MATAN HADIS BERBUAT BAIK KEPADA TETANGGA
Pembaca rahimakumullah, Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Jibril senantiasa menasihatiku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira bahwa tetangga akan dijadikan ahli waris, (Sahih Bukhari: 6014. Sahih Muslim: 2624).PENJELASAN HADIS
1 – Sabda Nabi (مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ) maksudnya:كَرَّرَ عَلَيْهِ الْوَصِيَّةَ بِالْجَارِ
Ia (malaikat Jibril) mengulang-ulang wasiat kepada beliau (Nabi ﷺ).
2 – Sabda Nabi (بِالْجَارِ) maksudnya:
بِالإِحْسَانِ إِلَيْهِ، وَرِعَايَةِ ذِمَّتِهِ، وَالقِيَامِ بِحُقُوقِهِ، وَمُوَاسَاتِهِ فِي حَاجَتِهِ، وَالصَّبْرِ عَلَى أَذَاهُ
Dengan berbuat baik kepadanya, menjaga kehormatannya, menunaikan hak-haknya, membantu dalam kebutuhannya, dan bersabar atas gangguannya.
3 – Sabda Nabi (الْجَارِ) maksudnya:
القَرِيبُ مِنَ الدَّارِ، قَرِيبًا كَانَ أَوْ أَجْنَبِيًّا، مُسْلِمًا كَانَ أَوْ كَافِرًا
Tetangga yang dekat dengan rumah, baik ia kerabat maupun orang asing, baik ia seorang Muslim maupun seorang kafir.PELAJARAN DARI HADIS
Pelajaran yang bisa diambil dari hadis berbuat baik kepada tentangga ini di antaranya:جَاءَتْ تَعَالِيمُ الإِسْلَامِ تَدْعُو إِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْعِبَادِ
1 – Ajaran-ajaran Islam datang menyeru kepada hal-hal yang membawa kebaikan bagi hamba-hamba Allah
وَالْعَمَلِ عَلَى تَآلُفِهِمْ وَتَرَابُطِهِمْ
2 – Serta mendorong untuk saling berkasih sayang dan mempererat hubungan mereka
وَمِنْ ذَلِكَ: الأَمْرُ بِالإِحْسَانِ إِلَى الْجَارِ
3 – Di antara itu adalah perintah untuk berbuat baik kepada tetangga.
عِظَمُ حَقِّ الْجَارِ وَوُجُوبُ مُرَاعَاةِ ذَلِكَ
Besarnya hak tetangga dan wajibnya memperhatikan hal itu.لِلتَّأْكِيدِ عَلَى حَقِّ الْجَارِ بِالْوَصِيَّةِ يَقْتَضِي ضَرُورَةَ إِكْرَامِهِ وَالتَّوَدُّدِ وَالإِحْسَانِ إِلَيْهِ، وَدَفْعِ الضَّرِّ عَنْهُ، وَعِيَادَتِهِ عِنْدَ الْمَرَضِ، وَتَهْنِئَتِهِ عِنْدَ الْمَسَرَّةِ، وَتَعْزِيَتِهِ عِنْدَ الْمُصِيبَةِ
4 – Penegasan tentang hak tetangga melalui wasiat menuntut keharusan untuk memuliakannya, menunjukkan kasih sayang dan berbuat baik kepadanya, menolak bahaya darinya, menjenguknya ketika sakit, mengucapkan selamat ketika ia berbahagia, dan menghiburnya ketika ditimpa musibah.Allah ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang yang dalam perjalanan, dan hamba sahaya yang kamu miliki, (QS An-Nisa: 36). Wallahua’lam
Demikian penjelasan dan pelajaran dari hadis wasiat Jibril kepada Nabi ﷺ agar berbuat baik kepada tentangga. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 14 November 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube Mukminun TV)
Post a Comment for "Yuk Baik kepada Tetangga! Inilah Wasiat Jibril untuk Nabi"