Pembaca rahimakumullah, berikut adalah khutbah jumat tentang judi yang kami terjemahkan dari Tuhfatul Abrar fi Khutbatil Qasar karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!
اعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الْمُؤْمِنُونَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ الْقِمَارَ فِي كِتَابِهِ الْعَظِيمِ، وَأَخْبَرَنَا أَنَّهَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ.
Ketahuilah wahai saudara-saudara seiman, bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan judi dalam kitab-Nya yang agung, dan mengabarkan kepada kita bahwa itu adalah perbuatan setan.
Allah ta’ala berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ﴾.
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)," (QS Al-Maidah: 90-91).
Al-Maisir (judi) adalah
كُلُّ لَعْبٍ يُشْتَرَطُ فِيهِ غَالِبًا أَنْ يَأْخُذَ الْغَالِبُ شَيْئًا مِنَ الْمَغْلُوبِ.
Setiap permainan yang di dalamnya disyaratkan bahwa pihak yang menang mengambil sesuatu dari pihak yang kalah.
Al-Qimar (judi) adalah:
مِنْ أَكْلِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ الَّذِي نَهَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ عَنْهُ.
Salah satu bentuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil, yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Allah Ta'ala berfirman:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾.
"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui," (QS Al-Baqarah: 188).
اعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الْمُؤْمِنُونَ أَنَّ مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ، فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ.
Ketahuilah wahai saudara-saudara seiman, bahwa siapa saja yang bermain dadu, maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Barang siapa yang bermain dadu, maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, (Sunan Abu Dawud: 4937).
وَاللَّعْبُ بِالنَّرْدِ حَرَامٌ كَالْأَكْلِ مِنْ لَحْمِ الْخِنْزِيرِ.
Dan bermain dadu itu haram seperti halnya makan daging babi.
Imam Muslim meriwayatkan dari Buraidah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدَشِيرِ، فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ
Barang siapa yang bermain Nardasir, maka seolah-olah dia mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya, (Sahih Muslim: 2260).
وَالنَّرْدِشِيرِ: هُوَ النَّرْدُ، فَالنَّرْدُ كَلِمَةٌ أَعْجَمِيَّةٌ مُعَرَّبَةٌ، وَشِيرُ مَعْنَاهُ حُلْوٌ. وَمَعْنَى صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ الْخِنْزِيرِ وَدَمِهِ فِي حَالِ أَكْلِهِ مِنْهُمَا، وَهُوَ تَشْبِيهٌ لِتَحْرِيمِهِ بِتَحْرِيمِ أَكْلِهِمَا.
Dan Nardasir adalah Nard (dadu), karena Nard adalah kata non-Arab yang diarabkan, dan Syir artinya manis. Dan makna dari "mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya" adalah ketika memakannya, ini merupakan perumpamaan untuk mengharamkannya seperti haramnya memakan keduanya.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Khaulah al-Anshariyyah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إن رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ، فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Sesungguhnya beberapa orang menggunakan harta Allah dengan tidak benar, maka bagi mereka adalah api neraka pada hari kiamat, (Sahih Bukhari: 2992).
وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ بِصَدَقَةٍ.
Dan siapa yang berkata kepada temannya, "Mari aku ajak kamu berjudi," maka hendaklah dia bersedekah.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ
Barang siapa berkata kepada temannya, 'Mari aku ajak kamu berjudi,' maka hendaklah dia bersedekah, (Sahih Bukhari:1681. Sahih Muslim: 4212).
فَإِذَا كَانَ مُجَرَّدُ الْقَوْلِ يُوجِبُ الْكَفَّارَةَ، أَوِ الصَّدَقَةَ فَمَا ظَنُّكَ بِالْفِعْلِ.
Maka, jika hanya sekadar perkataan sudah mewajibkan kafarat atau sedekah, bagaimana dengan perbuatannya?
Post a Comment for "Khutbah Jumat: Judi"