zmedia

Lakukan Hal Ini ketika Terbangun dari Tidur di Malam Hari

Pembaca rahimakumullah, Nabi ﷺ mengajari kita apa yang harus dilakukan ketika terbangun dari tidur di malam hari. Berikut adalah terjemahan dari Tabsirus Sairin karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

MATAN HADIS

Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Ubadah bin Samit Raḍiyallāhu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، أَوْ دَعَا، اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ.

Barangsiapa yang terbangun dari tidurnya di malam hari, lalu ia mengucapkan:

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahu, lahul mulku wa lahul ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Alḥamdulillāh, wa Subḥānallāh, wa Lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh,’

(Tiada ilah [tuhan yang berhak disembah] kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tiada ilah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah),

kemudian ia mengucapkan: ‘Allāhummaghfir lī’ (Ya Allah, ampunilah aku), atau berdoa, maka akan dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu dan salat, maka salatnya diterima, (Sahih Bukhārī: 1154) [ss_social_follow]

PENJELASAN

Berikut adalah penjelasan beberapa kata atau frasa di dalam hadis anjuran doa dan zikir ketika terbangun dari tidur di malam hari:

Sabda Nabi (تَعَارَّ) maksudnya:

أيْ اسْتَيْقَظَ مِنْ نَوْمِهِ.

Terbangun dari tidurnya.

Sabda Nabi (وَحْدَهُ) maksudnya:

تَأْكِيدٌ لِوَحْدَانِيَّةِ اللَّهِ.

Penegasan terhadap konsep keesaan Allah.

Sabda Nabi (لَا شَرِيكَ لَهُ) maksudnya:

لَا شَرِيكَ لَهُ فِي رُبُوبِيَّتِهِ وَأُلُوهِيَّتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ، وَالشَّكُّ مَذْمُومٌ بَعْدَ الْبَيَانِ.

Tiada sekutu bagi-Nya dalam rubūbiyyah (ketuhanan-Nya), ulūhiyyah (hak untuk disembah-Nya), dan asma' wa ṣifāt (nama-nama dan sifat-sifat-Nya), dan keraguan tercela setelah adanya penjelasan.

Sabda Nabi (لَهُ الْمُلْكُ) maksudnya:

أيْ مِلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا.

Allah adalah pemilik langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Sabda Nabi (وَلَهُ الْحَمْدُ) maksudnya:

أيْ هُوَ الْمُسْتَحِقُّ لِجَمِيعِ أَنْوَاعِ الْمَحَامِدِ، وَالْحَمْدُ هُوَ الثَّنَاءُ عَلَى الْمَحْمُودِ مَعَ تَعْظِيمِهِ.

Dialah yang berhak atas semua jenis pujian, dan pujian (al-ḥamd) adalah sanjungan kepada yang terpuji disertai pengagungan-Nya.

أَحْكَامُ وَمَبَاحِثُ يُحْتَاجُ إِلَيْهَا لِلْبَحْثِ

Hukum dan Pembahasan yang Dibutuhkan untuk Dikaji

Sabda Nabi (سُبْحَانَ اللَّهِ) maksudnya:

أيْ أُنَزِّهُ اللَّهَ تَعَالَى عَنْ كُلِّ نَقْصٍ وَعَيْبٍ.

Aku menyucikan Allah Ta'ala dari segala kekurangan dan aib.

Sabda Nabi (قَدِيرٌ) maksudnya:

أيْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، مَهْمَا جَلَّ، وَارْتَفَعَ.

Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, betapapun besarnya dan tingginya.

Sabda Nabi (وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ) maksudnya:

أيْ لَا يَتَوَصَّلُ إِلَى تَدْبِيرِ أَمْرٍ، وَتَغْيِيرِ حَالٍ إِلَّا بِمَشِيئَتِهِ وَمَعُونَتِهِ سُبْحَانَهُ.

Tiada yang dapat sampai pada pengaturan suatu urusan, dan perubahan keadaan kecuali dengan kehendak dan pertolongan-Nya, Maha Suci Dia.

Sabda Nabi (اللَّهُمَّ) maksudnya:

أَصْلُهَا يَا اللَّهُ، حُذِفَتْ يَاءُ النِّدَاءِ وَعُوِّضَ عَنْهَا بِالْمِيمِ.

Asalnya adalah Yā Allāh, huruf yā' seruan dihilangkan dan diganti dengan huruf mīm.

Sabda Nabi (أَوْ دَعَا) maksudnya:

أيْ دُعَاءً دُنْيَوِيًّا.

Atau doa duniawi.

Sabda Nabi (قُبِلَتْ صَلَاتُهُ) maksudnya:

أيْ بِأَيِّ شَيْءٍ، مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ إِثْمٌ، أَوْ قَطِيعَةُ رَحِمٍ.

Diterima salatnya, selama tidak ada dosa atau pemutusan silaturahmi di dalamnya.

Sabda Nabi (وَتَوَضَّأَ وَصَلَّى) maksudnya:

أيْ صَلَاةً نَافِلَةً.

Salat sunah (nafilah).

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis zikir dan doa ketika terbangun dari tidur di malam hari ini di antaranya:

اسْتِحْبَابُ ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى بِهَذَا الذِّكْرِ عِنْدَ الِاسْتِيقَاظِ مِنَ اللَّيْلِ مِنَ النَّوْمِ.

1 - Dianjurkannya berzikir kepada Allah Ta'ala dengan dzikir ini saat terbangun dari tidur di malam hari.

فَضِيلَةُ الدُّعَاءِ بَهْذَا الذِّكْرِ عِنْدَ الِاسْتِيقَاظِ مِنَ نَوْمِ اللَّيْلِ.

2 – Keutamaan berdoa setelah zikir ini ketika terbangun dari tidur di malam hari.

إِثْبَاتُ جَمِيعِ أَنْوَاعِ الْمَحَامِدِ لِلَّهِ تَعَالَى.

3 - Penetapan semua jenis pujian hanya bagi Allah Ta'ala.

وُجُوبُ إِفْرَادِ اللَّهِ تَعَالَى بِالْأُلُوهِيَّةِ.

4 – Wajibnya mengesakan Allah Ta'ala dalam ulūhiyyah (mengesakan Allah dalam perbuatan/ibadah hamba).

وُجُوبُ نَفْيِ الشَّرِيكِ عَنِ اللَّهِ تَعَالَى.

5 – Wajibnya meniadakan sekutu dari Allah Ta'ala.

تَمَامُ مُلْكِ اللَّهِ تَعَالَى وَعَظَمَتُهُ.

6 – Sempurnanya kekuasaan dan keagungan Allah Ta'ala.

عَظِيمُ قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى حَيْثُ لَا يُعْجِزُهُ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ.

7 – Besarnya kekuasaan Allah Ta'ala di mana tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya baik di bumi maupun di langit.

وُجُوبُ تَنْزِيهِ اللَّهِ تَعَالَى عَنْ كُلِّ نَقْصٍ وَعَيْبٍ.

8 – Wajibnya menyucikan Allah Ta'ala dari segala kekurangan dan aib.

تَقْرِيرُ تَوْحِيدِ الرُّبُوبِيَّةِ.

9 – Penetapan konsep tauhid rubūbiyyah (mengesakan Allah dalam perbuatanNya).

اسْتِحْبَابُ صَلَاةِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْوُضُوءِ.

10 – Dianjurkan salat dua rakaat setelah wudu.

Hadis ini mengajarkan kita bahwa Tauhid yang Murni dan Pengagungan kepada Allah adalah pintu utama untuk dikabulkannya doa. Dzikir yang disebutkan dalam hadis, yang mencakup tauhid (Lā ilāha illallāh), kekuasaan (lahul mulku), pujian (lahul ḥamd), takbir (Allāhu akbar), dan penyerahan diri total (lā ḥaula wa lā quwwata), merupakan fondasi yang kokoh sebelum memanjatkan permohonan (istighfār atau doa apa pun). Selain itu, hadis ini mendorong kita untuk memanfaatkan waktu bangun di malam hari untuk memperbanyak ibadah sunah, seperti salat dua rakaat setelah wudhu, yang Insya Allah akan diterima oleh-Nya.

Karangasem, 5 Oktober 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Lakukan Hal Ini ketika Terbangun dari Tidur di Malam Hari"