zmedia

Orang yang Shalat Malam Dekat dengan Allah ta'ala

Pembaca rahimakumullah, orang yang shalat malam dekat dengan Allah ta’ala. Berikut adalah pembahasan dari kitab Tabsirus Sairin Syarh Tariqus Salihin karya Syaikh Khalid Al-Juhani yang mengupas tuntas sebuah hadis tentang keutamaan qiyamul lail dan waktu paling mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pembahasan ini menjelaskan mengapa sepertiga malam terakhir menjadi saat yang istimewa bagi seorang mukmin.

MATAN HADIS

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dan ia berkata, "Hadis ini hasan sahih," dari Abu 'Amr bin 'Abasah radhiyallahu 'anhu yang mendengar Nabi ﷺ bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخَرِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

Yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah pada pertengahan malam terakhir. Jika engkau mampu menjadi bagian dari orang-orang yang berzikir kepada Allah pada waktu tersebut, maka lakukanlah, (Jami At-Tirmizi: 3579).

PENJELASAN

Berikut adalah penjelasan makna dari beberapa kata dalam hadis ini:

Sabda Nabi (جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخَرِ) maksudnya:

أَيْ ثُلُثِ اللَّيْلِ الْآخَرِ.

Yaitu sepertiga malam terakhir.

Sabda Nabi (يَذْكُرُ اللَّهَ) maksudnya:

أَيْ يَتَلَاوَةِ الْقُرْآنِ، وَقِيَامِ اللَّيْلِ، وَالذِّكْرِ، وَالِاسْتِغْفَارِ.

Yaitu membaca Al-Qur'an, salat malam (qiyamul lail), berzikir, dan beristighfar.

Sabda Nabi (فَكُنْ) maksudnya:

أَيْ اجْتَهِدْ أَنْ تَكُونَ مِنْ جُمْلَتِهِمْ، فَلَعَلَّكَ تَتَقَرَّبُ إِلَى اللَّهِ بِبَرَكَتِهِمْ.

Yaitu bersungguh-sungguhlah untuk menjadi bagian dari mereka, agar engkau bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan keberkahan mereka.

Waktu ini adalah waktu yang mulia karena pada saat itulah Allah Ta'ala memanggil hamba-Nya seraya berfirman:

«مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ»

“Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.”

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini di antaranya:

الْقَائِمُ بِاللَّيْلِ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ

1 – Orang yang Shalat Malam Dekat dengan Allah

الْحَثُّ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ فِي الثُّلُثِ الْأَخِيرِ مِنَ اللَّيْلِ.

2 – Anjuran untuk shalat malam pada sepertiga malam terakhir.

فَضِيلَةُ قِيَامِ اللَّيْلِ، وَالذِّكْرِ، وَتَلَاوَةِ الْقُرْآنِ فِي الثُّلُثِ الْأَخِيرِ مِنَ اللَّيْلِ.

3 – Keutamaan shalat malam (qiyamul lail), berzikir, dan membaca Al-Qur'an pada sepertiga malam terakhir.

إِثْبَاتُ قُرْبِ اللَّهِ مِنْ عِبَادِهِ.

4 – Penetapan kedekatan Allah dengan hamba-hamba-Nya.

Hadis ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk mengisi sepertiga malam terakhir dengan ibadah, di antaranya shalat malam. Pada waktu yang hening dan penuh berkah ini, Allah begitu dekat dengan hamba-Nya, menunggu doa dan permohonan ampun. Dengan istiqamah di waktu tersebut, kita dapat meraih derajat yang tinggi dan menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Rabb kita. Semoga kita semua dimudahkan untuk mengamalkan amalan mulia ini. Aamiin

Karangasem, 26 September 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs Mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Orang yang Shalat Malam Dekat dengan Allah ta'ala"