MATAN HADIS
Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang sahih, menurut Al-Albani, dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ.
Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu salat, dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam lalu salat, dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air ke wajahnya, (Sunan Abu Dawud: 1308)PENJELASAN HADIS
Sabda Nabi, “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki,” adalah pernyataan bahwa ia berhak mendapatkan rahmat dan terkabulnya doa, atau merupakan doa dan pujian atas perbuatan baik yang dilakukannya. Sabda Nabi, “Jika sang istri menolak,” berarti ia menahan diri untuk tidak bangun karena dikuasai oleh rasa kantuk dan kemalasan. Sabda Nabi, “Ia memercikkan air ke wajahnya,” berarti ia memercikkannya untuk menghilangkan rasa kantuk pada istrinya. Tujuannya adalah untuk bersikap lembut padanya dan berusaha agar ia mau bangun untuk taat kepada Tuhannya sebisa mungkin. Dikatakan bahwa wajah secara khusus dipilih untuk diperciki air karena ia adalah anggota tubuh yang paling mulia dan terhormat, dan dengan memercikinya, kantuk dan rasa mengantuk paling mungkin hilang lebih cepat dibandingkan anggota tubuh lainnya. Wajah juga merupakan anggota tubuh pertama yang wajib dicuci.PELAJARAN DARI HADIS
Berikut adalah beberapa pelajaran yang dapat diambil dari Hadis di atas:مَنْ قَامَ اللَّيْلَ هُوَ وَزَوْجَتُهُ أَصَابَتْهُ دَعْوَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
1 – Suami-istri yang salat malam mendapat doa Rasul ﷺ.
مَشْرُوعِيَّةُ الدُّعَاءِ بِالرَّحْمَةِ لِلَّذِي كَمَا يَدْعُو بِهَا لِلْمَيِّتِ
2 – Boleh mendoakan rahmat bagi orang yang masih hidup, sebagaimana boleh mendoakan rahmat bagi orang yang telah meninggal.
فَضِيلَةُ صَلَاةِ اللَّيْلِ
3 – Keutamaan salat malam.
فَضِيلَةُ إِيقَاظِ النَّائِمِ لِلتَّنَفُّلِ كَمَا يُشْرَعُ لِلْفَرْضِ، وَهُوَ مِنْ الْمُعَاوَنَةِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
4 – Keutamaan membangunkan orang yang tidur untuk salat sunah, sebagaimana disyariatkan untuk salat wajib, dan ini dianggap sebagai saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.
بَيَانُ حُسْنِ الْمُعَاشَرَةِ وَكَمَالِ الْمُلَاطَفَةِ وَالْمُوَافَقَةِ
5 – Penjelasan tentang baiknya pergaulan serta sempurnanya kelembutan dan keselarasan.
الْإِشَارَةُ إِلَى أَنَّ الرَّجُلَ أَحَقُّ بِأَنْ يَكُونَ مُسَابِقًا بِالْقِيَامِ وَإِيقَاظِ امْرَأَتِهِ
6 – Isyarat bahwa seorang laki-laki lebih berhak untuk menjadi orang yang memprakarsai salat dan membangunkan istrinya.
الْإِشَارَةُ إِلَى أَنَّ فَضْلَ اللَّهِ لَا يَخْتَصُّ بِأَحَدٍ، فَقَدْ تَكُونُ الْمَرْأَةُ سَابِقَةً عَلَى الرَّجُلِ
7 – Isyarat bahwa karunia Allah tidak terbatas pada salah satu pihak, karena bisa jadi seorang wanita lebih memprakarsai daripada seorang laki-laki
Hadis ini menunjukkan bahwa suami-istri yang salat malam mendapat doa Rasul ﷺ. Juga, hadis ini dengan indah menyoroti pentingnya saling menyemangati dan mendukung dalam pernikahan, terutama dalam hal ibadah. Hadis ini mengingatkan kita bahwa kemitraan yang kuat dibangun di atas dasar saling membantu untuk lebih dekat dengan Allah, dan bahwa kerja sama ini adalah kunci untuk mendapatkan rahmat dan berkah-Nya. Hadis ini juga menekankan cara yang baik dan lembut bagi pasangan untuk memotivasi satu sama lain, menunjukkan bahwa cinta dan kebaikan merupakan bagian tak terpisahkan dari jalan kebenaran. Wallahua’lam
Karangasem, 20 September 2025
Irfan Nugroho (Pengelola Situs Mukminun.com dan Channel YouTube: Mukminun TV)
Post a Comment for "Suami-Istri yang Salat Malam Mendapat Doa Rasul ﷺ"