zmedia

Fikih Dorar: Definisi Zakat dan Keutamaan Zakat

Pembaca rahimakumullah, apa definisi zakat? Apa saja keutamaan zakat? Berikut adalah terjemahan dari Mausuatul Fiqhiyah Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!

تَعْرِيفُ الزَّكَاةِ

Definisi Zakat

Secara bahasa, zakat berarti:

الطَّهَارَةُ، وَالنَّمَاءُ

Suci dan bertumbuh.

Secara istilah, definisi zakat adalah:

التَّعَبُّدُ لِلَّهِ تَعَالَى، بِإِخْرَاجِ جُزْءٍ وَاجِبٍ شَرْعًا، فِي مَالٍ مُعَيَّنٍ، لِطَائِفَةٍ أَوْ جِهَةٍ مَخْصُوصَةٍ

Ibadah kepada Allah ta‘ala dengan mengeluarkan bagian tertentu yang diwajibkan syariat dari harta tertentu, untuk golongan atau pihak yang ditentukan.

Inilah definisi zakat secara bahasa dan istilah. Kemudian kita masuk ke pembahasan selanjutnya, apa saja keutamaan zakat?

فضائلُ الزَّكاة

Keutamaan Zakat

Tertulis di dalam Mausuatul Fiqhiyah Dorar Saniyah tentang beberapa keutamaan zakat, di antaranya:

اِقْتِرَانُهَا بِالصَّلَاةِ فِي كِتَابِ اللهِ تَعَالَى؛ فَحَيْثُمَا وَرَدَ الأَمْرُ بِالصَّلَاةِ اقْتَرَنَ بِهِ الأَمْرُ بِالزَّكَاةِ، مِنْ ذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى:

1 – Zakat didekatkan dengan perintah salat di dalam Kitab Allah Ta‘ala; di mana saja ada perintah salat disebutkan, selalu disertai dengan perintah zakat. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللهِ

Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, dan segala kebaikan yang kamu persembahkan untuk dirimu, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Allah, (QS Al-Baqarah: 110).

أَنَّهَا ثَالِثُ أَرْكَانِ الإِسْلَامِ الخَمْسَةِ؛ لِمَا فِي الحَدِيثِ:

2 – Bahwa zakat adalah urutan ketiga di dalam rukun Islam yang lima, sebagaimana di dalam hadis:

بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa di bulan Ramadan, (Sahih Bukhari: 8. Sahih Muslim: 16).

أَنَّهَا عَلَامَةٌ مِنْ عَلَامَاتِ التَّقْوَى، وَسَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ دُخُولِ الْجَنَّةِ؛ كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:

3 – Bahwa zakat adalah satu dari sekian tanda takwa, juga salah satu sebab untuk masuk surga, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan mata air.

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ

Mereka menerima apa yang diberikan oleh Tuhan mereka; sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat baik.

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian, (QS Adz-Dzariyat: 15-19).

Dari Abu Darda Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

خَمْسٌ مَنْ جَاءَ بِهِنَّ مَعَ إِيمَانٍ؛ دَخَلَ الْجَنَّةَ: مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ: عَلَى وُضُوئِهِنَّ وَرُكُوعِهِنَّ وَسُجُودِهِنَّ وَمَوَاقِيتِهِنَّ، وَصَامَ رَمَضَانَ، وَحَجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا، وَأَعْطَى الزَّكَاةَ طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ.

Ada lima perkara; siapa yang melaksanakannya dengan iman, maka ia masuk surga: menjaga salat lima waktu dengan wudu, rukuk, sujud, dan waktunya; berpuasa Ramadan; menunaikan haji jika mampu; dan menunaikan zakat dengan hati yang ikhlas, (Sunan Abu Dawud: 429).

أَنَّ المُحَافَظَةَ عَلَيْهَا سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ بُلُوغِ العَبْدِ مَنْزِلَةَ الصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

4 – Bahwa menjaga zakat termasuk salah satu sebab seorang hamba mencapai derajat orang-orang yang benar (ṣiddīqīn) dan para syuhadā.

Dari ‘Amru bin Murrah al-Juhani Radhiyallahu Anhu yang berkata:

جَاءَ رَجُلٌ مِنْ قُضَاعَةَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنِّي شَهِدْتُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللهِ، وَصَلَّيْتُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسَ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ وَقُمْتُهُ، وَآتَيْتُ الزَّكَاةَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَاتَ عَلَى هَذَا كَانَ مِنَ الصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ.

Seorang lelaki dari kabilah Qudhā‘ah datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu berkata: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah, aku menunaikan shalat lima waktu, berpuasa Ramadan dan menegakkannya, serta menunaikan zakat.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa mati dalam keadaan demikian, ia termasuk golongan orang-orang yang benar dan para syuhadā,” (Musnad Ahmad: 39/522. Ibnu Khuzaimah: 3/340. Sahih Ibnu Hiban: 3438).

أَنَّ مَنْ أَدَّاهَا طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ، ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ

5 – Bahwa siapa saja yang menunaikan zakat dengan hati yang ikhlas, maka dia akan merasakan manisnya iman.

Dari ‘Abdullah bin Mu‘āwiyah al-Ghādhirī Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ فَعَلَهُنَّ فَقَدْ طَعِمَ طَعْمَ الإِيمَانِ: مَنْ عَبَدَ اللهَ وَحْدَهُ، وَعَلِمَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَعْطَى زَكَاةَ مَالِهِ طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ، رَافِدَةً عَلَيْهِ كُلَّ عَامٍ، وَلَمْ يُعْطِ الهَرِمَةَ وَلَا الدَّرِنَةَ وَلَا المَرِيضَةَ وَلَا الشَّرَطَ اللَّئِيمَةَ، وَلَكِنْ مِنْ وَسَطِ أَمْوَالِكُمْ؛ فَإِنَّ اللهَ لَمْ يَسْأَلْكُمْ خَيْرَهُ وَلَمْ يَأْمُرْكُمْ بِشَرِّهِ.

Ada tiga perkara; siapa yang melakukannya maka ia telah merasakan manisnya iman: beribadah hanya kepada Allah semata, meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah, dan menunaikan zakat hartanya dengan hati yang ikhlas, setiap tahun secara rutin; tidak dengan memberikan hewan yang tua, yang cacat, yang sakit, atau yang jelek, tetapi dari bagian tengah (terbaik) harta kalian. Sesungguhnya Allah tidak meminta dari kalian yang paling baik, dan tidak memerintahkan kalian memberikan yang paling buruk, (Sunan Abu Dawud: 1580. Al-Mu’jam As-Sagir li At-Tabrani: 555). Wallahua’lam

Demikian penjelasan tentang definisi zakat dan keutamaan zakat dari Mausuatul Fiqhiyah Dorar Saniyah. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 17 November 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Fikih Dorar: Definisi Zakat dan Keutamaan Zakat"