Banyak orang melakukan amal kebaikan karena tujuan duniawi, seperti ingin selamat dari musibah, menjaga kesehatan, atau memperoleh ketenangan hidup. Namun, bagaimana hukum amal seperti ini dalam pandangan Islam? Apakah seseorang tetap mendapat pahala di akhirat jika niatnya hanya untuk kepentingan dunia? Dalam salah satu fatwa yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam program Nūr ‘Alā ad-Darb nomor 17131, beliau menjelaskan dengan tegas hukum dan konsekuensi dari amal yang tidak diniatkan untuk Allah dan negeri akhirat.
حُكْمُ عَمَلِ الْخَيْرِ لِمَقْصِدٍ دُنْيَوِيٍّ
Hukum Melakukan Amal Kebaikan karena Tujuan Duniawi Pertanyaan:Ada seorang pendengar mengirim surat ke program ini tanpa menyebutkan namanya. Ia menuliskan beberapa pertanyaan, salah satunya berbunyi: Seseorang berbuat baik dan menjauhi keburukan karena tujuan duniawi, misal: takut terhadap hukuman Allah di dunia seperti sakit, kerugian harta, musibah pada anak, atau kekuasaan orang zalim atas dirinya. Apakah orang seperti itu mendapat pahala di akhirat atas amalnya tersebut?
Jawaban:لَا، لَابُدَّ أَنْ يَكُونَ الْعَمَلُ لِلَّهِ، لِوَجْهِ اللَّهِ وَالدَّارِ الْآخِرَةِ، وَالثَّوَابُ مِنْهُ سُبْحَانَهُ الَّذِي وَعَدَ بِهِ عِبَادَهُ، فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Tidak. Amal harus dilakukan karena Allah, semata-mata untuk mencari wajah-Nya dan negeri akhirat. Pahala hanyalah dari Allah ta’ala, sebagaimana yang Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
أَمَّا إِذَا كَانَ عَمَلُهُ لِلدُّنْيَا فَقَطْ، فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ خَلَاقٍ، نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ، لَابُدَّ أَنْ تَكُونَ الْعِبَادَةُ لِلَّهِ، إِذَا صَلَّى، أَوْ صَامَ، أَوْ تَصَدَّقَ.
Adapun jika amalnya semata-mata untuk dunia, maka ia tidak memiliki bagian (pahala) di sisi Allah. Kita memohon keselamatan kepada Allah. Ibadah harus semata-mata karena Allah, baik itu salat, puasa, maupun sedekah.
إِنَّمَا قَصْدُهُ الدُّنْيَا فَقَطْ، وَالْحَظُّ الْعَاجِلُ؛ فَهَذَا لَيْسَ لَهُ خَيْرٌ فِي الْآخِرَةِ، كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ:
Jika seseorang hanya bertujuan untuk mendapatkan dunia dan keuntungan sesaat, maka orang seperti ini tidak memiliki kebaikan di akhirat, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Barang siapa menghendaki hasil akhirat, Kami akan tambahkan hasilnya; dan barang siapa menghendaki hasil dunia, Kami berikan sebagian darinya, namun ia tidak memperoleh bagian di akhirat, (QS. Asy-Syūrā: 20)
Dan Allah juga berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Barang siapa menghendaki kehidupan dunia yang segera, Kami segerakan baginya di dalamnya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki; kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam yang akan ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir, (QS. Al-Isrā’: 18)
Kita memohon keselamatan kepada Allah.
فَالْمَقْصُودُ أَنَّهُ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا يَقْصِدُ بِهِ اللَّهَ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ، وَمِنْ ثَوَابِ اللَّهِ لَهُ أَنَّهُ يَنْفَعُهُ فِي الدُّنْيَا هَذَا الْعَمَلُ،
Kesimpulannya: apabila seseorang melakukan amal saleh dengan niat karena Allah dan untuk negeri akhirat, maka di antara ganjaran Allah baginya adalah bahwa amal tersebut juga memberi manfaat kepadanya di dunia.
هَذَا مِنْ ثَوَابِ اللَّهِ، لَكِنْ لَا يَقْصِدُ الدُّنْيَا فَقَطْ، يَقْصِدُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْمَثُوبَةِ، الَّتِي مِنْهَا أَنَّ اللَّهَ يُبَارِكُ لَهُ فِي أَمْوَالِهِ، أَنَّ اللَّهَ يَكْفِيهِ شَرَّ الْآفَاتِ
Ini termasuk bagian dari pahala Allah. Namun, janganlah ia meniatkan amal itu hanya demi dunia saja, tetapi hendaklah ia meniatkan untuk memperoleh pahala dari sisi Allah, yang di antaranya ialah Allah memberkahi hartanya dan melindunginya dari berbagai musibah.هَذَا مِنْ ثَوَابِ اللَّهِ، لَكِنْ مَا يَقْصِدُ هَذَا فَقَطْ، يَقْصِدُ مَا وَعَدَ اللَّهُ بِهِ الْمُحْسِنِينَ الْمُطِيعِينَ، يَنْفَعُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Semua itu merupakan pahala dari Allah, tetapi jangan sampai niatnya terbatas pada hal itu saja. Ia harus meniatkan apa yang Allah janjikan bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat, yaitu kebaikan di dunia dan di akhirat.
Fatwa ini menegaskan bahwa amal kebaikan karena tujuan duniawi semata tidak akan mendatangkan pahala di akhirat. Islam menuntun setiap mukmin agar beramal dengan niat tulus karena Allah semata, bukan karena kepentingan dunia. Namun, jika amal saleh dilakukan untuk Allah dan akhirat, Allah akan memberinya kebaikan di dunia dan akhirat. Semoga penjelasan Syaikh Bin Baz ini menjadi pengingat agar kita selalu meluruskan niat dalam setiap amal kebaikan, bukan karena tujuan duniawi, tetapi demi ridha Allah Ta‘ala. Wallahua’lam
Karangasem, 29 Oktober 2025
Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Apakah Amal Kebaikan karena Tujuan Duniawi Diterima? Penjelasan Syaikh Bin Baz"