MATAN HADIS
Pembaca rahimakumullah, Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tetangga. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamu, (Sahih Bukhari: 6018. Sahih Muslim: 47).PENJELASAN HADIS
Berikut adalah penjelasan dari beberapa kata di dalam hadis berbicara yang baik, memuliakan tetangga dan tamu:1 – Sabda Nabi (مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ) atau yang artinya, “Bara siapa yang beriman,” maksudnya:
أَيْ إِيمَانًا كَامِلًا
Iman yang sempurna.
2 – Sabda Nabi (الْيَوْمُ الْآخِرُ) atau yang artinya, “Hari akhir,” maksudnya:
أَيْ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، وَسُمِّيَ بِذَلِكَ؛ لِأَنَّهُ لَا يَوْمَ بَعْدَهُ، وَقِيلَ: لِأَنَّهُ آخِرُ يَوْمٍ فِي الدُّنْيَا
Hari kiamat. Dinamakan demikian karena tidak ada hari setelahnya. Dikatakan, “Karena ia adalah hari terakhir dunia.”
3 – Sabda Nabi (خَيْرًا) atau yang artinya, “Baik,” maksudnya:
اسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Khair atau Baik adalah nama untuk semua hal yang dicintai oleh Allah azza wa jalla.
4 - Sabda Nabi (فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ) atau yang artinya, “Hendaklah dia memuliakan tetangga,” maksudnya:
أَيْ بِالْإِحْسَانِ إِلَيْهِ، وَكَفِّ الْأَذَى عَنْهُ، وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ وُجُوهِ الْإِكْرَامِ
Berbuat ihsan kepadanya, tidak menyakitinya, dan berbagai bentuk “memuliakan” yang lainnya.5 – Sabda Nabi (فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) atau yang artinya, “Hendaklah dia memuliakan tetangga,” maksudnya:
أَيْ بِالْبِشْرِ فِي وَجْهِهِ، وَطِيبِ الْحَدِيثِ مَعَهُ، وَإِحْضَارِ مَا تَيَسَّرَ، وَنَحْوِهِ
Dengan wajah yang berseri-seri, dengan perkataan yang baik kepadanya, serta menyuguhkan apa saja yang mudah didapat, dan yang lainnya.PELAJARAN DARI HADIS BERBICARA YANG BAIK
Pelajaran yang bisa diambil dari hadis berbicara yang baik ini di antaranya:١ - مِنْ عَلَامَاتِ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ التَّكَلُّمُ بِالْخَيْرِ، أَوِ السُّكُوتُ.
1 – Di antara tanda keimanan kepada Allah dan hari akhir adalah berbicara yang baik atau diam.
٢ - الْحَثُّ عَلَى الْكَلَامِ الطَّيِّبِ، وَإِكْرَامِ الْجَارِ، وَإِكْرَامِ الضَّيْفِ.
2 – Anjuran untuk berbicara yang baik, memuliakan tetangga, dan memuliakan tamu.
٣ - التَّحْذِيرُ مِنْ آفَاتِ اللِّسَانِ.
3 – Peringatan dari bahaya lisan.٤- كَمَالُ الشَّرِيعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ حَيْثُ تَحْرِصُ عَلَى إِقَامَةِ مُجْتَمَعٍ مُتَرَابِطٍ مُتَمَاسِكٍ.
4 – Sempurnanya syariat Islam di mana ia berupaya menegakkan masyarakat yang terhubung erat dan kokoh.
٥ - حِرْصُ النَّبِيِّ ﷺ عَلَى تَعْلِيمِ أُمَّتِهِ.
5 – Semangatnya Nabi ﷺ dalam mendidik umatnya.
٦ - وُجُوبُ حِفْظِ اللِّسَانِ لَيْسَ عَنِ الْحَرَامِ فَقَطْ بَلْ عَنْ كُلِّ مَا لَا فَائِدَةَ مِنْ وَرَائِهِ.
6 – Wajib menjaga lisan bukan hanya dari yang haram, tetapi juga dari segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya.CATATAN TAMBAHAN
Ada satu tambahan yang perlu diketahui tentang hadis berbicara yang baik, memuliakan tetangga dan tamu ini:الْجِيرَانُ ثَلَاثَةٌ:
Tetangga ada tiga:الْأَوَّلُ: جَارٌ لَهُ ثَلَاثَةُ حُقُوقٍ: وَهُوَ الْجَارُ الْقَرِيبُ الْمُسْلِمُ، فَهَذَا لَهُ حَقُّ الْجِوَارِ، وَحَقُّ الْقَرَابَةِ، وَحَقُّ الْإِسْلَامِ.
Pertama: Tetangga yang memiliki tiga hak: Yaitu tetangga muslim yang dekat, maka dia memiliki 1) hak ketetanggaan, 2) hak kekerabatan, dan 3) hak Islam.الثَّانِي: جَارٌ لَهُ حَقَّانِ: وَهُوَ الْجَارُ الْمُسْلِمُ الْبَعِيدُ، فَهَذَا لَهُ حَقُّ الْجِوَارِ، وَحَقُّ الْإِسْلَامِ.
Kedua: Tetangga yang memiliki dua hak: Yaitu tetangga muslim yang jauh, maka dia memiliki 1) hak ketetanggaan, dan 2) hak Islam.الثَّالِثُ: جَارٌ لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ: وَهُوَ الْجَارُ الْكَافِرُ، فَهَذَا لَهُ حَقُّ الْجِوَارِ، وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا فَلَهُ حَقُّ الْقَرَابَةِ أَيْضًا.
Ketiga: Tetangga yang memiliki satu hak: Yaitu tetangga kafir, maka dia hanya memiliki 1) hak ketetanggaan; meskipun dia dekat dan memiliki hak kekerabatan. Wallahua’lamDemikian penjelasan dan pelajaran dari hadis ke-15 Arbain Nawawi tentang berbicara yang baik, memuliakan tetangga dan tamu, yang kami sarikan dari kitab Tuhfatu Saniyah karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah. Semoga bermanfaat!
Karangasem, 3 Juli 2025
Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, serta mengabulkan doa-doanya. Aamiin)
Post a Comment for "Arbain Nawawi 15: Berbicara yang Baik, Memuliakan Tetangga dan Tamu"