Pembaca rahimakumullah, apa yang dimaksud dengan syukur? Bagaimana melatih akhlak syukur atau terima kasih? Berikut adalah terjemahan dari ringkasan Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!
قَالَ اللهُ تَعَالَى: {وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ} [لقمان: ١٤]
Allah Ta'ala berfirman: {Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu} [Luqman: 14].
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ)).
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ((Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah)).
Dikeluarkan oleh Abu Dawud (4811), Tirmidzi (1954) dan redaksi ini miliknya, serta Ahmad (7939).
مَعْنَى الشُّكْرِ لُغَةً:
Makna syukur secara bahasa:الشُّكْرُ: مَصْدَرُ شَكَرَ يَشْكُرُ، وَهُوَ تَصَوُّرُ النِّعْمَةِ وَإِظْهَارُهَا، أَوْ هُوَ عِرْفَانُ الْإِحْسَانِ وَنَشْرُهُ.
Syukur: merupakan bentuk masdar dari syakara yasykuru, yaitu membayangkan (menyadari) nikmat dan menampakkannya, atau ia adalah pengakuan terhadap kebaikan dan menyebarluaskannya.
مَعْنَى الشُّكْرِ اصْطِلَاحًا:
Makna syukur secara istilah:قَالَ الْجَوْهَرِيُّ: (الشُّكْرُ: الثَّنَاءُ عَلَى الْمُحْسِنِ بِمَا أَوْلَاكَهُ مِنَ الْمَعْرُوفِ)
Al-Jauhari berkata: (Syukur adalah pujian kepada pemberi kebaikan atas kebaikan yang telah ia berikan kepadamu)
وَقَالَ الزَّجَّاجِيُّ: (الشُّكْرُ: مُقَابَلَةُ الْمُنْعِمِ عَلَى فِعْلِهِ بِثَنَاءٍ عَلَيْهِ، وَقَبُولٍ لِنِعْمَتِهِ، وَاعْتِرَافٍ بِهَا).
Az-Zajjaji berkata: (Syukur adalah menyikapi pemberi nikmat atas perbuatannya dengan pujian kepadanya, menerima nikmatnya, serta mengakuinya).
وَقَالَ الْجُرْجَانِيُّ: (الشُّكْرُ: عِبَارَةٌ عَنْ مَعْرُوفٍ يُقَابِلُ النِّعْمَةَ، سَوَاءٌ كَانَ بِاللِّسَانِ أَوْ بِالْيَدِ أَوْ بِالْقَلْبِ).
Al-Jurjani berkata: (Syukur adalah ungkapan tentang kebaikan yang membalas sebuah nikmat, baik itu dengan lisan, tangan, maupun hati).
الشُّكْرُ ثَلَاثَةُ أَضْرُبٍ:
Syukur itu ada tiga macam:شُكْرُ الْقَلْبِ، وَهُوَ تَصَوُّرُ النِّعْمَةِ.
Syukur hati, yaitu membayangkan (menyadari) adanya nikmat.
وَشُكْرُ اللِّسَانِ، وَهُوَ الثَّناءُ عَلَى الْمُنْعِمِ.
Dan syukur lisan, yaitu memuji kepada pemberi nikmat.
وَشُكْرُ سَائِرِ الْجَوَارِحِ، وَهُوَ مُكَافَأَةُ النِّعْمَةِ بِقَدْرِ اسْتِحْقَاقِهِ.
Dan syukur seluruh anggota badan, yaitu membalas nikmat tersebut sesuai dengan haknya. (Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an karya Ar-Raghib, hal. 461)
حُكْمُ الشُّكْرِ
Hukum bersyukurيُشْرَعُ شُكْرُ مَنْ أَسْدَى مَعْرُوفًا أَوْ اصْطَنَعَ إِحْسَانًا بِالْمُكَافَأَةِ عَلَى ذَلِكَ، أَوْ الشُّكْرِ لَهُ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، وَالدُّعَاءِ لَهُ، وَذَلِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ.
Disyariatkan bersyukur kepada orang yang telah memberikan kebaikan atau melakukan kebajikan dengan cara memberi balasan atas hal itu, atau berterima kasih kepadanya, memujinya, serta mendoakannya; dan hal tersebut termasuk kemuliaan akhlak.
وَمِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مَنْ قَالَ بِوُجُوبِ الْمُكَافَأَةِ عَلَى الْوَاجِدِ، فَالْمُكَافَأَةُ شُكْرٌ بِالْفِعْلِ.
Dan di antara ahli ilmu ada yang berpendapat tentang wajibnya memberi balasan bagi orang yang mampu, maka membalas itu adalah syukur dalam bentuk perbuatan.
أَمَّا مَنْ كَانَ مُعْدِمًا فَيَنْتَقِلُ إِلَى الْبَدَلِ، وَهُوَ الثَّنَاءُ عَلَى الْمُحْسِنِ وَالدُّعَاءُ لَهُ.
Adapun bagi orang yang tidak memiliki apa-apa, maka ia beralih kepada penggantinya, yaitu memuji orang yang berbuat baik tersebut dan mendoakannya.
فَإِنَّ مَنْ أَثْنَى عَلَيْهِ وَدَعَا لَهُ فَقَدْ شَكَرَهُ، وَالدُّعَاءُ وَالثَّنَاءُ شُكْرٌ بِالْقَوْلِ.
Karena sesungguhnya barangsiapa yang memuji dan mendoakannya, maka ia telah bersyukur kepadanya; dan doa serta pujian adalah syukur dalam bentuk ucapan.
الْوَسَائِلُ الْمُعِينَةُ عَلَى الشُّكْرِ
Sarana-sarana yang membantu untuk bersyukur١- أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ إِذَا شَكَرَ مَنْ أَوْلَى إِلَيْهِ مَعْرُوفًا فَقَدْ تَعَبَّدَ لِلَّهِ بِمُقْتَضَى اسْمِهِ الشَّكُورِ، وَاتَّصَفَ بِمُوجِبِ هَذَا الِاسْمِ الْكَرِيمِ، وَابْتَعَدَ عَنِ الْكُفْرَانِ وَالنُّكْرَانِ وَالْجُحُودِ.
1- Hendaknya ia mengetahui bahwa jika ia bersyukur kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya, maka ia telah beribadah kepada Allah sesuai dengan konsekuensi nama-Nya "Asy-Syakur", menghiasi diri dengan tuntutan nama yang mulia ini, serta menjauhkan diri dari kekufuran (nikmat), pengingkaran, dan penolakan.
٢- أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ الشُّكْرَ مِنْ أَسْبَابِ مَحَبَّةِ اللَّهِ؛
2- Hendaknya ia mengetahui bahwa syukur adalah di antara sebab kecintaan Allah;
٣- أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ كَمَا يُحِبُّ أَنْ يُشْكَرَ، لَا بُدَّ أَنْ يَشْكُرَ النَّاسَ.
3- Hendaknya ia menyadari bahwa sebagaimana ia suka untuk disyukuri (diberi terima kasih), maka ia pun harus berterima kasih kepada orang lain.
٤- أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ مِنْ شُكْرِ اللَّهِ شُكْرَ مَنْ أَجْرَى النِّعْمَةَ عَلَى يَدَيْهِ.
4- Hendaknya ia mengetahui bahwa termasuk bagian dari bersyukur kepada Allah adalah bersyukur kepada orang yang menjadi perantara sampainya nikmat melalui tangannya.
٥- أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ شُكْرَ الْمَعْرُوفِ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَجَمِيلِ الْخِصَالِ.
5- Hendaknya ia mengetahui bahwa mensyukuri kebaikan adalah termasuk kemuliaan akhlak dan perangai yang indah.
٦- أَنْ يَعْلَمَ الْفَوَائِدَ الْمُتَرَتِّبَةَ عَلَى الشُّكْرِ.
6- Hendaknya ia mengetahui manfaat-manfaat yang dihasilkan dari bersyukur.
Post a Comment for "MAUSUATUL AKHLAK: SYUKUR (TERIMA KASIH)"