Pembaca rahimakumullah, di antara akhlak mulia seorang muslim adalah saling
menasihati dengan kebaikan, atau yang di dalam Mausuatul Akhlak Dorar Saniyah
disebut dengan At-Tawasi bil KhairBagaimana penjelasannya? Teruskan membaca!
التَّرغيبُ في التَّواصي
بالخير من القُرآنِ الكريمِ
PERINTAH SALING MENASIHATI DI DALAM
AL-QURAN
1 – Allah ta’ala berfirman:
ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ
بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Itulah yang diperintahkan Allah kepadamu agar kalian berakal, (QS Al-An'am:
151).
Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di berkata tentang potongan ayat ini:
وَدَلَّتِ الآيَةُ
عَلَى أَنَّهُ بِحَسَبِ عَقْلِ العَبْدِ يَكُونُ قِيَامُهُ بِمَا أَمَرَ اللهُ بِهِ.
Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai dengan kadar akal seorang hamba, demikian
pula kadar pelaksanaannya terhadap apa yang Allah perintahkan, (Taisirul
Karimir Rahman).
2 – Allah berfirman setelah menyebutkan beberapa wasiat yang bermanfaat:
ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ
بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Itulah yang diperintahkan Allah kepadamu agar kalian ingat, (QS Al-An'am:
152).
Imam At-Tabari
menjelaskan makna "agar kalian" ingat dengan berkata:
لِتَتَذَكَّرُوا
عَوَاقِبَ أَمْرِكُمْ، وَخَطَأَ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ مُقِيمُونَ، فَتَنْزَجِرُوا
عَنْهَا، وَتَرْتَدِعُوا وَتُنِيبُوا إِلَى طَاعَةِ رَبِّكُمْ
Supaya kalian ingat dengan akibat dari perbuatan dan kesalahan yang
terus-menerus kalian lakukan, supaya kalian berhenti darinya, menjauhinya, dan bertaubat
kepada ketaatan kepada Tuhan kalian, (Jamiul Bayan).
3 – Allah ta’ala berfirman:
ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ
بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Itulah yang diperintahkan Allah kepadamu agar kalian bertakwa, (QS Al-An'am:
153).
Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di berkata tentang potongan ayat ini:
فَإِنَّكُمْ إِذَا
قُمْتُمْ بِمَا بَيَّنَهُ اللهُ لَكُمْ عِلْمًا وَعَمَلًا صِرْتُمْ مِنَ الْمُتَّقِينَ،
وَعِبَادِ اللهِ الْمُفْلِحِينَ
Apabila kalian melaksanakan apa yang Allah jelaskan kepada kalian, baik
dengan ilmu maupun amal, kalian akan menjadi bagian dari orang-orang yang
bertakwa dan hamba-hamba Allah yang beruntung, (Taisirul Karimir Rahman).
4 – Allah ta’ala berfirman:
وَالْعَصْرِ * إِنَّ
الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا
بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masaSesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati
supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran, (QS Al-'Asr:
1-3).
Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di berkata tentang ayat ketiga ini:
فَبِالأَمْرَيْنِ
الأَوَّلَيْنِ، يُكْمِلُ الإِنْسَانُ نَفْسَهُ، وَبِالأَمْرَيْنِ الأَخِيرَيْنِ يُكْمِلُ
غَيْرَهُ، وَبِتَكْمِيلِ الأُمُورِ الأَرْبَعَةِ، يَكُونُ الإِنْسَانُ قَدْ سَلِمَ
مِنَ الْخُسَارِ، وَفَازَ بِالرِّبْحِ العَظِيمِ.
Dengan dua perkara yang pertama, manusia menyempurnakan dirinya sendiriDengan
dua perkara yang terakhir, ia menyempurnakan orang lainDan dengan
menyempurnakan keempat perkara tersebut, manusia akan selamat dari kerugian dan
meraih keuntungan yang besar, (Taisirul Karimir Rahman).
التَّرغيبُ في التَّواصي
بالخيرِ من السُّنَّةِ النَّبَويَّةِ
PERINTAH SALING MENASIHATI DARI SUNAH
NABAWIYAH
1 – Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ؛
فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ
أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ؛
فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ
Berwasiatlah terhadap kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan
dari tulang rusukDan sesungguhnya bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk
adalah bagian yang paling atasJika kamu mencoba meluruskannya, kamu akan
mematahkannyaDan jika kamu membiarkannya, dia akan tetap bengkokMaka,
berwasiatlah terhadap kaum wanita, (Sahih Bukhari: 3331Sahih Muslim: 1468).
Sabda Nabi (اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ) atau
yang artinya, “Berwasiatlah terhadap kaum wanita,” maksudnya:
يَعْنِي: تَوَاصَوْا
فِيمَا بَيْنَكُمْ بِالإِحْسَانِ إِلَيْهِنَّ
Hendaknya kalian saling menasihati untuk berbuat baik kepada mereka (para
wanita).
2 – Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا زَالَ جِبْرِيلُ
يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku menyangka
bahwa dia (Jibril) akan menjadikan (tetangga) sebagai ahli waris, (Sahih
Bukhari: 6014Sahih Muslim: 2624).
3 – Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa seorang laki-laki berkata
kepada Nabi ﷺ, “Berilah saya wasiat!” Maka
beliau ﷺ bersabda:
لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ
مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ
Janganlah kamu marah." Lalu beliau (Rasulullah) mengulanginya berkali-kali,
(sambil) bersabda: "Janganlah kamu marah,” (Sahih Bukhari: 6116).
معنى التَّواصي
بالخيرِ لُغةً واصطِلاحًا
DEFINISI AT-TAWASI BIL KHAIR
At-Tawasi secara bahasa berarti:
أَصْلُ (وَصْي):
يَدُلُّ عَلَى وَصْلِ شَيْءٍ بِشَيْءٍ.
At-Tawasi berasal dari kata (washyi) yang merujuk pada makna menyambungkan
sesuatu dengan sesuatu yang lain.
At-Tawasi secara bahasa istilah artinya:
أَنْ يُوصِيَ بَعْضُ
النَّاسِ بَعْضًا بِالْعَمَلِ بِكِتَابِ اللهِ وَبِطَاعَتِهِ، وَبِالِانْتِهَاءِ عَمَّا
نَهَى اللهُ عَنْهُ.
Sebagian manusia berwasiat kepada sebagian yang lain untuk mengamalkan
Kitabullah dan menaati Allah, serta untuk menjauhi apa yang telah dilarang oleh
Allah.
فوائِدُ التَّواصي
بالخيرِ
MANFAAT SALING MENASIHATI
Di antara manfaat dari saling menasihati atau At-Tawasi adalah:
أَنَّ التَّوَاصِيَ
بِالْخَيْرِ مِنْ أَسْبَابِ قُوَّةِ الْأُمَّةِ، وَمِنْ دَعَائِمِ بَقَائِهَا.
1 - Saling menasihati dengan kebaikan adalah salah satu sebab kekuatan
umat, dan termasuk pilar yang menyangga kelanggengannya.
فِيهِ إِقَامَةُ
مُجْتَمَعِ الْحَقِّ وَالْخَيْرِ.
2 – Di dalamnya terdapat penegakan masyarakat yang berpegang pada kebenaran
dan kebaikan.
أَنَّ التَّوَاصِيَ
بِالْخَيْرِ يَعُمُّ بِهِ النَّفْعُ، وَيَحْصُلُ بِهِ الِاتِّعَاظُ وَتَنْشِيطُ الْكُسَالَى.
3 – Saling menasihati dengan kebaikan akan menyebarkan manfaat secara luas,
dan dengannya akan seseorang bisa mengambil pelajaran dan motivasi bagi
orang-orang yang malas
التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ
يُعِينُ وَيُشَجِّعُ عَلَى الِاسْتِمْسَاكِ بِالْحَقِّ.
4 – Saling menasihati dengan kebaikan akan membantu dan mendorong untuk
berpegang teguh pada kebenaran.
دَلِيلُ حُبِّ الْخَيْرِ
لِلْآخَرِينَ، وَبُغْضِ الشَّرِّ لَهُمْ.
5 – Saling menasihati adalah bukti cinta terhadap kebaikan bagi orang lain,
dan merupakan tanda bahwa dia tidak suka jika mereka mendapat keburukan.
فِيهِ شُيُوعُ الْفَضِيلَةِ،
وَدَفْعُ الرَّذِيلَةِ.
6 - Di dalamnya terdapat upaya untuk menyebarkan kebaikan, dan mencegah keburukan.
فِي التَّوَاصِي
بِالْخَيْرِ مَا يَكْفُلُ حَيَاةً مُسْتَقِرَّةً لِلْمُجْتَمَعِ الْإِسْلَامِيِّ.
7 – Di dalam saling menasihati dengan kebaikan terdapat sesuatu yang
menjamin kehidupan yang stabil bagi masyarakat Islam
فِيهِ صَلَاحُ حَالِ
الْفَرْدِ وَالْمُجْتَمَعِ مَعًا.
8 – Di dalamnya terdapat islah, atau upaya memperbaiki keadaan individu dan
masyarakat secara bersama-sama.
أقسامُ التَّواصي
بالخيرِ
MACAM-MACAM SALING MENASIHATI
التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ
ضَرْبَانِ: التَّوَاصِي بِعَمَلِ الْمَأْمُورَاتِ، وَالتَّوَاصِي بِتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ.
Saling menasihati dengan kebaikan terbagi menjadi dua jenis: 1) saling
menasihati untuk melaksanakan segala perintah, dan 2) saling menasihati untuk
meninggalkan segala larangan.
1 - فَالْأَوَّلُ
يَكُونُ بِالْأَمْرِ بِمَا فِيهِ خَيْرٌ وَمَعْرُوفٌ، وَالتَّرْغِيبُ فِيهِ وَالْحَثُّ
عَلَى فِعْلِهِ، وَهُوَ نَوْعَانِ:
أ - التَّوَاصِي
بِمَا هُوَ وَاجِبٌ،
ب - وَالتَّوَاصِي
بِمَا هُوَ مُسْتَحَبٌّ.
Jenis yang pertama dilakukan dengan cara memerintahkan segala hal yang
mengandung kebaikan dan kebenaran, serta mendorong dan menganjurkan orang lain
untuk melaksanakannyaIni terbagi lagi menjadi dua macam:
a – Saling menasihati mengenai segala hal yang wajib,
b – Saling menasihati mengenai segala hal yang sunah.
2 - وَأَمَّا التَّوَاصِي
بِتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ فَيَكُونُ بِالتَّحْذِيرِ مِنْ كُلِّ مَا يُخَالِفُ الْكِتَابَ
وَالسُّنَّةَ، وَالنَّهْيِ عَنْهُ، وَهُوَ أَيْضًا نَوْعَانِ:
أ - التَّوَاصِي
بِتَرْكِ مَا هُوَ مُحَرَّمٌ،
ب - وَالتَّوَاصِي
بِتَرْكِ مَا هُوَ مَكْرُوهٌ.
Adapun jenis yang kedua, yaitu saling menasihati untuk meninggalkan segala larangan,
dilakukan dengan cara memperingatkan agar menjauhi segala sesuatu yang
bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, serta melarangnyaIni pun terbagi
menjadi dua macam:
a - Saling menasihati untuk menjauhi segala hal yang diharamkan,
b – Saling menasihati untuk menjauhi segala hal yang dimakruhkan (tidak
disukai).
الوسائِلُ المُعينةُ
على اكتِسابِ التَّواصي بالخيرِ
SARANA MELATIH AKHLAK SALING MENASIHATI
Berikut adalah beberapa hal yang apabila dilazimi, seseorang akan memiliki
akhlak saling menasihati:
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
التَّوَاصِيَ بِالْخَيْرِ مِنْ سُنَنِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، فَيَحْرِصَ
عَلَى التَّأَسِّي بِهِمْ
1 – Hendaknya seseorang mengetahui bahwa saling menasihati dalam kebaikan
adalah bagian dari sunah para Nabi dan Rasul, sehingga ia termotivasi untuk
meneladani mereka.
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
التَّوَاصِيَ بِالْخَيْرِ مِنْ صِفَاتِ النَّاجِينَ مِنَ النَّارِ وَمِنَ الْعَذَابِ
2 – Hendaknya ia menyadari bahwa saling menasihati dalam kebaikan adalah
salah satu ciri khas orang-orang yang selamat dari api Neraka dan siksa.
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
التَّوَاصِيَ بِالْخَيْرِ مِنْ مَحْمُودِ الْأَخْلَاقِ، وَمَرْضِيِّ الْأَفْعَالِ
3 – Hendaknya ia memahami bahwa saling menasihati dalam kebaikan termasuk
akhlak yang terpuji dan perbuatan yang diridai.
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
أَصْحَابَ التَّوَاصِي بِالْخَيْرِ هُمْ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ، أَهْلُ الْجَنَّةِ
4 – Hendaknya ia mengetahui bahwa orang-orang yang saling menasihati dalam
kebaikan adalah golongan kanan (Aṣḥāb al-Maymanah), yaitu para penghuni Surga.
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
التَّوَاصِيَ بِالْخَيْرِ حِمَايَةٌ لِأَصْحَابِهِ مِنَ الْخُسْرَانِ وَالنُّقْصَانِ
فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
5 – Hendaknya ia menyadari bahwa saling menasihati dalam kebaikan adalah
perlindungan bagi pelakunya dari kerugian dan kekurangan (azab), baik di dunia
maupun di akhirat.
أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ
التَّوَاصِيَ بِالْخَيْرِ هُوَ سَبِيلُ الْمُؤْمِنِينَ
6 – Hendaknya ia mengetahui bahwa saling menasihati dalam kebaikan adalah
jalan yang ditempuh oleh (ciri khas) orang-orang mukmin.
مظاهِرُ وصُوَرُ
التَّواصي بالخيرِ
GAMBARAN AT-TAWASI BIL KHAIR
Pembaca rahimakumullah, berikut adalah beberapa gambaran tentang Tawasi bil
Khair atau saling menasihati:
الْوَصِيَّةُ بِبِرِّ
الْوَالِدَيْنِ، وَالْإِحْسَانُ إِلَيْهِمَا حَتَّى فِي حَالِ كُفْرِهِمَا، مَعَ تَرْكِ
طَاعَتِهِمَا فِي غَيْرِ الْمَعْرُوفِ، قَالَ تَعَالَى:
1 – Saling menasihati untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat
baik kepada mereka, bahkan jika mereka dalam keadaan kafir, namun tetap tidak
boleh menaati mereka dalam hal yang bukan kebaikanAllah ta’ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
فَلَا تُطِعْهُمَا
Dan Kami wasiatkan kepada manusia (agar berbuat) kebaikan kepada kedua
orang tuanyaDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu menaati
keduanya, (QS Al-Ankabut: 8).
تَوَاصِي أَبْنَاءِ
الْأُمَّةِ جَمِيعًا بِالصَّبْرِ فِيمَا بَيْنَهُمْ بِمُخْتَلِفِ أَنْوَاعِهِ، فَهُوَ
الْعُنْوَانُ الْأَبْرَزُ لِتَمَاسُكِ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْمُؤْمِنَةِ؛ قَالَ تَعَالَى
فِي وَصْفِ حَالِ الْمُؤْمِنِينَ:
2 – Saling menasihati di antara seluruh anggota umat Islam agar bersabar
dalam berbagai jenisnya, karena ini adalah tanda paling menonjol bagi kekokohan
umat yang beriman iniAllah berfirman dalam menjelaskan keadaan orang-orang
beriman:
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Dan mereka saling
berpesan untuk kesabaran, (QS Al-Balad: 17).
تَوَاصِي أَبْنَاءِ
الْأُمَّةِ فِيمَا بَيْنَهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَالتَّرَاحُمِ؛ قَالَ تَعَالَى فِي وَصْفِ
حَالِ الْمُؤْمِنِينَ:
3 – Saling menasihati di antara seluruh anggota umat Islam dengan kasih
sayang dan saling menyayangiAllah berfirman dalam menjelaskan keadaan
orang-orang beriman:
وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
Dan mereka saling
berpesan untuk kasih sayang, (QS Al-Balad: 17).
الْوَصِيَّةُ بِعَدَمِ
اسْتِصْغَارِ شَيْءٍ مِنَ الْمَعْرُوفِ: عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ لِي النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
4 – Saling menasihati untuk tidak meremehkan sedikit pun dari kebaikanDari
Abu Dzar Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda kepadaku:
لَا تَحْقِرَنَّ
مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Janganlah kamu meremehkan
sedikit pun kebaikan, meskipun hanya dengan menemui saudaramu dengan wajah yang
ceria, (Sahih Muslim: 2626)
الْوَصِيَّةُ بِالْجَارِ
وَحُسْنِ مُعَامَلَتِهِ، وَقَدْ تَقَدَّمَ حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا،
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:
5 – Saling menasihati untuk berbuat baik kepada tetangga dan dalam
berinteraksi dengan tetanggaTelah disebutkan sebelumnya hadis dari Aisyah
radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ
bersabda:
مَا زَالَ يُوصِينِي
جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Jibril senantiasa berpesan kepadaku tentang tetangga, sampai aku menyangka
bahwa dia akan menjadikannya sebagai ahli waris, (Sahih Bukhari: 6014Sahih
Muslim: 2624).
الْوَصِيَّةُ بِعَدَمِ
الْقَضَاءِ بَيْنَ النَّاسِ فِي حَالِ الْغَضَبِ
6 – Saling menasihati untuk tidak memutuskan perkara di antara manusia ketika
sedang marah
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ: كَتَبَ أَبُو بَكْرَةَ إِلَى ابْنِهِ، وَكَانَ بِسِجِسْتَانَ،
بِأَنْ لَا تَقْضِيَ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ؛ فَإِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَا يَقْضِيَنَّ حَكَمٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ
وَهُوَ غَضْبَانُ
Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah yang berkata: Abu Bakrah pernah menulis
surat kepada anaknya yang berada di Sijistan agar jangan memutuskan perkara di
antara dua orang saat engkau sedang marahKarena sesungguhnya aku mendengar Nabi
ﷺ bersabda: “Seorang hakim tidak
boleh memutuskan perkara di antara dua orang saat dia sedang marah,” (Sahih
Muslim: 2626)
الْوَصِيَّةُ بِنَظَرِ
الْإِنْسَانِ فِي أَمْرِ الدُّنْيَا لِمَنْ هُوَ أَدْنَى مِنْهُ
7 – Wasiat agar seseorang melihat urusan dunia kepada orang yang berada di
bawahnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ
إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ
أَسْفَلَ مِنْهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara
kalian melihat kepada orang yang diberi kelebihan daripada dirinya dalam hal
harta dan rupa, maka hendaklah dia melihat kepada orang yang berada di
bawahnya,” (Sahih Bukhari: 6490Sahih Muslim: 2963)Wallahua’lam
Demikian penjelasan tentang At-Tawasiyu bil Khair atau akhlak saling
menasihati dengan kebaikanSemoga bermanfaat!
Karangasem, 10 November 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs IDNJournal.com).
Post a Comment for "Mausuatul Akhlak: Saling Menasihati"