zmedia

Sahihul Adab: Adab kepada Jenazah

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan matan Sahihul Adab Al-Islamiyah tentang Adab kepada Jenazah. Semoga bermanfaat!

عَدَمُ النَّعْيِ

TIDAK MENGUMUMKAN KEMATIAN SECARA BERLEBIHAN

Dari Hudzaifah ibnul Yaman yang berkata:

إِذَا مِتُّ فَلَا تُؤْذِنُوا بِي إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ نَعْيًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ النَّعْيِ

Apabila aku meninggal, janganlah kalian umumkan kematianku, karena aku khawatir hal itu termasuk An-Na’yu. Sungguh, aku mendengar Rasulullah ﷺ melarang An-Na’yu, (Sunan At-Tirmizi: 986). عَدَمُ لَطْمِ الخُدُودِ وَشَقِّ الجُيُوبِ

TIDAK MENAMPAR PIPI DAN MEROBEK SAKU BAJU

Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

Bukan dari golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliah, (Sahih Bukhari: 1294. Sahih Muslim: 103).

عَدَمُ النِّيَاحَةِ

TIDAK MERATAPI MAYIT

Dari Ummu Athiyah yang berkata:

أَخَذَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ الْبَيْعَةِ أَنْ لَا نَنُوحَ

Nabi ﷺ mengambil sumpah setia dari kami ketika kami berbaiat supaya kami tidak melakukan Niyahah (meratapi jenazah), (Sahih Bukhari: 1306. Sahih Muslim: 936). تَكْثِيرُ المُصَلِّينَ عَلَى المَيِّتِ

MEMPERBANYAK ORANG YANG MENYALATI MAYIT

Dari Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

Tidaklah seorang mayit pun yang disalati oleh umat Muslim yang jumlahnya mencapai seratus orang, yang semuanya memberikan syafaat (doa) untuknya, melainkan syafaat mereka akan dikabulkan, (Sahih Muslim: 947).

أَنْ يَحْمِلَهَا الرِّجَالُ دُونَ النِّسَاءِ

MAYIT LAKI-LAKI DIANGKAT OLEH LAKI-LAKI, BUKAN PEREMPUAN

Dari Abu Said Al-Khudri bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهُ صَعِقَ

Jika jenazah diletakkan dan diangkat oleh para laki-laki di atas pundak mereka, maka jika jenazah itu adalah orang yang saleh, ia akan berkata, 'Segerakan aku.' Dan jika jenazah itu bukan orang yang saleh, ia akan berkata, 'Duhai celakanya, mau dibawa ke mana jenazah ini?' Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia. Seandainya manusia mendengarnya, niscaya mereka akan pingsan, (Sahih Bukhari: 1314). اَلْإِسْرَاعُ بِالجَنَازَةِ إِسْرَاعًا وَسَطًا

MENYEGERAKAN JENAZAH DENGAN KECEPATAN SEDANG

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Segerakanlah jenazah itu. Jika ia orang yang saleh, maka itu adalah kebaikan yang kalian segerakan untuknya. Namun, jika sebaliknya, maka itu adalah keburukan yang kalian lepaskan dari pundak kalian, (Sahih Bukhari: 1315).

أَنْ يَمْشِيَ الرَّاكِبُ خَلْفَ الجَنَازَةِ

PENGENDARA DI BELAKANG JENAZAH

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الرَّاكِبُ خَلْفَ الْجَنَازَةِ وَالْمَاشِي حَيْثُ شَاءَ مِنْهَا وَالطِّفْلُ يُصَلَّى عَلَيْهِ

Orang yang berkendara (berada) di belakang jenazah, sementara pejalan kaki (boleh berjalan) di mana saja dari jenazah, (Sunan At-Tirmizi: 1031).

أَنْ لَا يَتْبَعَ الجَنَازَةَ بِمَا يُخَالِفُ الشَّرِيعَةَ الإِسْلَامِيَّةَ

TIDAK MENGIKUTI JENAZAH DENGAN SESUATU YANG MELANGGAR SYARIAT ISLAM

Dari Abu Musa Al-Asy'ari yang berwasiat saat kematian menghampirinya:

لَا تُتْبِعُونِي بِمِجْمَرٍ قَالُوا لَهُ أَوَ سَمِعْتَ فِيهِ شَيْئًا قَالَ نَعَمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

'Janganlah kalian mengiringi jenazahku dengan dupa.' Mereka bertanya kepadanya, 'Apakah engkau mendengar sesuatu tentang hal itu?' Dia menjawab, 'Ya, dari Rasulullah ﷺ,’ (Sunan Ibnu Majah: 1487. Al-Albani: Hasan).

وَيُسْتَحَبُّ لِمُشَيِّعِ الجَنَازَةِ أَنْ لَا يَجْلِسَ قَبْلَ وَضْعِهَا

PENGANTAR JENAZAH TIDAK DUDUK SEBELUM JENAZAH DILETAKKAN

Dari Sa’ad bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ الْجَنَازَةَ فَقُومُوا فَمَنْ تَبِعَهَا فَلَا يَقْعُدْ حَتَّى تُوضَعَ

Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah. Barang siapa yang mengikutinya, janganlah ia duduk sampai jenazah itu diletakkan, (Sahih Bukhari: 1310).

الدُّعَاءُ وَالِاسْتِغْفَارُ لِلْمَيِّتِ

MENDOAKAN & MEMINTAKAN AMPUNAN UNTUK MAYIT

Dari Abu Hurairah yang berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لَهُمْ النَّجَاشِيَّ صَاحِبَ الْحَبَشَةِ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ وَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ

Rasulullah ﷺ mengumumkan kabar kematian Raja Najasyi, penguasa Habasyah, pada hari wafatnya. Kemudian beliau bersabda, 'Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian,’ (Sahih Bukhari: 3880).

أَنْ يُثْنَى عَلَيْهَا بِالخَيْرِ إِنْ كَانَتْ أَهْلًا لِلثَّنَاءِ

MEMUJINYA JENAZAH YANG MEMANG PANTAS DIPUJI

Dari Anas bin Malik yang berkata:

مُرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا أَوْ قَالَ غَيْرَ ذَلِكَ فَقَالَ وَجَبَتْ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْتَ لِهَذَا وَجَبَتْ وَلِهَذَا وَجَبَتْ قَالَ شَهَادَةُ الْقَوْمِ الْمُؤْمِنُونَ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ

Lewat di hadapan Nabi ﷺ seorang jenazah, lalu mereka (para sahabat) memujinya. Maka beliau bersabda, 'Wajib.' Kemudian lewat jenazah yang lain, lalu mereka mengatakan hal-hal yang tidak baik. Maka beliau bersabda, 'Wajib.' Lalu ditanyakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, engkau mengatakan 'wajib' untuk yang ini dan juga 'wajib' untuk yang itu?' Beliau menjawab, 'Persaksian orang beriman adalah persaksian Allah di muka bumi,’ (Sahih Bukhari: 2642).

Post a Comment for "Sahihul Adab: Adab kepada Jenazah"