MATAN HADITS MENCELA MAKANAN
Pembaca rahimakumullah, Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang berkata:مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِلَّا تَرَكَهُ.
Nabi ﷺ tidak pernah mencela makanan sedikit pun; jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak, beliau meninggalkannya, (Sahih Bukhari: 3563. Sahih Muslim: 2064).
[ss_social_follow]PENJELASAN HADIS
Berikut adalah penjelasan dari beberapa kata di dalam hadits mencela makanan tersebut:1 - Perkataan Abu Hurairah (مَا عَابَ) atau yg artinya, "Tidak pernah mencela," maksudnya:
مَا جَعَلَهُ ذَا عَيْبٍ
Tidak menjadikannya memiliki cacat (kekurangan).
Imam An-Nawawi Rahimahullah ketika menjelaskan contoh ungkapan yg berisi penghinaan terhadap makanan yaitu:
هَذا مالِحٌ، قَلِيلُ المِلْحِ، حامِضٌ رَقِيقٌ غَلِيظٌ غَيْرُ ناضِجٍ ونَحْوَ ذَلِكَ
“Ini terlalu asin. Ini kurang asin. Ini kecut. Ini terlalu keras, ini terlalu lembek. Ini belum matang, juga ungkapan lain yang semisal.”
2 - Perkataan Abu Hurairah (طَعَامًا) atau yg artinya, "Makanan," maksudnya:
مَا يُطْعِمُهُ مِنْ مَأْكُولٍ وَمَشْرُوبٍ
Makanan dan minuman.
3 - Perkataan Abu Hurairah (اشْتَهَاهُ) atau yg artinya, "Menyukainya," maksudnya:
اشْتَدَّتْ رَغْبَتُهُ فِيهِ
Sangat menginginkannya.PELAJARAN DARI HADIS
Di antara pelajaran yang bisa diambil dari hadits mencela makanan ini di antaranya:يَنْبَغِي أَنْ لَا يَعِيبَ الْمُسْلِمُ طَعَامًا تَأَسِّيًا بِرَسُولِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-.
1 - Sepatutnya seorang muslim tidak mencela makanan sebagai wujud meneladani Rasulullah ﷺ.فِي مَدْحِ الطَّعَامِ دَلِيلُ الرَّغْبَةِ، وَفِي ذَمِّهِ دَلِيلُ احْتِقَارِ النِّعْمَةِ.
2 - Memuji makanan menunjukkan adanya keinginan, sedang mencela makanan artinya meremehkan nikmat.
حُسْنُ خُلُقِ الرَّسُولِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-؛ فَإِنَّهُ لَمْ يَعِبْ طَعَامًا قَطُّ.
3 - Baiknya akhlak Rasulullah ﷺ, karena beliau tidak pernah mencela makanan sama sekali.
بَيَانُ حُسْنِ الْأَدَبِ؛ لِأَنَّ الْمَرْءَ قَدْ لَا يَشْتَهِي طَعَامًا وَيَشْتَهِيهِ غَيْرُهُ.
4 - Penjelasan tentang baiknya adab, karena seseorang mungkin tidak menyukai makanan tetapi orang lain menyukainya.
فِي تَعْيِيبِ الطَّعَامِ كَسْرٌ لِقَلْبِ صَاحِبِهِ، وَفِي مَدْحِهِ الثَّنَاءُ عَلَى اللهِ -سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى-، وَجَبْرٌ لِقَلْبِ صَاحِبِهِ.
5 - Mencela makanan dapat melukai hati pemiliknya, sedangkan memujinya berarti memuji Allah ﷻ dan menghibur hati pemiliknya.
الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ مِنْ رِزْقِ اللهِ تَعَالَى الَّذِي مَنَّ بِهِ عَلَيْنَا،
6 - Makanan dan minuman adalah rezeki dari Allah Ta’ala yang Dia anugerahkan kepada kita,
إِذَا عَابَ الْمَرْءُ مَا كَرِهَهُ مِنَ الطَّعَامِ، فَإِنَّهُ قَدْ رَدَّ عَلَى اللهِ سُبْحَانَهُ رِزْقَهُ،
7 - Apabila seseorang mencela makanan yang tidak disukainya, maka sesungguhnya dia telah menolak rezeki dari Allah ﷻ,
وَنِعَمُ اللهِ تَعَالَى لَا تُعَابُ، وَإِنَّمَا يَجِبُ الشُّكْرُ عَلَيْهَا.
8 - Nikmat-nikmat Allah ta’ala tidak boleh dicela, bahkan yang wajib adalah bersyukur atas nikmat tersebut. Wallahua'lam
Demikianlah matan, penjelasan, dan pelajaran dari hadits mencela makanan riwayat Abu Hurairah di dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum
Karangasem, 10 Agustus 2025 Irfan Nugroho (Pengelola situs mukminun.com dan channel YouTube: Mukminin TV)
Post a Comment for "Hadits Mencela Makanan - Penjelasan & Pelajaran"