zmedia

Arbain Nawawi 19: Jagalah Allah, Niscaya Allah akan Menjagamu

Pembaca rahimakumullah, jagalah Allah, demikian perintah Nabi ﷺ kepada Abdullah bin Abbas. Apa makna jagalah Allah? Bagaimana penjelasannya? Berikut adalah terjemahan dan penjelasan serta pelajaran dari hadis ke-19 Arbain Nawawi dari kitab Tuhfatu Saniyah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

MATAN HADIS JAGALAH ALLAH

Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامِ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ:

Aku pernah berada di belakang Rasulullah ﷺ suatu hari, lalu beliau bersabda: "Ya Gulam! Sungguh aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ،

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.

احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ،

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ،

Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah.

وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ،

Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.

وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ،

Ketahuilah, seandainya umat ini berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.

وَإِنْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ؛

Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.

رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ، وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

Pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran (takdir) telah kering, (Sunan At-Tirmizi: 2516).

Dan dalam riwayat selain At-Tirmizi (ditambahkan):

احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ،

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di depanmu.

تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ،

Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalimu di waktu susah.

وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ،

Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu.

وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ،

Dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu.

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ،

Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran.

وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ،

Dan kelapangan itu bersama kesulitan.

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, (Musnad Ahmad: 2803).

PENJELASAN HADIS

1 – Sabda Nabi (يَا غُلَامُ) atau yang artinya, “Ya Gulam,” maksudnya:

 الْغُلَامُ هُوَ الصَّبِيُّ حِينَ يُفْطَمُ إِلَى تِسْعِ سِنِينَ، وَكَانَ عُمُرُهُ حِينَئِذٍ نَحْوَ عَشْرِ سِنِينَ.

Gulam adalah anak kecil sejak disapih hingga usia sembilan tahun, dan umurnya kala itu sekitar sepuluh tahun.

2 – Sabda Nabi (اِحْفَظِ اللّٰهَ) atau yang artinya, “Jagalah Allah,” maksudnya:

امْتِثَالِ الْأَوَامِرِ، وَاجْتِنَابِ النَّوَاهِي.

Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.

3 – Sabda Nabi (يَحْفَظْكَ) atau yang artinya, “Allah akan menjagamu,” maksudnya:

 حِفْظُ اللّٰهِ لِلْعَبْدِ فِي دُنْيَاهُ كَحِفْظِهِ فِي بَدَنِهِ، وَوَلَدِهِ، وَأَهْلِهِ، وَحِفْظِهِ فِي إِيمَانِهِ، وَدِينِهِ.

Penjagaan Allah bagi seorang hamba di dunianya seperti penjagaan-Nya terhadap tubuhnya, anaknya, keluarganya, dan penjagaan-Nya terhadap iman dan agamanya.

4 – Sabda Nabi (تَجِدْهُ تُجَاهَكَ) atau yang artinya, “niscaya engkau akan mendapati-Nya di depanmu,” maksudnya:

وَجَدَ اللّٰهَ مَعَهُ يَنْصُرُهُ، وَيَحْفَظُهُ، وَيُوَفِّقُهُ، وَيُسَدِّدُهُ.

Dia akan mendapati Allah bersamanya, menolongnya, menjaganya, memberinya taufik, dan membimbingnya.

5 – Sabda Nabi (رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ، وَجَفَّتِ الصُّحُفُ) atau yang artinya,  “Pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering,” maksudnya:

كِنَايَةٌ عَن الْفَرَاغِ مِن كِتَابَةِ الْمَقَادِيرِ كُلِّهَا

Ungkapan kiasan tentang selesainya penulisan seluruh takdir.

6 – Sabda Nabi (تَعَرَّفْ إِلَى اللّٰهِ فِي الرَّخَاء) atau yang artinya, “Kenalilah Allah di waktu lapang,” maksudnya

 أَيْ بِمُلَازَمَةِ طَاعَتِهِ، وَاجْتِنَابِ مَعْصِيَتِهِ.

Yaitu dengan senantiasa taat kepada-Nya dan menjauhi maksiat kepada-Nya.

7 – Sabda Nabi (يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ) atau yang artinya, “Dia akan mengenalmu di waktu sulit,” maksudnya:

 أَيْ بِتَفْرِيجِهَا عَنْكَ

Yaitu dengan melapangkan kesusahanmu.

PELAJARAN DARI HADIS

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis 18 Arbain Nawawi tentang jagalah Allah ini di antaranya:

Teks-teks tersebut adalah bagian dari penjelasan hadits. Berikut adalah teks yang telah dirapikan, diberi harakat, dan diterjemahkan:

جَوَازُ الْإِرْدَافِ عَلَى الدَّابَّةِ إِذَا أَطَاقَتْهُ.

1 – Bolehnya membonceng di atas hewan tunggangan jika hewan tersebut mampu.

عَظِيمُ تَوَاضُعِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَرْدَفَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا خَلْفَهُ عَلَى دَابَّتِهِ.

2 – Besarnya tawaduk (kerendahan hati) Nabi Muhammad ﷺ di mana beliau memboncengkan Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu di belakangnya di atas hewan tunggangannya.

يَنْبَغِي لِلْمُعَلِّمِ أَنْ يَذْكُرَ لِلْمُتَعَلِّمِ أَنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُعَلِّمَهُ؛ لِيَشْتَدَّ شَوْقُهُ إِلَى مَا يُعَلِّمُ، وَتَقْبَلَ نَفْسُهُ عَلَيْهِ.

3 – Hendaknya seorang pengajar memberitahukan kepada murid bahwa dia ingin mengajarinya, agar semangat murid tersebut semakin kuat terhadap apa yang diajarkan, dan jiwanya menerimanya.

الْجَزَاءُ مِن جِنْسِ الْعَمَلِ، فَمَنِ امْتَثَلَ أَوَامِرَ اللّٰهِ، وَاجْتَنَبَ نَوَاهِيَهُ كَانَ اللّٰهُ مَعَهُ بِنَصْرِهِ، وَتَأْيِيدِهِ.

4 – Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. Maka barang siapa yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, Allah akan bersamanya dengan pertolongan dan dukungan-Nya.

وُجُوبُ الاعْتِمَادِ عَلَى اللّٰهِ، وَالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ دُونَ غَيْرِهِ.

5 – Wajibnya bersandar kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya.

التَّنْبِيهُ عَلَى أَنَّ الدُّنْيَا عُرْضَةٌ لِّلْمَصَائِبِ، فَيَجِبُ الصَّبْرُ عَلَيْهَا.

6 – Peringatan bahwa dunia ini rentan terhadap musibah, maka wajib bersabar menghadapinya.

الِاسْتِعْجَالُ، وَالْجَزَعُ لَا يَأْتِي بِالنَّصْرِ.

7 – Terburu-buru dan berkeluh kesah tidak akan mendatangkan pertolongan.

٨- تَحْرِيمُ الْيَأْسِ وَالْقُنُوطِ مِن رَّحْمَةِ اللّٰهِ.

8 – Haram hukumnya berputus asa dari rahmat Allah.

تَقْرِيرُ الْإِيمَانِ بِالْقَضَاءِ وَالْقَدَرِ، وَوُجُوبُ الرِّضَا بِهِ، فَلَن يُصِيبَكَ إِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكَ.

9 – Penetapan konsep iman terhadap qada dan qadar, serta wajibnya rida dengannya. Maka tidak akan menimpa Anda kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi Anda.

١٠- الْحَثُّ عَلَى الطُّمَأْنِينَةِ عَلَى الرِّزْقِ، وَالْحَيَاةِ، فَلَن تَنَالَ إِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكَ، وَلَن يَضُرَّكَ إِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ عَلَيْكَ.

10 – Anjuran untuk merasa tenang terhadap rezeki dan kehidupan. Maka Anda tidak akan mendapatkan kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi Anda, dan tidak akan membahayakan Anda kecuali apa yang telah Allah tetapkan atas diri Anda.

لَا يَجُوزُ سُؤَالُ غَيْرِ اللّٰهِ فِيمَا لَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلَّا اللّٰهُ.

11 – Tidak boleh meminta kepada selain Allah dalam hal yang tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah.

لَا يَجُوزُ الِاسْتِعَانَةُ بِغَيْرِ اللّٰهِ فِيمَا لَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلَّا اللّٰهُ.

12 – Tidak boleh meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal yang tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah.

اخْتِيَارُ الْجُمَلِ الْقَصِيرَةِ فِي حَالِ تَعْلِيمِ الصِّغَارِ؛ لِتَكُونَ أَسْهَلَ فِي الْحِفْظِ.

13 – Memilih  kalimat-kalimat pendek saat mengajar anak-anak agar lebih mudah dihafal.

يَنْبَغِي لِلْعَالِمِ أَنْ يَبْذُلَ عِلْمَهُ لِلْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ لَكِنْ عَلَى قَدْرِ مَا يَنْتَفِعُ بِهِ كُلٌّ مِنْهُمَا.

14 – Hendaknya seorang alim mencurahkan ilmunya kepada orang dewasa maupun anak-anak, namun sesuai dengan kadar manfaat yang dapat diambil oleh masing-masing.

FAIDAH TAMBAHAN

A – Doa ada dua macam:

النَّوْعُ الْأَوَّلُ: دُعَاءُ مَسْأَلَةٍ: هُوَ طَلَبُ مَا يَنْفَعُ الدَّاعِيَ مِن جَلْبِ نَفْعٍ، أَوْ دَفْعِ ضَرٍّ.

1 – Doa permintaan: Yaitu memohon sesuatu yang bermanfaat bagi orang yang berdoa, baik untuk mendatangkan manfaat maupun menolak bahaya.

مِثَالٌ [١]: أَنْ يَقُولَ الدَّاعِي: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي.

Contoh [1]: Doa seorang hamba: "Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."

مِثَالٌ [٢]: أَنْ يَقُولَ الدَّاعِي: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي رِزْقًا حَلَالًا.

Contoh [2]: Doa seorang hamba: "Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal."

وَحُكْمُ صَرْفِ هَذَا النَّوْعِ لِغَيْرِ اللّٰهِ لَهُ حَالَانِ:

Hukum mengarahkan jenis doa ini kepada selain Allah memiliki dua keadaan:

أَحَدُهُمَا: إِنْ كَانَ الْمَدْعُوُّ: حَيًّا، حَاضِرًا، قَادِرًا عَلَى ذَلِكَ، فَلَيْسَ بِشِرْكٍ، كَقَوْلِكَ: اسْقِنِي مَاءً لِمَن يَسْتَطِيعُ ذَلِكَ.

Pertama: Jika yang diseru (dimintai) itu: hidup, hadir, dan mampu melakukannya, maka itu bukan syirik, seperti perkataan seseorang kepada orang yang hidup, hadir dan mampu melakukannya: "Berilah aku air".

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن اسْتَعَاذَ بِاللّٰهِ فَأَعِيذُوهُ، وَمَن سَأَلَ بِاللّٰهِ فَأَعْطُوهُ، وَمَن دَعَاكُم فَأَجِيبُوهُ

Barang siapa yang meminta perlindungan dengan (nama) Allah, maka berilah dia perlindungan. Barang siapa yang meminta dengan (nama) Allah, maka berilah dia. Dan barang siapa yang mengundang kalian, maka penuhilah undangannya, (Sunan Abu Dawud: 1672).

Tambahan penerjemah: Hadis ini menyuruh manusia untuk memenuhi permintaan orang lain, meskipun permintaan itu dilakukan dengan menyebut nama Allah (“aku meminta kepadamu demi Allah”), selama hal itu bisa dilakukan oleh manusia.

الْحَالُ الثَّانِي: إِنْ كَانَ الْمَدْعُوُّ مَيِّتًا، أَوْ غَائِبًا، وَالدَّاعِي يَعْلَمُ ذَلِكَ، فَدُعَاؤُهُ شِرْكٌ مُخْرِجٌ مِن الْمِلَّةِ.

Keadaan kedua: Jika yang diseru (dimintai) itu mati atau tidak hadir, dan orang yang berdoa mengetahui hal itu, maka doanya adalah syirik yang mengeluarkan dari agama.

النَّوْعُ الثَّانِي: دُعَاءُ عِبَادَةٍ: يَدْخُلُ فِيهِ كُلُّ عِبَادَةٍ يُتَعَبَّدُ بِهَا لِلّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَهُوَ مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ سُؤَالٌ وَلَا طَلَبٌ؛ فَالصَّلَاةُ دُعَاءٌ، وَالزَّكَاةُ دُعَاءٌ، وَالصِّيَامُ دُعَاءٌ، وَالذِّكْرُ دُعَاءٌ .. إلخ،

2 – DOA IBADAH: Termasuk di dalamnya setiap ibadah yang dengannya seseorang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Dan ini adalah sesuatu yang tidak mengandung pertanyaan atau permintaan; maka salat adalah doa, zakat adalah doa, puasa adalah doa, zikir adalah doa, dan seterusnya.

وَيَدْخُلُ فِيهِ كُلُّ الْقُرُبَاتِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ؛ لِأَنَّ الْمُتَعَبِّدَ لِلّٰهِ بِبُلْسَانِ مَقَالِهِ، وَلِسَانِ حَالِهِ مِن رَبِّهِ قَبُولُ تِلْكَ الْعِبَادَةِ وَالْإِنَابَةِ عَلَيْهَا، كَمَا قَالَ جَلَالَهُ:

Dan termasuk di dalamnya semua bentuk ibadah yang zahir dan batin; karena orang yang beribadah kepada Allah dengan lisan ucapannya dan lisan keadaannya memohon kepada Tuhannya agar ibadah itu diterima dan agar dia kembali kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللّٰهِ أَحَدًا

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah, (QS Al-Jinn: 18).

)فَلَا تَدْعُوا( أَيْ: لَا تَعْبُدُوا، وَلَا تَسْأَلُوا مَعَ اللّٰهِ أَحَدًا.

Tafsir: Janganlah kalian menyembah dan janganlah kalian meminta kepada selain Allah seorang pun.

وَكَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ»، فَمَن صَلَّى، أَوْ زَكَّى، أَوْ صَامَ، وَنَحْوُ ذَلِكَ يُقَالُ: إِنَّهُ دُعَا، لَكِن دُعَاءَ عِبَادَةٍ.

Dan sebagaimana sabda Nabi ﷺ "Doa adalah ibadah." Maka barang siapa yang salat, atau zakat, atau puasa, dan semacamnya, dikatakan: Sesungguhnya itu adalah doa, tetapi doa ibadah.

حُكْمُ صَرْفِ هَذَا النَّوْعِ لِغَيْرِ اللّٰهِ شِرْكٌ أَكْبَرُ مُخْرِجٌ مِن الْمِلَّةِ.

Hukum mengarahkan jenis doa ini kepada selain Allah adalah syirik akbar yang mengeluarkan dari agama. Berdasarkan firman Allah ta’ala:

فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

Maka janganlah engkau menyembah tuhan yang lain selain Allah, nanti engkau termasuk orang-orang yang diazab, (QS Asy-Syu'ara': 213).

Dan dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَن مَّاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِن دُونِ اللّٰهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan berdoa kepada sekutu selain Allah, maka dia masuk neraka, (Sahih Muslim: 4497). Wallahua’lam

Demikian terjemahan dan penjelasan serta pelajaran dari hadis ke-19 Arbain Nawawi yang berjudul “Jagalah Allah,” dari kitab Tuhfatu Saniyah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!

Karangasem, 17 Juli 2025

Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, serta mengabulkan doa-doanya. Aamiin)

Post a Comment for "Arbain Nawawi 19: Jagalah Allah, Niscaya Allah akan Menjagamu"