yang tertutup." Umar bertanya: "Apakah pintu itu akan didobrak atau dibuka?" Hudzaifah menjawab: "Akan didobrak." Umar berkata: "Kalau begitu ia tidak akan bisa ditutup selamanya." Kami (para perawi) bertanya: "Apakah Umar tahu siapa pintu itu?" Hudzaifah menjawab: "Ya, sebagaimana ia tahu bahwa sebelum hari esok ada malam hari. Sesungguhnya aku menceritakan kepadanya hadis yang bukan omong kosong." Kami segan bertanya kepada Hudzaifah, maka kami menyuruh Masruq untuk bertanya, lalu Hudzaifah menjawab: "(Pintu itu adalah) Umar." [Muttafaq 'alaih: diriwayatkan oleh Al-Bukhari (525) dan Muslim (144)].
Post a Comment for "Tariqus Salihin: Keutamaan Puasa"