zmedia

Cinta, Takut, dan Harap kepada Allah

Konsep cinta (maḥabbah), takut (khauf), dan harap (rajāʼ) kepada Allah adalah tiga pilar utama ibadah dalam Islam. Ibadah seorang hamba kepada Allah tidak sempurna kecuali jika mencakup ketiganya. Para ulama mengibaratkan cinta, takut, dan harap seperti burung:

- Cinta adalah kepala burung (inti dari ibadah) - Takut dan harap adalah dua sayapnya (penyeimbang dan penggerak)

CINTA (مَحَبَّة)

Cinta kepada Allah berarti mencintai-Nya melebihi segala sesuatu. Ia adalah dasar dari semua amal: seorang hamba taat kepada Allah karena mencintai-Nya.

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu…, (QS. Ali ‘Imran: 31).

Cara Mencintai Allah:

1 – Mengenal Allah (maʻrifah) melalui nama-nama dan sifat-Nya

Perhatikan firman Allah:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا

Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu, (QS. Al-A’raf: 180).

2 – Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an

Perhatikan firman Allah:

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا۟ ءَايَـٰتِهِۦ

Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayat-Nya, (QS. Shad: 29)

3 – Meninggalkan maksiat, dan melazimi ketaatan

Perhatikan firman Allah:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintai kamu...” (QS. Ali 'Imran: 31).

4 – Memperbanyak dzikir dan doa

Perhatikan firman Allah:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, (QS. Al-Baqarah: 152).

5 – Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ

Perhatikan firman Allah:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, (QS. Al-Baqarah: 152).

6 – Mencintai apa yang Allah cintai, dan membenci apa yang Allah benci

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ... فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

Barangsiapa mencintai karena Allah dan membenci karena Allah... maka sungguh dia telah menyempurnakan iman, (Sunan Abu Dawud: 4681)

TAKUT (خَوْف)

Takut kepada Allah adalah rasa gentar dan khawatir terhadap murka, azab, dan siksa-Nya, serta takut amal tidak diterima.

Allah ta’ala berfirman:

وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُ

Allah memperingatkan kamu terhadap (siksa) diri-Nya, (QS. Ali ‘Imran: 28).

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰؤُا

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama, (QS. Fathir: 28).

Cara Takut kepada Allah:

1 - Mengenal keagungan dan kekuasaan Allah

Allah taala berfirman:

مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦ

Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, (QS. Al-Hajj: 74)

2 - Mengingat dosa dan siksa akhirat

Allah taala berfirman:

يُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

Allah memperingatkan kamu terhadap (siksa) diri-Nya. Dan kepada Allah-lah tempat kembali, (QS. Ali 'Imran: 28).

3 - Menghadiri majelis ilmu yang menghidupkan hati

Nabi ﷺ bersabda:

"مَجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ..."

Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan... (Sahih Muslim: 2699)

4 - Berdoa memohon perlindungan dari siksa

Doa Nabi ﷺ:

"اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ..."

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahanam...” (Sahih Muslim: 588).

5 - Menjauh dari maksiat dan jalan menuju maksiat

Allah taala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk, (QS. Al-Isra: 32)

Catatan: Takut yang benar adalah yang mendorong untuk menjauhi maksiat, bukan membuat putus asa.

HARAP (رَجَاء)

Harap kepada Allah adalah sikap optimis dan penuh harapan bahwa rahmat, ampunan, dan pertolongan Allah akan diberikan.

Allah ta’ala berfirman:

نَبِّئْ عِبَادِيٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Beritakan kepada hamba-hamba-Ku bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, (QS. Al-Hijr: 49).

Allah ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, (QS. Al-A’raf: 156).

Cara Berharap kepada Allah:

1 - Memperbanyak doa dan istighfar

Allah taala berfirman:

وَٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah kepada-Nya, (QS. Hud: 3).

2 - Beramal saleh sambil berharap diterima

Allah taala berfirman:

ٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ

Mereka) yang memberikan apa yang mereka berikan, sedang hati mereka takut karena mereka akan kembali kepada Rabb mereka, (QS. Al-Mu’minun: 60).

3 - Mengingat janji Allah bagi orang bertakwa

Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا • وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberi jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, (QS. At-Talaq: 2–3).

4 - Husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah

Nabi ﷺ bersabda:

"أَنَا عِندَ ظَنِّ عَبْدِي بِي"

Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Al-Bukhari no. 7405, Muslim no. 2675)

5 - Tidak berputus asa dari rahmat Allah

Allah berfirman:

إِنَّهُۥ لَا يَيْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Penutup:

Ibnul Qayyim berkata:

Ibadah kepada Allah dibangun di atas cinta, takut, dan harap. Cinta adalah dasarnya, dan dua lainnya seperti dua sayap. Barangsiapa menyembah Allah hanya dengan cinta, ia adalah ahli bid’ah. Barangsiapa menyembah Allah hanya karena takut, ia adalah Khawarij. Barangsiapa menyembah Allah hanya karena harap, ia adalah Murji’ah. Tapi barangsiapa menyembah Allah dengan cinta, takut, dan harap sekaligus, maka ia adalah seorang mu’min sejati.”

Post a Comment for "Cinta, Takut, dan Harap kepada Allah"