LAFAZ QS TAHA 14
Pembaca rahimakumullah, Allah ta’ala berfirman di dalam QS Taha 14:إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Latin: Inna-nī anā Allāhu lā ilāha illā anā fa‘budnī wa aqimis salata lizikri
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku, (QS Taha 14).TAFSIR QS TAHA 14
1 – Firman Allah (إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ) atau yang artinya, “Sesungguhnya Aku adalah Allah,” maksudnya:إِنَّنِي أَنَا الْمَعْبُودُ الَّذِي لَا تَصْلُحُ الْعِبَادَةُ إِلَّا لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَلَا تَعْبُدْ غَيْرِي، فَإِنَّهُ لَا مَعْبُودَ تَجُوزُ أَوْ تَصْلُحُ لَهُ الْعِبَادَةُ سِوَايَ
Akulah Tuhan yang disembah, yang tidak layak ibadah itu diberikan kecuali kepada-Nya. Tidak ada tuhan selain Aku, maka janganlah kamu menyembah selain Aku, karena tidak ada sembahan yang pantas atau layak untuk disembah selain Aku, (Jamiul Bayan, li At-Tabari)
2 – Firman Allah (فَاعْبُدْنِي) atau yang artinya, “Maka sembahlah Aku,” maksudnya:
يقول: فَأَخْلِصِ الْعِبَادَةَ لِي دُونَ كُلِّ مَا عُبِدَ مِن دُونِي
Maka sembahlah Aku dengan ikhlas, jauhkan ibadahmu dari segala sesuatu yang disembah selain Aku, (Jamiul Bayan, li At-Tabari).
3 – Firman Allah (وأقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي) atau yang artinya, “Maka dirikanlah salat untuk mengingatKu,” maksudnya:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِي فَإِنَّكَ إِذَا أَقَمْتَهَا ذَكَرْتَنِي
Dirikanlah salat untukKu, karena jika engkau mendirikan salat, engkau akan mengingatKu, (Jamiul Bayan, li At-Tabari).PELAJARAN DARI QS TAHA 14
Berikut adalah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari QS Taha 14 (wa aqimis salata lizikri):WAJIBNYA MENEGAKKAN SALAT LIMA WAKTU
Pembaca rahimakumullah, pelajaran pertama dari ayat ini adalah bahwa menegakkan salat lima waktu itu hukumnya wajib. Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:وجوب إقام الصلاة وبيان علة ذلك وهو ذكر الله تعالى
Wajibnya menegakkan salat, serta penjelasan tentang alasan di balik perintah tersebut, yaitu untuk mengingat Alla ta’ala, (Aisarut Tafasir).JIKA TERLEWAT DARI SATU SALAT, SEGERA LAKUKAN APABILA INGAT
Oleh karena salat lima waktu hukumnya wajib, orang yang terlewat dari satu salat, hendaknya dia segera melakukan salat tersebut, meskipun di luar waktunya, atau meskipun di waktu-waktu yang makruh untuk salat.Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنْ الصَّلَاةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرَى
Jika salah seorang dari kalian ketiduran sehingga terlewat dari salat atau lupa belum melakukan salat, maka hendaklah dia melaksanakan salat tersebut ketika dia mengingatnya. Karena sesungguhnya Allah berfirman: 'Tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku,’(QS Taha 14), (Sahih Muslim: 684).
Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Siapa saja yang lupa belum mengerjakan satu salat, maka hendaklah dia melaksanakan salat tersebut ketika dia mengingatnya. Tidak ada kafarat (yang bisa menebus dosa) bagi orang tersebut selain mengerjakan salat tadi. (Allah berfirman): “Dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku,” (QS Taha 14), (Sahih Bukhari: 597).DI ANTARA HIKMAH DISYARIATKANNYA SALAT
Pembaca rahimakumullah, salat akan menjadikan seseorang ingat kepada Allah, kemudian bertambah ketakwaannya. Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:أَقِمِ الصَّلَاةَ لِأَجْلِ أَنْ تَذْكُرَنِي؛ فَالصَّلَاةُ تُذَكِّرُ الْعَبْدَ بِخَالِقِهِ لِأَنَّ الْمُكَلَّفَ إِذَا ذَكَرَ أَمْرَ اللَّهِ وَنَهْيَهُ، فَعَلَ مَا أَمَرَهُ، وَاجْتَنَبَ مَا نَهَاهُ عَنْهُ فَفِي هَذَا الْكَلَامِ يَظْهَرُ أَنَّ التَّقْوَى مِنْ حِكْمَةِ مَشْرُوعِيَّةِ الصَّلَاةِ
Tegakkanlah salat agar engkau mengingat-Ku; karena salat itu mengingatkan hamba kepada Penciptanya. Sebab, ketika seorang mukallaf mengingat perintah dan larangan Allah, maka ia akan mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Dari kalimat ini tampak bahwa takwa termasuk hikmah disyariatkannya salat, (Tafsir Muharar Dorar Saniyah).ZIKIR DI DALAM SALAT ADALAH IBADAH HATI & SEBAB KEBAHAGIAAN
Pembaca rahimakumullah, mengingat Allah di dalam salat adalah salah satu ibadah hati yang paling mulia, yang dengannya seseorang akan merasakan kebahagiaan yang sejati. Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:أَقِمِ الصَّلَاةَ لِأَجْلِ ذِكْرِكَ إِيَّايَ؛ لِأَنَّ ذِكْرَهُ تَعَالَى أَجَلُّ الْمَقَاصِدِ، وَهُوَ عُبُودِيَّةُ الْقَلْبِ، وَبِهِ سَعَادَتُهُ،
Dirikan salat supaya kamu mengingatKu, karena mengingat Allah ta’ala adalah tujuan yang paling mulia, dan merupakan ibadah hati, serta merupakan sebab kebahagiaan.
فَالْقَلْبُ الْمُعَطَّلُ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ، مُعَطَّلٌ عَنْ كُلِّ خَيْرٍ، وَقَدْ خَرِبَ كُلَّ الْخَرَابِ،
Oleh karena itu, hati yang kosong dari mengingat Allah akan menjadi hati yang kosong dari semua kebaikan, sehingga rusak dengan kerusakan yang parah, (Tafsir Muharar Dorar Saniyah).JIKA TERLEWAT DARI SATU SALAT, SEGERA LAKUKAN APABILA INGAT
Pelajaran lain dari ayat ini adalah bahwa orang yang terlewat dari satu salat, hendaknya dia segera melakukan salat tersebut, meskipun di luar waktunya, atau meskipun di waktu-waktu yang makruh untuk salat.Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنْ الصَّلَاةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرَى
Jika salah seorang dari kalian ketiduran sehingga terlewat dari salat atau lupa belum melakukan salat, maka hendaklah dia melaksanakan salat tersebut ketika dia mengingatnya. Karena sesungguhnya Allah berfirman: 'Tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku,’(QS Taha 14), (Sahih Muslim: 684).
Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Siapa saja yang lupa belum mengerjakan satu salat, maka hendaklah dia melaksanakan salat tersebut ketika dia mengingatnya. Tidak ada kafarat (yang bisa menebus dosa) bagi orang tersebut selain mengerjakan salat tadi. (Allah berfirman): “Dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku,” (QS Taha 14), (Sahih Bukhari: 597).WAJIB MENGETAHUI MAKNA “ALLAH”
Di antara pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini adalah bahwa Allah di dalam ayat ini menggunakan kata “Aku” atau “Ana” dan “Allah.” Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah:أَوَّلُ مَا يَجِبُ عِلْمُهُ مِنْ شُؤُونِ الْإِلَهِيَّةِ؛ وَهُوَ أَنْ يَعْلَمَ الِاسْمَ الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ عَلَمًا عَلَيْهِ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ هُوَ الْأَصْلُ لِجَمِيعِ مَا سَيُخَاطَبُ بِهِ مِنَ الْأَحْكَامِ الْمُبَلَّغَةِ عَنْ رَبِّهِمْ.
Perkara pertama yang wajib diketahui dalam urusan ketuhanan, yaitu bahwa seseorang wajib mengetahui nama yang telah Allah jadikan sebagai nama khusus untuk-Nya. Karena hal itu adalah dasar bagi seluruh hukum yang akan disampaikan kepada mereka dari Tuhan mereka.Lalu, apa makna “Allah”?
Tertulis di dalam Tafsir Muharar Dorar Saniyah tentang arti kata “Allah”:
الذَّاتُ الْمُسْتَحِقِّ لِجَمِيعِ الْمَحَامِدِ
Zat yang berhak atas segala pujian. Wallahua’lam
Demikian tafsir dan pelajaran yang bisa diambil dari QS Taha 14 Wa Aqimis Salata Lizikri. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 25 Juli 2025
Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo Surokaryo)
Post a Comment for "QS Taha 14 – Wa Aqimis Salata Lizikri"