MATAN HADIS
Dari Abu 'Amr – dan dikatakan juga: Abu 'Amrah – Sufyan bin 'Abdullah Radhiyallahu Anhu yang berkataيَا رَسُولَ اللَّهِ! قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ
Wahai Rasulullah! Katakanlah kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang saya tidak akan bertanya kepada seorang pun selain Anda.
Kemudian beliau bersabda:
قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istikamahlah, (Sahih Muslim: 38).PENJELASAN HADIS
1 – Perkataan Abu Amr (قُلْ لِي ) atau yang artinya, “Katakan kepada saya,” maksudnya:أَيْ قَوْلًا جَامِعًا لِمَعَانِي الدِّينِ.
Katakan kepada saya perkataan yang mencakup makna-makna agama.
2 – Perkataan Abu Amr (فِي الْإِسْلَامِ) atau yang artinya, “Dalam Islam,” maksudnya:
أَيْ فِي دِينِهِ، وَشَرِيعَتِهِ.
Dalam agama dan syariatnya.
3 – Perkataan Abu Amr (قَوْلًا) atau yang artinya, “Perkataan,” maksudnya:
جَامِعًا لِمَعَانِي الدِّينِ اكْتَفِي بِهِ، وَاعْمَلْ بِهِ.
Perkataan yang mencakup makna-makna agama, yang cukup bagi saya, dan saya beramal dengannya.
4 – Sabda Nabi ﷺ (آمَنْتُ بِاللَّهِ) atau yang artinya, “Aku beriman kepada Allah,” maksudnya:
أَقْرَرْتُ بِاللَّهِ، وَصَدَّقْتُ بِهِ.
Aku mengakui Allah, dan membenarkan-Nya.
5 – Sabda Nabi ﷺ (اسْتَقِمْ) atau yang artinya, “Istikamahlah,” maksudnya:
الْزَمْ عَمَلَ الطَّاعَاتِ، وَانْتَهِ عَنِ الْمُحَرَّمَاتِ. وَالاسْتِقَامَةُ هِيَ الْمُدَاوَمَةُ عَلَى عَمَلِ الطَّاعَاتِ، وَتَرْكِ الْمُحَرَّمَاتِ.
Tetaplah mengerjakan ketaatan, dan jauhilah hal-hal yang haram. Dan istikamah adalah terus-menerus mengerjakan ketaatan dan meninggalkan hal-hal yang haram.PELAJARAN DARI HADIS
Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ke-21 Arbain Nawawi ini di antaranya:الْحَثُّ عَلَى الْحِرْصِ عَلَى طَلَبِ الْعِلْمِ، وَهَذَا ظَاهِرٌ مِنْ صِيغَةِ السُّؤَالِ.
1 – Dorongan untuk bersemangat dalam menuntut ilmu, dan ini jelas dari redaksi pertanyaan.
عَلَى طَالِبِ الْعِلْمِ أَلَّا يَسْتَحِيَ مِنْ سُؤَالِهِ، فَالسُّؤَالُ مِفْتَاحُ الْعِلْمِ.
2 – Bagi penuntut ilmu, hendaknya ia tidak malu untuk bertanya, karena pertanyaan adalah kunci ilmu.
الْإِيمَانُ قَوْلٌ يَصْدُقُهُ عَمَلٌ، فَلَمْ يَكْتَفِ النَّبِيُّ ﷺ بِقَوْلِهِ: «قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ» بَلْ قَالَ بَعْدَهُ: «ثُمَّ اسْتَقِمْ».
3 – Iman adalah perkataan yang dibenarkan oleh amal. Nabi ﷺ tidak hanya mencukupkan dengan sabdanya: "Katakanlah, 'aku beriman kepada Allah'," tetapi beliau mengikutinya dengan sabdanya: "Kemudian istikamahlah."
يَجِبُ عَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَقِيمَ عَلَى دِينِ اللَّهِ مِنْ غَيْرِ اعْوِجَاجٍ، وَلَا انْحِرَافٍ.
5 – Wajib bagi manusia untuk istikamah di atas agama Allah tanpa ada penyimpangan dan penyelewengan.
أَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى الْإِنْسَانِ هُوَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ تَعَالَى.
6 – Kewajiban pertama bagi manusia adalah beriman kepada Allah Taala.
مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ الِاسْتِقَامَةِ عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ الْمُدَاوَمَةُ عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ.
7 – Di antara sebab terbesar untuk istikamah di atas ketaatan kepada Allah adalah terus-menerus melakukan amal saleh.FAIDAH LAIN
A – Rukun Iman Menurut Ahli Sunah wal Jamaah
جَمْعُ الْحَدِيثِ أَرْكَانَ الْإِيمَانِ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَهِيَ:Hadis ini mengumpulkan rukun-rukun iman menurut Ahli Sunah Waljamaah, yaitu:
قَوْلُ اللِّسَانِ؛ لِقَوْلِهِ: قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ
1 – Ucapan lisan; karena beliau ﷺ bersabda: "Katakanlah: aku beriman kepada Allah."
اعْتِقَادُ الْقَلْبِ؛ لِقَوْلِهِ: آمَنْتُ بِاللَّهِ
2 – Keyakinan hati; karena beliau ﷺ bersabda: "Aku beriman kepada Allah."
عَمَلُ الْجَوَارِحِ؛ لِقَوْلِهِ: ثُمَّ اسْتَقِمْ
3 – Amalan anggota tubuh; karena sabdanya: "Kemudian istikamahlah."
مِنْ أَسْبَابِ الِاسْتِقَامَةِB – Di antara Sebab-sebab Istikamah
دُعَاءُ اللَّهِ بِالثَّبَاتِ. 1 – Berdoa kepada Allah agar Diberi KeteguhanDari Syahr bin Hausyab, ia berkata: Aku bertanya kepada Ummu Salamah,
يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ مَا كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لِأَكْثَرِ دُعَائِكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ؟ قَالَ: يَا أُمَّ سَلَمَةَ، إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلَّا وَقَلْبُهُ بَيْنَ أَصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ، وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ
"Wahai Ummul Mukminin, apa doa Rasulullah ﷺ yang paling sering diucapkan ketika berada di sisimu?" Ia menjawab, "Doa beliau yang paling sering adalah: 'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu'." Ia berkata: Aku bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, mengapa doa Anda yang paling sering adalah: 'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu'?" Beliau bersabda, "Wahai Ummu Salamah, sesungguhnya tidak ada satu pun anak Adam melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah. Siapa yang Dia kehendaki, Dia luruskan. Dan siapa yang Dia kehendaki, Dia sesatkan,” (Sunan At-Tirmidzi: 2140).
قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ، وَتَدَبُّرُهُ
2 – Membaca Al-Quran dan MenadabburinyaAllah ta’ala berfirman:
﴿كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا﴾
"Demikianlah, agar Kami perkuat hatimu dengannya, dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)," (QS Al-Furqan: 32).
Demikian penjelasan hadis 21 Arbain Nawawi tentang salah satu wasiat Nabi ﷺ, “Katakan aku beriman kepada Allah dan istikamahlah.”
Ini adalah ringkasan dan terjemahan dari Tuhfatus Saniyah Syarh Arbain Nawawiah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 7 Agustus 2025
Irfan Nugroho (Pengasuh situs Mukminun.com dan channel Youtube Mukminun TV).
Post a Comment for "Arbain Nawawi 21: Anjuran Istikamah"