Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan dan penjelasan dari Khulasah Bahiyah 3: Tahun Pertama Hijrah. Khulasah Bahiyah adalah kitab ringkasan sirah Nabi shalallahu alaihi wasalam yang ditulis oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah, dan kami jadikan bahan ajar di RQ Irmas Bani Saimo Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo. Semoga bermanfaat.
السَّنَةُ الأُولَى مِنَ الهِجْرَةِ
Tahun pertama Hijrah
وَفِيهَا تِسْعَةَ عَشَرَ حَدَثًا:
Dan di dalamnya ada sembilan belas peristiwa:
١- فِي رَبِيعِ الأَوَّلِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَكَّةَ إِلَى المَدِينَةِ.
1 – Pada bulan Rabiul Awal tahun ini: Nabi Muhammad ﷺ berhijrah dari Mekah ke Madinah, (Tarikh At-Tabari: 2/5. Al-Bidayah: 3/220).[1]٢- وَفِي هَذِهِ السَّنَةِ: نَزَلَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقُبَاءٍ، وَبُنِيَ مَسْجِدُ قُبَاءٍ.
2 – Dan pada tahun ini: Nabi ﷺ singgah di Quba, dan dibangun Masjid Quba, (Al-Bidayah wa An-Nihayah: 3/248. Al-Kamil: 2/9).[2] ٣- وَفِيهَا: صَلَّى الجُمُعَةَ حِينَ ارْتَحَلَ مِنْ قُبَاءٍ إِلَى المَدِينَةِ، صَلَّاهَا فِي طَرِيقِ بَنِي سَالِمٍ، وَهِيَ أَوَّلُ جُمُعَةٍ صَلَّاهَا،[3] وَأَوَّلُ خُطْبَةٍ خَطَبَهَا فِي الإِسْلَامِ. 3 - Dan di dalamnya: Nabi ﷺ shalat Jumat ketika perjalanan dari Quba ke Madinah, shalat tersebut dilakukan di jalan Bani Salim,[4] dan itu adalah shalat Jumat pertama yang dilaksanakan,[5] serta khutbah pertama yang disampaikan dalam Islam, (Uyun Al-Atsar: 2/351).٤- وَفِيهَا: نَزَلَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِدَارِ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ.
4 – Dan di dalamnya: Nabi ﷺ singgah di rumah Abu Ayyub Al-Ansari,[6] (Al-Bidayah wa An-Nihayah: 3/253).٥- وَفِيهَا: بُنِيَ المَسْجِدُ النَبَوِيَّ وَالحُجُرَاتُ
5 – Dan di dalamnya: Dibangunlah Masjid Nabawi dan kamar-kamar,[7] (Al-Bidayah wa An-Nihayah: 3/253).٦- وَفِيهَا: أَسْلَمَ حَبْرُ اليَهُودِ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلَامٍ
6 – Dan di dalamnya: Seorang ulama Yahudi Abdullah bin Salam[8] masuk Islam, (Al-Bidayah wa An-Nihayah: 3/249).٧ - فِيهَا: بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَنَاتِهِ، وَزَوْجَتِهِ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ بِنْتَ زَيْدَ بْنِ حَارِثَةَ، وَأَبَا رَافِعٍ فَحَمَلَاهُنَّ مِنْ مَكَّةَ إِلَى المَدِينَةِ مَا عَدَا زَيْنَبَ.
7 – Dan di dalamnya (tahun ini): Nabi ﷺ mengutus (beberapa sahabat) kepada putri-putri beliau,[9] dan istrinya Saudah binti Zam'ah binti Zaid bin Haritsah,[10] dan Abu Rafi',[11] lalu mereka membawa mereka (para wanita tersebut) dari Mekah ke Madinah, kecuali Zainab,[12] (Tarikh At-Tabari: 2/10. Al-Bidayah wa An-Nihayah: 3/268. Al-Kamil: 2/10).٨ - فِيهَا: هَاجَرَ آلُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ.
8 – Di dalamnya: Keluarga Abu Bakar As-Siddiq رضي الله عنه[13] berhijrah, (Tarikh At-Tabari: 2/10. Al-Kamil: 2/10. Al-Bidayah: 3/268).٩ - وَفِي رَبِيعِ الآخِرِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: زِيدَ فِي صَلَاةِ الحَضَرِ رَكْعَتَانِ، وَكَانَتْ صَلَاةُ الحَضَرِ وَالسَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ.
9 – Pada bulan Rabiul Akhir tahun ini: Ditambahkan dua rakaat dalam shalat untuk mukim (tidak musafir). Sebelumnya, baik shalat untuk mukim maupun musafir adalah dua rakaat, (Tarikh At-Tabari: 2/10. Al-Bidayah: 3/269).
١٠ -فِيهَا: وُلِدَ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَوْلُودٍ لِلْمُهَاجِرِينَ فِي الإِسْلَامِ.
10 – Di dalamnya: Lahir Abdullah bin Zubair رضي الله عنه,[14] yang merupakan anak pertama kaum Muhajirin dalam Islam, (Tarikh At-Tabari: 2/10. Al-Bidayah: 3/273).١١ - فِيهَا: وُلِدَ النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، وَهُوَ أَوَّلُ مَوْلُودٍ لِلأَنْصَارِ بَعْدَ الهِجْرَةِ.
11 – Di dalamnya: Lahir Nu’man bin Basyir رضي الله عنه,[15] yang merupakan anak pertama kaum Anshar setelah hijrah, (Tarikh At-Tabari: 2/10. Al-Bidayah: 3/268).١٢ - فِيهَا: تُوُفِّيَ مِنَ الصَّحَابَةِ: كُلْثُومُ بْنُ الهَدْمِ وَأَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا.
12 – Di dalamnya: Wafat dari kalangan sahabat: Kultsum bin Al-Hadm[16] dan As’ad bin Zurarah[17] رضي الله عنهما, (Tarikh At-Tabari: 2/8. Al-Kamil: 2/9. Al-Bidayah: 3/267).۱۳- وَفِيهَا: شُرِعَ الْأَذَانُ.
13 – Dan di dalamnya: disyariatkan azan, (Al-Bidayah: 3/269).
١٤- وَفِيهَا: عَقَدَ النَّبِيُّ ﷺ مُعَاهَدَةً مَعَ الْيَهُودِ بِالْمَدِينَةِ.
14 – Dan di dalamnya: Nabi ﷺ mengadakan perjanjian[18] dengan orang-orang Yahudi di Madinah, (Al-Bidayah: 3/262).١٥- وَفِي رَمَضَانَ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى سَيْفِ الْبَحْرِ.
15 – Dan pada bulan Ramadan tahun ini: terjadi sariyyah[19] Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu 'anhu menuju Saif al-Bahr,[20] (Tarikh At-Tabari: 2/11. Al-Kamil: 2/10. Al-Bidayah: 3/272).١٦- وَفِي شَوَّالٍ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ عُبَيْدَةَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى بَطْنِ رَابِغٍ.
16 – Dan pada bulan Syawal tahun ini: terjadi sariyyah Ubaidah bin al-Harits bin Abdul Muthalib[21] radhiyallahu 'anhu menuju Bathn Rabigh, (Tarikh At-Tabari: 2/12. Al-Kamil: 2/10. Al-Bidayah: 3/272).١٧- وَفِي شَوَّالٍ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: تَرَى النَّبِيُّ ﷺ بِأُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا.
17 – Dan pada bulan Syawal tahun ini: Nabi ﷺ menikah dengan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, (Tarikh At-Tabari: 2/9. Al-Kamil: 2/9. Al-Bidayah: 3/268).
١٨- وَفِي ذِي الْقَعْدَةِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: كَانَتْ سَرِيَّةُ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى الْخَرَّارِ.
18 – Dan pada bulan Dzulqa'dah tahun ini: terjadi sariyyah Sa'ad bin Abi Waqqash[22] radhiyallahu 'anhu menuju al-Kharrar,[23] (Tarikh At-Tabari: 2/11. Al-Bidayah: 3/272).١٩- وَفِي ذِي الْقَعْدَةِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ: آخَى النَّبِيُّ ﷺ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ.
19 – Dan pada bulan Dzulqa'dah tahun ini: Nabi ﷺ mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, (Musnad Ahmad: 3/111. Al-Bukhari: 2294. Muslim: 2529). Wallahua’lam
Sukoharjo, 11 April 2025
Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, serta mengabulkan doa-doanya. Aamiin).
PENJELASAN [1] Jarak Mekah ke Madinah pada masa itu adalah 400 km (rute Google Map menunjukkan 460 km). Jumlah sahabat yang berhijrah saat itu antara 70-100 orang. Perjalanan dari Mekah ke Madinah ditempuh selama 8 hari. [2] Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun di dalam Islam. Rasulullah ﷺ ikut membangun masjid ini dengan tangan beliau yang mulia. Masjid Quba bisa ditempuh dari Masjid Nabawi dengan berjalan kaki sekitar 40 menit, atau sekitar 4 kilometer, keluar pintu pagar nomor 309 atau 310 dari Masjid Nabawi. [3] Di tempat ini sekarang terdapat Masjid Jum’ah, lokasinya kanan jalan kalau dari Masjid Quba menuju Masjid Nabawi. [4] Nama lengkapnya adalah Bani Salim bin Auf, termasuk suku Khazraj di sekitar Quba. [5] Peserta salat Jumat kala itu sekitar 100 orang, ketika Nabi ﷺ dan beberapa sahabat melakukan perjalanan menuju Madinah. [6] Nama lengkap beliau adalah Khalid bin Zaid bin Kulayb bin Tha'labah bin Abdul Auf bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar Al-Khazraji Al-Ansari. Ketika Nabi Muhammad ﷺ tiba di Madinah setelah hijrah, terjadi perselisihan di antara para sahabat Anshar tentang siapa yang berhak menjamu beliau. Nabi ﷺ kemudian bersabda, "Biarkanlah unta ini berjalan, karena ia telah diperintahkan." Unta tersebut berhenti di depan rumah Abu Ayyub Al-Anshari, dan beliaulah yang kemudian mendapatkan kehormatan untuk menjamu Rasulullah ﷺ selama beberapa bulan hingga pembangunan Masjid Nabawi dan tempat tinggal beliau selesai. Beliau pada usia 80 tahun ikut menaklukkan Konstantinopel, dan beliau dimakamkan di sana. [7] Di sekitar Masjid Nabawi pada zaman dahulu dibangun kamar-kamar untuk istri-istri Nabi ﷺ. [8] Abdullah bin Salam, seorang ulama Yahudi terkemuka di Madinah, memeluk Islam setelah mengenali kebenaran ajaran Nabi Muhammad ﷺ melalui kitab Taurat. Awalnya merahasiakan keislamannya, ia kemudian menghadapi permusuhan dari kaumnya. Sebagai Muslim yang taat dan berilmu, ia menjadi rujukan dan meriwayatkan hadis. Nabi ﷺ bahkan menyebutnya sebagai penduduk surga. Ia wafat di Madinah pada masa Utsman bin Affan. [9] Putri Nabi ﷺ yang belum ikut hijrah saat itu adalah Ummu Kultsum dan Fatimah Radhiyallahu Anhuma. [10] Salah satu istri Nabi ﷺ yang belum ikut hijrah saat itu, dan baru berangkat ke Madinah setelah Nabi ﷺ tiba di Madinah. [11] Abu Rafi adalah budak yang dimerdekakan Nabi ﷺ. [12] Putri Nabi ﷺ Zainab tidak bisa ikut hijrah karena saat itu dia sudah menikah dengan Abul Ash bin Rabi yang belum masuk Islam, selain karena adanya faktor lain. Beliau bisa menyusul ke Madinah setelah beberapa waktu. [13] Dalam peristiwa hijrah keluarga Abu Bakar Ash-Shiddiq ke Madinah, beberapa anggota keluarganya ikut serta. Di antara istri beliau kemungkinan adalah Ummu Ruman dan Asma' binti Umais. Anak-anak beliau yang diperkirakan ikut adalah Asma' binti Abi Bakar, Abdullah bin Abi Bakar (kemungkinan menyusul), Aisyah binti Abi Bakar (kelak menjadi istri Nabi ﷺ), dan Muhammad bin Abi Bakar (jika sudah lahir). Hijrah ini bertujuan menyatukan keluarga Abu Bakar dengan beliau dan komunitas Muslim di Madinah. [14] Nama beliau Abdullah bin Zubar bin Al-Awwam, anak dari Zubair bin Al-Awwam dan Asma binti Abi Bakar. [15] Nu'man bin Basyir bin Sa'ad Al-Anshari Al-Khazraji: Beliau adalah putra dari Basyir bin Sa'ad, seorang sahabat Anshar yang ikut serta dalam Bai'at Aqabah dan memiliki kedudukan di antara kaumnya. Ibunya adalah Amrah binti Rawahah, saudara perempuan dari Abdullah bin Rawahah, seorang sahabat Anshar terkemuka lainnya. [16] Kultsum bin Al-Hadam: Seorang sahabat Anshar dari kalangan awal yang rumahnya menjadi markas penting bagi perkembangan Islam di Madinah sebelum hijrah Nabi ﷺ. [17] As'ad bin Zurarah: Seorang tokoh kunci dari Anshar yang berperan penting dalam Bai'at Aqabah dan menyebarkan Islam di Madinah sebelum hijrah, sehingga memuluskan jalan bagi kedatangan Nabi ﷺ. [18] Perjanjian ini dikenal dengan berbagai nama, di antaranya Shahifah al-Madinah (Piagam Madinah) atau Dustur al-Madinah (Konstitusi Madinah). [19] Sariyah adalah pengiriman pasukan yang dipimpin oleh seorang sahabat Nabi ﷺ. Nabi ﷺ sendiri tidak ikut dalam Sariyah, karena sifatnya adalah pengintaian, menunjukkan kekuatan, atau menjalin hubungan dengan kabilah-kabilah. Jika Nabi ﷺ ikut dalam suatu ekspedisi, itu disebut Gazwah. [20] Saif Al-Bahr artinya tepi pantai, atau pesisir pantai. Kemungkinan ini adalah pantai di Laut Merah, di area sekitar Madinah. [21] Ubaidah bin Al-Harits adalah sepupu Nabi ﷺ, karena Al-Harits adalah saudara dari ayah Nabi ﷺ. Bathn Rabigh adalah adalah sebuah wilayah yang terletak di antara Mekah dan Madinah, lebih dekat ke arah utara Mekah. Tempat ini merupakan salah satu persinggahan penting di jalur perdagangan antara Mekah dan Syam. Saat itu personil kaum muslimin adalah 60 orang, dan sempat bertemu dengan kafilah Quraisy sebanyak 200 orang. Sempat terjadi peperangan kecil saat itu, dan merupakan kontak senjata pertama. [22] Sa'ad bin Abi Waqqash adalah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang terkenal dengan keahliannya dalam memanah. Beliau termasuk dalam golongan As-Sabiqun al-Awwalun dan merupakan salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surga (Al-Asyrah al-Mubasyirin bil Jannah). [23] Al-Kharrar adalah nama sebuah tempat atau lembah yang terletak di wilayah Hijaz, antara Mekah dan Madinah. Beberapa sumber menyebutkan lokasinya lebih dekat ke arah Madinah dan merupakan tempat penggembalaan.
Post a Comment for "Khulasah Bahiyah 3: Tahun Pertama Hijrah"