zmedia

Khulasah Bahiyah: Tahun Keempat Hijriah

Pembaca rahimakumullah, kita lanjutkan pelajaran sirah Nabi ﷺ yang kami terjemahkan dari Khulasah Bahiyah fi Tartib Ahdasi Sirah Nabawiyah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah. Ini adalah materi ajar yang kami gunakan di RQ Irmas Bani Saimo Sura Karya. Semoga bermanfaat!

السَّنَةُ الرَّابِعَةُ مِنَ الْهِجْرَةِ

Tahun Keempat Hijriah

وَفِيهَا ثَلَاثَةَ عَشَرَ حَدَثًا:

Pada tahun ini terjadi tiga belas peristiwa:

١- فِي الْمُحَرَّمِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ أَبِي سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِلَى طُلَيْحَةَ الْأَسَدِيِّ، فَهَزَمَ وَأَسَرَ.

1 – Pada bulan Muharram tahun keempat hijriah: terjadi sariyah Abu Salamah radhiyallāhu ‘anhu ke (suku) Ṭulaiḥah al-Asadi, lalu ia berhasil mengalahkan dan menawan mereka.[1]

٢- وَفِي الْمُحَرَّمِ أَيْضًا مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: بَعَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدَ اللهِ بْنَ أُنَيْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِلَى خَالِدِ بْنِ سُفْيَانَ الْهُذَلِيِّ، فَقَتَلَ خَالِدًا وَعَادَ سَالِمًا.

2 – Juga pada bulan Muharram tahun keempat hijriah: Rasulullah ﷺ mengutus Abdullah bin Unais radhiyallāhu ‘anhu kepada Khalid bin Sufyan al-Hudzali, lalu ia membunuhnya dan kembali dengan selamat.[2]

٣- وَفِي صَفَرٍ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ الرَّجِيعِ.

3 – Pada bulan Shafar tahun keempat hijriah: terjadi Sariyah ar-Raji‘.[3]

٤- وَفِي صَفَرٍ أَيْضًا مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ بِئْرِ مَعُونَةَ.

4 – Juga pada bulan Shafar tahun keempat hijriah: terjadi Sariyah Bi’r Ma‘unah.[4]

٥- وَفِي هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيِّ لِقَتْلِ أَبِي سُفْيَانَ لَكِنَّهُ لَمْ يَتَمَكَّنْ مِنْهُ.

5 – Pada tahun keempat hijriah: terjadi Sariyah ‘Amr bin Umayyah ad-Dhamri untuk membunuh Abu Sufyan, namun ia tidak berhasil melakukannya.[5]

٦- وَفِي رَبِيعٍ الْأَوَّلِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: غَدَرَتْ يَهُودُ بَنُو النَّضِيرِ، فَحَاصَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَجْلَهُمْ عَنِ الْمَدِينَةِ.

6 –Pada bulan Rabiul Awwal keempat hijriah: Orang-orang Yahudi Bani Nadhir berkhianat, maka Nabi ﷺ mengepung mereka, kemudian mengusir mereka dari Madinah.[6]

٧- وَفِي جُمَادَى الْأُولَى مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الأَسَدِ المَخْزُوْمِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، وَكَانَ رَضِيعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

7 – Pada bulan Jumadal Ula tahun ini: Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Al-Mahzumi radhiyallāhu ‘anhu wafat. Beliau adalah saudara sesusuan Rasulullah ﷺ.[7]

٨- وَفِي جُمَادَى الْأُولَى مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: مَاتَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، يَعْنِي مِنْ رُقَيَّةَ بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ ابْنُ سِتِّ سِنِينَ.

8 – Pada bulan Jumadal Ula tahun ini: Abdullah bin Utsman bin Affan radhiyallāhu ‘anhumā meninggal dunia. Beliau adalah putra Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ, dan berumur enam tahun.[8]

٩- وَفِي شَعْبَانَ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: وَقَعَتْ غَزْوَةُ بَدْرِ الْأُخْرَى.

9 – Pada  bulan Sya‘ban tahun ini: terjadi Perang Badr yang Kedua.[9]

١٠- وَفِي شَعْبَانَ أَيْضًا مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ وُلِدَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مِنْ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

10 – Dan di bulan Sya’ban pula di tahun ini: Al-Husain bin Ali radhiyallāhu ‘anhumā lahir dari Fatimah radhiyallāhu ‘anhā binti Rasulullah ﷺ.

١١- وَفِي شَوَّالٍ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: تَزَوَّجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّ سَلَمَةَ بِنْتَ أَبِي أُمَيَّةَ.

11 – Pada bulan Syawwal tahun ini: Rasulullah ﷺ menikahi Ummu Salamah binti Abi Umayyah.[10]

١٢- وَفِي هَذِهِ السَّنَةِ: أَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنْ يَتَعَلَّمَ كِتَابَ يَهُودَ، فَتَعَلَّمَهُ فِي خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا.

12 – Pada tahun ini: Rasulullah ﷺ memerintahkan Zaid bin Tsabit radhiyallāhu ‘anhu untuk mempelajari tulisan orang-orang Yahudi. Maka ia mempelajarinya dalam waktu lima belas hari.

١٣- وَفِي هَذِهِ السَّنَةِ: رَجَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَهُودِيَّ وَالْيَهُودِيَّةَ.

13 – Pada tahun ini: Rasulullah ﷺ merajam laki-laki dan perempuan Yahudi.[11] CATATAN KAKI [1] Abu Salamah bin ‘Abd al-Asad adalah sahabat Nabi dan ipar Rasulullah. Sariyah ini bertujuan menanggapi ancaman dari Ṭulaiḥah al-Asadi yang mulai memprovokasi suku-suku Arab. Ṭulaiḥah tinggal di Najd (wilayah tengah Arab). Pasukan sariyah ini berjumlah sekitar 150 orang, dan berhasil mengalahkan serta menawan sejumlah musuh tanpa pertempuran besar. [2] Abdullah bin Unais adalah sahabat Nabi yang dikenal pemberani. Khalid bin Sufyan al-Hudzali adalah pemimpin suku Hudzail yang merencanakan menyerang Madinah dan menghasut suku-suku Arab untuk memerangi kaum Muslimin. Karena ancaman tersebut, Rasulullah ﷺ memerintahkan Abdullah untuk membunuh Khalid demi mencegah serangan terhadap Madinah. [3] Sariyah ar-Raji‘ adalah misi dakwah yang diutus Nabi ﷺ untuk mengajarkan Islam kepada beberapa kabilah atas permintaan mereka. Rasulullah mengirim 10 sahabat, dipimpin oleh ‘Āṣim bin Thābit. Namun ternyata itu jebakan; mereka dikhianati dan diserang oleh Bani Lahyān. Sebagian sahabat gugur, sisanya ditawan dan dibunuh. Misi ini berakhir dengan kekalahan Muslimin akibat pengkhianatan. [4] Sariyah Bi’r Ma‘unah adalah misi dakwah Rasulullah ﷺ yang mengirim sekitar 70 sahabat qurra’ (penghafal Al-Qur’an) ke Najd atas permintaan Abu Barra’. Namun, mereka dikhianati oleh ‘Āmir bin Ṭufail, keponakan Abu Barra’, lalu dibantai di Bi’r Ma‘unah. Hanya satu sahabat yang selamat. Tragedi ini sangat menyedihkan dan Nabi ﷺ melazimi qunut nazilah mendoakan keburukan bagi para pelakunya. [5] Sariyah ‘Amr bin Umayyah ad-Dhamri adalah misi khusus yang dilakukan oleh ‘Amr atas perintah Nabi ﷺ untuk membunuh Abu Sufyan sebagai balasan atas tragedi Bi’r Ma‘unah. Misi ini gagal karena Abu Sufyan berhasil lolos, sehingga tidak terjadi pertempuran dan tidak ada pihak yang menang secara militer. [6] Bani Nadhir berkhianat dengan berencana membunuh Nabi ﷺ saat beliau datang meminta bantuan diyat. Nabi ﷺ segera mengepung mereka dengan sekitar 600–700 pasukan. Tidak terjadi pertempuran besar karena mereka akhirnya menyerah setelah pengepungan beberapa hari. Mereka diusir dari Madinah dan diizinkan membawa harta secukupnya kecuali senjata. [7] Ibu susu Rasulullah ﷺ dan Abu Salamah adalah Ḥalīmah as-Sa‘diyyah. Abu Salamah bin ‘Abdil Asad al-Makhzumi adalah sahabat senior, suami Ummu Salamah, dan termasuk orang pertama masuk Islam. Ia meninggal karena luka yang dideritanya dalam Perang Uhud, yang kambuh beberapa bulan setelah perang tersebut, lalu wafat pada bulan Jumadal Ula tahun ke-4 Hijriah. [8] Abdullah bin Utsman bin ‘Affan adalah putra dari Utsman bin ‘Affan dan Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ. Ia lahir di Habasyah (Etiopia) saat orang tua beliau hijrah ke sana. Abdullah wafat di Madinah pada usia enam tahun pada bulan Jumadal Ula tahun ke-4 Hijriah. [9] Perang Badar kedua (Sya'ban tahun 4 Hijriah) mempertemukan sekitar 1.500 Muslim melawan 2.000 Quraisy di Badar. Namun, pertempuran tidak terjadi karena gentarnya pihak Quraisy. Tidak ada pemenang militer. Penyebabnya adalah tantangan Abu Sufyan pasca-Uhud. Kehadiran Muslim di Badar menunjukkan kekuatan dan meningkatkan kewibawaan mereka. [10] Ummu Salamah adalah Hindun binti Abi Umayyah, seorang janda mulia dari sahabat Nabi, Abu Salamah, yang gugur di Uhud. Beliau dikenal cerdas dan memiliki kedudukan terhormat. [11] Pada tahun keempat Hijriah, Rasulullah ﷺ melaksanakan hukuman rajam terhadap seorang laki-laki dan seorang perempuan Yahudi dari Bani Nadhir. Hukuman ini dijatuhkan setelah keduanya terbukti melakukan zina muhsan (zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah). Hukuman rajam ini dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku dalam syariat Islam dan juga terdapat dalam kitab Taurat.

Post a Comment for "Khulasah Bahiyah: Tahun Keempat Hijriah"