zmedia

Arbain Nawawi 25: Keutamaan Zikir

Pembaca rahimakumullah, hadis arbain nawawi nomor 25 membahas tentang keutamaan zikir.  Berikut adalah matan, penjelasan, dan pelajaran dari hadis tersebut, yang kami ambilkan dari kitab Tuhfatus Saniyah Syarh Arbain Nawawiah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

MATAN HADIS KEUTAMAAN ZIKIR

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Anhu yang berkata:

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ.

Sesungguhnya beberapa orang dari sahabat Rasulullah ﷺ berkata kepada Nabi ﷺ, "Ya Rasulullah, orang-orang kaya mendapatkan pahala yang banyak. Mereka salat sebagaimana kami salat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka."

قَالَ: أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ.

Nabi ﷺ bersabda, "Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, dan memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, serta mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan pada hubungan intim salah seorang dari kalian adalah sedekah."

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.

Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (berhubungan intim) dan dia mendapatkan pahala?" Beliau bersabda, "Tidakkah kalian melihat, jika ia meletakkannya pada yang haram, apakah ia mendapat dosa? Maka demikian pula, jika ia meletakkannya pada yang halal, ia akan mendapatkan pahala, (Sahih Muslim: 1006).

PENJELASAN HADIS

Berikut adalah penjelasan terhadap beberapa kata atau frasa yang terdapat di dalam hadis nomor 25 tentang keutamaan zikir:

1 – Perkataan sahabat (الدُّثُورِ) berasal dari masdar (دَثَرَ) dan (الدُّثُورِ) adalah bentuk jamak dari (الدَّثْرُ) yang artinya harta yang berlimpah.

2 – Perkataan sahabat (يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ) keluhan karena rasa iri yang positif (ghibṭah), bukan keluhan karena dengki (ḥasad), dan bukan pula bentuk protes terhadap Allah ‘azza wa jalla. Namun mereka (para sahabat miskin) menginginkan keutamaan yang bisa membedakan mereka dari orang-orang yang telah Allah beri kekayaan.

3 – Sabda Nabi (فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ) atau yang artinya, “Maka demikian pula, jika ia meletakkannya pada yang halal, ia akan mendapatkan pahala,” mengisyaratkan satu kaidah:

فَإِنَّ الْمُبَاحَاتِ تَصِيرُ طَاعَاتٍ بِالنِّيَّاتِ الصَّادِقَاتِ

Perkara-perkara yang mubah (boleh dilakukan) bisa menjadi ibadah jika disertai dengan niat yang tulus.

PELAJARAN DARI HADIS

Berikut adalah beberapa poin pelajaran yang bisa diambil dari hadis nomor 25 Arbain Nawawi tentang keutamaan zikir:

فَضْلُ الصَّدَقَةِ بِالْمَالِ

1 – Keutamaan sedekah dengan harta.

الْعَمَلُ الصَّالِحُ صَدَقَةٌ

2 – Setiap amal saleh adalah sedekah.

فَضْلُ الأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ

3 – Keutamaan amar ma’ruf dan nahi munkar.

تَحْرِيمُ الْحُزْنِ

4 – Larangan bersedih.

رَفْعُ هِمَّةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ

5 – Tingginya semangat para sahabat radhiyallāhu ‘anhum.

إِذَا أَتَى الرَّجُلُ شَهْوَةً كَانَ لَهُ بِهَا صَدَقَةٌ إِذَا احْتَسَبَهَا عِنْدَ اللهِ

6 – Jika seorang laki-laki menyalurkan syahwatnya (dengan cara yang halal), maka itu menjadi sedekah baginya jika ia mengharap pahala dari Allah.

شِدَّةُ الْقِيَاسِ، لأَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَاسَ أَجْرَ إِتْيَانِ الزَّوْجَةِ عَلَى وِزْرِ مَنْ فَعَلَ الْحَرَامَ

7 – Kuatnya analogi (qiyās), karena Nabi ﷺ mengqiyaskan pahala hubungan suami istri dengan dosa orang yang melakukannya secara haram.

يَنْبَغِي لِلْعَالِمِ أَنْ يَفْتَحَ وَيُبَعِّدَ أَبْوَابَ الْخَيْرِ عَلَى النَّاسِ حَسْبَ يَعْمَلُ كُلُّ وَاحِدٍ بِمَا يَسْتَطِيعُ فِعْلَهُ

8 – Seorang ulama seharusnya membuka dan mempermudah pintu-pintu kebaikan bagi manusia agar masing-masing dapat beramal sesuai kemampuannya, (Pelajaran 1-8 berasal dari Tuhfatus Saniyah Syarh Arbain Nawawiah, li Khalid Al-Juhani).

أَنَّ الرَّجُلَ إِذَا اسْتَغْنَى بِالحَلَالِ عَنِ الحَرَامِ كَانَ لَهُ بِهَذَا الِاسْتِغْنَاءِ أَجْرٌ.

9 – Jika seorang laki-laki mencukupkan diri dengan yang halal dan meninggalkan yang haram, maka dia mendapatkan pahala dari sikap mencukupkan diri tersebut.

وَفِيهِ: بَيَانُ فَضِيلَةِ التَّسْبِيحِ، وَسَائِرِ الأَذْكَارِ، وَالأَمْرِ بِالمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيِ عَنِ المُنْكَرِ، وَاسْتِحْضَارِ النِّيَّةِ فِي المُبَاحَاتِ.

10 – Dan di dalamnya terdapat penjelasan tentang keutamaan tasbih, dzikir-dzikir lainnya, amar ma’ruf, nahi munkar, serta menghadirkan niat dalam perkara-perkara yang mubah.

وَفِيهِ: ذِكْرُ العَالِمِ دَلِيلًا لِبَعْضِ المَسَائِلِ الَّتِي تَخْفَى.

11 – Dan di dalamnya terdapat penyebutan bahwa seorang ulama bisa menjadi penunjuk (dalil) bagi sebagian masalah yang samar.

وَفِيهِ: ضَرْبُ المَثَلِ وَالقِيَاسِ؛ لِيَكُونَ أَوْضَحَ وَأَوْقَعَ فِي نَفْسِ السَّامِعِ.

12 – Dan di dalamnya terdapat penggunaan perumpamaan dan analogi (qiyās), agar lebih jelas dan lebih mengena di hati pendengar, (9-12 diambil dari Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah).

FAIDAH TAMBAHAN

Berikut adalah pembahasan tambahan yang terkait dengan hadis 25 Arbain Nawawi tentang keutamaan zikir:

ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَذْكُرُ مَنْ يَذْكُرُهُ

1 – Allah Mengingat Orang yang Mengingat-Nya

Allah Ta'ala berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar, (QS. Al-Baqarah: 152).

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhuma, bahwa keduanya bersaksi atas Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum duduk berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, turun kepada mereka ketenangan, dan Allah menyebut mereka di antara makhluk yang ada di sisi-Nya, (Sahih Muslim: 4868).

ذِكْرُ اللَّهِ عَمَلٌ يَسِيرٌ، وَأَجْرُهُ عَظِيمٌ

2 – Zikir adalah Amalan yang Mudah dan Pahalanya Besar

Dari Sa'd bin Abu Waqqas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda:

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ فِي كُلِّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ: كَيْفَ يَكْسِبُ أَلْفَ حَسَنَةٍ؟

Apakah salah seorang dari kalian merasa berat untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari? Seorang penanya dari orang-orang yang duduk bersamanya bertanya: "Bagaimana caranya mendapatkan seribu kebaikan?"

قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ

Beliau bersabda: "Bertakbir (mengucapkan tasbih) seratus kali, maka akan dicatat baginya seribu kebaikan, atau dihapus darinya seribu kesalahan," (Sahih Muslim: 2698).

ذِكْرُ اللَّهِ مِنْ أَثْقَلِ الْأَعْمَالِ عِنْدَ اللَّهِ

3 – Zikir adalah Amalan yang Paling Berat Timbangannya di Sisi Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman (Allah): Maha Suci Allah yang Maha Agung, Maha Suci Allah dan dengan pujian kepada-Nya, (Sahih Bukhari: 6406. Sahih Muslim: 2694).

ذِكْرُ اللَّهِ سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ مَغْفِرَةِ الذُّنُوبِ

4 – Zikir adalah Sebab Pengampunan Dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa yang mengucapkan: 'Subhanallah wa bihamdihi' (Maha Suci Allah dan dengan pujian kepada-Nya) seratus kali dalam sehari, maka akan dihapus kesalahan-kesalahannya, meskipun sebanyak buih di lautan, (Sahih Bukhari: 6405. Sahih Muslim: 2691).

ذِكْرُ اللَّهِ سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ اسْتِجَابَةِ الدُّعَاءِ

5 – Zikir adalah Sebab Dikabulkannya Doa

Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu dari Nabi ﷺ, yang bersabda:

مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاَللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، أَوْ دَعَا، اُسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

Barang siapa yang terjaga di malam hari lalu mengucapkan: 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Alhamdulillahi, wa subhanallahi, wa laa ilaaha illallahu, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billah.' (Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), kemudian ia berkata: 'Ya Allah, ampunilah aku,' atau berdoa, niscaya doanya dikabulkan. Jika ia berwudu dan salat, salatnya diterima, (Sahih Bukhari: 1154). ذِكْرُ اللَّهِ يَنْجِيكَ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

6 – Zikir Menyelamatkanmu dari Azab Hari Kiamat

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا قَطُّ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikir kepada Allah, (Musnad Ahmad: 22079. Jami At-Tirmizi: 3377).

ذِكْرُ اللَّهِ يَعْدِلُ عِتْقَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَمِائَةَ حَسَنَةٍ، وَيَمْحُو مِائَةَ سَيِّئَةٍ، وَهُوَ أَفْضَلُ شَيْءٍ يَأْتِي بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

7 – Zikir Setara Membebaskan 10 Budak, 100 Kebaikan, dan Menghapus 100 Dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

Barang siapa yang mengucapkan: 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir' seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan itu menjadi pelindung baginya dari setan pada hari itu hingga sore. Dan tidak ada seorang pun yang datang dengan sesuatu yang lebih utama daripada yang dia bawa, kecuali seseorang yang melakukan lebih banyak dari itu, (Sahih Bukhari: 3293. Sahih Muslim: 2691). ذِكْرُ اللَّهِ غِرَاسُ الْجَنَّةِ

8 – Zikir adalah Pohon Surga

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

Barang siapa yang mengucapkan: 'Subhanallah wa bihamdihi' (Maha Suci Allah dan dengan pujian kepada-Nya), maka akan ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di surga, (Jami At-Tirmizi: 3375).

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَقِيتُ إِبْرَاهِيمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلَامَ، وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةُ التُّرْبَةِ، عَذْبَةُ الْمَاءِ، وَأَنَّهَا قِيعَانٌ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam Isra'. Ia berkata: 'Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya subur, airnya tawar, dan ia adalah dataran rendah. Dan bahwa tanamannya adalah: Subhanallah (Maha Suci Allah), Walhamdulillah (segala puji bagi Allah), Wa laa ilaaha illallah (tiada tuhan selain Allah), Wallahu Akbar (Allah Maha Besar), (Jami At-Tirmizi: 3462). ذِكْرُ اللَّهِ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

9 – Zikir adalah Harta Karun Surga

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ مِنْ كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، فِدَاكَ أَبِي، وَأُمِّي. قَالَ: «لَا حَوْلَ، وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاَللَّهِ

Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat dari harta karun surga?" Aku (Abu Musa) menjawab: "Tentu, ya Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu." Beliau bersabda: "Laa haula wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah),” (Sahih Bukhari: 4205. Sahih Muslim: 2704). ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِيكَ أَجْرَ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ

10 – Zikir Memberi Anda Pahala Haji dan Umrah

Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barang siapa yang salat Subuh berjemaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna, (Jami At-Tirmizi: 586).

ذِكْرُ اللَّهِ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ

11 – Zikir adalah Ucapan yang Paling Dicintai Allah

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ؟ إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِه

Maukah aku beritahukan kepadamu ucapan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai oleh Allah adalah: 'Subhanallah wa bihamdihi' (Maha Suci Allah dan dengan pujian kepada-Nya), (Sahih Muslim: 2731). ذِكْرُ اللَّهِ مِنْ أَفْضَلِ، وَأَحَبِّ الْأَعْمَالِ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

12 – Zikir adalah Amalan yang Paling Utama dan Paling Dicintai di Sisi Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَأَنْ أَقُولَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Sungguh, aku mengucapkan: 'Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallahu, wallahu akbar' (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih aku cintai daripada apa yang dinaungi oleh matahari, (Sahih Muslim: 2694).

Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ، وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا: بَلَى. قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

Maukah aku beritahukan kepada kalian amalan terbaik, paling suci di sisi Penguasa kalian, paling tinggi derajatnya, lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh lalu kalian tebas leher mereka dan mereka tebas leher kalian?" Mereka menjawab: "Tentu." Beliau bersabda: "Zikir kepada Allah Ta'ala," (Jami At-Tirmizi: 3377).

الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا هُمْ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

13 – Orang yang Banyak Berzikir adalah Orang yang Paling Beruntung di Hari Kiamat

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا، وَالذَّاكِرَاتُ

Orang-orang yang menyendiri telah mendahului." Mereka bertanya: "Siapakah orang-orang yang menyendiri itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun perempuan,” (Sahih Muslim: 2676).

الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ كَالْحَيِّ، وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ كَالْمَيِّتِ

14 – Perumpamaan Orang yang Berzikir dan yang Tidak Berzikir

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ، وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati, (Sahih Bukhari: 6407).

Demikian penjelasan dan pelajaran dari hadis 25 Arbain Nawawi tentang keutamaan zikir. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 17 September 2025

Irfan Nugroho (Pengelola situs mukminun.com dan channel YouTube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Arbain Nawawi 25: Keutamaan Zikir"