zmedia

Kenapa Kita Harus Bantu Agama Islam?

Setiap manusia pasti ingin hidupnya jadi lebih baik. Maunya besok lebih enak dari hari ini. Nah, ajaran Islam itu punya cara yang jelas biar kita bisa mencapai hidup yang lebih baik itu. Caranya adalah dengan kita sama-sama berjuang untuk agama Islam ini dengan sebaik-baiknya.

Tapi ingat ya, kita berjuang ini bukan cuma ngandelin kekuatan yang hebat-hebat di luar kemampuan kita. Walaupun kita percaya Allah itu Mahakuasa, tapi kita juga harus berusaha sekuat tenaga yang kita punya.

Nah, biar perjuangan kita ini berhasil, kuncinya ada di kita semua yang mau ikut berjuang. Kalau kita mau sama-sama bantu, insya Allah jalannya akan dimudahkan. Jadi, bantu agama Islam ini memang penting banget, sudah seharusnya kita lakukan.

Bantu Agama Itu Seperti Gotong Royong (حَتْمِيَّةٌ حَرَكِيَّةٌ)

Kalau kita bilang bantu agama, maksudnya kita kasih apa saja yang kita punya buat agama ini. Bisa tenaga, uang, waktu, bahkan seluruh hidup kita kalau memang dibutuhkan. Ini namanya berkorban. Namanya berjuang, pasti ada pengorbanannya.

Mau bantu sedikit atau banyak, itu tetap penting buat agama Islam. Ibaratnya kayak bangun rumah, batu bata kecil atau besar sama-sama penting biar rumahnya berdiri kokoh. Begitu juga kita, mau status kita di masyarakat biasa saja, kalau kita mau berkorban buat agama, derajat kita bisa jadi sama atau bahkan lebih tinggi dari yang lain.

Contohnya kayak cerita zaman Rasulullah dulu. Beliau sangat menghargai seorang tukang sapu masjid. Kenapa? Karena dia sudah berkorban tenaga biar masjid jadi bersih dan enak dilihat. Saking menghargainya, Rasulullah sampai menyalatkan jenazah tukang sapu itu meskipun beliau tidak tahu kalau tukang sapu itu sudah meninggal.

Sahabat-sahabat Rasulullah mungkin mikir, "Ah, cuma tukang sapu, apa sih pentingnya?" Tapi beda buat Rasulullah. Tukang sapu itu sudah kasih yang dia punya buat agama. Imam Hasan Al Banna, seorang ulama besar, juga pernah bilang ke kita yang berjuang di jalan agama ini, "Ingat baik-baik! Perjuangan ini suci, kelompok kita ini mulia. Uang buat perjuangan ini dari kantong kita sendiri, bukan dari orang lain. Kita sisihkan uang makan anak istri kita buat perjuangan ini. Sikap kayak gini cuma ada di diri kita, orang-orang yang mau berjuang. Ingat, perjuangan ini butuh pengorbanan, minimal harta dan jiwa."

Biar Allah Tolong Kita (اِنْتِصَارُ اللهِ)

Kita memang percaya Allah pasti akan menolong. Tapi, jangan mikir pertolongan Allah itu kayak keajaiban yang tiba-tiba datang dari langit tanpa kita usaha apa-apa. Walaupun Allah bisa saja melakukan itu kalau Dia mau.

Pertolongan Allah itu datangnya karena Allah melihat kita mau berusaha dan berkorban buat agama-Nya. Allah sendiri sudah bilang di Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Surah Muhammad ayat 7)

Jadi, biar Allah mau nolong kita, kita harus cari sebabnya. Salah satu sebabnya adalah dengan kita mau bantu perjuangan agama ini. Apalagi kalau agama ini lagi banyak rintangan dari musuh-musuhnya. Di saat seperti inilah bantuan kita bisa jadi pintu datangnya pertolongan Allah. Apalagi kalau situasinya lagi sulit dan terdesak. Allah juga berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat." (Surah Al-Baqarah ayat 214)

Ciri-ciri Orang yang Aktif Bantu Agama (مُوَاصَفَاتُ الْجُنْدِيَّةِ)

Ada pepatah Arab bilang, "Orang yang tidak punya, tidak akan bisa memberi." Jadi, bagaimana mungkin kita bisa bantu kalau kita sendiri tidak punya apa-apa? Kita yang tidak bisa berkorban seharusnya malu. Soalnya, Allah sudah banyak kasih kita kebaikan. Makanya, orang yang aktif bantu agama itu harus sadar apa saja yang dia punya.

Orang beriman, apalagi yang aktif bantu agama, tidak boleh pelit. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, pasti ada manfaatnya buat agama ini. Manfaat pengorbanan itu terasa selama kita hidup di dunia, buat orang lain dan buat diri kita sendiri juga. Kalau sudah meninggal, kita tidak bisa lagi menambah timbangan kebaikan kita di alam kubur nanti.

Makanya, ciri khas orang yang benar-benar aktif bantu agama adalah dia ringan hati buat berkorban. Tidak ada yang menghalanginya buat berkorban. Dia cepat tanggap kalau agama ini butuh bantuan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَت طَّائِفَةٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَت طَّائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah penolong-penolongku (dalam menegakkan agama) Allah?” Mereka (para pengikut setia) menjawab, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.” Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang." (Surah Ash-Shaff ayat 14)

Supaya Agama Islam Terus Berkembang (اِسْتِمْرَارُ الدَّعْوَةِ - Istimrārud Da’wah)

Memang Allah sudah menjamin agama Islam ini akan terus ada:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ

"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya..." (Surah At-Taubah ayat 40)

Tapi, ini juga ada hubungannya dengan kita yang mau bantu agama ini. Ibaratnya kayak tetesan darah yang bikin panjang umur perjalanan agama ini. Makanya, pengorbanan kita yang aktif berjuang itu penting banget.

Agama Islam bisa terus maju atau malah berhenti tergantung dari pengorbanan orang-orang yang aktif di dalamnya. Mereka yang paling depan kasih bantuannya, merekalah yang bikin agama ini terus berjalan. Sebaliknya, kalau kita tidak mau ikut bantu, itu bisa bikin agama ini jadi mandek atau bahkan mati. Kalau kita tidak mau berkorban, Allah pasti akan mengganti kita dengan orang lain yang mau berkorban. Ini biar perjuangan agama ini terus berjalan. Allah berfirman:

هَا أَنتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُم

"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya, sedangkan kamu adalah orang-orang yang membutuhkan (karunia-Nya). Jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikanmu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)." (Surah Muhammad ayat 38)

Banyak sekali cara kita bisa bantu agama ini. Semua yang kita punya bisa kita sumbangkan. Biar lebih mudah, kita bagi jenis-jenis bantuan ini:

Bantu dengan Pikiran (الْعَطَاءُ الْفِكْرِيُّ - Al-‘Aṭā’ Al-Fikry)

Pikiran itu penting sekali buat perjuangan agama. Nilai-nilai Islam akan terus hidup kalau pemikiran Islam juga hidup di tengah masyarakat. Kita tidak boleh malas mikir. Kita harus gunakan akal kita buat cari solusi dari masalah-masalah yang ada, sesuai dengan ajaran Islam.

Ajaran Islam itu bisa kasih jawaban buat semua masalah manusia dari zaman dulu sampai sekarang. Jawaban itu ada di semua bidang kehidupan. Nah, biar kita bisa dapat jawabannya, umat Islam harus pintar menggunakan akal, namanya ijtihad. Makanya, Rasulullah sangat menghargai orang yang berpikir untuk kemajuan Islam.

Dr. Yusuf Qaradhawi, seorang ulama terkenal, pernah bilang, "Masalah utama kita sekarang ini adalah 'krisis pemikiran'. Banyak orang salah paham tentang Islam. Dangkal sekali pengetahuannya tentang ajaran Islam, mana yang paling penting, mana yang penting saja, mana yang kurang penting. Ada juga yang kurang paham kondisi zaman sekarang. Ada yang tidak kenal 'orang lain', jadi kita gampang kasih penilaian yang terlalu tinggi atau malah terlalu rendah. Sementara orang lain sangat kenal kita, bahkan sampai kelemahan-kelemahan kita. Sampai sekarang kita belum tahu kekuatan apa saja yang kita punya dan kelemahan kita di mana. Kita sering membesar-besarkan hal kecil dan menyepelekan hal besar, baik dalam kemampuan maupun kekurangan kita."

Kalau umat Islam mau bantu dengan pikirannya, nanti akan lahir budaya dan peradaban Islam yang hebat, seperti yang pernah terjadi dulu dari zaman Rasulullah sampai pemerintahan Islam setelahnya. Dengan berpikir, kita bisa jadi kreatif dan menemukan hal-hal baru. Kalau kita terbiasa mikir buat agama, kita akan terbiasa nemuin ide-ide yang belum pernah dipikirkan orang lain. Makanya, orang yang aktif bantu agama tidak boleh kekurangan ide, apalagi pelit buat kasih ide itu.

Bantu dengan Keterampilan (الْعَطَاءُ الْفَنِّيُّ - Al-‘Aṭā’ Al-Fanniyy)

Keterampilan itu hadiah berharga dari Allah buat manusia. Keahlian ini bisa jadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Bahkan, keterampilan ini bisa jadi ciri khas seseorang. Allah sangat menghargai keterampilan yang bisa membawa kita ke jalan-Nya yang paling baik. Yaitu, keterampilan yang berguna buat kepentingan agama. Kalau keterampilan itu dipakai buat agama, Allah pasti akan kasih pahala yang besar. Allah berfirman:

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

"Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." (Surah Al-Isra’ ayat 84)

Semua keterampilan yang kita punya bisa kasih pengaruh besar buat agama. Kemenangan Islam dari dulu juga banyak dibantu oleh keterampilan para pahlawan Islam. Ada yang pintar naik kuda sambil menyerang musuh dari bawah perut kuda, sampai bisa buka benteng musuh. Ada yang mahir main pedang seperti menari. Ada juga yang ahli adu domba biar kekuatan musuh pecah, dan masih banyak lagi. Makanya, orang yang menyampaikan ajaran Islam ini mendorong umatnya buat ikut menggunakan keterampilannya demi kemenangan agama. Allah berfirman:

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

"Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui..." (Surah Az-Zumar ayat 39)

Bantu dengan Uang (الْعَطَاءُ الْمَالِيُّ - Al-‘Aṭā’ Al-Māliyy)

Uang itu seperti tenaga penggerak buat perjuangan agama. Banyak hal yang butuh uang biar perjuangan ini bisa jalan. Makanya, Allah memerintahkan kita buat siapin segala sesuatu yang kita butuhkan. Allah berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

"Dan persiapkanlah semampu kamu untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dengan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, dengannya kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)." (Surah Al-Anfal ayat 60)

Para sahabat Rasulullah dulu sudah kasih contoh bagaimana perjuangan agama harus dibarengi dengan berkorban harta, bahkan kadang jumlahnya banyak sekali. Abu Bakar Shiddiq rela kasih semua hartanya di jalan Allah. Utsman bin Affan yang kaya raya juga sangat besar tanggung jawabnya dalam hal bantu agama dengan harta. Dulu waktu zaman Khalifah Umar bin Khattab lagi susah panen, Utsman menyumbangkan gandum yang dibawa seribu unta.

Perjuangan yang semangatnya cuma dari semangat dan pikiran saja, tanpa dukungan uang yang kuat, akan sulit mengalahkan musuh yang sering punya peralatan lengkap dan hebat. Jadi, bantu agama dengan harta itu penting sekali, ini sudah jadi aturan dari Allah (سُنَّةُ اللهِ). Dulu Rasulullah bikin senjata perang, Umar bin Khattab bikin alat perang, dan Utsman bin Affan membangun angkatan laut yang kuat. Itu semua butuh uang.

Bantu dengan Diri Sendiri (الْعَطَاءُ النَّفْسِيُّ - Al-‘Aṭā’ An-Nafsy)

Bantu agama dengan diri sendiri itu bisa berarti kita melawan keinginan buruk dalam diri kita dan lebih memilih untuk taat kepada Allah. Ini adalah bantuan yang paling mendasar dari semua bantuan yang lain. Kita harus bisa mengalahkan keinginan untuk selalu mementingkan diri sendiri sebelum kita mau berkorban buat orang lain. Kita harus hilangkan sifat pelit dalam diri kita, baik pelit harta maupun pelit yang lain.

Bantuan terbesar yang bisa kita kasih buat agama adalah kalau kita rela tidak cuma menahan diri dari sifat pelit, tapi bahkan menyerahkan nyawa kita demi perjuangan agama. Ini adalah cita-cita tertinggi seorang pejuang agama, seperti yang dia ikrarkan waktu pertama kali dia ikut berjuang:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Itu adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang agung." (Surah At-Taubah ayat 111)

Termasuk dalam bantu agama dengan diri sendiri adalah bantu dengan waktu (اَلْوَقْتُ - al-waqt) dan kesempatan (اَلْفُرْصَةُ - al-furṣah) yang kita punya selama hidup. Waktu kita tidak akan kita habiskan buat hal-hal yang tidak ada manfaatnya buat agama. Kita juga tidak akan mencari atau menggunakan kesempatan dalam hidup kita kecuali yang punya nilai kebaikan di akhirat nanti.

Bantu dengan Kekuasaan (الْعَطَاءُ الْمُلْكِيُّ - Al-‘Aṭā’ Al-Mulky)

Kekuasaan yang kita punya, baik di pemerintahan atau di masyarakat, juga bisa bermanfaat buat memajukan agama. Mau jabatan kecil atau besar, sama saja. Dengan jabatan dan kekuasaan itu, kita bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk buat perkembangan agama.

Makanya, jabatan dan kekuasaan yang kita punya harus bisa kasih pengaruh positif buat perkembangan agama. Jangan cuma buat kepentingan diri sendiri atau kelompok sendiri. Sering kita lihat ada orang yang punya jabatan tapi tidak menggunakannya buat agama, malah kadang mempersulit gerakan agama. Beda sama orang lain yang memaksimalkan jabatan dan kekuasaannya buat kepentingan agamanya.

Coba lihat cerita di Quran tentang pembela Nabi Musa yang punya jabatan di pemerintahan Fir'aun, meskipun dia harus sembunyikan imannya. Ada seorang laki-laki beriman di antara pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata:

وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُم بِالْبَيِّنَاتِ مِن رَّبِّكُمْ ۖ وَإِن يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ ۖ وَإِن يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُم بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

"Dan seorang laki-laki yang beriman di antara keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia mengatakan, ‘Tuhanku adalah Allah,’ padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta, maka kedustaannya itu akan menimpa dirinya sendiri; dan jika dia seorang yang benar, niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta." (Surah Al-Mukmin ayat 28)

Betapa pentingnya jabatan dan kekuasaan buat agama, sampai-sampai Rasulullah berdoa kepada Allah biar kasih hidayah Islam kepada dua orang besar Quraisy, yaitu Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam.

Cara Mudah Bantu Agama

Biar kita semangat buat bantu agama, ada beberapa cara mudah yang bisa kita lakukan: Pertama, biasakan diri kasih bantuan setiap hari, meskipun sedikit. Sebisa mungkin kita berkorban harta, waktu, dan tenaga setiap hari, setiap minggu, atau kapan pun kita bisa. Kalau perlu, kita tentukan ukurannya, misalnya sehari kasih uang seribu rupiah buat agama, atau kasih waktu dua jam, atau kasih satu ide. Jadi, apa yang kita kasih itu jelas ukurannya. Biar terbiasa, kalau perlu kita kasih hukuman kalau kita tidak melakukannya. Seperti Umar yang menyumbangkan kebunnya karena tidak shalat berjamaah. Ibnu Umar jadi lebih lama shalatnya kalau tidak berjamaah. Rasulullah mengerjakan shalat dhuha 12 rakaat kalau tidak bangun malam untuk shalat (qiyamullail). Kedua, kita harus sering membayangkan pahala besar yang Allah janjikan di dunia dan di akhirat. Apalagi pahala yang dijanjikan Allah itu sangat besar. Allah akan kasih kedudukan yang kuat di dunia buat semua bantuan yang kita berikan (Surah An-Nuur ayat 55). Allah juga memuliakan orang yang berkorban, bahkan derajatnya lebih tinggi dari orang lain (Surah An-Nisaa’ ayat 95). Kalau kita yakin dengan pahala yang Allah kasih, kita akan lebih mudah menyumbangkan apa saja yang kita punya. Ketiga, kita harus selalu melihat contoh orang lain yang berkorban. Orang beriman itu seperti cermin buat yang lain. Dengan melihat apa yang dilakukan orang lain, paling tidak kita jadi termotivasi buat melakukan hal yang sama. Dulu para sahabat sering berlomba-lomba melakukan kebaikan karena melihat contoh dari sahabat yang lain. Keempat, kita harus selalu yakin bahwa setiap pengorbanan yang kita berikan akan sangat bermanfaat, baik buat diri kita sendiri maupun buat orang lain. Keyakinan seperti ini akan mendorong kita buat terus berbuat baik. Soalnya, banyak sekali orang yang bisa menikmati atau mengambil manfaat dari apa yang kita lakukan. Seperti penelitian yang menemukan bahwa pekerja pabrik obat tidak jadi mogok karena mereka melihat langsung banyak pasien di rumah sakit yang sangat butuh obat yang mereka buat. Kelima, kita harus selalu berdoa kepada Allah biar dimudahkan untuk selalu berkorban. Karena Allah yang punya hati orang beriman, dengan berdoa kita berharap hati kita selalu ada di barisan terdepan untuk memberikan bantuan demi kemenangan agama. Dengan berdoa, kita bisa bertahan untuk memperjuangkan agama sampai akhir hidup kita. Allah berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.”" (Surah Al-Maidah ayat 27)

Post a Comment for "Kenapa Kita Harus Bantu Agama Islam?"