PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Salawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, para keluarga, sahabat, dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti jejak langkahnya hingga hari akhir.Buku kecil di tangan pembaca ini merupakan ikhtisar dari kitab "Al-Kalimatu Sadidah fi Syarhi Bidayah fi Akidah" karya Syekh Khalid Mahmud Al-Juhani. Kitab ini sendiri adalah penjelasan (syarah) mendalam terhadap kitab "Bidayah fi Akidah" karya Syekh Wahid Abdussalam Bali yang ringkas dan padat.
Dengan izin Allah, kami berupaya menyajikan penjelasan ringkas namun komprehensif mengenai Pedoman Ketujuh: Pokok-pokok Syirik ada Sembilan. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk sumbangsih kecil dalam memperluas pemahaman umat tentang tauhid dan bahaya syirik. Syirik merupakan dosa terbesar yang tidak diampuni Allah jika pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat. Oleh karena itu, mengenali bentuk-bentuk syirik adalah kewajiban bagi setiap muslim.
Kami berharap, buku kecil ini dapat menjadi panduan praktis bagi kaum muslimin untuk menjaga akidah mereka dari segala bentuk penyimpangan dan senantiasa hanya bergantung kepada Allah semata. Semoga Allah menjadikan amal ini ikhlas semata-mata mengharap ridha-Nya dan memberinya keberkahan. Aamiin.MATAN 9 POKOK KESYIRIKAN
Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam Bidayah fi Akidah menulis sebagai berikut:الضَّابِطُ السَّابِعُ: أُصُولُ الشِّرْكِ تِسْعَةٌ:
Pedoman 7: Pokok-pokok syirik ada sembilan:١- السِّحْرُ.
1 – Sihir.
٢- الْكَهَانَةُ.
2 – Perdukunan.
٣- التَّطَيُّرُ
3 – Tathayur.
٤- الذَّبْحُ لِغَيْرِ اللَّهِ.
4 – Menyembelih untuk selain Allah.
٥- النَّذْرُ لِغَيْرِ اللَّهِ.
5 – Nazar untuk selain Allah.
٦- الِاسْتِعَاذَةُ بِغَيْرِ اللَّهِ.
6 – Memohon perlindungan kepada selain Allah.
٧- دُعَاءُ غَيْرِ اللَّهِ.
7 – Berdoa kepada selain Allah.
٨- الِاعْتِقَادُ فِي النُّجُومِ وَالْأَنْوَاءِ.
8 – Keyakinan pada bintang-bintang dan fenomena alam (cuaca).
٩- الِاعْتِقَادُ أَنَّ غَيْرَ اللَّهِ يَنْفَعُ أَوْ يَضُرُّ.
9 – Keyakinan bahwa selain Allah dapat memberi manfaat atau mudarat.
Di bagian selanjutnya dari buku kecil ini, akan kita bahas lebih lanjut tentan setiap poin dari 9 pokok kesyirikan di atas. Semoga bermanfaat!SYIRIK
Pokok syirik besar adalah seseorang menjadikan tandingan bagi Allah. Dia berdoa kepada tandingan tersebut sebagaimana dia berdoa kepada Allah. Dia meminta syafaat kepada tandingan tersebut sebagaimana dia meminta kepada Allah. Dia berharap kepada tandingan tersebut sebagaimana dia berharap kepada Allah. Dia mencintai tandingan tersebut sebagaimana dia mencintai Allah. Sungguh, Allah ta’ala telah mengabarkan bahwa syirik adalah dosa yang tidak akan Allah ampuni kecuali dengan taubat darinya sebelum kematian. Perhatikan firman Allah ta’ala:﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا﴾
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar, (QS An-Nisa: 48).
Nabi ﷺ telah mengabarkan bahwa siapa saja yang mati dalam keadaan seperti itu, maka dia akan kekal di neraka Jahanam. Maka, Allah ta’ala berfirman:
﴿إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ﴾
Sungguh, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka; dan tiada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zalim, (QS Al-Maidah: 72).
MACAM-MACAM SYIRIKSyirik terbagi menjadi dua bagian:
A - Syirik Besar Definisi Syirik Akbar:هُوَ اتِّخَاذُ نِدٍّ مَعَ اللهِ يُعْبَدُ كَمَا يُعْبَدُ اللهُ.
Yaitu menjadikan sekutu bersama Allah yang diibadahi sebagaimana Allah diibadahi.
Hukum Syirik Akbar:نَاقِلٌ مِنْ مِلَّةِ الإِسْلاَمِ مُحْبِطٌ لِلأَعْمَالِ كُلِّهَا، وَصَاحِبُهُ إِنْ مَاتَ عَلَيْهِ يَكُونُ مُخَلَّدًا فِي نَارِ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِ فَيَمُوتُ، وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُ مِنْ عَذَابِهَا.
Mengeluarkan dari agama Islam, menghapus seluruh amalan, dan pelakunya jika mati dalam keadaan tersebut akan kekal di neraka Jahanam, tidak diputuskan kematian baginya, dan tidak diringankan azabnya.
B - Syirik Kecil Definisi Syirik Kecil:هُوَ كُلُّ مَا جَاءَ فِي النُّصُوصِ تَسْمِيَتُهُ شِرْكًا وَلَمْ يَصِلْ إِلَى حَدِّ الشِّرْكِ الأَكْبَرِ، وَهُوَ يَقَعُ فِي هَيْئَةِ الْعَمَلِ وَأَقْوَالِ اللِّسَانِ، كَالْحَلِفِ بِغَيْرِ اللهِ، وَقَوْلِ: مَا شَاءَ اللهُ وَشِئْتَ.
Segala sesuatu disebutkan sebagai syirik di dalam nash-nash (Al-Qur'an dan As-Sunnah), namun tidak sampai masuk kepada syirik besar. Ia terjadi dalam bentuk perbuatan dan ucapan lisan, seperti bersumpah dengan selain Allah, dan ucapan: “Apa yang Allah kehendaki dan engkau kehendaki.” Hukum Syirik Kecil:مُحْبِطٌ لِلْعَمَلِ الْمُقَارِنِ، وَفِي الآخِرَةِ تَحْتَ الْمَشِيْئَةِ إِنْ شَاءَ اللهُ غَفَرَ لَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ كَحُكْمِ مُرْتَكِبِ الْكَبِيرَةِ.
Menghapuskan amalan yang menyertainya, dan di akhirat berada di bawah kehendak Allah, jika Allah menghendaki maka Allah akan mengampuninya, dan jika Allah menghendaki, maka Allah mengazabnya sebagaimana hukuman bagi pelaku dosa besar. Wallahua’lam#1 SIHIR
Definisi SihirApa arti sihir secara bahasa? Secara bahasa, sihir artinya:
عِبَارَةٌ عَمَّا خَفِيَ وَلَطَفَ سَبَبُهُ؛ وَلِهَذَا سُمِّيَ آخِرُ اللَّيْلِ سَحَرًا، وَكَذَلِكَ قِيلَ فِي أَكْلَةِ آخِرِ اللَّيْلِ: سَحُورٌ وَذَلِكَ؛ لِأَنَّهَا تَقَعُ عَلَى وَجْهِ الْخَفَاءِ وَعَدَمِ الِاشْتِهَارِ وَالظُّهُورِ مِنَ النَّاسِ.
Ungkapan tentang sesuatu yang sebabnya tersembunyi dan lembut. Oleh karena itu, akhir malam dinamakan sahar (waktu sahur), demikian pula disebut hidangan makan di akhir malam: sahur, karena ia terjadi secara tersembunyi dan tidak terkenal serta tidak nampak di hadapan manusia.
Apa arti sihir secara syar’i? Secara istilah, sihir artinya:
رُقَى وَعَزَائِمُ، وَعَقْدٌ يَنْفُثُ فِيهَا فَيَكُونُ سِحْرًا يَضُرُّ حَقِيقَةً، وَيُمَرِّضُ حَقِيقَةً، وَيَقْتُلُ حَقِيقَةً.
Bacaan-bacaan dan mantra-mantra, serta ikatan yang ditiup padanya, sehingga jadilah sihir yang membahayakan secara nyata, membuat sakit secara nyata, dan membunuh secara nyata.
Sihir yang di dalamnya terdapat penggunaan setan-setan dan meminta pertolongan kepada mereka adalah kufur, dan syirik besar kepada Allah. Allah ta’ala berfirman:
﴿وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنْ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ. وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ﴾
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua (malaikat) itu apa yang dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka telah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat bagian (keuntungan) di akhirat. Sungguh, amat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu. Sekiranya mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu, (QS Al-Baqarah: 102-103).
Maka tidak mungkin bagi seorang penyihir untuk menjadi penyihir yang hakiki kecuali jika dia mendekatkan diri kepada setan-setan, dan oleh karena itu, sihir adalah syirik kepada Allah.
Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan. Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu?" Beliau bersabda: "(1) Syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, (4) memakan riba, (5) memakan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, dan (7) menuduh zina wanita mukminah yang baik-baik lagi lalai," (Sahih Bukhari: 2766. Sahih Muslim: 89)
Sebagian ulama seperti Imam Syafi'i membagi sihir menjadi dua macam:
Macam Sihir yang Pertama:مَا يَكُونُ بِالْاِسْتِعَانَةِ بِالشَّيَاطِينِ فَهَذَا كُفْرٌ وَشِرْكٌ أَكْبَرُ.
Sihir yang dilakukan dengan meminta pertolongan kepada setan-setan, maka ini adalah kufur dan syirik besar.
Macam Sihir yang Kedua:مَا يَكُونُ بِالْأَدْوِيَةِ وَالتَّدْخِينَا،ت فَهَذَا فِسْقٌ وَمُحَرَّمٌ، وَلَا يُكَفَّرُ فَاعِلُهُ إِلَّا إِذَا اسْتَحَلَّهُ.
Sihir yang dilakukan dengan obat-obatan dan pengasapan, maka ini adalah perbuatan fasik dan haram, dan pelakunya tidak dikafirkan kecuali jika ia menghalalkannya.
Dan pembagian ini dilihat dari segi realitanya.
SIHIR ADA DUA JENIS 1 - Sihir hakiki Sihir hakiki (سِحْرٌ حَقِيْقِيٌّ) adalah istilah tentang suatu amalan yang berpengaruh pada badan atau hati, sehingga ia berpengaruh pada badan dengan menyebabkan penyakit dan kematian, berpengaruh pada pikiran dengan membuat seseorang berkhayal bahwa ia telah melakukan sesuatu padahal tidak, atau berpengaruh pada hati sehingga menimbulkan kebencian atau cinta yang tidak wajar. Inilah yang disebut as-sharf (memisahkan) dan al-'athf (mempersatukan), yaitu mendatangkan cinta seorang wanita kepada suaminya, atau memisahkan cinta seorang wanita dari suaminya, atau sebaliknya.Di antara contohnya: Sihir Lubaid bin Al-A'sham seorang Yahudi kepada Nabi ﷺ.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha yang berkata:
Nabi ﷺ disihir sampai beliau terkhayal melakukan sesuatu padahal tidak, hingga pada suatu hari beliau bersamaku dan beliau berdoa berulang kali kepada Allah. Kemudian beliau bersabda: "Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberiku fatwa tentang apa yang aku minta fatwanya kepada-Nya?" Aku bertanya: "Apakah itu, wahai Rasulullah?"
Beliau bersabda: "Ada dua orang laki-laki datang kepadaku, salah satunya duduk di dekat kepalaku dan yang lain di dekat kakiku. Kemudian salah satu dari keduanya berkata kepada temannya: 'Apa penyakit laki-laki ini?'
Ia berkata: 'Disihir.'
Ia berkata: 'Siapa yang menyihirnya?'
Ia berkata: 'Lubaid bin Al-A'sham, orang Yahudi dari Bani Zuraiq.'
Ia berkata: 'Di mana (sihirnya)?'
Ia berkata: 'Di dalam sisir, rambut bekas sisiran, dan pelepah kurma jantan.'
Ia berkata: 'Lalu di mana (sihir itu)?'
Ia berkata: 'Di sumur Dzi Arwan.'"
Maka Nabi ﷺ pergi bersama beberapa orang dari sahabatnya ke sumur itu, lalu beliau melihatnya dan di atasnya ada pohon kurma. Kemudian beliau kembali kepada Aisyah, lalu bersabda: "Demi Allah, seolah-olah airnya adalah rendaman pacar dan seolah-olah pohon kurmanya adalah kepala-kepala setan." Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah engkau mengeluarkannya?"
Beliau bersabda: "Tidak. Ada pun aku, Allah telah menyembuhkanku dan menyelamatkanku, dan aku khawatir akan membangkitkan keburukan darinya kepada manusia." Dan beliau memerintahkan agar sihir itu dikubur, (Sahih Bukhari: 5763. Sahih Muslim: 2189).
2 - Sihir KhayalanSihir khayalan (سِحْرٌ تَخْيِيلِيٌّ) adalah
هُوَ مَا يُؤَثِّرُ فِي الْأَبْصَارِ وَالْأَنْظَارِ، فَيَرَى الشَّيْءَ عَلَى خِلَافِ مَا هُوَ عَلَيْهِ، كَسِحْرِ سَحَرَةِ فِرْعَوْنَ.
Sihir yang memengaruhi penglihatan dan pandangan, sehingga seseorang melihat sesuatu tidak seperti aslinya, seperti sihir para penyihir Firaun.
Allah ta’ala berfirman:
﴿فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ﴾
Setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang hebat, (QS Al-A'raf: 116)..
Perhatikan: Allah ‘azza wa jalla berfirman:
﴿سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ﴾
“mereka menyihir mata orang banyak.”
Allah tidak berfirman:
سَحَرُوا النَّاسَ
“mereka menyihir orang banyak.”
Allah ta’ala juga berfirman:
﴿فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى﴾
Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka, (QS Taha: 66).
Kesimpulan:Sungguh, sihir – dengan berbagai jenis dan macamnya, di dalamnya terdapat keterlibatan setan dan terdapat unsur meminta pertolongan kepada mereka. Ingat, setan tidak melayani orang yang mendekatkan diri kepada mereka kecuali orang tersebut telah menyembelih (untuk mereka), atau telah beristigasah (meminta pertolongan), atau telah beristiazah (memohon perlindungan), dan perbuatan lain yang serupa dengannya.
Maka sihir, jika demikian, adalah syirik kepada Allah ta’ala, dan setiap penyihir adalah musyrik.#2 PERDUKUNAN
Definisi PerdukunanApa makna al-Kahanah (perdukukan)? Perdukunan adalah:
ادِّعَاءُ عِلْمِ الْغَيْبِ، وَالْأَصْلُ فِيهَا اسْتِرَاقُ الْجِنِّ السَّمْعَ مِنْ كَلَامِ الْمَلَائِكَةِ فَتُلْقِيهِ فِي أُذُنِ الْكَاهِنِ.
Mengaku mengetahui ilmu gaib, dan asalnya adalah jin yang mencuri dengar pembicaraan malaikat, lalu membisikkannya ke telinga dukun.
Apa itu Dukun?Dukun (Al-Kahin) adalah:
الَّذِي يُخْبِرُ عَنِ الْمُغَيَّبَاتِ فِي الْمُسْتَقْبَلِ، وَقِيلَ: الَّذِي يُخْبِرُ عَمَّا فِي الضَّمِيرِ.
Orang yang memberitakan tentang hal-hal gaib di masa depan, dan ada yang mengatakan: orang yang memberitakan tentang apa yang ada di dalam hati.
Perdukunan adalah syirik, dan kufur besar kepada Allah 'azza wa jalla.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَتَى حَائِضًا، أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا، أَوْ كَاهِنًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Barang siapa mendatangi wanita yang haid, atau mendatangi wanita dari duburnya, atau mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad, (Musnad Ahmad: 9779. Sunan Abu Dawud: 3904. Sunan At-Tirmidzi: 135).
Dan dari sebagian istri-istri Nabi ﷺ bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Barang siapa mendatangi 'arrafan (peramal) lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima salatnya selama empat puluh malam, (Sahih Muslim: 2230).Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
الْعَرَّافُ اسْمٌ لِلْكَاهِنِ، وَالْمُنَجِّمِ، وَالرَّمَّالِ، وَنَحْوِهِمْ.
Al-'arraf adalah nama untuk dukun (kahin), ahli nujum (munajjim), ahli ramal dengan pasir (rammal), dan yang sejenisnya.Apa yang dimaksud dengan Ahli Nujum? Ahli Nujum adalah:
الَّذِي يَسْتَخْدِمُ عِلْمَ التَّنْجِيمِ، يَقُولُ: إِذَا ظَهَرَ نَجْمٌ كَذَا وَالْتَقَى بِنَجْمٍ كَذَا فَمَعْنَاهُ أَنَّهُ سَيَحْدُثُ كَذَا وَكَذَا.
Orang yang menggunakan ilmu perbintangan (ilmu at-tanjim), yang kemudian dia berkata: "Jika bintang ini muncul dan bertemu dengan bintang ini, maka itu berarti akan terjadi ini dan itu."Atau, bisa juga dengan ucapan seperti:
إِذَا وُلِدَ لِفُلَانٍ وَلَدٌ فِي بُرْجِ كَذَا فَإِنَّهُ سَيَحْصُلُ كَذَا وَكَذَا لَهُ مِنَ الْغِنَى، أَوِ الْفَقْرِ، أَوِ السَّعَادَةِ، أَوِ الشَّقَاوَةِ، وَنَحْوِ ذَلِكَ.
Jika si fulan lahir di bintang ini, maka dia akan mendapatkan ini dan itu dalam hal kekayaan, atau kemiskinan, atau kebahagiaan, atau kesengsaraan, dan yang serupa dengannya.
Maka mereka berdalil dengan pergerakan bintang-bintang atas apa yang akan terjadi di bumi berupa peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian.
Faidah:مَنْ أَتَى الْعَرَّافَ فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ وَلَوْ لَمْ يُصَدِّقْهُ، فَلَهُ حَالَانِ:
Barang siapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, meskipun dia tidak membenarkannya, maka ada dua keadaan baginya:
Keadaan Pertama:إِنْ أَتَاهُ فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لِلْإِنْكَارِ عَلَيْهِ، فَلَا يَدْخُلُ فِي الْوَعِيدِ؛ لِأَنَّ الْوَسَائِلَ لَهَا أَحْكَامُ الْمَقَاصِدِ.
Jika ia mendatanginya lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu untuk mengingkarinya, maka dia tidak termasuk dalam ancaman (hadis) tersebut, karena sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuannya.
Keadaan Kedua:إِنْ أَتَاهُ فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَإِنَّهُ يَكْفُرُ كُفْرًا أَصْغَرَ، وَلَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، لِسَبَبَيْنِ:
Jika dia mendatanginya lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka dia kafir dengan kafir kecil, dan salatnya tidak diterima selama 40 hari, karena dua sebab:
Pertama: Berdasarkan penggabungan antara hadis-hadis.الثَّانِي: لِأَنَّ تَصْدِيقَ الْكَاهِنِ فِيهِ شُبْهَةٌ، وَهِيَ أَنَّ الْكَاهِنَ الَّذِي ادَّعَى عِلْمَ الْغَيْبِ الْغَيْبِ يُخْبِرُ بِالْأُمُورِ الْمُغَيَّبَةِ فِيهَا صِدْقٌ فِيهِ عَنْ طَرِيقِ اسْتِرَاقِ الْجِنِّ لِلسَّمْعِ، وَقَدْ يَأْتِي الْآتِي إِلَى الْكَاهِنِ وَيَقُولُ: أَنَا أُصَدِّقُهُ فِيمَا أَخْبَرَ مِنَ الْغَيْبِ؛ لِأَنَّهُ قَدْ جَاءَهُ عِلْمُ ذَلِكَ الْغَيْبِ مِنَ السَّمَاءِ عَنْ طَرِيقِ الْجِنِّ، وَهَذِهِ الشُّبْهَةُ تَمْنَعُ مِنْ تَكْفِيرِ مَنْ صَدَّقَ الْكَاهِنَ الْكُفْرَ الأَكْبَرَ
Kedua: Karena di dalam tindakan membenarkan perkataan dukun terdapat syubhat (kerancuan), yaitu bahwa dukun yang mengaku mengetahui ilmu gaib tadi, yang memberitakan tentang perkara-perkara gaib tadi, di dalamnya bisa saja terdapat kebenaran karena jin telah mencuri dengar kabar dari langit yang dibawa oleh para malaikat; makanya ada orang yang mendatangi dukun lalu berkata: "Aku membenarkannya hal gaib yang dia beritakan; karena ilmu gaib itu datang kepadanya dari langit melalui jin." Dan syubhat (kerancuan) inilah yang menghalangi orang yang membenarkan perkataan dukun dengan vonis kufur akbar.[1] Bersambung... CATATAN KAKI [1] Mengapa membenarkan dukun tidak selalu langsung dianggap syirik besar?Ini karena adanya syubhat atau kerancuan.
Syubhat itu adalah pemikiran yang salah, yang membuat seseorang bingung. Orang yang percaya dukun sering berpikir:- "Dukun ini hebat karena dibantu jin."
- "Jin itu bisa tahu sedikit hal gaib dengan mencuri dengar dari langit."
- "Jadi, informasi dukun itu benar karena sumbernya dari jin."
Karena ada kerancuan pemikiran ini, para ulama berpendapat bahwa perbuatannya bukan syirik besar yang langsung mengeluarkan dari Islam. Namun, ini tetap merupakan dosa yang sangat besar yang harus dihindari.
Intinya, jangan percaya pada dukun, karena mereka hanya memanfaatkan tipu daya jin, dan hal itu sangat dilarang dalam agama kita.
Post a Comment for "Bidayah fi Akidah: 9 Pokok Kesyirikan"