Pembaca rahimakumullah, berikut adalah ringkasan ceramah tentang Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Semoga bermanfaat!
اَلِاسْتِعْدَادُ لِشَهْرِ رَمَضَانَ الْمُبَارَكِ
PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADANBanyak orang menyiapkan diri menyambut Ramadan dengan menimbun makanan dan minuman, seolah Ramadan adalah bulan makan. Ada juga yang sibuk menyiapkan pakaian dan hiburan televisi. Namun mukmin sejati bersiap dengan 'olahraga keimanan' agar bisa menghadap Ramadan dengan hati yang bertaqwa dan bersih.
اَلتَّوْبَةُ الصَّادِقَةُTaubat yang Tulus (Nasuha)
Hendaknya kita melakukan muhasabah (evaluasi diri). Jika selama ini lalai salat Subuh, maka jagalah salat subuh. Jika terbiasa menggunjing, berhentilah menggunjing. Kembalilah kepada Allah karena Ramadan sudah sangat dekat.Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali, (Sahih Bukhari: 6307)
Bagaimana lafaznya? Diseutkan di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:
أسْتَغفِرُ اللهَ وأتوبُ إليه
Astaghfirullah wa atubu ilaihSaya memohon ampunan Allah dan bertaubat kepadaNya.
Apa saja syarat taubat? Syaikh berkata:
شُرُوطُ التَّوْبَةِ الصَّادِقَةِ
Syarat-Syarat Taubat yang Jujurاَلْإِقْلَاعُ عَنِ الذَّنْبِ
1 – Berhenti atau meninggalkan dosa tersebut secara total.
اَلْعَزْمُ عَلَى عَدَمِ الْعَوْدَةِ إِلَى الذَّنْبِ مَرَّةً أُخْرَى
2 – Bertekad kuat untuk tidak kembali mengulangi dosa tersebut di masa yang akan datang.
اَلنَّدَمُ عَلَى الذَّنْبِ كُلَّمَا تَذَكَّرَهُ
3 – Menyesali dosa tersebut setiap kali ia mengingatnya.
اَلْإِكْثَارُ مِنَ الصِّيَامِ فِي شَعْبَانَMemperbanyak Puasa di Bulan Sya'ban
Latih tubuh kita dengan puasa sunnah sebelum Ramadan tiba. Jangan buat tubuh kita 'terkejut' dengan puasa Ramadan sementara kita belum terbiasa sebelumnya.Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha yang berkata:
فَما رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلَّا رَمَضَانَ، وما رَأَيْتُهُ أكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ
Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa selama satu bulan kecuali di bulan Ramadan, dan saya melihat beliau paling banyak puasa di bulan Sya’ban, (Sahih Bukhari: 1969. Sahih Muslim: 1156).
Mengapa Nabi ﷺ banyak melakukan puasa sunah di bulan Syaban? Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:
وَإِنَّمَا كَانَ يُكْثِرُ مِنَ الصِّيَامِ فِي شَهْرِ شَعْبَانَ خُصُوصًا؛ لِأَنَّهُ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ، وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلُهُ وَهُوَ صَائِمٌ
Sesungguhnya beliau memperbanyak puasa pada bulan Syakban secara khusus karena bulan tersebut adalah waktu diangkatnya amal perbuatan kepada Tuhan semesta alam, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.
كَمَا أَنَّهُ شَهْرٌ يَغْفُلُ عَنْهُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ، كَمَا بَيَّنَ ذَلِكَ فِي رِوايةٍ عِنْدَ النَّسَائِيِّ وَأَحْمَدَ
Selain itu, Syakban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang karena letaknya yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, sebagaimana yang beliau jelaskan dalam riwayat An-Nasa'i dan Ahmad.
فَضُّ الْخُصُومَاتِ وَالنِّزَاعَاتِMenyelesaikan Perselisihan dan Permusuhan
Kebencian menghalangi ampunan Allah. Bagaimana mungkin kita mengharamkan diri kita dari ampunan di bulan ampunan hanya karena pertikaian dengan saudara kita?Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.
Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan hari Kamis. Maka diampuni setiap hamba yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali seorang yang di antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Lalu dikatakan: Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai, (Sahih Muslim: 2565).
Apa yang dimaksud dengan “Tangguhkanlah!”? Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:
فَيُقَالُ لِلْمَلَائِكَةِ: «أَنْظِرُوا»، أَيْ: أَمْهِلُوا هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ وَأَخِّرُوا مَغْفِرَتَهُمَا مِنْ ذُنُوبِهِمَا حَتَّى يَتَصَالَحَا، وَيَزُولَ عَنْهُمَا الشَّحْنَاءُ، فَلَا يُفِيدُ التَّصَالُحُ لِلسُّمْعَةِ وَالرِّيَاءِ.
Maka dikatakan kepada para malaikat: "Tangguhkanlah," yang berarti: berilah tempo kepada kedua orang ini dan tunda ampunan atas dosa-dosa mereka hingga keduanya berdamai serta rasa benci di antara mereka hilang, sebab perdamaian yang dilakukan hanya demi reputasi atau pamer tidaklah bermanfaat.
وَالظَّاهِرُ أَنَّ مَغْفِرَةَ كُلِّ وَاحِدٍ مُتَوَقِّفَةٌ عَلَى صَفَائِهِ، وَزَوَالِ عَدَاوَتِهِ، سَوَاءٌ صَفَا صَاحِبُهُ أَمْ لَا.
Makna yang tampak adalah bahwa ampunan bagi masing-masing orang bergantung pada keikhlasan hatinya dan hilangnya permusuhan darinya, terlepas dari apakah pihak lainnya sudah berlapang dada atau belum.
فَاللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُرِيدُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ تَكُونَ قُلُوبُهُمْ مُجْتَمِعَةً غَيْرَ مُتَفَرِّقَةٍ، مُتَحَابَّةً غَيْرَ مُتَبَاغِضَةٍ.
Sebab Allah 'Azza wa Jalla menginginkan para hamba-Nya memiliki hati yang bersatu dan tidak bercerai-berai, serta saling mencintai dan tidak saling membenci.
اَلتَّعَوُّدُ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِMembiasakan Diri Salat Malam
Mulai dari yang ringan. Setelah Isya, coba kita salat 11 rakaat dengan surat-surat pendek. Itu hanya butuh waktu sekitar 20 menit, tapi dampaknya luar biasa bagi ketenangan hati.Allah ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah), (QS Adz-Dzariyat: 17-18).
Syaikh Abu Bakar Jabir berkata:
بَيَانُ صِفَاتِ الْمُتَّقِينَ مِنَ التَّهَجُّدِ بِاللَّيْلِ وَالِاسْتِغْفَارِ فِي آخِرِهِ وَالْإِنْفَاقِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Penjelasan tentang sifat-sifat orang yang bertakwa: bangun untuk salat malam, memohon ampunan di akhir malam, serta menafkahkan harta di jalan Allah.
تَحْلِيلُ الْمَأْكَلِ وَالْمَشْرَبِMemastikan Makanan dan Minuman yang Halal
Tanyakan pada diri sendiri, apakah makanan di meja kita dibeli dengan harta halal? Harta haram bisa menyelinap ke gaji pegawai yang tidak amanah atau pedagang yang menipu. Makan haram adalah penghalang doa.Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟!
Kemudian Nabi menyebutkan tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan panjang, rambutnya kusut dan tubuhnya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Ya Rabb, Ya Rabb.’ Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan? (Sahih Muslim: 1015).
Tentang Nabi ﷺ yang menggunakan kata (ومَطعَمُه حَرامٌ) atau “makanannya haram” dan kata (وغُذِيَ بالحرامِ) atau “dia diberi makanan dari yang haram,” maksudnya adalah:
«وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ» إِلَى حَالِ كِبَرِهِ، وَبِقَوْلِهِ: «وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ» إِلَى حَالِ صِغَرِهِ.
"Makanannya haram" merujuk pada keadaannya ketika dewasa, dan sabda beliau, "dan dia diberi makanan dari yang haram" merujuk pada keadaannya sewaktu kecil.
صِلَةُ الْأَرْحَامِMenyambung Tali Silaturahmi
Jika ada kerabat yang sudah lama tidak dikunjungi, hubungi mereka sekarang. Kita ingin menyambung hubungan dengan Allah di bulan Ramadan, maka jangan putus hubungan dengan rahim kita.Imam Al-Haitsami meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الرَّحِمَ شَجْنَةٌ متمسِّكَةٌ بِالعَرْشِ، تَكَلَّمُ بِلِسَانٍ ذَلْقٍ: اللَّهُمَّ صِلْ مَن وَصَلَنِي، وَاقْطَعْ مَن قَطَعَنِي.
Sesungguhnya rahim itu bergantung pada ‘Arsy. Ia berbicara dengan lidah yang fasih: ‘Ya Allah, sambunglah orang yang menyambungku, dan putuskanlah orang yang memutusku.’
فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ، وَإِنِّي شَقَقْتُ لِلرَّحِمِ مِنِ اسْمِي، فَمَن وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَن بَتَكَهَا بَتَكْتُهُ
Maka Allah Yang Mahaagung lagi Mahatinggi berfirman, ‘Aku adalah Ar-Rahman Ar-Rahim, dan Aku telah mengambil nama rahim dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya, Aku akan menyambungnya; dan barang siapa memutuskannya, Aku akan memutusnya, (Majmu Zawaid: 8/153).
Apa yang dimaksud dengan Rahim? Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:
وَالرَّحِمُ نَوْعَانِ: عَامَّةٌ، وَخَاصَّةٌ؛ فَالْعَامَّةُ: رَحِمُ الدِّينِ، وَتَجِبُ صِلَتُهَا بِالتَّوَادِّ وَالتَّنَاصُحِ وَالْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ
Silaturahmi itu ada dua macam: umum dan khusus. Silaturahmi yang bersifat umum adalah ikatan rahim dalam agama, yang wajib disambung dengan saling mencintai, saling menasihati, serta bersikap adil dan objektif.
وَأَمَّا الرَّحِمُ الْخَاصَّةُ فَتَزِيدُ بِالنَّفَقَةِ عَلَى الْقَرِيبِ، وَتَفَقُّدِ أَحْوَالِهِمْ، وَالتَّغَافُلِ عَنْ زَلَّاتِهِمْ، وَتَتَفَاوَتُ مَرَاتِبُ اسْتِحْقَاقِهِمْ فِي ذَلِكَ
Adapun silaturahmi yang bersifat khusus mencakup hal-hal tambahan, seperti memberikan nafkah kepada kerabat, memperhatikan kondisi mereka, serta memaklumi kesalahan-kesalahan mereka; yang mana tingkat kewajiban pemenuhan hak tersebut berbeda-beda bagi setiap kerabat.
رَدُّ الْمَظَالِمِMengembalikan Hak yang Dizalimi
Berikan hak orang lain yang kita tahan, baik itu hak istri, saudara, atau karyawan kita. Jangan berpuasa dalam keadaan menzalimi sesama, karena doa orang yang dizalimi tidak ada hijabnya.Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ
Jauhilah kezaliman, karena sesungguhnya kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat, (Sahih Muslim: 2578)
Apa yang dimaksud dengan kezaliman? Tertulis di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah:
الظُّلْمُ هُوَ كُلُّ أَذًى يَتَسَبَّبُ فِيهِ الْمُسْلِمُ لِغَيْرِهِ، سَوَاءٌ كَانَ إِنْسَانًا أَوْ حَيَوَانًا
Kezaliman adalah setiap bentuk gangguan atau bahaya yang disebabkan oleh seorang muslim terhadap pihak lain, baik itu kepada sesama manusia maupun kepada hewan.
Apa yang dimaksud dengan kegelapan? Tertulis juga di sana:
الظُّلُمَاتُ هُنَا الشَّدَائِدُ وَالْأَهْوَالُ الَّتِي يَكُونُ فِيهَا الظَّالِمُ، وَيَحْتَمِلُ أَنَّهَا عِبَارَةٌ عَنِ الْأَنْكَالِ وَالْعُقُوبَاتِ
Kegelapan (zulumat) di sini bermakna kesukaran-kesukaran besar dan kengerian yang akan dialami oleh orang yang berbuat zalim, serta ada kemungkinan bahwa istilah tersebut merupakan ungkapan untuk menggambarkan berbagai bentuk belenggu serta siksaan.
اَلصَّدَقَةُGemar Bersedekah
Ramadan adalah bulan kedermawanan. Latihlah diri kita untuk gemar memberi dari sekarang agar sedekah menjadi ringan bagi kita di bulan Ramadan.Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Muadz bin Jabal Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّار
Sedekah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (Jami Tirmidzi: 2616)
Yang dimaksud di sini juga adalah sedekah sunnah, karena zakat wajib telah disebutkan sebelumnya. Pada awal hadis, beliau meletakkan dasar dan kaidah yang mendekatkan kepada Allah dan memasukkan ke dalam surga berupa kewajiban, dan beliau menamainya zakat. Sedangkan di sini, pada bagian pintu-pintu kebaikan, beliau menyebutkan sedekah untuk menegaskan bahwa itu termasuk amalan sunnah, bukan kewajiban.
تِلَاوَةُ الْقُرْآنِMemperbanyak Membaca Al-Qur'an
Mulailah membaca setengah juz setiap selesai salat fardhu. Dengan begitu, kita bisa membaca 2,5 juz sehari tanpa beban. Jika sudah terbiasa, mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali di bulan Ramadan akan terasa mudah. Wallahua’lamاَللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا، اَللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَتَمَامِ الْإِيمَانِ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا فِيهِ عَلَى حُسْنِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، وَارْزُقْنَا فِيهِ التَّوْبَةَ الصَّادِقَةَ وَسَلَامَةَ الصَّدْرِ لِلْمُسْلِمِينَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيهِ مِنَ الْمَقْبُولِينَ وَالْمُعْتَقِينَ مِنَ النَّارِ.
Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan dalam keadaan Engkau rida kepada kami. Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan dalam keadaan sehat, afiat, dan iman yang sempurna.
Ya Allah, tolonglah kami di dalamnya untuk menjalankan puasa yang baik, shalat malam (qiyamul lail), dan membaca Al-Qur'an. Anugerahkanlah kepada kami di dalamnya taubat yang nasuha (jujur) dan hati yang bersih terhadap sesama Muslim.
Ya Allah, jadikanlah kami di dalamnya termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan orang-orang yang dibebaskan dari api neraka.
Post a Comment for "PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADAN MUBARAK"