Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan dari transkrip Syarah Bidayah fi Aqidah pertemuan 18 oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Kali ini kita akan fokus pada 5 hal yang menyempurnakan iman kepada Rasulullah ﷺ. Semoga bermanfaat!
[ss_social_follow]
الضَّابِطُ السَّابِعُ: لَنْ يَكْمُلَ إِيمَانُ الْمُسْلِمِ بِرَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَّا إِذَا حَقَّقَ خَمْسَةَ أُمُورٍ Kaidah Ketujuh: Iman Seorang Muslim Tidak Akan Sempurna kepada Rasulullah ﷺ Kecuali Jika Ia Merealisasikan Lima Perkaraالأَوَّلُ: تَصْدِيقُهُ فِيمَا أَخْبَرَ ﷺ
Pertama: Membenarkan Apa yang Diberitakan oleh Rasulullah ﷺKarena Nabi ﷺ adalah orang yang jujur dan dipercaya. Allah Ta‘ala berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى Dan dia (Muhammad) tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan. (QS. An-Najm: 3–4) Maka wajib bagi kita membenarkan seluruh berita yang disampaikan oleh Nabi ﷺ, baik yang berkaitan dengan kisah masa lalu — seperti kisah umat-umat terdahulu — maupun berita tentang masa depan, seperti tanda-tanda kiamat dan perkara gaib lainnya. Semua itu adalah kebenaran sebagaimana yang beliau sampaikan.الثَّانِي: الِائْتِمَارُ بِمَا أَمَرَ ﷺ
Kedua: Melaksanakan Apa yang Diperintahkan oleh Rasulullah ﷺKarena Allah Tabāraka wa Ta‘ālā telah memerintahkan untuk taat kepada beliau. Allah berfirman:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَBarang siapa menaati Rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah. (QS. An-Nisā’: 80)
Dan Allah berfirman pula:
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَKatakanlah, “Taatilah Allah dan Rasul.” Tetapi jika mereka berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (QS. Āli ‘Imrān: 32)
Dalam Shahihain (al-Bukhārī dan Muslim), Nabi ﷺ bersabda: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قِيلَ: وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Para sahabat bertanya: “Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Barang siapa taat kepadaku, maka ia akan masuk surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, maka sungguh ia enggan (masuk surga).” (HR. al-Bukhārī: 7280, Muslim: 184)الثَّالِثُ: الِانْتِهَاءُ عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ ﷺ
Ketiga: Menjauhi Apa yang Dilarang dan Ditegah oleh Rasulullah ﷺSeorang Muslim wajib menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Nabi ﷺ dan tidak boleh menentang perintahnya. Allah Ta‘ala berfirman:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌMaka hendaklah orang-orang yang menentang perintah Rasul itu takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nūr: 63)
Dan Allah berfirman pula:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melampaui batas-batas (ketentuan)-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya, dan dia akan mendapatkan azab yang menghinakan. (QS. An-Nisā’: 14)الرَّابِعُ: التَّشَبُّهُ بِهِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا ﷺ
Keempat: Meneladani Rasulullah ﷺ Secara Lahir dan BatinAllah Ta‘ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاSungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzāb: 21)
Ayat ini mengandung makna yang indah — bahwa Nabi ﷺ adalah teladan yang baik dalam ucapan dan perbuatan. Allah menyebut: لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ — bagi orang yang mengharap pahala dan surga Allah; dan وَالْيَوْمَ الْآخِرَ — yang mengharap keselamatan di hari kiamat; serta وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا — yakni orang yang banyak mengingat Allah.Zikir kepada Allah adalah kebahagiaan hati, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Rabb. Maka gerakkanlah lisanmu dengan zikir, karena zikir mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.
Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, syariat Islam terasa banyak bagiku, maka beritahukanlah satu amalan yang dapat aku pegang teguh.”
Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَىHendaklah lidahmu senantiasa basah dengan zikir kepada Allah Ta‘ala. (HR. At-Tirmiżī: 3375)
Zikir juga menghidupkan hati. Dalam Shahih al-Bukhārī, Nabi ﷺ bersabda: مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِPerumpamaan orang yang berzikir kepada Rabb-nya dengan orang yang tidak berzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang hidup dan orang mati. (HR. al-Bukhārī: 6407)
Wahai saudaraku yang mulia, gerakkanlah lisanmu untuk berzikir kepada Allah dalam setiap keadaan — saat pergi, pulang, duduk, dan berdiri. Sebab, di antara keutamaan zikir ialah bahwa Allah selalu bersama orang yang mengingat-Nya.
Dalam Shahih al-Bukhārī, Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah Ta‘ala berfirman: مَنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَمَنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْBarang siapa mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Dan barang siapa mengingat-Ku di hadapan orang banyak, maka Aku akan mengingatnya di hadapan kelompok yang lebih baik daripada mereka. (HR. al-Bukhārī: 7405)
Dalam hadits qudsi lain (juga dalam Shahih al-Bukhārī), Allah berfirman:
أَنَا مَعَ عَبْدِي إِذَا ذَكَرَنِيAku bersama hamba-Ku apabila ia mengingat-Ku. (HR. al-Bukhārī: 7405)
Barang siapa bersama Allah, maka ia tidak akan sedih, tidak celaka, tidak akan terjatuh dalam kesempitan dan kesulitan, karena Yang Maha Kuasa bersamanya.
Kita juga hendaknya mengajarkan anak-anak kita untuk meneladani Nabi ﷺ lahir dan batin, misalnya dengan membaca bersama kitab adab-adab nabawi — seperti adab makan, adab tidur, adab berbicara, adab bertamu, adab membaca Al-Qur’an, adab wudu, adab salat, adab terhadap tetangga, dan adab silaturahmi. Disarankan membaca kitab Ṣaḥīḥ al-Ādāb al-Islāmiyyah yang memuat 40 adab Nabi ﷺ agar kita dan anak-anak bisa meneladani beliau.الْخَامِسُ: الصَّلَاةُ عَلَيْهِ ﷺ عِنْدَ ذِكْرِهِ
Kelima: Bershalawat kepada Nabi ﷺ Saat Namanya DisebutAllah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاSesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzāb: 56)
Diriwayatkan oleh an-Nasā’ī dan dinyatakan sahih oleh al-Albānī bahwa para sahabat melihat kebahagiaan di wajah Rasulullah ﷺ. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat tanda kebahagiaan di wajahmu.”
Beliau bersabda:
إِنَّهُ أَتَانِي الْمَلَكُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ رَبَّكَ يَقُولُ: أَمَا يَرْضِيكَ أَنَّهُ لَا يُصَلِّي عَلَيْكَ أَحَدٌ إِلَّا صَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَلَا يُسَلِّمُ عَلَيْكَ أَحَدٌ إِلَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًاTelah datang kepadaku malaikat dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Rabbmu berfirman: Tidakkah engkau ridha bahwa tidak ada seorang pun yang bershalawat kepadamu melainkan Aku bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan tidak ada seorang pun yang memberi salam kepadamu melainkan Aku membalas salamnya sepuluh kali.” (HR. an-Nasā’ī: 1297, disahihkan oleh al-Albānī)
Dan dalam riwayat an-Nasā’ī lainnya, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ، يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلَامَSesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di bumi, mereka menyampaikan kepadaku salam dari umatku. (HR. an-Nasā’ī: 1282, disahihkan oleh al-Albānī)
Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًاBarang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim: 408)
Dan dalam Sunan Abī Dāwūd, Nabi ﷺ bersabda: مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَTidak ada seorang pun yang memberi salam kepadaku melainkan Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku dapat membalas salam kepadanya. (HR. Abū Dāwūd: 2041, hasan menurut al-Albānī)
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، اللَّهُمَّ بَلِّغْهُ عَنَّا السَّلَامَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Post a Comment for "5 Hal yg Menyempurnakan Iman kepada Rasulullah ﷺ"