zmedia

Penjelasan Hadis Ana Wa Kafilul Yatim

Pembaca pernah mendengar hadis ana wa kafilul yatim atau yang artinya lengkapnya adalah saya (Nabi ﷺ) dan orang yang menyantuni anak yatim akan di surga seperti dua jari. Jari apa yang dimaksud? Bagaimana penjelasan dari hadis ini? Teruskan membaca!

MATAN HADIS ANA WA KAFILUL YATIM

Pembaca rahimakumullah, hadis ana wa kafilul yatim dikeluarkan oleh Imam At-Tirmizi dan Imam Bukhari dengan sedikit perbedaan dari Sahl bin Sa’ad As-Saadi Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ

Latin: Ana wa kafilul yatim fil jannati kahatain

Arti: Saya dan orang yang menyantuni anak yatim akan di surga seperti dua ini.

Kemudian Sahl bin Sa’ad berkata:

وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ يَعْنِي السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

Lalu beliau ﷺ memberi isyarat dengan dua jari beliau, yaitu jari tengah dan jari telunjuk, (Jami At-Tirmizi: 1918, dan lafaz ini milik At-Tirmzi. Sahih Bukhari: 6005).

[tie_full_img][/tie_full_img]

PENJELASAN HADIS

Berikut adalah penjelasan beberapa kata atau frasa dari hadis ana wa kafilul yatim di atas:

1 – Sabda Nabi (وَكَافِلُ) maksudnya adalah:

رِعايَتُهُ وَالقِيامُ بِشُؤونِهِ، وَحِفظُ مالِهِ ـ إِنْ كانَ لَهُ مالٌ ـ بِما يَكونُ أَصلَحَ لَهُ وَأَنفَعَ؛ بِالمُحافَظَةِ عَلَيهِ، وَتَنمِيَتِهِ وَتَثمِيرِهِ فِي الوُجوهِ المَأمُونَةِ الَّتي يَغلِبُ عَلَى الظَّنِّ ـ بِحَسَبِ العادَةِ ـ أَنْ لا خَسارَةَ فِيها.

Mengasuhnya dan mengurus segala urusannya, serta menjaga hartanya — jika ia memiliki harta — dengan cara yang paling baik dan bermanfaat; yaitu dengan memeliharanya, mengembangkannya, dan menginvestasikannya pada jalan-jalan yang aman, yang menurut kebiasaan umum diperkirakan tidak akan menimbulkan kerugian.

2 – Sabda Nabi (الْيَتِيمِ) maksudnya:

مَن ماتَ أَبوهُ وَهُوَ صَغيرٌ دُونَ سِنِّ البُلوغِ

Orang yang ayahnya meninggal dan dia masih anak-anak, dan belum mencapai usia baligh.

3 – Sabda Nabi (فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ) maksudnya:

بِأَنَّهُ يَكُونُ فِي الجَنَّةِ مُصاحِبًا لَهُ صلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ؛ لِعِظَمِ أَجرِهِ عِندَ اللهِ تَعالى.

Bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan berada di surga bersama Nabi ﷺ; karena besarnya pahala yang ia miliki di sisi Allah Ta‘ala.

4 – Perkataan Sahl (السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى) maksudnya:

يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ مُصاحِبًا لِلنَّبِيِّ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمُصاحَبَةِ الإصْبَعَيْنِ فِي اليَدِ الْواحِدَةِ مِثْلَ إصْبَعِ السَّبَّابَةِ بِجِوارِ الإصْبَعِ الْوُسْطى.

Ia akan datang pada hari kiamat bersama Nabi ﷺ, sebagaimana kedekatan dua jari dalam satu tangan, yaitu jari telunjuk yang berada di samping jari tengah.

PELAJARAN DARI HADIS

Pembaca rahimakumullah, beberapa pelajaran yang bisa diambil  dari hadis ana wa kafilul yatim ini di antaranya:

الحَثُّ عَلَى الإِحسانِ إِلَى اليَتامى وَكَفالَتِهِمْ

1 – Anjuran untuk berbuat baik kepada anak-anak yatim dan menanggung (mengasuh) mereka.

بَيانُ فَضلِ كَفالةِ اليتيمِ

2 – Penjelasan tentang keutamaan menyantuni anak yatim.

اهتَمَّتِ الشَّريعَةُ بِحُقوقِ اليَتامى؛ نَظَرًا لِضَعفِهِم وَقِلَّةِ حِيلَتِهِم

3 – Perhatian syariat terhadap hak-hak anak yatim karena lemahnya mereka dan sedikitnya kemampuan mereka.

جَعَلَ اللهُ لِمَن قامَ عَلَى أَمرِهِ بِما شَرَعَهُ اللهُ أَجرًا عَظيمًا.

4 – Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang menegakkan urusan anak yatim. Wallahua’lam

Demikianlah penjelasan hadis ana wa kafilul yatim yang mengajarkan kepada kita untuk merawat, mengasuh, atau menyantuni anak yatim. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 16 November 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Penjelasan Hadis Ana Wa Kafilul Yatim"