zmedia

Arbain Nawawi 20: Malu sebagian dari Iman

Pembaca rahimakumullah, malu adalah sebagian dari iman. Ini adalah nasihat ringkas dari Nabi ﷺ yang sering kita dengar dari kajian Hadis Arbain Nawawi. Apa yang disebut dengan malu? Apa maksud hadis ini? Apa pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini? Teruskan membaca!

MATAN HADIS

Dari Abu Mas'ud 'Uqbah bin 'Amr Al-Anshari Al-Badri Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Sesungguhnya di antara perkataan kenabian terdahulu yang diketahui oleh manusia adalah: 'Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu, (Sahih Bukhari: 6120).

PENJELASAN HADIS

1 – Sabda Nabi ﷺ (مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى) atau yang artinya, “Di antara perkataan kenabian terdahulu,” maksudnya:

الَّتِي قَبْلَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَالْمُرَادُ أَنَّهُ مِمَّا اتَّفَقَتْ عَلَيْهِ الشَّرَائِعُ؛ لِأَنَّهُ جَاءَ فِي أَوَّلَاهَا، ثُمَّ تَتَابَعَتْ بَقِيَّتُهَا عَلَيْهِ.

Maknanya, yang datang sebelum Nabi kita Muhammad ﷺ. Maksudnya, termasuk hal yang disepakati oleh syariat-syariat. Karena ia datang pada syariat-syariat yang pertama, kemudian syariat-syariat sesudahnya mengikutinya.

2 – Sabda Nabi ﷺ (إِذَا لَمْ تَسْتَحِ) atau yang artinya, “Jika kamu tidak malu,” maksudnya:

مِنَ الْحَيَاءِ، وَهُوَ خُلُقٌ يَحُثُّ عَلَى فِعْلِ الْجَمِيلِ، وَتَرْكِ الْقَبِيحِ.

(تَسْتَحِ ) berasal dari kata (الْحَيَاءِ ) yang artinya rasa malu, yaitu akhlak yang mendorong untuk berbuat kebaikan, dan meninggalkan keburukan.

3 – Sabda Nabi ﷺ (فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ) atau yang artinya, “Maka berbuatlah sesukamu,” maksudnya:

إِذَا لَمْ يَمْنَعْكَ الْحَيَاءُ، فَعَلْتَ مَا شِئْتَ مِمَّا تَدْعُوكَ إِلَيْهِ نَفْسُكَ مِنَ الْقَبِيحِ.

Yaitu apabila rasa malu tidak bisa menahanmu, maka kamu akan melakukan berbagai perbuatan buruk yang dikehendaki oleh hawa nafsumu.

Ada dua penafsiran, “Maka berbuatlah sesukamu,”:

إِنَّهُ لِلْوَعِيدِ

1 – Itu adalah untuk ancaman, seperti firman Allah Taala:

﴿اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ﴾

Berbuatlah apa yang kalian kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan, (QS Fushshilat: 40).

إِنَّهُ لِلْإِبَاحَةِ، أَيْ انْظُرْ عَلَى الْفِعْلِ الَّذِي تُرِيدُ أَنْ تَفْعَلَهُ، فَإِنْ كَانَ مِمَّا لَا يُسْتَحِي مِنْهُ فَافْعَلْهُ، وَإِلَّا فَلَا.

2 – Itu adalah untuk pembolehan, yaitu lihatlah perbuatan yang ingin kamu lakukan. Jika termasuk hal yang tidak memalukan, maka lakukanlah. Jika tidak, maka jangan.

PELAJARAN DARI HADIS

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis di atas di antaranya:

الْحَثُّ عَلَى الْحَيَاءِ، وَالتَّحْذِيرُ مِنْ ذَهَابِهِ.

1 – Dorongan untuk memiliki rasa malu, dan peringatan supaya tidak meninggalkan rasa malu.

مَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ حَيَاءٌ يَتَحَلَّى بِهِ جَاهَرَ بِالْقَبَائِحِ، وَالْفَضَائِحِ.

2 – Siapa yang tidak memiliki rasa malu, ia akan terang-terangan melakukan perbuatan keji dan tercela.

عَظِيمُ مَنْزِلَةِ الْحَيَاءِ، فَإِنَّهُ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ حَثَّ عَلَيْهِ.

3 – Agungnya kedudukan rasa malu, karena tidak ada seorang nabi pun kecuali telah menganjurkannya.

فَضِيلَةُ الْحَيَاءِ؛ لِأَنَّهُ يَكُفُّ الْإِنْسَانَ، وَيَرْدَعُهُ عَنْ مُوَاقَعَةِ السَّوْءِ.

4 – Keutamaan rasa malu, karena ia menahan dan mencegah manusia dari melakukan keburukan.

الْإِسْلَامُ يَدْعُو إِلَى التَّحَلِّي بِالْفَضَائِلِ، وَالتَّخَلِّي عَنِ الرَّذَائِلِ.

5 – Islam mengajak untuk menghiasi diri dengan keutamaan, dan melepaskan diri dari kerendahan.

FAIDAH TAMBAHAN

Berikut adalah beberapa pelajaran tambahan tentang malu: بَعْضُ الْأُمُورِ الَّتِي يَكُونُ الْحَيَاءُ فِيهَا مَذْمُومًا

A – MALU YANG TERCELA

الْحَيَاءُ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ. 1 - Malu Menuntut Ilmu

Aisyah Radhiyallahu Anha berkata:

نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ.

Sebaik-baik wanita adalah wanita Ansar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memahami agama, (Sahih Muslim:  332).

Imam Mujahid rahimahullah berkata:

لَا يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحِيٌ، وَلَا مُسْتَكْبِرٌ

Orang yang pemalu dan orang yang sombong tidak akan bisa menuntut ilmu.

الْحَيَاءُ مِنْ قَوْلِ الْحَقِّ، وَالْجَهْرِ بِهِ.

2 – Malu Mengatakan Kebenaran dan Terang-terangan Dengannya

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha yang berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحِي مِنْ الْحَقِّ، هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ غُسْلٌ إِذَا احْتَلَمَتْ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ. فَضَحِكَتْ أُمُّ سَلَمَةَ، فَقَالَتْ: أَتَحْتَلِمُ الْمَرْأَةُ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: فَبِمَ شَبَهُ الْوَلَدِ؟

Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran. Apakah wajib bagi wanita mandi jika dia bermimpi basah?" Beliau bersabda, "Ya, jika dia melihat air (mani)." Ummu Salamah tertawa, lalu berkata, "Apakah wanita juga bisa bermimpi basah?" Nabi ﷺ bersabda, "Lalu karena apa anak itu bisa mirip dengannya?" (Sahih Bukhari: 130).

مِنْ فَضَائِلِ الْحَيَاءِ

B – KEUTAMAAN MALU

الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ. 1 – Malu adalah Bagian dari Iman. (Berdasarkan hadis sebelumnya.)

الْحَيَاءُ خُلُقُ الْإِسْلَامِ

2 – Malu adalah Akhlak Islam.

Dari Anas Radhiyallahu Anha yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu, (Sunan Ibnu Majah: 4181. Al-Albani: Hasan).

الْحَيَاءُ خُلُقٌ يُحِبُّهُ اللَّهُ

3 – Malu adalah Akhlak yang Dicintai Allah

Dari Ya'la Radhiyallahu Anhu yang berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى رَجُلًا يَغْتَسِلُ بِالْبَرَازِ بِلَا إِزَارٍ، فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ، فَحَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ ﷺ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ

Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki mandi di lapangan terbuka tanpa penutup. Maka beliau naik ke atas mimbar, memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung adalah Maha Pemalu lagi Maha Penutup. Dia mencintai rasa malu dan sifat menutup diri. Maka apabila salah seorang dari kalian mandi, hendaklah ia menutup diri, (Sunan Abu Dawud: 4012).

الْحَيَاءُ مِنْ عَلَامَاتِ الْإِيمَانِ

4 – Malu adalah Salah Satu Tanda Iman

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman,  (Sahih Muslim: 35).

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ، وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ الْإِيمَانِ».

Bahwasa Rasulullah ﷺ melewati seorang laki-laki dari kaum Ansar yang sedang menasihati saudaranya mengenai rasa malu. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, "Biarkan dia, karena sesungguhnya rasa malu itu adalah bagian dari iman,” (Sahih Bukhari: 24).

الْحَيَاءُ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا حَسَّنَهُ

5 – Jika Malu Ada Pada Sesuatu, Ia akan Membuatnya Menjadi Baik

Dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا كَانَ الْفُحْشُ فِي شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ، وَلَا كَانَ الْحَيَاءُ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا زَانَهُ

Tidaklah kekejian itu ada pada sesuatu kecuali akan merusaknya, dan tidaklah rasa malu itu ada pada sesuatu sama sekali kecuali akan menghiasinya, (Sunan At-Tirmidzi: 1974). Wallahua’lam

Demikian penjelasan hadis ke-20 dari Arbain Nawawi tentang malu. Oiya, ini adalah terjemahan dan ringkasan dari Tuhfatus Saniyah Syarah Arbain Nawawiah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah.. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 7 Agustus 2025

Irfan Nugroho (Pengasuh situs Mukminun.com dan channel Youtube: Mukminun TV)

Post a Comment for "Arbain Nawawi 20: Malu sebagian dari Iman"