MATAN HADIS
Pembaca rahimakumullah, Imam Muslim (1955) meriwayatkan dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Sesungguhnya Allah telah menulis ihsan dalam segala hal. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan ihsan. Dan apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan ihsan. Dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya, dan hendaklah dia menenangkan hewan sembelihannya, (Sahih Muslim: 1955).PENJELASAN HADIS
Berikut adalah penjelasan beberapa kata di dalam hadis ihsan dalam segala hal:1 – Sabda Nabi (كَتَبَ) atau yang artinya, “menulis,” maksudnya:
أَيْ فَرَضَ، وَأَوْجَبَ
Memfardukan dan mewajibkan.
2 – Sabda Nabi (فَإِذَا قَتَلْتُمْ) atau yang artinya, “Apabila kalian membunuh,” maksudnya:
أَيْ أَرَدْتُمْ قَتْلَ مَنْ يَجُوزُ قَتْلُهُ قِصَاصًا، أَوْ حَدًّا
Jika kalian (algojo yg ditunjuk pemerintah) bermaksud membunuh orang yang boleh dibunuh dalam rangka qisas atau had.3 – Sabda Nabi (فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ) atau yang artinya, “maka bunuhlah dengan ihsan,” maksudnya:
أَيْ هَيْئَةَ الْقَتْلِ، وَإِحْسَانُهَا يَكُونُ بِاخْتِيَارِ أَسْهَلِ الطُّرُقِ، وَأَخْفَاهَا إِيلَامًا
Cara membunuhnya, dan yang dimaksud ihsan di sni adalah adalah dengan memilih cara yang paling mudah, dan yang paling sedikit rasa sakitnya.
4 – Sabda Nabi (وَإِذَا ذَبَحْتُمْ) atau yang artinya, “Dan jika kalian menyembelih,” maksudnya:
أَيْ أَرَدْتُمْ ذَبْحَ مَا يَحِلُّ ذَبْحُهُ مِنَ الْحَيَوَانِ
Jika kalian hendak menyembelih hewan yang halal disembelih.5 – Sabda Nabi (فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ) atau yang artinya, “maka sembelihlah dengan ihsan,” maksudnya:
أَيْ هَيْئَةَ الذَّبْحِ، وَإِحْسَانُهَا يَكُونُ بِسِكِّينٍ حَادَّةٍ، وَأَنْ يُعَجِّلَ إِمْرَارَهَا
Cara menyembelihnya, dan ihsan di sini adalah dengan pisau yang tajam, dan hendaklah mempercepat gerakan pisau.
6 – Sabda Nabi (وَلْيُحِدَّ) atau yang artinya, “menajamkan,” maksudnya:
أَيْ لِيُسَنَّ، وَالْإِحْدَادُ أَنْ يَجْعَلَ السِّكِّينَ حَادَّةً سَرِيعَةً فِي الذَّبْحِ
Hendaknya diasah. Mengasah adalah menjadikan pisau tajam dan cepat dalam menyembelih.PELAJARAN DARI HADIS IHSAN DALAM SEGALA HAL
Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ihsan dalam segala hal ini di antaranya:١ - الْحَثُّ عَلَى الْإِحْسَانِ، وَالرَّحْمَةِ، وَالشَّفَقَةِ بِالْحَيَوَانِ.
1 - Anjuran untuk berbuat ihsan (kebaikan), kasih sayang, dan belas kasihan terhadap hewan.٢ - وُجُوبُ إِرَاحَةِ الْحَيَوَانِ عِنْدَ ذَبْحِهِ.
2 – Wajibnya menenangkan hewan saat menyembelihnya.
٣ - النَّهْيُ عَنِ التَّمْثِيلِ بِالْإِنْسَانِ بَعْدَ قَتْلِهِ.
3 – Larangan mencincang (memutilasi) manusia setelah dibunuh.
٤ - الْحَثُّ عَلَى حُسْنِ التَّعَامُلِ مَعَ الْمَخْلُوقَاتِ.
4 – Anjuran untuk berinteraksi dengan baik terhadap semua makhluk.٥ - عَظِيمُ رَحْمَةِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ بِعِبَادِهِ حَتَّى فِي حَالِ الْقَتْلِ، فَأَمَرَ بِالْقَتْلِ، وَأَمَرَ بِالرِّفْقِ فِيهِ.
5 – Besarnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap hamba-Nya bahkan dalam keadaan membunuh, Allah memerintahkan untuk membunuh dan memerintahkan untuk berlaku lembut di dalamnya.
٦ - شُمُولِيَّةُ الشَّرِيعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ.
6 – Lengkapnya syariat Islam.
٧ - يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُحِدَّ السِّكِّينَ بِحَضْرَةِ الذَّبِيحَةِ.
7 - Disunahkan untuk tidak mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
٨ - يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُذْبَحَ بَهِيمَةٌ بِحَضْرَةِ أُخْرَى، وَلَا يَجُرَّهَا إِلَى مَذْبَحِهَا.
8 – Disunahkan untuk tidak menyembelih satu hewan di hadapan hewan lain, dan tidak menyeretnya ke tempat penyembelihan.
٩- مِنْ أَسَالِيبِ التَّعْلِيمِ النَّاجِحَةِ: ذِكْرُ قَاعِدَةٍ، ثُمَّ ضَرْبُ أَمْثِلَةٍ عَلَيْهَا، فَالْقَاعِدَةُ فِي الْحَدِيثِ «إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ»،
9 – Di antara metode pengajaran yang berhasil adalah menyebutkan suatu kaidah, kemudian memberikan contoh-contohnya.
وَالْأَمْثِلَةُ هِيَ: «إِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ»، وَ«إِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ».
Maka kaidah dalam hadis adalah "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu," dan contoh-contohnya adalah: "Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik," dan "Apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Wallahua’lam
Demikian penjelasan dan pelajaran dari hadis ke-17 Arbain Nawawi tentang perintah ihsan dalam segala hal. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 3 Juli 2025
Irfan Nugroho (Pengajar di PPTQ At-Taqwa dan RQ Irmas Bani Saimo)
Post a Comment for "Arbain Nawawi 17: Ihsan dalam Segala Hal"